
Malam ini Rio belum pulang dari kantornya karena banyak pekerjaannya yang belum selesai karena siang tadi ia banyak menghabiskan waktunya bersama dengan Keysa. Keysa pun belum pulang dari kantornya Rio setelah melakukan adegan yang tidak sewajarnya yang selalu mereka berdua lakukan bahkan hampir setiap hari mereka melakukannya. Sungguh hubungan yang aneh untuk mereka berdua ini
"Rio...." panggil Keysa
"Ada apa "jawab Rio tanpa menoleh ke arah Keysa dan pandangannya tetap fokus ke arah laptopnya.
"Aku sudah tidak sabar ingin bersama dengan Rayan lagi, kapan kau akan membantuku? "ucap Keysa kesal, Rio sejenak menghentikan pekerjaannya. Jujur saja sebenarnya Rio sangat menghindari pertanyaan itubdari Keysa . Kenapa gadis yang ia cintai tidak pernah bisa menerimanya dan selalu merengek meminta kembali pada mantan kekasihnya yang sudah jelas-jelas pasti tidak akan mau kembali padanya, setelah apa yang ia lakukan.
Di tambah mantan kekasihnya itu sekarang depresi, kenapa tidak memilih dirinya saja yang normal bukan malah mengharapkan cinta dari orang tidak waras sepertinya, sangat aneh memang wanita cantik yang ada di hadapannya.
"Keysa, apa kau tidak bisa berhenti untuk memikirkan Rayan dan fokus saja padaku ?"ucap Rio
"Tidak... aku ingin Rayan, apa kau tidak mengerti? "ucap Keysa dengan mengeluarkan senjata andalannya untuk meluluhkan Rio, yaitu airmata palsunya. Ya, Rio sangat mencintai Keysa hingga ia tidak sanggup untuk melihat Keysa bersedih. Hati Rio yang akan terluka jika Keysa yang mengeluarkan air mata. Sebodoh itu kah Rio? dan jawabannya adalah iya. Rio menjadi bodoh dan buta karena cintanya pada Keysa.
"Aku mengerti, tapi......"
"Meskipun aku dengan Rayan nanti, tapi aku tidak akan pernah meninggalkanmu Rio. Kau juga sangat penting untukku, percayalah "ucap Keysa mendekati Rio umtuk duduk di pangkuannya dan mengelus dada bidang Rio dan bersandar di sana.
"Apa kau tidak kasihan padaku Rio? "ucap Keysa dengan sangat lembut, tangan nakalnya tidak mau diam. Ia sengaja menggoda Rio, agar Rio mau membantunya. Dan yang Keysa lakukan sekarang adalah kelemahan Rio, Rio sangat lemah dengan sentuhan Keysa. Dan seperti biasa sentuhan Keysa mampu meluluhkan Rio.
"Kau mau membantuku kan Rio "ucap Keysa
"Tentu sayang..." jawab Rio sambil menarik tengkuk Keysa dan menciumi bibirnya dengan sangat dalam. Tangannya pun langsung bermain di tempat kesukaannya. Keysa tersenyum puas melihat Rio yang selalu lemah di hadapannya.
"Rayan, tunggu aku.... "gumam Keysa dalam hati.
__ADS_1
*
*
*
Setelah melakukan ritual aye-aye, sikap Rayan semakin berani. Bahkan sekarang ia tidak ragu-ragu dan merasa sungkan lagi saat ingin memandikan Nara.
Mereka berdua tadi bahkan mandi bersama, sebenarnya Nara merasa sangat malu namun apa boleh buat suami gilanya ini sangatlah pemaksa. Nara takut jika Rayan mengamuk jika ia menolaknya, untuk itu ia hanya pasrah saja dengan apa yang di lakukan oleh Rayan.
Sedangkan Rayan, ia tersenyum puas dengan apa yang ia lakukan. Tidak sia-sia ia masih berpura-pura gila, ia merasa senang hingga tanpa sadar Rayan terus saja tersenyum.
"Astaga lihatlah wajahnya yang tampan itu, dari tadi ia tidak berhenti tersenyum. Sesenang itu kah ia bermain kuda-kudaan denganku? "gumam Nara dalam hati
Nara melihat Rayan sedang mengambil pakaiannya, lalu membantu Nara memakaikan pakaiannya. Karena tangan Nara masih terluka. Ya jari-jari kecil itu belum sembuh karena bekas injakan yang sangat kuat hingga ia terluka dan masih belum bisa menggerakannya dengan bebas karena masih terasa sakit.
Saat Rayan sedang menyisir rambut Nara, tiba-tiba Nara teringat sesuatu yang membuatnya terkejut.
"Oh tidak, Rayan....!!! "Nara tiba-tiba berteriak
"Ada apa? "tanya Rayan terkejut
"Obatku, dimana obatku aku lupa menyimpannya dimana" ucap Nara
"Obat? "tanya Rayan
__ADS_1
"Iya obat...".jawab Nara.
Rayan memberikan obatnya yang biasa ia minum namun Nara menggelengkan kepalanya. "Bukan obat itu, tapi obat kontrasepsiku. Kau tadi sudah menebar benih si rahimku aku harus minum obat kontrasepsiku, jika tidak nanti aku akan hamil Rayan " ucap Nara.
"Memangnya kenapa kalau kau hamil, ada aku suamimu" gumam Rayan dalam hati.
"Mamahmu bilang aku harus minum obat itu jika kita kikuk-kikuk " ucap Nara
"Mamah...?" tanya Rayan penasaran kenapa mamahnya meminta Nara meminum obat kontrasepsi.
"Karena kau masih sakit Rayan, makannya mamahmu memintaku minum obat itu" ucap Nara berharap Rayan mengerti ucapannya.
"Jadi karena itu ?"gumam Rayan
"Aku akan mencari obat itu sebelum kau menemukannya" gumam Rayan dalam hati. Nara pun beranjak bangun dari duduknya dan hendak mencari obat itu.
"Arrkhh.... ya ampun sakit sekali "ucap Nara, Rayan membantu Nara berdiri karena merasa kasihan istrinya sakit karena perbuatannya.
"Oh ya ampun aku sekarang seperti yuyu kangkang" ucap Nara saat berjalan dan kakinya tidak bisa rapat dan agak mengangkang.
"Bukan yuyu kangkang tapi kau seperti ayam panggang" gumam Rayan dalam hati sambil tersenyum.
*
*
__ADS_1
*
Udah up tiga bab nihh, like sama hadiahnya mana nihh, buat penyemangat mimin 💃😚😚