TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 43


__ADS_3

Hari ini Nara merasa senang karena ia akan pergi berjalan-jalan, bahkan ia sudah berdan-dan dengan sangat cantik. Saking bersemangatnya pagi-pagi ia sudah siap untuk pergi. Rayan hanya tersenyum melihat istrinya yang sangat senang itu.


Kini mereka semua sudah berada di meja makan berkumpul untuk sarapan. "Hey tweety kau mau kemana pagi-pagi begini? "tanya Reyhan


"Aku mau pergi belanja, makanya aku sudah rapi begini" jawab Nara


"Kau mau belanja ke pasar mana? "tanya Reyhan tergelak karena setahu Reyhan pagi-pagi hanya pasarlah yang buka.


"Aku mau ke rumah temanku dulu tahu, sudahlah kau jangan cerewet dasar kudanil menyebalkan " ucap Nara


"Isshh... kau ini..." ucap Reyhan dan hampir menjitak kepala anak ayam milik Rayan. Namun saat melihat pandangan Rayan, tangan nakal milik kudanil itu pun langsung berbelok arah dan menggaruk kepalanya.


"Astaga.... hampir saja" gumam Reyhan


*


*


*


Nara pun pergi ke rumah temannya diantar oleh sopir yang merangkap sebagai pengawalnya, atas perintah Rayan karena takut terjadi sesuatu padanya.


Namun sayang sekali saat sampai di rumah temannya, teman Nara itu sedang pulang kampung, salah Nara juga yang tidak memberitahunya dulu dan berniat ingin memberi kejutan pada temannya itu. Akhirnya ia pergi berbelanja sendiri saja. Tapi tidak masalah untuknya karena hari ini ia akan memanjakan dirinya hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya. Nara pun meminta supirnya untuk mengantarnya ke pusat perbelanjaan terbesar di kota itu.


*


*


Sudah banyak barang yang di beli oleh Nara, dan sekarang ia merasa kelelahan. Nara pun memutuskan untuk mencari restoran untuknya makan siang karena perutnya sudah sangat lapar dari tadi.


Tibalah ia di sebuah restoran, Nara pun langsung mencari tempat duduk dan segera memesan makanan.


"Ahh aku lelah sekali...." gumam Nara, tiba-tiba ada seorang gadis cantik yang duduk dihadapannya . Tapi wajah cantiknya itu terasa sangat mengganggu bagi Nara. Siapa lagi kalau bukan Keysa, yang secara kebetulan berada di sana untuk makan siang. Tapi kali ini minuman segar itu tidak ikut dan Keysa hanya sendiri di sana.

__ADS_1


Nara hanya berdecak sebal melihatnya "Hey nona cantik, di sini masih banyak tempat duduk yang kosong tapi kau malah duduk di sini "


Namun Keysa tidak mempedulikan kekesalan Nara, ia hanya memandang wajah Nara sambil tersenyum sinis "sepertinya hari ini kau sangat bersenang-senang? "tanya Keysa dengan nada dan wajah yang memperlihatkan tidak suka pada Nara


"Oh tentu saja, hari ini aku berbelanja banyaaaakkkk sekali dan aku sangat senang" jawab Nara dengan sangat menyebalkan.


"Nikmati saja, sebelum Rayan kembali padaku" ucap Keysa. sinis.


"Memangnya dia mau kembali padamu? "tanya Nara santai


"Aku pasti akan merebutnya darimu, karena yang dicintai Rayan adalah Keysa... bukan Nara "ucap Keysa pergi sambil tersenyum sinis pada Nara


"Dia pikir aku tidak akan mencari tahu tentangnya, gadis menyebalkan selalu saja berpura-pura sebagai Keysa, dia pasti terkejut aku mengetahui nama aslinya" gumam Nara.


Untung saja anak ayam ini bodoh hingga ia gagal paham tentang ucapan Keysa barusan. Si tweety ini bahkan sudah lupa jika Rayan dulu selalu memanggilnya dengan Keysa. Karena sudah lama Rayan tidak memanggilnya lagi dengan Keysa tapi Nara.


"Dasar Keykey si ulat keket...." ucap Nara tidak memikirkan ucapan dari Keysa.


*


*


Ada yang berbeda dari pagi ini, biasanya saat pagi Rayan selalu sudah tidak ada di samping Nara dan pergi ke kantor. Tapi pagi ini Rayan masih belum bangun dan menikmati tidur paginya sambil memeluk anak ayam kesayangannya. Kebetulan hari ini hari minggu, ia terbebas dari pekerjaan yang selalu menunggunya setiap hari.


Rayan masih pura-pura tidur sambil menunggu si tweety bangun dan ingin melihat reaksinya saat ia membuka mata nanti.


"Bagaimana reaksi anak ayam ini nanti ya.... " gumam Rayan sambil melihat ke arah Nara yang masih memejamkan matanya.


"Tapi kalau aku lihat dari sikapnya yang mata keranjang anak ayam ini pasti akan sangat senang aku peluk" gumam Rayan lagi


Rayan masih bermonolog dalam hatinya. Terasa ada pergerakan dari Nara Rayan pun mulai memejamkan matanya.


"Kenapa nyaman sekali sihh, kenapa rasanya sangat hangat berada di sini" Nara masih belum mau membuka matanya dan menikmati kenyamanan tidurnya.

__ADS_1


Nara mencoba mengumpulkan kesadarannya namun masih setengah kesadaran yang ia kumpulkan. Kepalanya ia uyel-uyel di dada bidang Rayan membuat Rayan kegelian.


"Benarkan dugaanku, kalau gadis mata keranjang ini akan merasa senang aku peluk" gumam Rayan dalam hati, entah apa yang ada dalam pikiran Rayan. Yang jelas sekarang ia menikmati apa yang sedang ia lakukan.


"Astaga, ada apa dengan otakku. Kenapa aku ingin selalu berdekatan dengannya dan senang melakukan kontak fisik dengannya. Apa aku mencintainya? tapi.... rasanya terlalu cepat memutuskan jika aku mencintainya" pikir Rayan


Sentuhan tangan mungil mulai ia rasakan, terasa sekali Nara mengelus-elus dada bidangnya dengan membuat burung pipit yang sedang tidur pun menjadi bangun dan celingukan mencari sarangnya.


"Astaga kenapa anak ayam ini malah menyentuhku seperti ini, si Tom jadi bangun kan?" gumam Rayan dalam hati. Rayan akhirnya menghentikan aktivitas dari tangan nakal Nara yang meraba-raba tubuhnya.


Nara pun membuka matanya, dan tatapannya kini langsung bertatapan dengan mata indah Rayan. Nara tersenyum ke arah Rayan.


"Rayan.... "panggil Nara membelai lembut wajah Rayan.


"Iya.... "jawab Rayan


"Ya ampun aku rindu kau yang seperti ini, aku rindu saat membuka mata yang aku lihat adalah wajahmu yang tampan" ucap Nara dengan suara khas bangun tidurnya


"Rindu? " tanya Rayan, sebenarnya Rayan belum mengerti kenapa gadis ini menyatakan rindu padanya. Memangnya dulu ia selalu berbuat apa padanya jika pagi. Ya memang selama seminggu lebih saat pagi Rayan selalu bangun dan mandi duluan lalu pergi kr kantor saat Nara masih tertidur.


Selama seminggu lebih ini, Rayan pergi dan pulang dari kantor saat Nara masih tidur karena memang pekerjaan di kantor sangat banyak. Namun ada yang terasa berbeda saat dalam hati Rayan saat tidak berinteraksi dengan Nara. Seperti ada hilang ada bagian hatinya yang terasa kosong saat tidak berinteraksi dengannya.


"Aku rindu padamu Rayan, dulu setiap bangun tidur kau selalu memandang wajahku sampai aku bangun dan tersenyum sangat manis. Sampai-sampai aku takut terkena penyakit diabetes karena setiap hari selalu di sajikan senyummu yang sangat manis" ucap Nara.


"Benarkah...?" tanya Rayan, Nara pun mengangguk


"Aku baru tahu kalau senyumku sangat manis ,kalau begitu. aku akan terus tersenyum " gumam Rayan dalan hati dan tersenyum lagi.


*


*


Maaf ya telat up, tadi miminnya ketiduran 😁 like nya sumbangin dong biar mimin melek dan bisa up lagi 💃💃

__ADS_1


__ADS_2