The Geeky Girl

The Geeky Girl
Part 69


__ADS_3

Xixi dan Leon membawa Mimi dan Jery kembali ke vila, dan sampai di sana mereka meminta pelayan untuk memanggil dokter keluarga Robert yang ikut ke pulau itu.


Sementara mereka membawa keduanya ke kamar Jery.


Dokter dan dua orang perawat segera datang ke kamar Jery untuk memeriksa kondisi Jery dan juga Mimi yang terluka.


20 menit kemudian, dokter selesai mengobati luka pada lengan Mimi.


"Kami sudah memeriksa tuan Jery dan nona Michael, semuanya baik-baik saja. Tetapi luka nona Mimi tidak boleh terkena air." Ucap dokter pada Xixi dan Leon.


"Baik dokter, kami mengerti. Terima kasih." Ucap Xixi.


"Kami akan mengganti perban nona Michael setia dua jam sekali."


"Baik dokter."


Setelah dokter keluar dari kamar Jery, Leon mengangkat dan menggendong Mimi untuk di pindahkan ke kamar Xixi. Seperti yang Xixi katakan.


"Sebenarnya siapa wanita itu?" Ucap Xixi.


"Kau tidak tahu seperti apa wajahnya?" Tanya Leon.


Xixi menggeleng "Dia memakai penutup wajah, yang aku tahu dia seorang wanita dengan tubuh tinggi besar. Dan dia sepertinya ingin membawa kak Jery pergi dari pulau untuk kakaknya yang menyukai kak Jery."


"Wanita yang menyukai kak Jery?"


" Benar, kesimpulan yang bisa aku tarik adalah. Dia datang ke pulau ini menyamar sebagai orang lain untuk menculik kak Jery, karena dia tidak mungkin bisa datang kesini sendirian."


"Kau benar, dia pasti sudah merencanakan semua ini."


"Nanti aku akan menyusuri pantai di pulau ini. Aku yakin dia menyembunyikan sebuah boat untuk pergi membawa kak Jery dari pulau ini secara diam-diam." Ucap Xixi seraya menatap keluar jendela kamar.


"Itu artinya, dia......"


"Dia adalah salah satu pelayan kak Jery yang pernah datang ke pulau ini sebelumnya. Dia menyamar sebagai pelayan dan melakukan semua rencananya secara diam-diam."


"Dia sangat pintar."


Xixi mengangguk "Iya, tapi dia tidak akan bisa lepas dari ku. Dia terluka pada punggungnya setelah aku memukul perutnya. Saat ini dia pasti sedang bersembunyi di suatu tempat, karena itu setelah kak Mimi sadarkan diri, aku akan pergi mencari boat itu dan mebgambil semua bahan bakarnya, agar dia mau tak mau kembali ke tengah-tengah kita untuk pulang ke kota."


Leon mengangguk mendengar semua penjelasan yang Xixi katakan.


...----------------...


1 Jam kemudian Jery yang baru sadarkan diri, bergegas ke kamar Mimi, setelah dia ingat apa yang sudah dia dan Mimi alami di dalam hutan.

__ADS_1


Braaak!


Pintu kamar Xixi terbuka dengan lebar, Xixi dan Leon yang ada di dalam kamar terkejut saat pintu kamar terbuka dengan keras.


"Kak Jery." Ucap Xixi dan Leon bersamaan.


"Bagaimana keadaan Mimi?" Tanya Jery yang tak sadar memanggil langsung nama Mimi di depan Mimi dan Leon.


"Kak Mimi belum sadar, tapi luka di tangannya sudah di obati oleh dokter pribadi kak Jery."


Jery berjalan dengan cepat, dia duduk di sisi ranjang dan menatap wajah Mimi yang masih belum sadar.


"Kak Jery, sebenarnya apa yang sudah terjadi pada kalian saat di hutan?" Tanya Leon.


"Amelia. Dia wanita yang sudah membiusku tepat setelah Mimi menemukan ku di dalam hutan."


"Aku sempat berbicara dan berkelahi dengannya. Dia berkata jika kakaknya sangat menyukai kak Jery." Ucap Xixi.


Jery mengangguk "Dia adalah tetanggaku ketika aku tinggal dengan kakek di luar kota saat aku sekolah menengah dulu. Kami sering bermain bersama, tapi aku tidak tahu jika Jessie menyukai ku."


"Jessie.... Itu nama kakaknya Amelia itu?" Tanya Leon


"Iya. Dia tidak pernah mengatakan jika dia menyukaiku, sampai aku kembali ke rumah keluarga Robert saat ini."


"Kemungkinan besar Amelia mengetahui jika Jessie menyukai kak Jery, dan dia sangat ingin kak Jery bisa bersama dengan kakaknya itu." Ucap Xixi.


Leon dan Xixi saling menatap.


"Kenapa kak?" Tanya Xixi.


"Karena.... Jessie sekarang ada di luar negeri, dia sedang di rawat di salah satu rumah sakit jiwa disana."


Leon dan Xixi terkejut mendengar apa yang Jery katakan.


"Jadi.... Dia ingin membawa kakak keluar negeri dan membuat kak Jery hidup bersama dengan kakaknya yang gila itu?"


"Aku tidak tahu pasti, yang aku tahu dari pamanku. Jika Jessie telah di perkosa oleh orang yang menyukainya beberapa tahun yang lalu."


"Karena Jessie menyukai kak Jery, dia tidak menghiraukan laki-laki itu dan akhirnya dia di perkosa oleh laki-laki itu?" Ucap Xixi.


Jery mengangguk "Amelia selalu berfikir jika semua itu terjadi karena aku yang tidak mau menerima cinta kakaknya, tapi sebenarnya aku sungguh tidak pernah tahu kalau Jessie menyukaiku."


Xixi tidak menyangka jika kehidupan seniornya itu sangat sulit. Di tambah sekarang dia harus menghadapi wanita bernama Amelia, yang cukup hebat dalam berkelahi.


"Kak, aku berfikir Amelia datang ke pulau ini menyamar sebagai salah satu pelayan kak Jery." Ucap Xixi.

__ADS_1


"Benarkah? Tapi kenapa aku tidak menyadarinya?"


"Mungkin karena kak Jery sibuk, jadi kak Jery tidak begitu memperhatikan. Aku dan Leon akan menyusuri pantai, aku yakin di suatu tempat dia telah menyiapkan sebuah boat. Karena dia adalah wanita yang cukup pintar."


"Benar, mungkin itu karena setelah kakaknya di kirim keluar negeri, dia belajar banyak hal untuk membalas perbuatan laki-laki yang telah memperkosa Jessie."


Xixi mengangguk "Pantas dia cukup cepat saat berkelahi dengan ku."


"Baiklah, lebih baik aku dan Xixi pergi sekarang, sebelum dia pergi dari pulau ini." Ucap Leon.


"Iya, kalian harus berhati-hati." Ucap Jery.


Leon dan Xixi mengangguk.


"Tolong jaga kak Mimi selama kami pergi kak." Ucap Xixi pada Jery.


"Tentu, aku pasti akan menjaganya dengan baik."


Xixi mengangguk. Dia dan Leon lalu pergi untuk mencari dimana boat yang di simpan oleh Amelia.


Mereka berdua pergi menyusuri pantai dan melihat ke arah semak-semak di sepanjang pantai di pulau itu. Setelah mereka berjalan sejauh lebih dari 1km, mereka menemukan semak-semak yang tidak biasa.


Leon dan Xixi lalu berjalan ke arah semak-semak itu, dan benar dugaan Xixi. Amelia menyembunyikan sebuah boat di pulau itu untuk kabur.


"Kita ambil bahan bakar yang ada di atas boat itu, lalu kita bocorkan tangkinya." Ucap Xixi.


"Dia bisa membakar pulau ini dengan bahan bakar yang keluar dari tangki."


"Lihat disana, itu ada 2 dirgen yang kosong. Kita masukan bahan bakar yang ada di dalam tangki ke dalam botol-botol itu. Lalu kita tutup lubang tangki dengan rumput."


Leon mengangguk mengerti, mereka lalu melakukan semua yang Xixi katakan tadi dengan cepat, sebelum Amelia menyadari jika mereka sedang merusak boat yang dia sembunyikan.


Setelah selesai, Leon dan Xixi pergi setelah dari tempat itu setelah menutupi jejak mereka dengan melemparkan pasir di atasnya jejak kaki mereka.


"Aku heran, bagaimana cara dia membawa boat itu kesini?" Tanya Leon.


"Itu mudah, pertama dia yang menyamar sebagai pelayan ikut datang kesini, damia ikut membersihkan vila ini sambil mengawasi daerah sekitar pulau. Hari berikutnya, dia peegi sendiri kesini dengan orang lain dan menyembunyikan boat itu untuk di pakai membawa kak Jery pergi hari ini."


"Rencana yang sangat sempurna."


"Ya, kau benar. Sayangnya rencana itu di gagalkan oleh kak Mimi yang melihat dia membius kak Jery."


"Itu sebabnya dia menyakiti kak Mimi?"


"Iya."

__ADS_1


Leon menggelengkan kepalanya, dia tidak menyangka seorang wanita mampu berbuat seperti itu pada sesama wanita, hanya karena seorang laki-laki.


__ADS_2