The Geeky Girl

The Geeky Girl
Part 96


__ADS_3

Leon dan Xixi keluar dari apartemen, mereka akan pergi ke perusahaan yang Xixi pimpin bersama. Dan itu adalah pertama kali Xixi membawa Leon secara langsung, dan mereka akan masuk secara bersamaan.


Sebelumnya Leon ke perusahaan Xixi sendirian, atau pernah juga dengan Jery. Namun datang bersama dengan Xixi sambil bergandengan tangan seperti pagi itu adalah pertama kali mereka lakukan.


Setelah sarapan di salah satu kafe dekat perusahaan, Leon dan Xixi sekarang sudah berada di depan gedung yang cukup tinggi.


"Ayo kita masuk, sayang." Ucap Leon yang menggenggam tangan Xixi.


Xixi menatap Leon "Dia ini benar-benar, setelah tahu bagaimana perasaanku yang sungguh-sungguh padanya, dia semakin berani."


Leon menarik pelan tangan Xixi. Meski Xixi merasa sedikit canggung pada semua karyawannya, tapi Xixi tidak mempunyai pilihan lain, selain berjalan di samping Leon dengan bergandengan tangan.


Para karyawan Xixi yang melihat mereka berdua masuk dengan bergandengan tangan, saling berbisik dan tersenyum diam-diam.


"Bukankah kau sengaja melakukannya, tuan muda Damian?" Ucap Xixi saat mereka sudah masuk ke dalam lift khusus direktur.


"Kenapa, aku menggandeng tangan kekasihku sendiri. Apa aku salah?" Tanya Leon dengan enteng.


Xixi hanya bisa menghela nafas, dia lupa jika sudah berurusan dengan yang namanya cinta Leon terhadap dirinya. Leon tidak akan peduli dengan ucapan dan pandanagan orang lain padanya.


ting


"Ayo sayang." Ucap Leon yang masih tidak melepaskan tangannya.


Lagi, para karyawan yang mereka lewati menatap mereka penuh dengan tanda tanya. Pasalnya selama ini mereka mengira jika direktur mereka belum memiliki kekasih.


"Selamat pagi direktur, selamat pagi tuan muda Damian." Sapa sekertaris Ana.


"Selamat pagi sekertaris Ana." Ucap Leon dan Xixi bersamaan.


Leon dan Xixi lalu masuk ke dalam ruang kerja Xixi.


Melihat sepasang kekasih yang melewatinya, sekertaris Ana tersenyum.


Sampai di dalam ruang kerja Xixi, Leon baru melepaskan genggaman tangannya pada Xixi.


"Kau benar-benar akan mengecek pekerjaan mu disini?" Tanya Xixi dengan tidak percaya.


"Iya sayang, aku akan disini."


"Leon."


"Aku sudah memutuskannya. Dan tidak akan berubah."


Xixi mengangguk, dia tidak mau lagi berdebat dengan Leon. Karena pekerjaannya pun masih banyak.


"Baiklah, kau bisa duduk di sofa atau di kursi itu." Ucap Xixi.


"Iya sayang."


Leon mengecup kening Xixi sebelum dia berjalan ke sofa dan membuka laptop yang dia bawa dari dalam mobilnya.


Xixi sendiri berjalan ke kursinya, dia menghidupkan komputer yang ada di atas meja kerjanya.


Sepasang kekasih itu saat ini tengah sama-sama fokus dan larut dalam pekerjaan mereka masing-masing di dalam ruang kerja Xixi.


tok tok tok

__ADS_1


"Iya." Ucap Xixi.


Sekertaris Ana masuk ke dalam ruang kerja, lalu berjalan ke meja kerja Xixi. Di dalam sana, sekertaris Ana juga melihat Leon yang tengah fokus pada pekerjaannya.


"Direktur, ini adalah beberapa berkas yang harus anda periksa dan anda tandatangani hari ini." Ucap sekertaris Ana seraya memberikan beberapa map berisi berkas pada Xixi.


"Baik, terima kasih."


Sekertaris Ana mengangguk, dia lalu berjalan keluar dari ruang kerja Xixi.


Xixi melihat ke arah lain, dia menatap Leon yang tengah serius pada layar laptopnya.


"Leon, kau mau kopi?" Tanya Xixi.


Leon menoleh "Boleh sayang, kau yang membuatnya?"


"Tentu saja, memang siapa lagi?"


Leon tersenyum mendengar itu.


Xixi berdiri dan berjalan ke pantry kecil yang ada di dalam ruang kerjanya untuk membuat dua cangkir kopi.


Tak lama Xixi berjalan mendekati Leon, dia meletakan satu cangkir kopi di atas meja.


"Ini kopi mu." Ucap Xixi.


"Terima kasih sayang."


Xixi duduk di samping Leon, dia meletakan kopi miliknya di atas meja lalu menatap pekerjaan yang tengah Leon lihat.


"Sayang, kau...."


Leon berhenti berbicara saat dia menoleh dan mendapati jarak antara wajahnya dan Xixi begitu dekat, hingga mereka bisa merasakan hang4tnya nafas yang mereka hembuskan.


Dengan lekat Leon menatap kedua mata Xixi, dan dia semakin mendekatkan wajahnya pada Xixi.


cup


Leon mencium bibir pink milik Xixi, m*lum4tnya dengan lembut. Kedua mata sepasang kekasih itu tertutup, merasakan cinta dalam setiap k*cupan dari bibir mereka.


"Hahh, hahh." Nafas Xixi memburu.


Leon tersenyum melihat itu, dia lalu mengecup kening Xixi.


"Aku ingin menikah dengan mu di tahun ini." Ucap Leon pelan.


Xixi menatap Leon, namun tidak berkata apa-apa.


"Aku tahu kau akan mengatakan jika kau...."


"Apakah itu cara tuan muda Damian melamar seseorang yang dia cintai?" Tanya Xixi.


Leon termangu.


"Jika memang kau ingin menikah denganku, kau harus mengurus semua masalahmu dengan ayahmu terlebih dulu. Saat semuanga sudah selesai, kau bisa datang ke rumah untuk menemui ayahku." Ucap Xixi lagi.


Seketika Leon menyunggingkan senyumannya lalu segera memeluk tubuh Xixi.

__ADS_1


"Tentu sayang, aku pasti akan segera melakukannya untuk mu, untuk kita." Ucap Leon dengan bahagia.


Xixi membalas pelukan Leon dan mengangguk senang.


"Semoga kau memang laki-laki yang terbaik untuk ku Leon."


Leon melepaskan pelukannya dan menatap Xixi dengan lembut, dia tidak sabar ingin segera menyelesaikan semua masalah di dalam keluarganya, agar dia bisa secepatnya menikahi Xixi dan hidup bahagia di vila miliknya.


"Baiklah, sekarang direktur Leon harus kembali fokus pada pekerjaannya. Karena aku juga masih harus mengurus pekerjaan ku." Ucap Xixi.


Leon mengangguk "Iya sayang."


Xixi lalu mengambil cangkir kopi miliknya, dan kembali ke meja kerjanya untuk melihat dan menandatangani berkas yang sekertaris Ana berikan padanya tadi.


...----------------...


Di perusahaan keluarga Davidson, banyak orang yang berkerumun. Itu karena para investor tidak di perbolehkan masuk ke dalam perusahaan itu, untuk menarik kembali investasi yang telah mereka berikan pada perusahaan itu.


Tuan Davidson sendiri sedang kebingungan di dalam ruang kerjanya, dia tidak tahu harus berbuat apa.


Keluarga istrinya tidak mau lagi membantu perusahaannya, di tambah saat ini dia juga belum bisa menemukan orang yang sudah menyebarkan video dan foto-foto anaknya, yang sudah membuat harga saham di dalam maupun di luar negeri anjlok.


"Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian belum juga menemukan orang yang sudah menyebarkan foto dan video anakku?" Seru tuan Davidson pada para karyawannya.


"Kami sudah melacaknya tuan, tapi kami selalu menemukan jika alamat pengirim dari komputer utama perusahaan kita." Ucap salah seorang karyawan yang sudah mencari alamat email yang telah menyebarkan foto dan video tuan muda Davidson itu.


"Dasar tidak berguna! Sebenarnya siapa yang sudah melakukan ini? Dan anak s*alan itu juga sudah menyinggung siapa, sampai ikut menyerang perusahaan ku." Ucap tuan Davinson.


Mendengar itu, salah satu karyawan perusahaan Davidson ingat jika beberapa hari yang lalu, dia di perintahkan untuk mencari tahu tentang direktur perusahaan W. Group yang berada di kota A. Dan tidak lama setelah itu foto-foto tuan muda Davidson beredar di media sosial.


"Tuan, mungkinkah ini berkaitan dengan direktur perusahaan W. Group?" Ucap karyawan itu pada tuan Davidson.


"Direktur perusahaan W. Group, apa maksudmu?"


"Jadi, beberapa hari sebelum foto-foto tuan muda tersebar di media sosial, dia pernah memerintahkan saya dan yang lainnya untuk mencari tahu tentang informasi direktur W Group, dan saat kami mencari informasi itu, ternyata akun yang berisi informasi tentang direktur W. Group terkunci, dan ketika kami berhasil membuka satu kode dari informasi yang terkunci itu, tanpa kami sadari keesokan harinya, foro-foto tuan muda telah tersebar."


Tuan Davidson mencoba memahami apa yan di katakan oleh karyawannya itu.


" Jika memang itu di lakukan oleh direktur W. Group, maka aku harus bertemu dengannya. Tapi sebelumnya beritahu aku, untuk apa Brian mencari tahu tentang direktur W. Group itu?"


" Itu......"


"Katakan yang kau tahu padaku, jika tidak, kau akan keluar dari perusahaan ini sekarang!"


Karyawan itu bingung harus berkata apa pada direktur utamanya.


"Cepat katakan!" Ucap tuan Davinson lagi.


"Ba.... Baik tuan. Tuan muda mencari tahu tentang direktur itu karena.... Karena direktur W. Group merupakan satu-satunya direktur wanita yang ada di kota A, dan juga perusahaan yang dia pimpin, cukup di kenal disana." Ucap karyawan itu.


"Dasar anak b*doh! Di otaknya hanya ada s3langk*ng4n saja!"


Tuan Davinson mengepalkan tangannya karena geram pada Brian Davidson yang di otaknya hanya di penuhi hal m*sum setiap harinya.


"Sepertinya aku harus pergi menemui direktur perusahaan W. Group itu. Jika tidak, maka perusahaan ku tidak akan bisa di selamatkan. Di tambah mertuaku juga tidak mau membantuku sama sekali. Benar-benar s*alan!"


(Anak mu itu mengikuti gen mu tuan Davidson 🤭)

__ADS_1


__ADS_2