The Geeky Girl

The Geeky Girl
Part 76


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Mimi sudah bisa bekerja seperti biasanya. Kali ini pakaian yang akan dia pakai dalam pemotretan adalah pakaian formal namun terkesan santai.


Mimi keluar dari ruang ganti, dia lalu kembali ke ruang rias untuk melakukan perbaikan pada riasan wajahnya, sebelum pemotretan di lakukan.


"Oke, semua sudah siap. Model sudah boleh masuk." Ucap sutradara.


Mimi yang mendengar itu berdiri, dia lalu berjalan ke tempat pemotretan.


Sedikitnya ada 20 gaya yang Mimi peragakan dalam pemotretan dengan satu pakaian formal itu, dan sutradara tentu akan mengambil beberapa yang menurutnya bagus untuk di jadikan sampul majalah fashion.


"Baik, nona Michael duduk di kursi itu, dan aku ingin kau memperlihatkan sorot matamu sedikit tajam." Ucap sutradara.


Mimi yang tahu harus bagaimana, langsung melakukan apa yang sutradara inginkan.


"Oke bagus, iya terus seperti itu." Ucap sutradara lagi.


Suara kamera yang berkali-kali memotret Mimi sudah terbiasa terdengar di dalam ruang pemotretan itu.


"Oke, selesai!" Ucap sutradara setelah pengambilan gambar terakhir.


Mimi berjalan mendekat, dia juga ingin melihat hasil pemotretannya hari ini setelah dia menjalani cuti sakit satu minggu lebih.


"Ini dan ini sangat bagus, auranya lebih terlihat." Ucap sutradara pada produser yang duduk di sampingnya.


"Oke kita ambil ini, ini, lalu 5 yang ini." Ucap produser.


"Baik, kalau begitu pemotretan hari ini cukup. Terima kasih atas kerja keras kalian untuk hari ini." Ucap sutradara pada semua kru.




Dua foto hasil pemotretan yang di lakukan Mimi hari ini.


"Terima kasih untuk hari ini, nona Michael. Semua lebih cepat selesai karena kami memiliki model yang sangat professional seperti anda." Ucap produser.


"Tidak tuan, ini berkat kerja keras kita semua. Sutradara kita yang sangat professional mengarahkan kamera dengan bagus, dan photographer kita mengambil gambar dengan sangat hebat."


"Anda selalu saja rendah hati, tetapi itu bagus. Kau akan menjadi contoh yang baik bagi semua model kita."


Mimi hanya tersenyum menanggapi ucapan produser itu.


Setelah melihat dan berbicara dengan produser dan sutradara di lokasi pemotretan, Mimi kembali ke ruang pribadinya untuk berganti pakaian dan menghapus riasannya yang cukup tebal, agar terlihat lebih segar saat di foto tadi.


"Aaakh, akhirnya hari ini selesai dengan baik." Ucap Mimi sambil menyenderkan tubuhnya pada salah satu sofa yang ada di dalam ruang pribadinya.


"Apa setelah ini kau akan langsung pulang?" Tanya menejer Junnie.


"Tidak, seseorang mengajaku keluar hari ini."


"Aakh, enaknya mempunyai seorang kekasih."Sindir menejernya.


"Kak Junnie hentikan itu."


Menejer Junnie hanya tertawa melihat tingkah Mimi yang salah tingkah saat di singgung tentang itu.


"Baiklah, besok kau ada pemotretan dengan gaun pesta, juga akan ada pengambilan video tentang gaun yang akan kau pakai itu."

__ADS_1


"Hmmm, baiklah aku mengerti. Sepertinya aku tidak akan bisa makan daging tusuk bakar malam ini, karena aku harus menjaga perutku untuk pengambilan gambar dan video besok."


"Hahaha bersabarlah ini hanya untuk besok saja."


Mimi henya mengerucutkan bibirnya pada menejernya itu.


"Sudahlah, aku harus keluar sekarang. Jika tidak, aku akan mendapat masalah karena membuat dia menunggu." Ucap Mimi sambil berdiri dari duduknya.


"Berhati-hatilah."


"Iya, terima kasih kak Junnie."


Mimi lalu keluar dari ruang pribadinya dan berjalan keluar dari gedung perusahaan untuk menemui Jery yang memarkirkan mobilnya agak jauh dari perusahaannya.


Ya, itu di lakukan Jery karena Mimi belum siap jika semua karyawan di perusahaan Jery mengetahui hubungan mereka, Mimi tidak mau mereka berfikir apa yang Mimi raih di perusahaan itu karena hubungan di antara dirinya dan Jery.


"Maaf sudah membuat mu menunggu lama, tadi aku bicara dengan kak Junnie dulu di dalam." Ucap Mimi setelah masuk ke dalam mobil Jery.


"Tidak apa-apa, bagaimana pemotretan hari ini?" Tanya Jery.


"Cukup lancar."


"Baguslah kalau begitu."


Jery menghidupkan mesin mobilnya lalu melajukan mobil itu ke suatu tempat.


...----------------...


Di perusahaan, Xixi meletakan kepalanya di atas meja kerjanya, dia merasa kepalanya sudah akan meledak setelah memeriksa dua berkas yang begitu berbelit, dan begitu janggal baginya.


Xixi yang belum memiliki waktu mengecek rekaman cctv di perusahaannya, melihat layar komputernya. Dia lalu mengarahkan mouse ke salah satu icon, dan menekan mouse itu. Xixi ingin melihat apa saja yang karyawnnya lakukan di tempat kerja di saat ini, dari cctv yang dia pasang di sudut ruangan yang mereka tidak tahu.


Tangan Xixi mengepal, saat melihat salah satu kepala direksi, sedang bermesraan dengan salah satu karyawan di dalam ruangannya.


Xixi segera mengambil gambar kedua karyawannya itu dari potongan video pada cctv nya, dia lalu mencetak sebanyak 20 lembar foto-foto menjijikan itu.


Dengan geram Xixi berjalan keluar dari ruang kerjanya dengan aura yang begitu pekat.


"Sekertaris Ana ikut dengan ku." Ucap Xixi.


Sekertaris Ana yang merasa jika keadaan tidak baik dari direkturnya, segera berdiri dan mengikutinya di belakang.


Tak lupa Xixi juga membawa beberapa karyawan yang bekerja di bawah pimpinan kepala direksi itu, untuk ikut menyaksikan bagaimana kepala direksi mereka bekerja di dalam ruang kerjanya.


Braaaak !


"Kur4ngajar! Siapa yang berani membuka pintu kerjaku dengan lancang?" Seru kepala direktur yang tengah asik menyedot dua buah ranum milik salah satu bawahannya.


"Aku."


Xixi berjalan ke dalam ruang kerja kepala direksi itu dengan tatapan tajam dan aura dinginnya.


"Di..... Direktur." Ucap kepala direksi dan bawahannya itu.


Dengan cepat karyawan yang telah memberikan ASI special kepada kepala direksi, mengancingi kemeja yang dia pakai sambil berdiri dari pangkuan kepala direksi.


Para karyawan Xixi yang melihat kelakuan dua orang yang ada di dalam ruangan itu saling berbisik, dan menatap kedua orang itu dengan jijik.

__ADS_1


"Di... direktur, saya bisa menjelaskannya." Ucap kepala direktur dengan ketakutan.


"Menjelaskan bahwa anda sedang menikmati kekenyalan milik bawahan anda kepala direksi?"


Kepala direksi dan bawahannya segera berjalan dan berlutut di depan Xixi, mereka sungguh tidak mengira jika perbuatan menjijikan mereka akan diketahui oleh direktur mereka, karena selama ini mereka berdua melakukannya dan tidak pernah ketahuan.


"Kalian semua, lihatlah kepala direksi kalian dan teman kerja kalian ini! Mereka berdua melakukan hal menjijikan di dalam kantor perusahaan." Ucap Xixi dengan keras kepada semua karyawan di bawah kepemimpinan kepala direksi itu.


"Pantas saja jika dia pergi ke kantor kepala direksi lama, ternyata kedua melon segarnya sedang di nikmati oleh kepala direksi di dalam kantor." Ucap salah seorang karyawan dengan tatapan menghina.


"Cih, padahal beberapa hari yang lalu dia mengatai Suny wanita murahan, ternyata dia sendiri yang murahan, bahkan lebih dari murahan." Ucap yang lainnya.


"Panggil beberapa orang keamanan kesini untuk mengusir mereka dengan tidak hormat dari perusahaan ini!" Ucap Xixi dengan tegas.


"Direktur saya mohon ampuni saya direktur, wanita ini.... wanita ini telah merayu saya direktur." Ucap kepala direksi yang melemparkan semua kesalahan pada wanita itu.


"Tuan kepala direksi, kenapa kau mengatakan itu? Kau yang berjanji akan memudahkan semua pekerjaanku, jika aku selalu membiarkanmu melakukan hal itu padamu. Aku bahkan memiliki bukti ucapanmu itu!" Ucap wanita yang tidak mau di salahkan itu.


Tap tap tap tap tap


Suara derap kaki mendekat pada kerumunan yang ada di depan kantor salah satu kepala direksi.


"Direktur, kami sudah disini." Ucap salah satu tiga keamanan perusahaan yang baru saja sampai di depan kerumunan.


"Kemari, dan seret keluar dua orang ini keluar dari perusahaan sekarang." Ucap Xixi.


"Baik direktur."


Ketiga keamanan itu masuk dan membawa kedua orang yang sedang berlutut di ataa lantai itu.


"Tidak, direktur tolong beri aku kesempatan. Direktur, direktur. Aku tidak melakukan kesalahan, direktur."


Suara teriakan karyawan wanita itu terus terdengar hingga mereka memasuki lift.


Xixi yang merasa kesal menyebarkan foto-foto menjijikan kedua karyawannya itu keluar jendela perusahaan. Itu dia lakukan agar semua orang yang melihat foto-foto itu tahu bahwa kedua orang di dalam foto itu adalah orang-orang yang menjijikan.


Sekertaris Ana yang melihat Xixi membuang foto-foto menjijikan dua karyawannya itu dari jendela perusahaan mereka terkejut.


"Direktur, anda melakukan hal itu dari perusahaan kita. Bukankah orang-orang akan berfikir jika perusahaan kita...."


"Jangan khawatir sekertaris Ana, aku sudah mempertimbangkan semuanya." Ucap Xixi menenangkan sekertarisnya yang khawatir.


Xixi menatap meja kerja kepala direksi "Kalian berdua, bersama sekertaris Ana. Keluarkan semua barang-barang yang ada di dalam lemari dan laci meja kerja kepala direksi ini." Ucap Xixi.


"Baik direktur."


Kedua karyawan itu bersama sekertaris Ana lalu mulai membongkar isi lemari dan laci meja kerja kepala direksi.


"Aaaaakh! Benda apa ini?" Jerit seorang karyawan saat melihat dua buah kotak menjijikan, di dalam laci paling bawah meja kerja kepala direksi.


Karyawan yang lain mengambil dua kotak itu, dan ternyata benar dugaan Xixi, jika kedua orang yang telah mereka usir dari perusahaan, pernah melakukan hal lebih menjijikan dari apa yang dia lihat tadi.


Dua kotak berisi balon basah itu di letakan di atas meja. Xixi melihat kedua benda itu dengan dingin.


"Kalian berdua, beraninya melakukan hal yang hina itu di perusahaanku. Lihat saja, aku akan membuat kalian tidak akan bisa bekerja dimanapun, dan kau kepala direksi. Istrimu pasti akan senang mendapatkan hadiah kecil ini."


Xixi tidak akan pernah mengampuni orang-orang yang berani melakukan hal yang menjijikan dan hina di dalam perusahaannya. Dia akan membalas perbuatan mereka 10 bahkan 100 kali lipat kepada mereka.

__ADS_1


__ADS_2