TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 66


__ADS_3

"Kau.....!!!" tunjuk Keysa pada Nara


"Sopanlah kepada nona kami.... " ucap salah satu pengawal yang melihat Keysa dengan tatapan yang sangat tajam. Di pandang seperti itu membuat nyali Keysa menciut dan menurunkan tangannya.


Sudah mendapat perlakuan kasar dari Rayan sekarang mendapat perlakuan yang sangat menyebalkan dari anak ayam dan sahabatnya kuda poni, belum lagi melihat Nara yang di perlakukan sangat spesial oleh Rayan membuat hati Keysa semakin terbakaemr saja.


Yang paling membuat kesal adalah Rio hanya diam saja melihatnya tanpa memberikan pembelaan padanya. Keysa merass hari ini benar-benar sial.


"Keysa.... "panggil Rio, Keysa hanya melihat sekilas pada Rio karena merasa kesal padanya.


"Keykey... lihatlah teh celupmu sudah kedinginan dari tadi karena menunggumu. Cepat sana pergi " ucap Nara, Keysa yang merasa tidak akan menang melawan Nara memutuskan untuk pergi dan menarik tangan Rio agar menjauh dari mereka.


Nara dan Nayla geleng-geleng kepala melihat Rio yang hanya pasrah saat di tarik oleh Keysa seperti kerbau yang di cocok hidungnya.


"Nara, kau bilang tadi pria itu teh celup kan? "tanya Nayla Nara pun mengangguk mengiyakan.


"Iya dia memang teh dingin dan teh celup, karena dia suka sekali celap-celup pada ulat bulu itu" jawab Nara.


"Tapi kalo menurutku dia itu teh tarik "ucap Nayla


"Kenapa teh celup bisa berubah menjadi teh tarik, bagaimana bisa "ucap Nara


" Kau lihat saja pria itu terlihat seperti anak sapi yang ditarik-tarik oleh induknya " ucap Nayla, sontak saja Nara pun tertawa mendengarnya. Ia jadi membayangkan Rio mirip anak sapi yang di tuntun oleh Keysa. Dasar kuda poni tidak berakhlak, untung saja Rio tidak mendengar ucapan mereka, jika ia mendengar ucapan tidak berakhlak dari mereka berdua sudah pasti harga dirinya akan terasa jatuh ke jurang ngaray.

__ADS_1


*


*


*


Karena permintaan dari Rayan, Nara dan Nayla di minta untuk ke kantornya sebelum pulang. Rayan ingin melihat keadaan istrinya yang menurut laporan jika ia baru saja berhadapan dengan Keysa dan Rio. Rayan merasa khawatir dengan keadaan istri kesayangannya.


Nara pun menurut saja, apalagi Nayla sangat senang karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan calon imamnya si kudanil tampan.


Hanya menunggu waktu sekitar lima belas menit Nara dan Nayla pun sampai di kantor Rayan. Nayla yang baru saja tahu kantor dimana calon suaminya bekerja merasa sangat takjub. Nayla jadi malu sendiri karena ia dan Reyhan sangat jauh berbeda. Namun di hatinya Reyhan tetap di nobatkan sebagai calon imamnya. Calon suami yang namanya sudah terukir di dalam hatinya.


Nara dan Nayla masuk ke dalam ruangan Rayan, di sana Rayan sedang duduk di kursi kerjanya. Nara melihat Rayan yang sedang serius bekerja, Nara menatap menatap Rayan yang sedang serius bekerja. Membuat Nara mengernyit heran karena melihat Rayan yang terlihat normal dan sama sekali tidak terlihat seperti pria depresi.


"Rayan.... "panggil Nara


Nara seperti mood booster untuk Rayan, membuat hati Rayan yang tadi di penuhi kekesalan pada Keysa dan Rio yang katanya mendekati Nara saat di restoran membuat amarah Rayan meledak-ledak.


Namun satu kecupan di pipi saja membuat hati Rayan seperti taman bunga sekarang.


"Rayan ada apa kau memintaku kemari, kau merindukanku ya....suamiku ini memang sangat menggemaskan " Nara mencubit pipi Rayan dengan gemas. Nara ingin sekali duduk di pangkuan Rayan. Namun ia malu karena ada kuda poni jomblo sedang menatapnya.


"Ya ampun kalian ini ya, kasihanilah aku yang jomblo ini. Aku kan jadi ingin mencium calon imamku tuan tampan" ucap Nayla kemudian ia duduk di sofa yang ada di ruangan itu.

__ADS_1


"Kalau begitu cium saja calon imammu itu, si kudanil" ucap Nara.


"Huuuhh.... kami kan belum berlebel halal. Aku takut kebablasan dia itu kan sangat tampan imanku yang hanya sebesar biji pepaya pasti akan runtuh jika berdekatan dengannya" jawab Nayla.


"Rayan.... "panggil Reyhan yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Rayan sambil membawa berkas. Reyhan langsung melihat ke arah Nara dan Rayan..


"Hey, tweety sedang apa kau di sini ?"tanya Reyhan.


"Menemui suamiku yang tampan, memangnya mau apa lagi" jawab Nara santai.


"Tuan tampan ada calon makmummu di sini, kenapa tidak di sapa juga "ucap Nayla sambil melihat Reyhan sambil tersenyum sangat manis. Mendengar suara gadis yang sudah melamarnya tadi pagi jantung Reyhan mendadak push-up lagi.


"A-apa, calon makmum? "tanya Reyhan gugup


"Ahhh ya ampun akhirnya tuan tampan mau mengakuiku sebagai calon makmumnya" ucap Nayla antusias sambil menutup wajahnya dan malu-malu kuda pada Reyhan si kudanil tampan.


"A-paa !!! tunggu kapan aku mengatakan itu ?" tanya Reyhan panik


*


*


*

__ADS_1


Mimin up di jam yang sama ya setiap harinya, review sekarang memang agak lama dan mimin juga ga tahu kenapa.


Yang pasti kencengin aja likenya ya 💃😙😙


__ADS_2