
Hari ini mereka semua kembali pulang ke rumah karena acara liburan sudah selesai dan juga karena pekerjaan banyak sedang menunggu mereka. Dan yang paling utama adalah Reyhan ingin segera menikah dengan Nayla.
Untuk itu Tuan Sanjaya dan Nyonya Delia juga kembali dari luar negeri untuk membantu menyiapkan acara pernikahan dan juga mereka ingin bertemu dengan Rayan yang sudah sembuh. Kabar akan kepulangan mereka membuat semua orang bahagia. Terutama Rayan, ia sangat merindukan orangtuanya.
Di kamarnya Nara langsung tiduran tubuhnya merasa tidak nyaman, kepalanya juga terasa pusing dan perutnya juga sangat mual. Mungkin ini efek perjalanan jauh yang di tempuhnya dan mungkin juga karena kondisi tubuhnya yang kurang fit membuat Nara menjadi sakit seperti sekarang ini.
Rayan yang baru saja ganti pakaian melihat Nara sedang bergelung dengan selimut tebalnya. Padahal setahu Rayan Nara paling tidak suka memakai selimut, jika pun memakai selimut di pasti akan memakai selimut tipis.
Rayan pun menghampiri Nara, dan membelai rambutnya juga meletakan punggung tangannya memeriksa apakah Nara demam atau tidak. Namun suhu badannya normal, ia juga melihat jika istrinya ini sedang terlelap karena terdengar dengkuran halus dari bibirnya yang mungil itu.
Ingin sekali Rayan menciumnya namun ia takut jika akan mengganggu Nara yang sedang terlelap karena kelelahan. Ia pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke ruang kerja dan mengecek beberapa email yang masuk.
Melihat tuannya masuk ke ruang kerja, Pak Sam pun mengikutinya dari belakang.
"Apa anda butuh sesuatu tuan muda....?" tanya Pak Sam
"Buatkan aku kopi saja Pak Sam.... "jawab Rayan, Pak Sam pun menunduk dan segera meminta pelayan untuk menyiapkan kopi untuknya.
Tak lama secangkor kopi pun datang Pak Sam pun kemudian membantu Rayan untuk mengerjakan pekerjaannya.
"Dimana Reyhan Pak Sam? "tanya Rayan
"Aku di sini.... " tiba-tiba kudanil itu ada di depan pintu dengan tampang berantakan.
__ADS_1
"Kenapa kau terlihat kacau sekali Rey.... ?" tanya Rayan
"Aku baru bangun tidur.... "jawab Reyhan sekenanya, mendengar baru bangun tidur Rayan mengangkat alisnya seperti tidak percaya dengan ucapan Reyhan
"Benarkah, tapi kenapa lingkaran jelek di matamu menunjukan hal sebaliknya " ucap Rayan dengan tatapan mengejek.
"Aihh kau ini seperti tidak pernah jatuh cinta saja, jatuh cinta itu membuatku merasa.... merasa bagaimana ya menjelaskannya padamu. Kau pasti tidak akan mengerti"ucap Reyhan menyebalkan.
"Kau pikir aku tidak mencintai istriku, aku bahkan merasa sangat berbunga-bunga jika berada di dekatnya. Jantungku terasa hampir meledak karena aku terlalu bahagia saat bersamanya. Dan tingkahnya yang menggemaskan hampir saja membuatku gila.... " ucap Rayan menggebu-gebu, si kaudanil sampai berdecak kagum melihat sepupunya yang sangat bersemangat saat mengatakan betapa ia sangat mencintai istrinya itu. Untung saja ia tidak sambil bertepuk tangan karena jika itu sampai terjadi maka ia akan terlihat sangat bodoh. Dan Pak Sam yang melihat mereka berdua ingin sekali memukul kepalanya agar mereka bisa sadar dari virus ayam gila yang sudah terpapar pada mereka.
"Kau sangat keren Ray..... " ucap Reyhan kagum
"Benarkah, aku memang sangat keren.... "jawab Rayan bangga.
Pak Sam sampai memutar bola mata malas dan menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar obrolan kedua pria bucin itu. Yang satunya sangat mencintai anak ayam yang satunya tergila-gila dengan kuda poni. Astaga jangan sampai ada anak kambing di sini, karena sudah pasti penghuninya akan menjadi gila semua jika itu sampai terjadi. Pak Sam pun menghela nafas kasar, acara bekerja menjadi ajang gosip kedua makhluk bucin itu.
"Ray.... aku ingin cepat-cepat menikah dengan Nayla "ucap Reyhan menyandarkan tubuhnya di sofa dan menatap langit-langit rumah dan membayangkan semyum Nayla yang sangat cantik di matanya.
"Nikahi saja dia secepatnya agar kau tidak banyak mengkhayal lagi.... " ucap Rayan yang posisinya kembali ke laptop.
Ya ampuuun mimin jadi inget acara beberapa tahun lalu 😂😂😂 lanjuutttt.....
"Setelah paman dan bibi datang aku akan segera menikahinya Ray.... aku sudah tidak sabar untuk.... "Reyhan mesem-mesem dan tersipu, astaga Pak Sam semakin gemas saja melihat tingkah kudanil ini.
__ADS_1
"Ginjalnya sebelah mana, aku ingin sekali mencubitnya sedikit" gumam Pak Sam dalam hati.
"Untuk main kuda-kudaan maksudmu.... ?"sambung Rayan
"Iya tentu saja..... aku ini pria normal aku juga ingin jika burungku keluar dari sangkarnya dan bermain cilukba hingga muntah-muntah di lembah indah sampai lemas" ucap Rayan...
"Astaga apa lagi itu, burung apa yang bermain cilukba... "gumam Pak Sam dalam hati.
Rayan tertawa geli mendengar ucapan si kudanil yang katanya burungnya bermain cilukba. Kemudian Pandangan Reyhann beralih pada Pak Sam yang dari tadi terlihat diam saja. Namun dalam hatinya Pak Sam menjerit-jerit mendengarkan ucapan-ucapan tidak berfaedah dari anak dan sepupu majikannya. Jika saja tidak takut di pecat sudah Pak Sam pukul kepalanya dari tadi karena kesal. Namun Pak Sam sangat menyukai pekerjaannya yang keren ini akhirnya hanya bisa diam dan meronta dalam hati. Semoga kedua makhluk ini berhenti berbicara yang sangat aneh untuk di dengar.
"Pak Sam kenapa kau diam saja, bergabunglah bersama kami " ajak Reyhan.
"Tidak tuan terima kasih.... "jawab Pak Sam
"Aku tidak mau bergabung dengan mereka yang akan membahas tentang mainan burungnya" gumam Pak Sam dalam hati.
*
*
*
.
__ADS_1
Likenya kencengin dong, mimin sedih like nya berkurang 😌 kalo likenya kenceng nanti up lagi 😚💃