
Beberapa tahun kemudian anak-anak dari Rayan dan Nara serta Reyhan dan juga Nayla tak lupa Rio dan juga Naura serta anak Kesya dan juga Alan anak mereka kini sudah berusia belum genap 5 tahun. Usia mereka tidak terpaut jauh sehingga mereka terlihat seperti sebaya.
Mereka berempat kini sudah mulai memasuki sekolah taman kanak-kanak. Zayan dan juga Rafa kedua anak itu semakin terlihat sangat tampan. Sepertinya mereka sudah menjadi idola cilik sedari kecil.
Tingkah mereka yang imut dan terlihat sangat lucu selalu membuat semua orang gemas saat melihatnya.
"No Mom.... Zayan tidak mau di sisil sepelti itu, Zayan jadi tidak kelen" protes anak itu saat sedang di sisir oleh Nara karena mereka akan berangkat sekolah.
"Zayan....lihatlah rambutmu terlihat seperti Naruto yang baru bangun tidur. Itu sangat tidak rapi sayang" bujuk Nara pada Zayan yang tidak ingin rambutnya di sisir seperti superman oleh Nara
"No Mom.....No, Daaadd...!!!" teriak Zayan pada Rayan. Rayan yang sedang memakai dasinya langsung menghampiri Zayan sambil menghela nafas kasar karena anak dan ibu itu selalu selisih paham setiap pagi saat hendak pergi ke sekolah.
"Ada apa Zayan, apalagi yang dilakukan oleh Momymu padamu? "Tanya Rayan sambil berjongkok dan menyetarakan tingginya dengan Zayan.
"Kak Ray.... " protes Nara, Rayan malah tersenyum melihat Nara dan juga Zayan. Kedua makhluk menggemaskan ini selalu membuat hari-harinya menjadi indah.
"Liat Dad.... Mommy menyisil lambutku tidak lapi dan juga sangat jelek. Zayan yang tampan jadi milip Supelman, Zayan tidak mau " ucap Zayan yang masih belum bisa mengucapkan bunyi R di usianya yang sudah hampir Lima tahun itu.
"Memangnya Zayan mau mirip dengan siapa, mau mirip dengan Dady yang tampan " goda Rayan
"No... Zayan mau milip sama Sun Go Ku bial tampan dan kelen " jawab Zayan sambil memberenggut dan terlihat sangat lucu. Hingga Rayan tertawa.
"Mirip Sun Go Ku, kenapa tidak mirip Sun Go Kong saja sekalian " ucap Nara
"Daaadd.....!!! "
"Oh ya ampun.... " gumam Rayan.
__ADS_1
*
*
*
Di pagi yang sama namun di kamar yang berbeda, Nayla sedang anteng berdiri di depan pintu kamar mandi sambil bersedekap dada. Ia merasa kesal karena Rafasya masih belum mau keluar dari kamar mandi.
"Rafasya, cepatlah sayang sampai kapan kau akan mandi. Kau sudah setengah jam berada di dalam sana" ucap Nayla yang melihat puteranya dari depan pintu kamar mandi dan masih anteng dengan aktivitasnya menggosok badannya.
"Nanti Mom, tunggu aku belum beysih" ucap Rafasya yang juga masih belum fasih berbicara sama seperti Zayan.
"Oh ya ampun sampai kapan kau akan di sana, kau terus saja menggosok badanmu memangnya kau itu aladin apa " ucap Nayla karena anaknya itu tidak pernah mau di mandikan. Dengan alasan jiga burung pipitnya sangat pemalu.
"Dia masih belum beres? "Tanya Reyhan
"Kudanil kecil itu masih asik mandi di sana, mau sampai kapan ini sudah siang" Ucap Nayla pada Reyhan. Reyhan pun kemudian melihat ke arah kamar mandi melihat putera tampannya yang sedang asik mandi
"Aku syudah seyesai Dad.... " Ucapnya sambil menyudahi mandinya dan mengeratkan handuknya. Nayla yang melihatnya memutar bola mata malas saat melihat kelakuan anaknya yang sudah menjadi penggemar Alana, anak dari Keysa yang sangat cantik dan lucu itu.
"Dasar kudanil kecil, mendengar nama Alana kau langsung saja membuka mata dan telingamu" ucap Nayla
"Mom.... jangan mengintip buyung pipit miliku. Dia sangat pemayu melihat Mommy" ucap anak kecil itu. Hingga Reyhan terbahak mendengarnya.
"Mommy mu tidak suka melihat burung pipitmu Nak, Mommy mu itu senang melihat burung elang Dady yang gagah perkasa " ucap Reyhan dengan bangga
"Kak Reeyy.....!!! "
__ADS_1
"Uhhh... meyeka muyai yagi" bocah kecil itu menggeleng-gelengkan kepalanya melihat orang tuanya.
*
*
*
Masih di pagi yang sama, Naura sedang mendandani Alyra puteri cantiknya, hasil kerjasama antara dirinya dan teh celup ternyata menghasilkan puteri yang sangat cantik dan lucu.
"Mamah, Alyla nanti mau main ke lumah Alana apa boleh? "tanya Alyra pada Naura, Rio yang sedang meminum kopinya pun mendengar permintaan puterinya itu.
"Kenapa kau senang sekali main ke sana, rumahmu juga bagus sayang" ucap Rio yang sedang dalam mode normal bicara pada puteri kesayangannya itu.
"Kalna di sana ada Kakak Agam, Alyla syuka main sama Kakak Agam.... " ucapnya dengan lucu
"Kenapa anakku suka sekali bermain dengan bocah bongsor itu" gumam Rio
"Kalau tidak boleh, Alyla mau minta Kakak. Alyla mau seperti Alana yang punya Kakak" ucap anak cantik itu.
"Kau itu produk pertama sayang, kau tidak mungkin punya Kakak. Kalau kau mau adik Papa akan buatkan dengan senang hati" ucap Rio tertawa terbahak sedangkan Naura hanya mendelik pada teh celup itu.
"Waraslah sedikit wahai teh celup kau sudah punya anak sekarang " kesal Nayla.
*
*
__ADS_1
*
Minta dukungannya yang kenceng dong 💃💃💃