
Saat makan malam tiba, Nara masih berada di kamar dan masih bergulung dengan selimutnya. Rasanya enggan keluar dari persembunyian hangatnya. Rayan yang baru menyelesaikan pekerjaannya pun masuk ke kamar dan melihat posisi Nara masih sama seperti saat ia meninggalkannya.
"Kenapa dia? apa dia sakit ?"gumam Rayan
Rayan pun kemudian menghampiri Nara dan melihat keadaannya.
"Nara.... "pnaggil Rayan
"Heemm.... "jawabnya dari dalam selimut tanpa mau bergerak sedikit pun.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Rayan
"Aku tidak apa-apa, aku hanya merasa dingin dan nyaman begini" ucap Nara
"Apa kau tidak sakit, ayo bangun kita makan malam dulu kau belum makan apa pun dari tadi" ucap Rayan.
"Nanti saja aku malas Kak Ray.... aku masih ingin begini
Rayan pun duduk di samping Nara, dan membelai rambutnya dengan sayang" Kau belum makan dari tadi sayang, ayo makanlah dulu " ucap Rayan dengan sangat lembut. Mendengar suara Rayan yang sangat lembut membuat hati Nara meleleh seketika. Nara pun mulai bergerak dan membuka selimutnya.
__ADS_1
"Ahhh... aku tidak bisa menolak jika pesonamu yang sangat indah itu sudah keluar Kak Ray" ucap Nara, Rayan tersenyum gemas melihat ke arah istrinya. Kenapa istrinya ini senang sekali menggodanya dan mengucapkan gombalan recehnya.
"Sudahlah jangan menggodaku, aku takut tidak bisa menahannya sekarang..."ucap Rayan
"Isshh....memangnya Kak Rayan mau apa?" tanya Nara pura-pura tidak tahu jika suaminya sekarang ingin bermain kuda lumping dengannya.
"Benar kau tidak tahu aku mau apa? "tanya Rayan mulai mendekatkan wajahnya pada wajah cantik Nara.
"Tidak tahu.... "jawab Nara dengan wajah memerah karena malu, astaga anak ayam ini rupanya sudah mulai malu-malu kambing pada suaminya padahal dulu saat Rayan masih menjadi suami setengah onsnya justru Nara selalu curi-curi kesempatan pada suaminya agar bisa menyentuh dan melihat tubuh seksi Rayan. Dia memang anak ayam durjana yang selalu memanfaatkan kedaan otak suaminya yang kurang waras.
"Kalau kau tidak tahu, maka aku akan memberi tahumu"ucap Rayan kemudian ia mencium Nara dengan sangat dalam dan lembut. Nara sangat bahagia dengan perlakuan Rayan padanya. Rayan membuatnya merasa menjadi seseorang yang istimewa.
"Kenapa namaku selalu di bawa-bawa" gumam Pak Sam dalam hati dan menghembuskan nafas kasar sambil geleng-geleng kepala.
"Hey kudanil.... kenapa kau selalu membawa-bawa nama Pak Sam?" ucap Nara membenarkan posisi duduknya dan melihat ke arah Reyhan dan Pak Sam. Mendengar ucapan Nara terasa seperti angin sejuk yang meyejukan hati Pak Sam. Setidaknya isi hatinya tersampaikan melalui mulut cerewet anak ayam. Mudah-mudahan kelanjutan ucapannya akan tetap menyejukan hati Pak Sam pikirnya.
"Memangnya kenapa, gara-gara kalian mata kami ternoda karena melihat adengan ayam jantan dan ayam betina sedang saling mematuk. Dasar aku kan jadi mau.... " ucap Reyhan tidak tahu malu.
"Dasar kudanil tidak tahu malu...." ucap Rayan
__ADS_1
"Makanya cepat halalkan kuda ponimu itu" sambung Nara
"Maafkan kudanil tidak sopan ini ya Pak Sam, aku tahu jika sebenarnya Pak Sam juga mau seperti kami" ucap Nara lagi
"Maksud nona.....?" tanya Pak Sam mulai tidak mengerti dengan arah pembicaraan anak ayam.
"Maksudku, sebagai lelaki normal Pak Sam juga pasti ingin main kuda-kudaan kan, aku tidak bisa membayangkan jika Senjata Pak Sam karatan karena sudah lama tidak asah" ucap Nara mulut lucknutnya memang tidak pernah bisa di saring jika bicara.
Reyhan dan Rayan yang mendengarnya merasa ingin membenturkan kepalanya ke tembok sambil terbahak namun mereka tahan karena kasihan melihat Pak Sam.
"Astaga kuatkanlah hatiku ini ya Tuhan..... "jerit Pak Sam dalam hati karena ucapan si anak ayam yang tadi terasa seperti angin sejuk sekarang terasa seperti angin ****** beliung yang meluluh lantahkan mentalnya.
"Istriku sebaiknya kau pindah kesini, agar para makhluk huru-hara itu berhenti membicarakanku" gumam Pak Sam dalam hati.
*
*
*
__ADS_1
Kencengin likenya dong 😘💃💃