The Geeky Girl

The Geeky Girl
Part 107


__ADS_3

"Aaakh, akhirnya semuanya selesai. Mereka sudah melakukan yang terbaik disana. Nanti aku akan memberikan mereka hadiah." Ucao Xixi seraya merenggangkan tubuhnya setelah selesai memeriksa semuanya.


Xixi mematikan dan menutup laptopnya, setelah itu dia turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar.


Saat Xixi berjalan di luar kamar, dia mendengar beberapa orang sedang berbicara di lantai bawah. Xixi kemudian berjalan perlahan dan melihat dari lantai atas siapa yang sedang berbicara itu.


"Bibi Rose?" Gumam Xixi.


(Rose adalah nama asli nyonya Damian).


Setelah tahu siapa yang sedang berbicara dengan ibunya, Xixi turun ke lantai bawah.


"Bibi Rose." Ucap Xixi sambil berjalan mendekati ibu Leon.


"Xixi, kau ada di rumah sayang?"


"Iya bibi, bagaimana kabar bibi Rose?"


"Bibi baik-baik saja, bahkan sangat baik."


Xixi mengangguk, dia melihat ibu dari Leon begitu bahagia. Namun dia tidak melihat tuan Damian bersamanya.


"Em... Bibi, dimana paman Damian?" Tanya Xixi dengan hati-hati.


"Mungkin dia ada di rumah."


Xixi mengerutkan keningnya "Mungkin?"


Ibu Leon tersenyum "Xixi sayang, bibi dan paman Damian akan bercerai. Dan sudah hampir satu bulan ini bibi tinggal di rumah keluarga besar bibi."


Xixi terkejut mendengar berita yang ibu Leon katakan, dia sama sekali tidak mengetahui hal itu. Bahkan Leon pun tidak pernah menceritakan padanya.


"Kau pasti belum mengetahui kabar ini." Ucap ibu Leon.


Xixi mengangguk "Iya bibi, Leon tidak pernah membahas hal itu sebelumnya."


"Itu karena bibi yang melarang dia untuk memberitahu mu. Kau sedang mengurus perusahaan di kota A, bibi tidak mau mengganggu pekerjaan mu hanya karena kabar ini."


"Tidak apa-apa bibi, Xixi juga tidak pernah menanyakan hal itu pada Leon. Jadi mungkin Leon juga berfikir sama seperti apa yang bibi pikirkan."


"Kau semakin dewasa dan bijaksana. Leon pasti bahagia memiliki istri seperti mu."


Wajah Xixi seketika merona saat mendengar ucapan ibu Leon.

__ADS_1


"Lihatlah, wajah anak ku sudah merah." Ucap nyonya William.


Kedua orang tua itu menertawakan Xixi bersama.


Xixi yang di tertawakan berdiri dan berjalan pergi ke ruang makan.


"Anak itu, aku tidak menyangka dia seorang gadis yang pemalu." Ucap ibu Leon.


"Aku juga tidak menyangka, karena selama ini Xixi terlihat seperti wanita yang selalu mendominasi, bahkan kakaknya pun tidak bisa melawan Xixi."


"Iya, kau benar."


"Ah benar, Xixi bilang jika besok Leon akan datang. Apakah semuanya sudah beres?" Tanya nyonya William dengan suara pelan.


"Jika dia akan datang, kemungkinan sudah selesai semua. Tinggal menunggu kita membawa Xixi ke sana saja."


Nyonya William mengangguk "Semoga saja semua berjalan sesuai dengan apa yang kita harapakan."


"Iya tentu saja."


Kedua wanita itu sama-sama menggantungkan harapan mereka pada hubungan Leon dan Xixi. Mereka tentu ingin melihat kedua anak mereka bisa bersama dan hidup bahagia.


...----------------...


Joseph yang baru keluar dari restoran setelah menemui beberapa kliennya, berjalan ke arah mobil yang dia parkirkan di depan restoran itu.


Joseph masuk ke dalam mobilnya dan bersiap menyalakan mesin mobil itu, tetapi tangannya terhenti saat melihat Mimi turun dari mobil dan berjalan masuk ke salah satu salon kecantikan dan spa dengan bergandengan tangan seorang laki-laki.


"Jika saja dulu aku tidak menyia-nyiakan nona Michael, mungkin yang berdiri di sampingnya saat ini adalah aku. Tetapi sayangnya itu hanyalah sebuah angan-angan. Cinta memang sangat senang mempermainkan perasaan orang." Gumam Joseph yang masih menatap Mimi.


Joseph menghela nafas lalu menyalakan mobilnya dan melaju dengan cepat meninggalkan tempat itu.


Sementara Mimi dan Jery yang berada di dalam salon kecantikan dan spa sedang memilih paket kecantikan yang akan mereka pakai hari ini.


Setelah memilih, mereka berjalan ke lantai atas dimana ada ruangan khusus yang sudah mereka pesan sebelumnya.


"Apa kau sering kesini, sayang?" Tanya Jery.


"Iya, setiap dua minggu sekali aku akan kesini untuk melemaskan otot wajahku yang terasa kaku."


Jery tertawa mendengar Mimi, dia lalu mencium pipi Mimi secara tiba-tiba.


"Jery, kau ini. Kalau orang lain melihatnya bagaimana?" Ucap Mimi.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, aku mencium pipi kekasih ku sendiri. Tidak akan ada yang melarangnya."


"Sepertinya sebentar lagi dunia entertainment agar heboh dengan berita pernikahan model terkenal kita ini." Ucap salah seorang pegawai salon kecantikan pada Mimi dan Jery.


"Kak Erie, jangan bergosip." Ucap Mimi.


Erie dan Jery hanya tertawa melihat Mimi yang salah tingkah.


"Baiklah, kalian berganti pakaian dulu dengan kain ini." Ucap Erie.


Erie menarik tirai berwarna hitam untuk menyekat satu ruangan itu, dan menyisakan bagian kepala saja yang terlihat, agar saat melakukan pemijatan mereka masih bisa saling berbicara.


Mimi yang sudah mengganti pakaiannya dengan kain, berbaring terbalik (tengkurap) di atas ranjang yang hanya bisa di pakai oleh satu orang. Begitu pun dengan Jery yang berada di balik tirai.


Seorang pegawai laki-laki salon kecantikan itu masuk sambil membawa dua mangkuk berisi minyak dan lulur untuk memijat tubuh mereka.


"Nona Michael, kali ini anda memilih aroma jasmine." Ucap Erie.


"Iya, aku ingin memakai aroma itu kali ini. Karena biasanya aku selalu memakai aroma lavender."


Erie hanya mengangguk, dia lalu mulai memijat tubuh bagian atas Mimi, dan sesekali menekan bagian bawah bahu yang membuat Mimi menahan suaranya karena terasa sedikit sakit.


Sepasang kekasih itu menikmati setiap pijatan yang di lakukan oleh dua orang pegawai salon kecantikan dan spa yang sudah sangat terlatih dan professional itu, bahkan Jery sampai tertidur karena merasa tubuhnya begitu nyaman.


Hampir 2 jam mereka berada di dalam salon itu, akhirnya mereka keluar dengan tubuh yang lebih ringan dan wajah lebih segar.


"Sepertinya kau sangat menikmati pijatan di tempat ini?" Ucap Mimi.


"Iya, pijatan pegawai salon itu sangat nyaman. Tidak terlalu kuat tetapi tepat mengenai bagian yang membuat ku merasa lelah dan sakit."


"Lain kali aku akan membawa mu kesini lagi, dengan memakai aroma spa yang berbeda."


"Tentu sayang. Sekarang kita pergi ke restoran dulu untuk makan malam."


Mimi mengangguk.


Mereka berdua lalu berjalan dan masuk ke dalam mobil. Jery melajukan mobilnya saat melihat Mimi sudah memasang seatbelt.


"Kau ingin makan apa sayang?" Tanya Jery.


"Kalau malam ini kita makan seafood bagaimana?"


"Makan seafood? Boleh. Kau tahu tempatnya?"

__ADS_1


"Tentu saja. Jika aku tidak tahu, aku tidak akan mengatakannya. Dan aku menjamin kau akan menyukainya, karena rasanya cukup enak."


Jery tertawa, dia tidak menyangka jika ternyata selain tahu salon yang bagus, kekasihnya ini tahu restoran yang memiliki masakan dengan cita rasa yang enak.


__ADS_2