TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 77


__ADS_3

Atas permintaan Nara, Rayan dan Nara pun memutuskan untuk pergi mencari makanan yang Nara inginkan. Mereka berdua pun turun ke bawah, saat sedang perjalanan menuju ke loby Nara melihat Nayla dan Reyhan sedang makan malam dekat kolam renang. Suasananya terlihat sangat indah. Nara pun mencoba menghampirinya.


"Kak Ray, lihatlah bukankah itu Nayla dan Reyhan? "tunjuk Nara pada Rayan, Rayan pun mengikuti pandangan yang di tunjukan oleh Nara. Dan melihat memang benar itu adalah Reyhan dan Nayla.


"Iya, itu memang mereka. Kita pamitan dulu pada mereka agar mereka tidak mencari kita nanti" ucap Rayan dan kemudian mereka pun menghampiri Reyhan dan Nayla.


"Nay.... "panggil Nara, mendengar namanya di panggil Nayla pun mengangkat wajahnya dan melihat ke arah suara dan melihat ternyata Nara yang memanggilnya.


"Nara... ada apa? "tanya Nayla, Nara dan Rayan pun duduk di samping mereka.


"Kami akan pergi dulu sebentar mencari makanan, aku tidak suka makanan di sini" ucap Nara, Nayla pun mengangguk


"Oh...ya kenapa kalian makan di sini? "tanya Nara.


"Tadinya aku ingin makan di ruangan yang privasi tanpa ada yang mengganggu namun tidak jadi karena aku takut "jawab Reyhan.


"Takut, takut apa? "tanya Rayan


"Aku takut khilaf padanya" jawab Reyhan menunjuk pada Nayla.


"Oh astaga, otakmu itu sangat kotor. Aku jadi khawatir meninggalkan temanku denganmu" ucap Nara


"Hey....kenapa kau takut, aku akan menjaga calon istriku dengan baik " ucap Reyhan dengan tersipu malu membuat Rayan geli saat melihatnya.


"Hentikan wajah bodoh mu itu Rey...."ucap Reyhan.


"Aiihh.. lihatlah kudanil ini sedang malu-malu rupanya" ejek Nara


"Ini bukan wajah bodoh dan malu-malu tapi ini wajah pemalu... "ucap Reyhan


"Oh astaga.... " ucap Nara dan Rayan bersamaan.


"Tidak apa-apa Rey, aku suka sekali melihat wajahmu seperti itu terlihat sangat manis sekali. Aku jadi gemas"icap Nayla.


Blushh...


Wajah kudanil itu memerah lagi "Menggelikan.... " ucap Reyhan.

__ADS_1


"Ya ampun kau benar Nay, wajahnya memang sangat menggemaskan sampai-sampai aku ingin mencubit ginjalnya" ucap Nara tertawa.


"Oh ya ampun, aku baru tahu kalau kudanil jatuh cinta itu akan terlihat menggelikan"ucap Rayan sambil tertawa.


"Sudahlah kalian hanya mengganggu saja... pergilah" ucap Reyhan. Rayan dan Reyhan pun tertawa mendengar kudanil ini kesal.


*


*


*


Acara makan keluar pun tidak jadi karena Nara merasa lelah dan akhirnya Rayan meminta orang untuk membelikannya. Setelah berganti pakaian Nara pun tiduran di atas ranjangnya karena ia merasa lelah.


Melihat Nara yang berbaring di sampingnya. Rayan langsung mengungkungnya. "Rayan.... "panggil Nara.


"Kenapa? "tanya Rayan yang membelai wajahnya, kemudian menciumi seluruh wajah Nara. Entah kenapa ada perasaan malu saat Rayan sembuh menyentuhnya.


"Aku malu Rayan... " ucap Nara


"Aku malu karena sekarang otakmu sudah tidak setengah ons lagi " ucap Nara


"Sudah lama otaku ini sembuh tweety... " ucap Rayan sambil menciumi leher Nara dan memberi gigitan-gigitan kecil di sana.


"Oh ya sejak kapan kau sembuh? "tanya Nara penasaran


"Sejak kau menendang minuman dingin itu di kantorku" ucap Rayan tersenyum menahan tawanya. Nara langsung membulatkan matanya terkejut karena baru tahu jika Rayan sudah sembuh selama itu.


"Astaga Rayan.... itu sudah sangat lama" ucap Nara


"Benar.... "ucap Rayan dan kini ia sudah tidak bisa menahan tawanya lagi.


"Dasar ayam jantan menyebalkan, kau membohongiku selama ini? "tanya Nara.


"Aku tidak bermaksud...."jawab Rayan tertawa geli dan menggulingkan tubuhnya di pinggir Nara.


"Astaga jadi selama ini kau hanya modus saat ingin memandikanku dan juga saat kau main kuda-kudaan denganku, ya ampun Rayan kau membuatku malu huwaaaa.... " Tawa Rayan semakin pecah saja melihat reaksi anak ayam yang sedang merasa malu padanya.

__ADS_1


Rayan pun mendekati Nara dan merengkuh tubuh mungil itu ke dalam dekapannya. "Hey anak ayam kenapa kau menutup wajahmu? "tanya Rayan


"Aku malu padamu, astaga mau di simpan dimana wajahku yang cantik ini "ucap Nara yang membuat Rayan semakin gemas saja.


"Simpan saja di hatiku.... " ucap Rayan kemudian menarik tangan yang sedang menutup wajah itu dan mencium bibir yang selalu membuatnya candu setiap waktu.


Ciuman itu semakin lembut namun semakin dalam, tangan Rayan pun mulai menjelajahi tubuh Nara. Ada rasa malu namun juga bahagia saat Rayan menyentuhnya dalam keadaan normal.


Namun baik Nara maupun Rayan menikmati setiap sentuhan penuh cinta itu, mereka akhirnya menghabiskan malam yang penuh cinta mereka di kamar. Saling berbagi cinta dalam sentuhan yang nyata.


*


*


*


Acara makan malam dan acara mengobrol dari hati ke hati antara Nayla dan Reyhan sudah selesai. Kini Reyhan mengantar Nayla ke kamarnya karena waktu sudah malam.


"Nay.... "panggil Reyhan


Nayla yang mau membuka pintu pun mengurungkan niatnya.


"Kenapa Rey....?"tanya Nayla.


"A-aku.... aku minta cium " ucap Reyhan malu-malu pada Nayla. Astaga jika ada yang melihat Reyhan seperti itu sudah di pastikan akan tertawa sambil salto karena tingakah kudanil itu sangat menyebalkan dan juga fiuuhhhh.


"Oh ya ampun Rey.... kenapa kau sangat menggemaskan sihh" ucap Nayla kemudian Nayla mengecup bibir Reyhan sekilas.


"Astaga jantungku..... Nay aku mau lagi" ucap Reyhan.


*


*


*


Likenya jangan lupa ya 😘 ingat jangan lupa besok senin vote nya buat mimin ya 😍

__ADS_1


__ADS_2