
Melihat Rio entah kenapa Agam selalu mendadak ingin mengomel padanya. Agam selalu merasa gemas pada sikap Rio yang sok tampan dan sok keren dan juga selalu tidak mau megalah padanya yang notabene usia mereka terpaut sangat jauh.
Seharusnya sebagai orang yang lebih tua, Rio harus mengalah padanya yang masih kecil. Namun sayangnya teh celup itu tidak menerima di sebut tua dan juga tidak mau mengalah pada Agam
"Hei bocah bongsor, puteriku juga sangat cantik " ucap Rio lagi sambil menggendong puteri cantiknya.
"Aku tahu, puterimu sangat cantik seperti Mamahnya " ucap Agam sehingga membuat Naura merasa malu saat Agam memujinya cantik. Dan pujian Agam ternyata malah membuat teh dingin itu kini menjadi teh panas.
"Hei....hei kau tidak boleh memuji istriku Nak " ucap Rio, Alan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja melihat interaksi antara Rio dan juga Agam.
"Dan aku harap puterimu tidak aneh dan gila seperti Papanya " ejek Agam pada Rio hingga membuat Naura terbahak. Bukannya tersinggung dengan ucapan Agam Naura malah tertawa karena membayangkan jika nanti anaknya mirip dengan Rio. Akan seperti apa puteri cantiknya nanti.
"Hei sayangku jangan tertawa " ucap Rio cemberut pada Naura.
"Agam...mengalahlah, apa kau tidak bosan selalu berdebat dengan makhluk teh jadi-jadian jika kalian bertemu" ucap Alan
"Harusnya pria tua itu yang mengalah bukan aku " ucap Agam
"Oh astaga aku ingin sekali mencekik bocah bongsor ini " ucap Rio dengan kesal. Namun Agam malah mengangkat bahunya cuek dan pergi meninggalkan Rio yang sedang kesal padanya.
"Hei tunggu kau...aku belum selesai denganmu" ucap Rio namun Agam sama sekali tidak perduli pada ucapan Rio.
__ADS_1
"Anak yang manis..." ucap Naura
"Manis apanya, dia itu sangat pahit. Jangan memujinya lagi atau jatah bercinta akan aku tambah " ucap Rio, Naura hanya memutar bola mata malas saat mendengar ucapan teh celup itu yang sangat hobi celap-celup padanya.
*
*
*
Alan dan Agam kini menemui Keysa di ruang rawat. Agam tersenyum saat melihat Keysa yang sedang makan dan di temani oleh suster yang ada di sana.
"Mom, bagaimana keadaanmu ?" tanya Agam, Keysa langsung tersenyum melihat ke arah Agam dan juga Alan.
"Aku baik-baik saja, dan aku sangat lapar..." jawab Keysa sambil terus meyuapkan makanan ke mulutnya.
Aku sangat senang melihatmu sehat sayang..." ucap Alan
"Aku juga sangat senang Mom melihatmu sehat dan adiku juga sehat dan juga sangat cantik" ucap Agam
"Benarkah, puteriku sangat cantik ?" tanya Keysa yang memang ia belum sempat melihat keadaan puterinya.
__ADS_1
"Dia sangat cantik, sama sepertimu " ucap Alan. Keysa tersenyum senang mendengarnya.
"Hallo Key....." panggil Naura yang kini sudah ada di depan ruangan Keysa.
"Hai..."
"Selamat ya, bayimu sangat cantik sepertinya anak kita akan menjadi teman " ucap Naura
"Kau benar mereka seumuran...." jawab Keysa tersenyum.
"Hei bocah bongsor, nanti jika kau mengasuh adikmu anakku juga ajak main ya..." ucap Rio
"Dasar teh celup menyebalkan....." ucap Agam
Mereka semua tertawa melihat Agam
*
*
*
__ADS_1
Novel ini bentar lagi end ya, dan aku bakal lanjutin tentang cerita Agam sama anaknya Rio, dan bagaimana mereka bisa berjodoh, itu masih rahasia ya ikutin terus cerita aku ya....
Jangan lupa mampir di cerita MARRIED WITH MR PENGUIN Dimana sebuah pernikahan yang di jalani tanpa cinta karena menikah dengan sahabat kecilnya, di jamin seru