
"Jauhkan tangan kotormu dariku....!!! "teriak Rayan
"A-pa, Rayan " ucap Keysa
"Dengarkan aku Keysa, jangan pernah kau coba mendekatiku lagi. Aku tidak sudi melihat wajahmu lagi yang penuh dengan kebohongan, wajah yang selalu kau tutupi dengan topeng kepalsuan aku tidak akan tertipu lagi" ucap Rayan dengan geram
"Rayan kau.... " Keyza masih bingung melihat Rayan yang terlihat normal bahkan sangat normal, kenapa Rayan bisa berbicara seperti itu apakah Rayan....
"Kenapa? "tanya Rayan
"Rayan bukankah kau....."
"Depresi maksudmu? "tanya Rayan sambil berlalu ke tempat duduknya meninggalkan Keysa yang masih betah bersimpuh di lantai dengan keadaan yang di buat sangat menyedihkan yang di buat-buat. Sungguh membuat Rayan sangat muak dan semakin membenci perempuan ini.
"Iya, keluarga wanita itu bilang kau depresi dan gila "ucap Keysa mulai berdiri dan akan mendekati Rayan.
"Dan kau percaya? " ejek Rayan, Keysa hanya diam saja dan bingung dengan apa yang terjadi, semuanya tidak sesuai dengan rencananya dan yang ada dalam pikirannya. Rayan yang ia pikir depresi namun yang ia lihat Rayan sangat-sangat normal dan yang paling membuatnya terluka adalah Rayan sangat membencinya
"Aku....."
"Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja Keysa dan hidupku bahkan sangat-sangat lebih baik tanpamu "ucap Rayan penuh penekanan.
"Tidak... hidupmu tidak akan pernah baik tanpa aku Rayan, kau sangat mencintaiku iya kan Rayan.... katakan kau sangat mencintaiku.....!!!" Keysa mulai histeris namun Rayan tidak peduli.
"Tidak.... aku tidak mencintaimu Keysa tapi aku sangat mencintai istriku Nara... " ucap Rayan dengan memandang Keysa penuh rasa benci dan jij*k.
"Tidak.... kau tidak boleh mencintai gadis menyebalkan itu, kau hanya harus mencintaiku. Mencintai Keysa seorang seperti dulu " ucapnya sambil terisak.
"Sayangnya aku sangat membencimu... " ucap Rayan seolah tidak peduli dengan isakan Keysa yang terdengar memilukan. Entahlah yang Rayan dengar hanyalah tangis palsu dari seorang gadis munafik. Sangat memuakkan.
"Pergilah.... kau hanya membuang waktuku yang sangat berharga" ucap Rayan.
"Aku tidak mau pergi, sebelum kau menyadari hatimu padaku Rayan. Aku tahu kau hanya marah padaku iya kan Rayan... kau tidak pernah membenciku, kau terlalu mencintaiku hingga kau cemburu melihatku dengan Rio saat itu. Iya kan Rayan, katakan kau sangat mencintaiku....? " ucapan Keysa malah membuat Rayan semakin kesal saja.
__ADS_1
"Apa kau tuli Keysa....dari tadi aku mengatakan jika aku sangat membencimu tapi kau malah memaksaku mengatakan kalau aku mencintaimu. Sepertinya yang depresi bukan aku tapi kau...." ucap Rayan
"Rayan..... "ucapnya lagi sambil terisak pipinya kini penuh dengan lelehan air mata. Namun apa peduli Rayan, dia bahkan sangat membenci gadis ini.
"Ahhh sudah lah, percuma bicara denganmu otakmu itu sudah rusak hingga tidak mengerti bahasa manusia" ucap Rayan
"Kau sangat tega padaku...."ucap Keysa
"Aku tidak peduli, jangan mencoba mencari perhatian dan seolah-olah kaulah orang yang tersakiti. Dengarkan aku dan cam kan baik-baik, kaulah pemicu dari semuanya kau lah yang membuatku membencimu. Jadi jangan coba-coba untuk menyalahkan orang lain atas apa yang menimpamu" ucap Rayan.
"Rayan, aku sangat mencintaimu...."
"Hentikan sandiwaramu.....!!!! " Keysa tersentak mendengar teriakan Rayan yang semakin kencang.Ia tidak pernah melihat Rayan semarah ini.
"Pak Sam... "panggil Rayan
"Baik tuan muda..."jawab pak Sam yang mengerti maksud dari Rayan untuk mengusir Keysa dari sana. Dua orang keamanan sudah menunggu perintah Rayan dari tadi untuk menyeret Keysa keluar dari sana.
"Jangan menyentuhku....!!!" ucap Keysa dengan marah.
"Dengarkan aku Rayan kau pasti akan menyesal karena telah bersikap seperti ini padaku, aku tahu di lubuk hatimu yang paling dalam kau masih sangat mencintaiku" ucap Keysa sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan Rayan di sana.
"Dasar gila.... "umpat Rayan
*
*
*
Di restoran Nara dan Nayla sedang makan siang karena mereka Berdua merasa kelaparan setelah berbelanja dari tadi.
"Ya ampun ini enak sekali.... " ucap Nayla sambil menyuapkan makanan ke mulut kecilnya.
__ADS_1
"Makan yang banyak, nanti aku akan membelikannya juga untuk paman dan bibi di rumah..."ucap Nara
"Terima kasih ya, kau memang sahabatku yang paling baik" ucap Nayla.
"Bukankah sebentar lagi kita akan menjadi sepupu " ucap Nara. Membuat Nayla pun tertawa mendengarnya. Mereka berdua pun asik bercanda berdua di sana hingga ada suara seseorang orang yang sangat Nara kenal menyapa mereka.
"Wooww.... lihatlah siapa ini " ucap Rio, ya pria yang menyapa Nara adalah Rio minuman teh yang dingin dan segar.
Tawa Nara dan Nayla pun terhenti dan melihat ke arah Rio. Nayla yang tidak tahu pun bertanya siapa pria tampan yang menyapa mereka berdua. Sedangkan Nara hanya memutar bola mata malas melihat pria bucin dan bodoh yang ada di depannya.
"Dia ini namaya Rio, dia itu kekasihnya mantan kekasih suamiku, aduuuh statusnya seperti judul film di chanel ikan ngesod ya.... "ucap Nara tertawa begitu pun dengan Nayla.
"Wahh rumit sekali ya statusku di matamu" ucap Rio yang kemudian menarik kursi di dekat mereka untuk duduk bersama. Sepertinya akan sangat menyenangkan duduk makan siang bersama dua orang gadis yang berisik untuk menemaninya yang selalu kesepian pikir Rio.
Namun Nara malah menggeser duduknya menjauh, membuat Rio mengernyitkan keningnya dan ingin tertawa melihat tingkah Nara yang waspada melihatnya.
"Nay, jangan dekat-dekat dengannya nanti kau bisa hamil" ucap Nara. Nayla yang mendengarnya pun jadi merasa takut dan menjauh.
"Hey nona kau terlalu berlebihan " ucap Rio yang merasa tersungging ehh tersinggung dengan sikap kedua gadis kecil ini.
"Memangnya benar jika dekat dengannya bisa hamil? "tanya Nayla.
"Iya, karena dia itu sangat bahaya selain teh dingin dia itu juga teh celup.... "ucap Nara
"Apa....!!! " ucap Rio
*
*
*
Kencengin likenya ya, biar up nya juga kenceng 😚💃
__ADS_1