
Leon dan Xixi terbangun saat ponsel Xixi bergetar dengan keras di atas meja.
Mimi menghubunginya dan mengajak dia juga Leon untuk makan malam bersama dengannya dan juga Jery.
Setelah membereskan botol minuman dan plastik cemilan yang sudah di makan, Xixi dan Leon pergi dari vila itu untuk menemui Mimi dan Jery di sebuah restoran keluarga.
"Tumben sekali kak Mimi mengajak kita makan malam bersama."Ucap Leon yang sedang mengemudi.
"Mungkin karena besok dia akan ada pemotretan di luar kota."
"Oh."
Leon terus melajukan mobilnya hingga mereka sampai di depan sebuah restoran keluarga.
Setelah turun dari mobil, Leon dan Xixi masuk ke dalam restoran itu dan meminta pelayan yang menyambut mereka, untuk mengantar mereka ke salah satu ruang VIP yang sudah di pesan oleh Jery.
Ceklek
Pintu salah satu ruang VIP terbuka, Xixi dan Leon masuk ke dalam ruangan itu.
"Kalian ini dari mana, kenapa begitu lama baru sampai?" Ucap Mimi.
Xixi tidak menanggapi apa yang kakaknya katakan, dia sedang malas untuk berdebat dengan kakaknya kalau dia sedang dalam mode cerewet.
"Maaf kak, tadi kami sedang mengunjungi salah satu vila ku. Jadi kami terlambat." Ucap Leon.
Leon menarik kursi untuk Xixi.
"Terima kasih." Ucap Xixi.
Leon mengangguk seraya tersenyum, kemudian dia duduk di samping Xixi.
"Apa kakak sudah memesan makanannya?" Tanya Xixi pada Mimi.
"Sudah, aku memesan menu special di restoran ini karena kalian lama datangnya."
Xixi hanya mengangguk, dia lalu mengeluarkan ponselnya dan meletakan ponsel itu di atas meja.
"Maaf, aku ke kamar mandi sebentar." Ucap Leon.
Mimi, Jery dan Xixi mengangguk.
Leon berdiri dan keluar dari ruang VIP itu, lalu berjalan menuju kamar mandi yang ada di ujung restoran.
Sementara di dalam ruang VIP, Xixi memainkan ponselnya karena dia tidak berminat masuk kedalam obrolan kakak dan kekasihnya itu.
"Oh iya Xixi, bagaimana liburan di rumah?" Tanya Jery.
Xixi menatap Jery "Tidak begitu baik kak."
"Tidak begitu baik, kenapa?"
"Kak Jery bisa menanyakan itu pada kak Mimi."
Jery menatap kedua kakak beradik itu secara berganti dengan bingung.
"Sayang, kenapa?" Tanya Jery pada Mimi.
__ADS_1
"Iya, kermarin aku mengajak Xixi membeli pakaian pantai, di salah satu pusat perbelanjaan."
"Lalu, kenapa Xixi terlihat sangat tidak baik?"
Mimi menggigit bibir bawahnya sendiri, karena tidak berani mengatakan pada Jery jika kemarin dia habis belanja besar-besaran di pusat perbelanjaan itu.
"Sayang." Ucap Jery pada Mimi.
Xixi menghela nafasnya melihat Mimi yang tidak berani berterus terang pada Jery, dan tentu saja dengan melihat itu Xixi jadi memiliki cara agar Mimi tidak lagi memaksanya, untuk menemani Mimi berbelanja lagi di lain hari.
Mendapat ide itu, Xixi diam-diam tersenyum.
...----------------...
Setelah selesai dari kamar mandi, Leon berjalan keluar untuk kembali ke salah satu ruang VIP.
"Leon." Sebuah suara memanggil namanya.
Leon menoleh dan mendapati Joseph yang sedang berjalan ke arahmya sambil tersenyum.
"Joseph, bagaimana kabarmu?" Tanya Leon saat Joseph sudah berdiri di depannya.
"Aku baik, kau sendiri? Sepertinya kau semakin maju saja."
Leon tertawa mendengar ucapan Joseph.
"Dengan siapa kau kesini, dengan Xixi?" Tanya Joseph.
"Iya, ada kak Mimi dan kak Jery juga."
"Kak Jery?"
"O... Oh."
"Lalu, kau sendiri dengan siapa?"
Joseph menoleh ke belakang "Dengan anak dari salah satu klien ku."
Leon mengerutkan keningnya, karena biasanya Joseph tidak akan mau jika keluar dengan anak dari klien ataupun dengan wanita yang tidak dia sukai.
"Anak dari klien mu?"
Joseph mengangguk "Iya, kami juga sudah beberapa kali makan bersama."
"Joseph, kau baik-baik saja?"
Joseph diam, jika di bilang baik tentu dia baik, karena dia masih bisa berjalan dengan cepat. Tetapi, di balik kata baik itu ada sesuatu yang tidak bisa di katakan oleh Joseph pada orang lain.
"Tentu aku baik, ini hanya sebuah kerjasama saja."
"Aku mengenal mu cukup lama, dan aku tahu bagaimana dirimu. Kau...."
"Setiap orang akan berubah Leon, seperti kau dulu terhadap Xixi dan kau yang sekarang."
Leon tidak bisa berkata apa-apa lagi. Mereka mungkin bisa di katakan teman yang sudah saling tahu, karena mereka berteman cukup lama, tetapi untuk karakter swtiap orang, tentu saja tidak akan semudah itu bisa di tebak oleh orang lain.
"Baiklah, jaga dirimu. Aku harus segera kembali, mereka pasti sudah menunggu ku." Ucap Leon.
__ADS_1
Joseph mengangguk "Iya."
Leon lalu pergi dari hadapan Joseph, dia tidak ingin ketiga orang yang berada di dalam ruang VIP menunggunya terlalu lama. Meskipun dia masih ingin berbicara dengan Joseph.
Joseph melihat Leon berjalan ke arah deretan ruang VIP "Dia cukup beruntung mendapat seseorang yang dia cintai dan yang mencintainya."
Ceklek
Pintu ruang VIP terbuka, Leon masuk ke dalam ruangan itu, dan ternyata semua makanan yang di pesan oleh Mimi sudah terhidang di atas meja.
"Maaf, kau sedikit lama." Ucap Leon seraya duduk di kursinya.
"Tidak apa-apa, makanan juga baru datang." Ucap Mimi.
"Baiklah, kalau begitu mari kita makan sekarang." Ucap Jery.
Ke empat orang itu mengangkat gelas berisi wine mereka lalu bersulang, sebelum mereka menikmati makan malam bersama.
"Kak Mimi, aku dengar besok kak Mimi akan keluar kota untuk pemotretan." Ucap Leon di sela makan mereka.
"Iya, aku akan kesana selama dua hari."
"Apa kak Jery juga akan ikut?"
"Tidak, kali ini aku tidak ikut. Besok aku ada rapat pemegang saham yang tidak bisa aku tinggalkan, dan juga ada pertemuan dengan dua orang sutradara." Ucap Jery.
Leon hanya mengangguk.
"Kau bilang tadi kalian melihat vila, apakah vila milikmu yang beberapa minggu lalu baru jadi, Leon?"
"Iya kak, aku ingin Xixi menjadi orang pertama yang datang ke vila ku. Jadi aku membawanya kesana hari ini."
"Kau ini cukup romantis." Ucap Mimi.
Jery terkekeh mendengar ucapan Mimi yang seolah sedang menyindir dirinya, yang kurang romantis pada Mimi.
Xixi dan Leon juga ikut tertawa, karena jika di lihat-lihat Jery memang sedikit kaku dalam menjalin hubungan dengan Mimi.
"Oh iya Xixi, tadi ibu berpesan kalau kau pulang, ibu minta di belikan kue bunga kering yang pernah kau belikan untuk ibu." Ucap Mimi.
"Bukankah ibu tidak begitu menyukainya karena kuenya sedikit keras?"
Mimi mengangkat kedua bahunya "Aku tidak tahu, nanti kau coba saja hubungi ibu."
Xixi mengangguk "Iya."
Ke empat orang itu menikmati waktu kebersamaan mereka dengan saling bertukar pikiran dan terkadang tertawa bersama.
(Dua pasangan \= Double date ðŸ¤)
Setelah Jery membayar semua makanan yang telah mereka makan, mereka keluar dari ruang VIP restoran itu dan berjalan melewati beberapa meja, sebelum akhirnya mereka keluar dari restoran keluarga itu.
"Baiklah, kalian kembalilah dulu. Aku akan pergi ke toko kue untuk membeli kue yang ibu inginkan." Ucap Xixi pada Jery dan Mimi.
"Iya, berhati-hatilah kalian." Ucap Mimi.
"Tentu, kakak dan kak Jery juga."
__ADS_1
Setelah itu mereka masuk ke dalam mobil mereka masing-masing, dan pergi ke dua arah yang berbeda.