TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 60


__ADS_3

Saat sedang makan Nara membuka suara untuk mengusulkan rencana liburan yang bermaksud untuk menghibur Reyhan.


"Reyhan, bagaimana kalau akhir minggu besok kita jalan-jalan, boleh kan Rayan? "ucap Nara. Rayan hanya menatap ke arah Reyhan dan Reyhan pun hanya mengangkat bahunya yang berarti terserah saja.


"Terserah, tapi apa kejadian kemarin akan terulang lagi ?" tanya Reyhan yang mengingat saat Nara di lukai waktu acara jalan-jalan waktu itu.


"Kita akan meningkatkan keamanan tuan muda" ucap pak Sam dan Reyhan pun setuju.


"Kita akan berlibur kemana? "tanya Reyhan


"Ahhhh... iya kita kemana yah...? " Nara malah balik bertanya.


"Rayan kita mau kemana nanti saat liburan? "tanya Nara


Rayan malah menggelengkan kepalanya karena ia juga belum punya rencana, membuat Nara mengerucutkan bibirnya kesal. Karena suaminya ini tidak punya ide untuk jalan-jalan nanti.


"Ahh... aku lupa jika suamiku ini makhluk setengah -setengah" gumam Nara dan terdengar oleh Rayan.


"Sekarang aku makhluk komplit anak ayam... "gumam Rayan dalam hati dan ingin menjitak anak ayam ini.


"Kita pikirkan itu nanti saja, sekarang kita makan dulu " ucap Reyhan dan semua orang pun setuju.


*


*


*


Setelah makan malam Rayan dan Reyhan pergi ke ruang kerja untuk membicarakan sesuatu, dan Nara ia menghabiskan waktunya dengan berselfie ria dengan ponsel barunya yang dibelikan oleh Rayan . Karena melihat ponsel Nara yang usang makanya Rayan meminta pak Sam untuk membelikan ponsel baru untuk Nara.


"Nona muda.... "panggil seorang pelayan pada Nara.


"Iya ada apa? "jawab Nara menoleh ke arah ke arah pelayan dan menyimpan ponselnya.


"Ada tamu yang ingin bertemu dengan anda nona" ucap pelayan itu. Nara mengernyitkan keningnya merasa heran karena ada tamu yang datang ingin menemuinya. Sangat aneh pikir Nara tapi ia juga penasaran siapa yang ingin menemuinya itu.


"Baiklah aku akan menemuinya, tolong minta ia tunggu sebentar ya "ucap Nara


"Iya nona "jawab pelayan itu dan menunduk dengan sopan.

__ADS_1


Nara pun bergegas merapikan dirinya karena ia tadi tiduran di atas sofa, lalu Nara pun pergi ke bawah dan menemui siapa yang bertamu malam-malam padanya.


Saat sudah di bawah Nara melihat seorang gadis yang satu ukuran dengannya. Dari posturnya sepertinya Nara mengenali perempuan itu, Nara pun dengan cepat menghampiri gadis itu.


"Permisi " ucap Nara, karena Nara belum bisa melihat dengan jelas gadis itu karena ia menggunakan hoodie dan sedang menunduk sambil melihat ke arah ponselnya.


"Nara...."panggilnya sambil membuka topi hoodienya


"Oh astaga Nayla.... " ucap Nara, Nayla adalah sahabat Nara dari sejak kecil. Orang yang paling tahu tentang kehidupan Nara dan juga satu-satunya orang yang peduli padanya.


"Ya ampun Nara aku merindukanmu... " ucap Nayla sambil memeluknya dengan erat.


"Kau ini dari mana saja... ?"ucap Nara pada sahabatnya itu, karena saat Nara ke rumahnya orang bilag Nayla sekeluarga sedang pulang kampung.


"Nenekku meninggal, makanya kami pergi ke sana dan tinggal di sana sampai acara empat puluh hari nenek selesai. Maaf tidak memberitahumu aku pergi mendadak dan nomor ponselmu juga tidak bisa di hubungi" ucap Nayla


"Lalu dari mana kau tahu aku ada di sini?" tanya Nara.


"Dari sepupumu, makhluk cemal-cemil menyebalkan itu" jawab Nayla.


"Kau apakan dia hingga dia memberitahumu aku ada di sini" ucap Nara, Nayla hanya tersenyum saja karena tadi ia sempat mengancam Mila akan memukulnya jika tidak memberitahu dimana Nara.


"Aihh... suamiku depresi bukan gila "ucap Nara


"Sama saja, depresi dan gila itu adik kakak "jawab Nayla


"Kalau depresi dan gila adik kakak, lalu siapa ibunya?"tanya Nara


"Tentu saja kau.... "jawab Nayla, hingga mereka berdua tertawa bersama. Membuat Reyhan dan Rayan yang ada di ruang kerja keluar untuk melihat suara tawa siapa yang sangat terdengar berisik itu.


"Bagaimana paman dan bibimu tega melakukan hal ini padamu, aku kesal sekali " ucap Nayla.


"Bukankah, mereka selalu tega padaku " jawab Nara dengan sedih.


"Siapa dia tweety....? "tanya Reyhan yang menghampirinya dengan Rayan.


"Oh astaga, aku belum mati kan? kenapa aku bisa bertemu dengan malaikat " ucap Nayla yang melihat dua pria tampan menghampirinya. Nara berdecak sebal mendengar ucapan temannya yang selalu khilaf jika melihat pria tampan.


"Kau masih hidup, dasar menyebalkan " ucap Nara

__ADS_1


"Dia temanku namanya Nayla.... "jawab Nara.


"Siapa diantara mereka yang masih jomblo ?"bisik Nayla


"Yang barusan bicara padaku, karena yang satunya lagi adalah suamiku jangan berani-berani kau menggodanya" ucap Nara, Nayla langsung menutup mulutnya.


"Ohh... astaga dia pria gila itu? tanya Nayla yang shock melihat ketampanan Rayan.


"Iya dia suamiku, tampan kan? "ucap Nara tersenyum bangga


"Pantas saja kau tidak menolaknya, orang gilanya sangat tampan, uhh dasar aku pikir kau hidup menderita hingga aku rela datang malam-malam untuk menolongmu dari tawanan suami gilamu" ucap Nara berdecak sebal. Nara malah tertawa mendengarnya.


"Kenalkan dia Reyhan sepupumu suamiku " ucap Nara


"Nayla.... "


"Reyhan... " mereka berdua bersalaman kemudian Nayla hendak mengulurkan tangan lada Rayan namu di tepis oleh Nara.


"Jangan menyentuh suamiku, hanya aku yang boleh menyentuhnya "ucap Nara membuat Rayan tersenyum melihat posesif anak ayam.


"Dasar pelit.... "ucap Nayla.


"Silahkan duduk.... "ucap Reyhan


"Terima kasih.... "ucap Nayla


"Semoga ke depannya aku bisa duduk berdua di pelaminan dengannya" bisik Nayla pada Nara


"Isshhh...dasar kudanil betina " ucap Nara


*


*


*


Maaf telat up hari ini mimin sibuk banget 😊🙏 kalo like. nya kenceng nanti mimin up lagi ya 😚😚


Hari senin waktunya vote sayaaannggg di tunggu vote nya 💃💃

__ADS_1


__ADS_2