TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Ban 139


__ADS_3

Sebulan sudah Nayla koma, selama itu Reyhan selalu menemani Nayla walau ia harus bolak-balik ke Kantor. Orang tua Nayla pun dengan setia menunggui anaknya dan ikut mengurus cucu pertamanya. Tiada hari tanpa lantunan doa yang di ucapkan oleh mereka semua untuk kesembuhan Nayla.


Sore ini seperti biasa Reyhan pulang dari kantornya, tapi hari ini ia pulang dulu ke rumah untuk mandi dan ingin membawa bayi mereka untuk menengok mamahnya yang masih betah dalam tidur panjangnya.


Saat pulang ia di sambut hangat oleh orangtua Nayla yang sedang merawat anaknya. " Kau sudah pulang Nak Reyhan? " Sapa ibunya Nayla


"Iya bu, apa hari ini Rafasya rewel, ya bayi itu Reyhan beri nama Rafasya seperti keinginan Nayla jika anaknya laki-laki maka ia akan memberi nama anaknya Rafasya. Karena Nayla bilang jika ia sangat suka dengan nama itu.


" Rafa sama sekali tidak rewel, dia sangat anteng " Jawab ibunya Nayla


"Sebaiknya Nak Reyhan istirahat dan mandi dulu.... " Ucap ayahnya Nayla


"Ah iya... Aku berencana akan membawa Rafa bertemu Mamahnya bu, aku mau mandi dulu dan bersiap" Ucap Reyhan


"Oh baiklah, biar ibu siapkan Rafa ya.... "

__ADS_1


"Iya bu, Terima kasih" Ucap Reyhan setelah itu ia pun pergi ke kamarnya untuk mandi dan bersiap. Hari ini ia sangat merindukan Nayla, ia ingin berkumpul dengan anak dan istrinya. Maka dari itu ia pulang lebih awal dari kantor karena ia ingin menemui Nayla.


Dengan langkah yang terasa hampa dan hati terasa kosong, ia selalu menjaga pikiran lnya agar tetap waras dalam menghadapi cobaan yang ia rasakan sekarang.


Betapa berat cobaan yang Tuhan berikan padanya, kenapa harus Nayla kenapa harus orang yang sangat ia cintai. Kenapa bahkan tubuh mungil itu harus merasakan sakit yang luar biasa.


Tak terasa air matanya menetes lagi, namun guyuran air langsung menghapus air mata itu. Namun cairan hangat itu seolah tidak mau berhenti menetes di pipinya. Walau berapa kali pun Reyhan membasuh nya dengan air mengalir.


"Kau harus kuat Rey, demi Nayla dan juga Rafa. Kaulah tumpuan mereka, jangan lemah seperti ini" Ucapnya pada diri sendiri. Reyhan menarik nafas dan menetralkan emosinya. Dan segera bersiap untuk menemui Nayla di Rumah Sakit.


Setelah siap Reyhan pun membawa Rafa dan gendongnya bayi mungil itu untuk menemui ibunya. Rayan dan Nara melihat Reyhan di antar oleh supir, karena ia ingin menggendong sendiri puteranya.


Rayan dan Nara melihatnya dari kejauhan, bahkan Rayan dan Nara tidak berani bertanya. Karena terlihat dengan jelas ada air mata di mata Reyhan yang akan siap meluncur keluar. Nara dan Rayan tidak ingin melihat Reyhan sedih dan meneteskan air matanya lagi.


Nara menangis dan Rayan pun memeluknya, "jangan menangis sayang, percaya lah jika tawa dan bahagia akan kembali di dalam kehidupan kita. Selalu panjatkan doa terbaik untuknya dan kita semua" ucap Rayan pada Nara dan Nara pun hanya mengangguk saja.

__ADS_1


Reyhan pun kini sudah sampai di rumah sakit, ia berjalan sambil menggendong Rafa menuju kamar dimana Nayla sedang tidur panjang di sana.


Pintu pun terbuka, perlahan Reyhan melangkahkan kakinya dan memasuki ruangan sunyi itu. Ruangan yang hanya terdengar bunyi dari alat yang terhubung dengan Nayla.


Reyhan duduk di samping Nayla sambil memangku anaknya. "Hai Nay.... apa kabar? " Reyhan tahu jika Nayla tidak akan menjawab tapi ia bersikap biasa seolah Nayla tahu jika ia ada di sampingnya.


"Lihatlah kami Nay, lihatlah dua pria tampan yang sedang menjengukmu. Apa kau tidak ingin melihat kami. Kami sangat merindukanmu sayang, bangunlah dan lihat kami Nay, aku ingin kita seperti dulu lagi. Kau selalu ada di sampingku dan selalu tersenyum padaku. Kau tahu Nay, kau sangat jahat padaku kau sudah membuatku menangis setiap hari. Sudah banyak sekali air mata yang aku keluarkan untukmu. Padahal aku tidak pernah menangis sebelumnya. kaulah orang pertama yang sudah membuatku menangis Nay... " ucap Reyhan dengan sedih.


Rafa pun menangis bayi kecil itu seolah mengerti dengan apa yang dirasakan oleh Papanya. Tangisan Rafa semakin kencang saja, Reyhan agak kewalahan melihat Rafa menangis.


Saat Reyhan sedang panik dengan anaknya, bunyi alat yang terhubung dengan Nayla pun berbunyi dengan keras. Reyhan semakin dibuat panik saja, Reyhan pun dengan cepat menekan tombol darurat agar dokter segera datang dan menangani Nayla. Ketakutan Reyhan semakin menjadi saja, melihat anak dan istrinya.


Namun Reyhan terkejut saat melihat ke arah Nayla, karena saat ia melihat Nayla mata itu mulai terbuka dan mengerjap.


"Nay.... kau bangun sayang " ucap Reyhan menghampiri Nayla.

__ADS_1


"Kak Rey..... " panggilnya lemah


Nayla udah sadar 😍😍😍😍 jangan lupa like dan komennya.... 💃💃💃


__ADS_2