The Geeky Girl

The Geeky Girl
Part 81


__ADS_3

Tap tap tap tap


Pantulan suara sepatu begitu nyaring di telinga Jery yang tengah duduk di sebuah sofa panjang.


Sepatu berwarna hitam dengan hiasan permata di sisi-sisinya berhenti tepat di depan Jery. Wanita itu menatap Jery dengan lekat.


Jery mendongakan kepalanya menatap wajah wanita yang berdiri di depannya saat ini. Dan senyuman manis tersungging dari bibir wanita yang begitu cantik itu.


Tangan Jery terulur seolah ingin menyentuh wajah wanita itu, namun tiba-tiba sofa yang dia duduki semakin menjauh dari wanita yang masih berdiri di depannya dengan tersenyum


"Tidak, jangan pergi! Jangan pergi, aku ingin memelukmu lagi, aku mohon!"


................


"Tidak!" Teriak Jery yang baru saja terbangun dari tidurnya.


Nafas Jery tersenggal, keningnya di penuhi oleh keringat seperti habis berlari jauh.


Jery mengusap wajahnya dan membaringkan kembali tubuhnya di atas ranjang.


"Kenapa, kenapa dia datang lagi dalam mimpiku?" Gumam Jery sambil menatap langit-langit kamarnya.


Sudah sangat lama Jery tidak bermimpi sosok wanita yang dulu pernah menjadi cinta pertamanya itu. Bahkan sudah lebih dari 1 tahun dia tidur dengan nyenyak, setelah 2 tahun lebih dia selalu bermimpi buruk tentang wanita itu.


Jery menyibakan selimut yang menutupi tubuhnya, dia berjalan ke kamar mandi untuk melupakan apa yang sudah dia mimpikan tadi.


Di bawah siraman air, Jery bertumpu pada dinding dengan kedua tangannya. Meskipun dia berusaha melupakan mimpi itu, tapi tetap saja, bayangan wajah wanita dalam mimpi itu bisa dia lihat dengan jelas.


"Sepertinya aku harus menemui dokter Cleo dan bertanya kenapa tiba-tiba aku memimpikan dia lagi setelah 1 tahun terakhir."


Selesai membersihkan diri, Jery memakai handuk kimono lalu keluar dari kamar mandi.


Hari ini dia akan langsung menemui dokter pribadinya, sebelum dia pergi ke perusahaan.


Dengan memakai pakaian kasual, Jery keluar dari rumahnya menuju tempat dokter Cleo berada.


"Semoga saja hari ini dia tidak bertugas pagi di rumah sakit." Ucap Jery sambil melajukan mobilnya.


Mobil Jery terus melaju, hingga akhirnya dia sampai di depan gedung berlantai 5 berwarna krem.


Jery keluar dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam gedung itu.


"Selamat pagi tuan, muda Robert. Apakah anda ingin menemui dokter Cleo?" Tanya petugas informasi.


"Iya, apa dia sudah datang?"


"Sudah tuan, anda langsung saja ke ruangan dokter Cleo."


"Iya, terima kasih."


Jery yang sudah sering datang ke gedung milik dokter pribadinya itu, tentu sudah di kenal oleh semua karyawan disana.


Dengan menggunakan lift, Jery naik ke lantai 4 dimana ruang kerja dokter Cleo berada.


Ting


Lift terbuka, Jery melangkah keluar dan berjalan menuju salah satu ruangan yang berada di ujung koridor.

__ADS_1


Tok tok tok


"Iya."


Terdengar suara dari dalam ruangan, Jery membuka pintu yang ada di depannya.


"Tuan Jery?" Ucap dojter Cleo.


Jery menutup pintu sebelum dia berjalan masuk dan duduk di depan dokter pribadinya itu.


Dokter Cleo menatap Jery dengan heran, itu karena Jery datang ke tempatnya tanpa memberitahunya terlebih dahulu.


"Ada apa, tuan Jery kesini tanpa menghubungi saya lebih dulu?" Ucap dokter Cleo.


"Tadi pagi.... Tiba-tiba aku bermimpi dia lagi." Ucap Jery.


Dokter Cleo yang tadi sedang membereskan kertas yang ada di atas meja kerjanya berhenti, dia lalu menatap Jery dengan serius.


"Kau, apa kau telah melakukan sesuatu belakangan ini?" Tanya dokter Cleo.


Jery menggelengkan kepalanya "Tidak, aku melakukan pekerjaan seperti biasanya."


"Apa kau yakin?"


Jery mengangguk.


"Jadi.... Apa saat ini kau sedang dekat dengan seorang wanita?"


Jery tertegun dengan pertanyaan yang dokter Cleo lontarkan padanya.


Doter Cleo yang melihat reaksi Jery, mengangguk. Dia sudah tahu alasan kenapa Jery bermimpi wanita yang pernah menjadi cinta pertamanya itu.


Jery terdiam, selama bersama dengan Mimi, dia memang belum pernah menceritakan tentang wanita yang menjadi cinta pertamanya itu.


" Aku......"


"Sebaiknya kau katakan pada wanita yang sedang kau dekati itu. Karena walaupun kau sudah bersama dengan wanita lain, hatimu masih akan terikat dengan masa lalumu, sebab kau masih memiliki ketakutan besar, saat wanita yang kau dekati tahu, bagaimana masa lalumu."


Jery menatap dokter Cleo, apa yang di katakan oleh dokter Cleo benar. Hanya saja Jery takut, setelah Mimi tahu bagaimana dirinya, Mimi akan meninggalkannya.


"Lebih baik kau cerirakan semuanya, aku yakin jika kalian berjodoh dia akan menerima itu." Ucap dokter Cleo lagi.


"Aku....."


"Kau harus menghadapi ketakutanmu itu tuan Jery, jika tidak kau tidak akan bisa menjalin hubungan dengam seorang wanita manapun."


Jery diam mendengarkan semua yang di katakan oleh dokter pribadinya.


...----------------...


Di tempat lain, sedang memeriksa kembali berkas-berkas yang akan dia berikan pada sekertaris Ana, untuk di kembalikan pada karyawannya.


Setelah dia menendang dua orang menjijikan dari perusahaannya, kini Xixi semakin sering melihat kamera cctv tersembunyi nya. Dia tidak mau ada hal-hal yang menjijikan di dalam perusahaannya seperti saat itu lagi.


"Baiklah semuanya beres." Ucap Xixi sambil meletakan berkas terakhir yang dia periksa.


Xixi menghubungi sekertaris Ana untuk mengambil semua berkas itu lewat telefon yang ada di atas meja kerjanya.

__ADS_1


Tak lama setelah ketukan pintu terdengar, sekertaris Ana masuk kedalam ruang kerja Xixi untuk mengambil berkas yang ada di atas meja kerja Xixi.


" Sekertaris Ana, atur jadwal rapat dengan semua kepala dewan direksi untuk besok." Ucap Xixi.


"Baik, akan saya atur jadwalnya."


Sekertaris Ana lalu keluar dari ruang kerja Xixi dengan membawa berkas di tangannya.


Xixi memijit pangkal hidungnya seraya menyenderkan tubuh ke belakang.


"Semoga mereka tidak akan mengecewakan ku besok." Gumam Xixi.


Xixi mengambil ponsel lalu melihat salah satu akun sosial medianya, untuk melihat kabar berita terbaru yang bisa dia baca.


"Hahhh, lagi-lagi hanya berita seputar artis dan beberapa skandal mereka yang jadi trending topik." Ucap Xixi sambil meletakan kembali ponselnya di atas meja.


Hari ini pekerjaannya selesai lebih awal, itu karena sebagian pekerjaan Xixi bawa ke apartemen.


tok tok tok


"Iya." Ucap Xixi.


Sekertaris Ana masuk ke dalam ruang kerja Xixi membawa sebuah undangan di tangannya.


"Ada apa?" Tanya Xixi pada sekertaris Ana.


" Direktur, anda mendapat undangan pesta pembukaan cabang perusahaan D. Group." Ucap sekertaris Ana.


" D. Group?"


"Benar direktur, ini undangannya."


Sekertaris Ana memberikan undangan itu pada Xixi.


Xixi membuka dan membaca surat undangan itu.


"Davidson?" Gumam Xixi saat membaca nama di atas undangan itu.


Xixi ingat jika tuan muda keluarga Davidson itu pernah membantu Amie Albert sewaktu dia sedang menghancurkan perusahaan keluarga Albert itu.


"Laki-laki playboy ini." Gumam Xixi.


Xixi melemparkan undangan itu di atas meja "Kau saja yang datang untuk mewakili ku. Aku malas datang ke pesta itu." Ucap Xixi.


"Baik direktur."


"Untuk hadiahnya, kau cari saja yang pantas untuk dia."


"Baik saya mengerti."


"Terima kasih."


"Iya direktur."


Sekertaris Ana lalu kembali keluar dari ruang kerja Xixi.


"Dia dulu berani membantu keluarga Albert, dan sekarang dia mengundangku ke pestanya. Membosankan sekali." Ucap Xixi.

__ADS_1


Xixi yang notabennya adalah wanita pendendam terhadap orang-orang yang telah mengusik dirinya, atau orang-orang yang telah membantu musuhnya, tidak akan pernah sedikitpun mengampuni mereka. Dan tuan muda Davidson termasuk dalam orang-orang itu.


__ADS_2