The Geeky Girl

The Geeky Girl
101


__ADS_3

Dua hari kemudian, Xixi pulang ke rumah keluarga William. Seperti apa yang sudah dia katakan kepada ayahnya, ketika ayahnya menghubunginya.


Xixi menyerahkan semua pekerjaan yang ada di perusahaan pada sekertaris Ana, dan menolak untuk membuat jadwal pertemuan atau rapat selama dia tidak berada di negara A, dan sebagian pekerjaan yang memang harus dia lihat, akan di kirim oleh sekertaris Ana ke emailnya.


Dengan menggunakam mobilmya, Xixi berangkat dari kota A sendirian. Dia tidak memakai supir sewaan, karena dia akan merasa lebih nyaman saat pulang dengan mengemudikan mobilnya sendiri.


"Lebih baik aku mampir ke kafe dulu sebentar." Gumam Xixi.


Saat Xixi melihat ada sebuah kafe, Xixi membelokan mobilnya dan memarkirkan mobil di depan kafe itu.


Xixi turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam kafe.


"Tolong satu es Americano." Ucap Xixi pada pelayan kafe, sesaat setelah dia masuk ke dalam kafe itu.


"Baik, tolong tunggu sebentar."


Xixi mengangguk, dia lalu menunggu pesanananya di buat.


Ketika Xixi sedang menunggu, dia melihat Joseph yang juga tengah melihat ke arahnya.


"Kak Joseph?" Gumam Xixi.


Xixi berjalan ke arah Joshep.


"Kak Joshep." Ucap Xixi pada Joseph saat dia sudah berada di depan meja Joshep.


"Xixi, sudah lama tidak bertemu."


Xixi mengangguk "Iya kak, kakak sedang apa disini?"


"Aku sedang mengurus bisnisku disini."


Xixi mengangguk.


Xixi melihat di depan Joseph duduk seorang wanita, yang sedang menatap Xixi sejak tadi.


"Kak Joseph, ini....."


"Ah iya perkenalkan, dia Andrea." Ucap Joshep dengan sedikit kaku.


"Halo nona Andera, aku junior kak Joshep." Xixi mengulurkan tangannya.


Wanita bernama Andrea itu tidak menyambut uluran tangan Xixi, dia bahkan menatap Xixi dengan tidak suka.


Xixi yang merasa tidak di sambut baik disana menarik kembali tangannya dan tersenyum.


"Baik kak, pesananku sepertinya sudah siap. Semoga hari kak Jery menyenangkan." Icap Xixi pada Joshep.

__ADS_1


Joshep mengangguk "Iya, terima kasih. Kau juga."


Xixi mengangguk.


"Nona, lain kali jika kau bertemu dengan Joshep tidak perlu menyapa. Lebih baik lagi kalau kalian pura-pura tidak kenal."Ucap Andrea pada Xixi.


Xixi tersenyum mendengar ucapan Andrea.


"Maaf, kau bukanlah siapa-siapa ku. Jadi tidak punya hak untuk mengatur apalagi memerintah padaku, nona Andrea." Ucap Xixi.


"Kau, aku adalah calon istri Joshep. Dan aku tidak suka jika ada wanita...."


"Kau baru calon, bukan istrinya. Bahkan jika kau sudah menjadi istrinya pun, kau tidak punya hal untuk melarangku. Karena kau bukan keluargaku. Kau bahkan tidak mengenalku."


Andrea diam, karena dia tidak bisa beerkata apa-apa untuk membalas ucapan Xixi. Sementara Joshep sangat terkejut saat mendengar ucapan Xixi yang begitu tajam.


"Kak Joseph, calon istri kakak sungguh luar biasa." Sindir Xixi pada Joshep.


Joseph hanya bisa tersenyum dengan canggung pada Xixi, karena sikap Andrea memang sedikit kasar pada Xixi.


Xixi berjalan pergi meninggalkan Joshep dan calon istrinya yang sombong itu, dia terlalu malas meladeni wanita seperti Andrea.


"Nona, ini pesanan anda." ucap pelayan kafe saat Xixi telah berdiri di depaan meja untuk memesan.


"Iya, ini uangnya. Terima kasih."


Setelah membayar kopi yang dia pesan, Xixi keluar dari kafe menuju mobilnya sambil membawa satu gelas kopi yang dia beli dari kafe tadi.


"Satu lagi wanita yang sombong, dan angkuh. Dia seperti orang yang belum pernah merasakan berada di atas." Ucap Xixi seraya menatap ke arah Joshep dan Andrea.


Xixi meengghidupkan mobil, lalu melajukannya dengan cepat.


Dari dalam kafe, Andrea melihat mobil yang Xixi naiki "S*alan! Wanita itu ternyata cukup kaya juga, mobil yang dia pakai adalah mobil edisi terbatas 2 tahun yang lalu. Sepertinya Joshep ini memiliki banyak teman kaya, aku harus lebih baik lagi padanya."


Andrea sama sekali tidak tahu, jika wanita yang tadi dia marahi adalah wanita dari keluarga hebat, yang tidak akan pernah bisa dia sentuh.


Di dalam mobil, Xixi yang sedang mendengarkan musik, sesekali ikut bernyayi sambil jarinya ikut bergerak di atas kemudi.


🎶 I try to read, I go to work


I'm laughing with my friends


But I can't stop to keep myself from thinking, oh no


I wonder how, I wonder why


I wonder where they are

__ADS_1


The days we had, the songs we sang together, oh, yeah


And oh, my love


I'm holding on forever


Reaching for the love that seems so far 🎶


Xixi terus bernyanyi mengikuti lagu yang dia dengar dari radio mobilnya, hingga lagu itu berhenti.


Sesekali Xixi juga meminum es kopi Americano yang dia beli di kafe tadi, agar matanya tidak ngantuk, karena tadi malam dia memeriksa file hingga jam 2 malam.


"Aku harap ayah dan ibu tidak kenapa-kenapa, karena ayah tiba-tiba menghubungi ku." Uca Xixi saat lagu yang dia dengar berhenti.


Perjalanan yang Xixi lakukam baru setengahnya, jadi dia harus menjaga kedua matanya agak tidak terpejam saat sedang berkendara itu, karena akan sangat berbahaya jika dia menyetir dalam keadaan mata yang mengantuk.


...----------------...


Di tempat lain, Leon bersama beberapa temannya sedang menghias vila milik Xixi yang berada di kota A, yang sebelumnya mereka pakai untuk baberque.


"Leon, kau ingin memakai bunga plastik atau bunga asli?" Tanya salah teman Leon.


"Pakai bunga asli saja, akan terlihat lebih bagus dan juga lebih hidup."


"Baiklah, kalau begitu kita bisa meletakan bunganya saat kau akan membawa Xixi kesini, agar tidak layu."


"Iya, aku akan memesan bunganya dulu."


"Iya."


Leon dan teman-temannya sibuk menyiapkan vila Xixi, yang akan menjadi tempat bersejarah bagi dirinya dan Xixi nanti.


Dia berjalan kesana kemari membantu teman-temannya menghias vila itu agar terlihat cantik dan elegan. Mesikpun sederhana tetapi Leon berharap Xixi akan menyukainya.


"Tolong vas bunga itu letakan disana saja dulu, aku akan menggantinya dengan meja kecil ini." Ucap Leon pada kedua temannya.


Setelah vas bunga itu di pindah, Leon lalu meletakan meja kecil di sana.


"Disini saja aku letakan, sepertinya sangat cocok." Uxap Leon sambil meletakan meja kecil disana.


Hampir setengah hari mereka menghias vila itu, dengan berbagai hiasan. Mesikpun hiasan bunga akan Leon letakan nanti, tapi vila itu sudah terlihat begitu indah.


" Aku harap Xixi akan menyukainya." Gumam Leon, melihat berbagai hiasan di dalam vila.


Setelah Leon tahu apa yang Xixi impikan selama ini, dari Mimi. Dan dia melihat jika perusahaan Xixi telah bekerjasama dengan beberapa perusahaan luar negeri, Leon jadi yakin jika saat ini Xixi sudah bisa menjawab pertanyaan yang Leon tanyakan.


Karena itu dia pergi ke rumah keluarga William dan memberitahu tuan dan nyonya William tentang niatnya untuk menikah dengan Xixi, dan dengan bantuan mereka, Leon pun bisa membuat Xixi menjauh dari kota A sementara waktu dan segera menghias vila itu.

__ADS_1


"Sepertinya jika dia tidak mau menjawabnya lagi, aku tidak akan pernah bertanya mengenai itu lagi padanya." Ucap Leon.


Selama ini dia begitu sabar menunggu Xixi untuk menjawab pertanyaan darinya, karena setiap kali Leon bertanya, Xixi akan selalu menjawab " Maaf aku belum bisa menjawabnya." Dan itu membuat Leon sedikit frustasi dan memikirkan hal yang negatif pada Xixi.


__ADS_2