
Setelah menempuh perjalanan selama dua jam karena jalanan macet diakhir minggu. Akhirnya mereka semua sampai di pantai yang mereka tuju. Pantainya sangat indah Nara dan Nayla sangat menyukainya.
Perjalanan yang melelahkan terbayar sudah dengan pemandangan yang sangat indah di pantai itu. Rayan sangat bahagia melihat Nara tersenyum ceria, wajahnya terlihat semakin cantik apalagi saat rambut panjangnya tertiup angin menambah keindahan yang ada pada dirinya.
Rayan jadi ingin membawa istrinya ke atas ranjang dan mengajaknya mendaki gunung dan menyelami lembah. Namun untuk sekarang Rayan menahan dulu gagang sapunya agar tidak bertindak tidak sopan dengan menunjuk-nunjuk orang seperti yang di katakan oleh si tweety ini. Setiap ucapan Nara selalu membuat Rayan geli.
Rayan dan yang lainnya langsung ke pantai, sedangkan barang-barang mereka di bawa oleh para pengawal dan sebagian dari mereka mengikuti Rayan dan yang lainnya untuk berjaga.
Nara dan Nayla tidak bisa diam mereka terus berlarian di sana, sedangkan Rayan dan Reyhan berjalan santai sambil mengikuti kedua gadis mungil itu di belakang mereka.
Reyhan membuka jasnya karena merasa tidak nyaman dan memberikannya pada pengawal yang ada di belakang mereka.
"Hey kau, pegangi jas ku ya. Jangan di pakai nanti ketampananku bisa luntur gara-gara jasku di pakai olehmu" ucap Reyhan. Pengawal itu mengambil jas Reyhan dan menunduk tanpa menjawab ucapan Reyhan yang membuatmya gatal telinga.
"Rey.... sebaiknya kau periksa, aku takut kini giliranmu yang depresi gara-gara kuda poni" ucap Rayan sambil tertawa
"Enak saja, aku waras dan sangat normal "jawab Reyhan.
"Apa kau mencintainya? "tanya Rayan
"Siapa ?"tanya Reyhan pura-pura tidak tahu.
"Kudanil betina itu yang sedang menyamar menjadi kuda poni" jawab Reyhan.
"Ishhh.... entahlah aku masih merasa bingung dengan hatiku" jawan Reyhan
"Kau tidak takut hati kuda ponimu berpaling darimu? "tanya Rayan tanpa menoleh ke arah Reyhan karena pandangan matanya sedari tadi selalu fokus pada Nara yang sedang bercanda dengan Nayla.
"Berpaling pada siapa? "tanya Reyhan
"Pada pak Sam misalnya " jawab Rayan sambil tertawa
__ADS_1
"Sialan kau..... " kesal Reyhan.
Dari kejauhan Keysa dan Rio memperhatikan mereka berempat, ingin sekali mereka mendekat namun mereka dijaga dengan ketat.
"Kenapa Rayan sangat mengistimewakan gadis itu, aku jadi semakin membencinya " kesal Keysa.
"Karena gadis itu sangat istimewa, makanya Rayan memperlakukannya istimewa " jawab Rio santai.
"Apa...!!! apa maksudmu dia gadis istemewa jangan bilang kau.... "
"Entahlah.... tapi aku juga merasa kalau dia memang istimewa " ucap Rio tanpa beban
"Rio... kau sadar dengan apa yang kau katakan barusan?" tanya Keysa merasa terkejut
"Aku sadar bahkan sangat sadar...."jawab Rio memandang wajah cantik Keysa yang dulu selalu ia puja, namun entah kenapa sekarang wajah itu terlihat biasa dan tidak membuat hatinya bergetar lagi.
"Aku tidak percaya kau mengatakan itu, apa kau sadar kalau kau menyakitiku Rio? "tanya Keysa.
"Rio...!!!"
"Sudahlah kau mana mengerti arti perasaan " ucap Rio
"Setelah apa yang ku berikan padamu, ini balasanmu kau sangat jahat padaku Rio? "
"Apa yang kau berikan padaku, selain tubuhmu Keysa...? " Keysa menggeleng-gelengkan kepalanya merasa tidak percaya jika Rio sanggup mengatakan hal itu padanya.
"Sudahlah, aku ikut kesini bukan hanya untuk menemanimu tapi juga ingin melihat wanita yang membuat hatiku bahagia hanya dengan melihat senyum dan tawanya" ucap Rio dengan pandangan mengarah kepada Nara.
Keysa menghela nafas kasar, kini hatinya semakin membenci Nara, kenapa gadis sederhana itu bisa membuat hati semua pria luluh.Dia hanya gadis kecil biasa tidak ada artinya sama sekali bagi Keysa.
*
__ADS_1
*
*
Nara berlari ke arah Rayan dan menggandeng tangannya" Rayan ayo kita main air di sana" ajak Nara
"Aku sedang mengobrol dengannya tweety...." ucap Reyhan, karena memang kudanil ini sedang berbicara dari hati ke hati bersama Rayan.
"Hey kudanil kau masih waras kan, mengobrol dengan Rayan? "tanya Nara yang masih menganggap suaminya itu gila.
"Astaga tanganku ini gatal sekali ingin menjitak kepala anak ayam ini, bersabarlah Rayan tunggu sampai malam nanti " gumam Rayan dalam hati
"Oh astaga dasar anak ayam durjana...." kesal Reyhan
"Tuan tampan, ayo kita main air di sana denganku. Hitung-hitung kita mendekatkan diri sebelum kita menikah nanti" ucap Nayla
"A-pa, m-menikah.... ?"tanya Reyhan gugup
"Iya calon imamku.... aaahh ya ampun.... ya ampun Nara jantungku terasa seperti sedang lari marathon membayangkan tuan tampan ini menjadi suamiku" ucap Nayla pada Nara.
"Ya ampun orang gila bertambah satu lagi di sini..." ucap Nara yang tidak pernah sadar jika ucapannya selalu membuat orang lain hampir gila jika mendengarnya.
Sedangkan wajah Reyhan terlihat sangat merah mirip kepiting goreng saking malunya dengan gombalan si kuda poni.
"Wajahmu terlihat sangat jelek, jika sedang malu-malu begitu " bisik Rayan pada Reyhan karena merasa geli dengan si kudanil yang selalu malu-malu kambing hanya karena mendengar gombalan kuda poni.
*
*
*
__ADS_1
Like sama komennya kencengin ya, biar up nya juga kenceng 💃💃