TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 132


__ADS_3

Saat Nara ia mengucapkan ia tengah buang air, Rayan mengira jika ia memang benar sedang buang air di celananya. Tapi kemudian Rayan berpikir kembali jika mungkin saja yang dialami Nara itu bukanlah bukan air. tetapi Salah satu gejala akan melahirkan Rayan pun mulai panik dan ingin segera membawa istrinya karena sakit.


Nara yang baru selesai ganti pakaian pun langsung dibawa oleh Rayan, tanpa berkata apapun Rayan langsung menggendong Nara dan membawanya ke mobil .Melihat sikap Rayan yang tiba-tiba itu Nara bertanya-tanya. Ada apa dengan suaminya.


Nara juga melihat wajah suaminya terlihat panik. Saat akan mencoba bertanya pada Rayan, tiba-tiba ia merasakan sakit di perutnya ,rasa sakit yang sulit ia gambarkan.


"Arraarkhh.... " Nara mengeratkan tangannya di bahu Rayan. Melihat Nara yang mulai memekik, Rayan mempercepat langkahnya.


"Sabar sayang.... aku akan segera membawamu ke rumah sakit " ucap Rayan.


"Kak Ray, kenapa tiba-tiba perutku sangat sakit" ucap Nara sambil meringis.


"Kau akan melahirkan sayang" jawab Rayan sambil mendudukan Nara di dalam mobil.


Reyhan dan Nayla yang mendengar ada keributan pun keluar dari kamarnya. Reyhan berlari ke arah depan karena melihat Rayan naik ke mobilnya, wajahnya terlihat panik namun Rayan tidak terkejar.


Pak Sam yang melihat Reyhan keluar pun menghampirinya diikuti oleh Nayla karena suaminya atau sudah berlari duluan menyusul Rayan Nayla ingin menyusul namun ia tidak mungkin karena ia sedang hamil besar menyebabkan ia tidak bisa berlari dan mengejar suaminya


"Tuan muda.... " panggil Pak Sam, Reyhan pun berbalik karena mendengar ada yang memanggilnya

__ADS_1


" Pak Sam Rayan mau ke mana Kenapa dia terlihat panik dan terburu-buru? "tanya Reyhan


"Tuan muda Rayan akan pergi ke rumah sakit karena Nona Nara akan melahirkan, sepertinya air ketubannya sudah pecah makanya tuan muda Rayan panik dan segera membawa nona Nara ke rumah sakit "jawab Pak Sam


" Oh ya ampun ternyata Nara mau melahirkan kenapa aku yang jadi takut semoga Nara tidak apa-apa persalinannya lancar Nara dan juga anaknya selamat" ucap Nayla


" Nara pasti akan baik-baik saja sayang, Nara pasti akan selamat Begitu juga dengan bayinya kau tenang saja tidak usah khawatir " jawab Reyhan membelai kepala Nayla supaya istrinya itu tidak panik.


Karena Rayan sudah pergi ke rumah sakit bersama dengan Nara akhirnya Reyhan dan Nayla pun kembali ke kamarnya. Tadinya Reyhan ingin menyusul Rayan ke rumah sakit namun ia tidak mungkin meninggalkan istrinya yang sedang hamil besar.


Untuk itu ia menunggu kabar dari Rayan di rumah saja. Karena di rumah sakit juga Reyhan tidak mungkin menunggui Nara di dalam. Jadi ia memutuskan menunggu kabar di rumah sambil menjaga istrinya.


*


*


*


Nara terus merasa kesakitan kontraksi. Sakit yang ia rasakan semakin terasa kuat hingga kini ia sedang menangis karena menahan rasa sakit yang sedang di rasakannya. Rayan merasa tidak tega melihat istrinya yang wajahnya biasa terlihat penuh dengan senyuman tapi kini wajah cantik itu sedang berderai air mata karena menahan sakit demi melahirkan anaknya.

__ADS_1


Satu jam sudah berlalu namun bay mungil itu masih betah berada dalam perut ibunya. Nara mulai lemas, ia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Bibirnya terlihat bergerak seperti sedang melantunkan doa-doa pada yang Maha Kuasa. Berharap di beri segala kemudahan dalam proses persalinannya.


"Kak Ray, awwwwsshhh...... " Nara terlihat sangat gelisah, keringat sebesar biji jagung sudah mulai keluar. Nafasnya sudah mulai tidak beraturan. Suaranya pun sudah mulai tersendat-sendat. Rayan sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Hanya untaian doa yang terucap dari bibir Rayan dan terus menggenggam tangan mungil Nara.


"Sayang bertahanlah, kau pasti bisa sayang " ucap Rayan dan mencium kening Nara.


"Ayolah jagoan, kasihanilah Mamahmu....cepatlah keluar Nak, kami sudah tidak sabar ingin melihatmu" ucap Rayan. Air mata semakin berderai karena rasa sakit dan juga rasa bahagia karena mengingat jika sebentar lagi ia akan melihat putranya yang akan lahir.


Seketika bayangan wajah putranya memberi tenaga, dan dengan seluruh kekuatannya yang tersisa Nara mencoba mengejan lagi dan akhirnya bayinya pun lahir ke dunia. Tangisan dari bayi mungil itu memecah keheningan di ruang bersalin itu.


Nara dan Rayan mengeluarkan air mata bahagianya, karena akhirnya putranya lahir dengan selamat.


"Sayang kau hebat, terima kasih sayang aku sangat mencintaimu...." ucap Rayan.


"Aku juga mencintaimu.... " ucap Nara lemah


*


*

__ADS_1


*


Maaf ya kalau telat up nya, karena memang lagi kurang fit 😌 sambil nunggu cerita Narayan Up. Kalian bisa baca cerita Mimin yang lain dulu ya, gak kalah gokil dengan cerita ini 😊


__ADS_2