TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 85


__ADS_3

Mendengar Rio menawarkan diri sebagai suami Nara, tentu membuat emosi Rayan Meletup-letup. Sepertinya makhluk menyebalkan ini ingin dijadikan Rio guling atau Rio panggang oleh Rayan.


"Kau bilang apa barusan....? "tanya Rayan menghampiri Rio.


"Aku hanya bilang jika Nara saja berniat menjadikanku suaminya aku sama sekali tidak keberatan "jawab Rio santai.


Bughh....


Satu pukulan mendarat di pipi Rio, Nara terkejut melihat Rayan memukul wajah Rio. Tapi Nara yang tidak mau ada perkelahian langsung mencoba menenangkan Rayan.


"Kak Ray.... jangan !!! " pekik Nara, Rayan pun menghentikan pukulannya Pada Rio karena mendengar suara Nara.


"Aku belum puas menghajarnya....!!!" ucap Rayan


"Sudah biarkan saja, mungkin minuman dingin ini sedang stres karena dia kekurangan celap-celup bersama ulat keket itu" ucap Nara


"Aku memang tidak mau lagi bersama gadis menyebalkan dan jahat itu.... " ucap Rio


"Oh ya ampun, kau baru sadar kalau ulat keket itu sangat jahat. Kemana saja kau selama ini...?" tanya Nara .Di tanya seperti itu Rio malah diam tidak menjawab kepalanya bahkan menunduk seolah merasakan penyesalan yang sangat dalam.


"Berani kau menginginkan istriku habis kau...!!!" ucap Rayan masih dengan sangat marah. Enak saja teh basi itu menginginkan anak ayamnya yang lucu dan menggemaskan pikir Rayan.


"Sudahlah Kak Ray biarkan saja dia, mungkin selama ini dia keracunan susu basi milik si Keykey itu makanya otaknya itu rusak...."ucap Nara sambil terbahak.


"Astaga....otak ayamnya bahkan bisa berpikir sampai kesana" gumam Rayan dalam hati.


"Ayo cepat kita susul Reyhan dan Nayla, biarkan saja dia...." ucap Nara sambil menarik tangan Rayan dan meninggalkan Rio sendirian.


*


*


*

__ADS_1


Rayan dan Nara kini sedang berjalan bergandengan di pinggir pantai, sambil melihat ombak di lautan dan juga merasakan semilir angin yang sangat sejuk. Suasana yang sangat menyenangkan bagi Nara.


Namun Rayan mendadak tidak mau bicara, setelah kejadian tadi. Dan sikap Rayan seperti itu sangat mengganggu Nara.


"Kak Ray kenapa kau diam saja? "tanya Nara, tangan mungilnya itu terus memegang tangan Rayan yang kokoh.


"Perasaanku sedang kacau.... "jawab Rayan


"Ya ampun baru saja tadi suntik imunisasi sekarang pikirannya sudah kacau lagi..."gumam Nara


"Apa kau menyukainya...?"tanya Rayan


"Menyukai siapa....? "tanya Nara merasa bingung dengan pertanyaan Rayan.


"Menyukai Rio siapa lagi.... "ucap Rayan ketus


"Oh astaga.... kenapa Kak Rayan berpikir seperti itu?" tanya Nara. Rayan menghentikan langkahnya kemudian memandang wajah cantik Nara.


"Karena kau melarangku memukulnya tadi "ucap Rayan, Nara langsung menepuk keningnya merasa jika suaminya ini walau sudah sembuh dari depresinya namun ternyata otaknya tidak sepintar yang Nara bayangkan.


"Hanya....? hey tweety kau melindunginya tadi. Kau membuatku terluka dan tersinggung" ucap Rayan kesal


"Aihhh... aku hanya tidak ingin melihat Kak Rayan berkelahi dengan minuman basi itu. Karena aku sangat mengkhawatirkanmu Kak" ucap Nara sambil menarik tangan Rayan.


"Lihat lah, tanganmu jadi merah gara-gara memukul minuman basi itu. Aku tidak mau kau terluka " ucap Nara mencium tangan Rayan yang merah karena tadi ia gunakaan untuk memukul Rio.


Di perlakukan lembut seperti ini mantan orang depresi ini merasa terharu dan juga tersipu-sipu merasa malu.


"Lihatlah wajah suami setengah onsku ini, wajahnya tersipu begitu padahal aku baru mencium tangannya belum yang lainnya" gumam Nara dalam hati.


"Benarkah kau khawatir padaku?" tanya Rayan.


"Tentu saja Kak Rayan ku yang tampan, kau tidak boleh lecet sedikit pun kau terlalu berharga untuk terluka" gombalan anak ayam sepertinya mulai meluluhkan Rayan. Karena saat ini wajah Rayan terlihat semakin merah dan tersipu malu.

__ADS_1


"Terima kasih sayang...."ucap Rayan memeluk dan mencium Nara tanpa peduli ada orang yang akan melihatnya.


"Uhhh.... dasar tingki wingki "ucap Nara.


*


*


*


Reyhan dan Nayla pun masih duduk di pinggir pantai, karena hari menuju sore pantai itu mulai teduh dan udaranya juga sangat sejuk.


"Nay... pulang dari sini aku akan Melamarmu" ucap Reyhan. Mendengar akan di lamar membuat hati Nayla berbunga-bunga. Hatinya begitu senang tapi juga sedih.


"Memangnya Kak Rey mau menerima keadaanku yang..... "


"Aku mau Nay.... tidak masalah untukku kau dari keluarga mana. Karena aku sangat mencintaimu, aku juga hanya pria yatim piatu. Aku di besarkan oleh paman dan bibiku. Orang tua Rayanlah yang membesarkanku. Jadi mau kah kau menikah denganku? "tanya Reyhan lagi.


Nayla kemudian tersenyum dan mengangguk setuju untuk menikah dengan Reyhan. Reyhan tidak mau menunda-nunda pernikahan. Karena jujur saja Reyhan selalu tidak tahan jika berdekatan dengan Nayla.


Itu karena Reyhan pria normal yang menginginkan dan juga ingin mencoba permainan kuda-kudaan. Reyhan takut khilaf jika terus-terusan begini.


"Benarkah.... "tanya Reyhan


"Benar Kak Rey, menjadi ibu dari anak-anakmu adalah impianku. Mendengar kata anak Reyhan jadi membayangkan proses membuat anak. Bolehkah di cicil dulu sekarang prosesnya pikir Reyhan. Sekarang saja Reyhan ingin mencium Nayla lagi.


"Astaga bersabarlah Reyhan..... "gumamnya dalam hati.


"Tapi menciumnya lagi aku kira tidak apa-apa" gumam Reyan, kemudian Reyhan pun menarik lagi tengkuk Nara dan kemudian menciumnya lagi dan lagi.


"Imanku semakin melemah jika terus berdekatan dengannya.... "


*

__ADS_1


*


Jangan lupa like dan komennya. 😍😚😚


__ADS_2