The Geeky Girl

The Geeky Girl
Eps 46


__ADS_3

Sesuai dengan rencana Xixi, hari ini dia ke kampus untuk meminta cuti belajar selama 6 bulan. Dia harus fokus pada apa yang ingin dia lakukan saat ini, dan tentu dia tidak bisa melakukan pekerjaan kantor sambil mengurusi semua tugas kuliahnya.


Di kampus Xixi bertemu dengan Leon, mereka bertemu seperti biasa seolah tidak ada yang mereka sembunyikan satu sama lain.


Awalnya jika Leon mengatakan pada Xixi tentang pertemuannya dengan tuan Albert hari itu, dan juga alasan dia membatalkan makan siang bersamanya karena harus menemani putri dari keluarga Albert, mungkin Xixi juga akan memberitahu Leon tentang tindakan yang dia ambil saat ini.


"Apa kau sibuk akhir-akhir ini?" Tanya Xixi saat mereka duduk di kantin kampus.


"Iya, aku sangat sibuk. Karena itu kemarin aku tidak bisa menemanimu makan siang."


Xixi hanya mengangguk, dia tidak berniat untuk mengatakan jika dia tahu apa yang Leon lakukan di belakangnya kemarin.


"Aku akan pulang lebih cepat hari ini."


"Kenapa?"


"Tidak ada kelas lagi, dan juga aku harus mengerjakan sesuatu."


"Mengerjakan sesuatu, apa itu?"


"Kau tidak perlu tahu."


"Xixi, aku adalah pacarmu. Kenapa kau masih merahasiakan sesuatu dariku?"


"Apa kau tidak sedang merahasiakan sesuatu dari ku juga Leon?"


Leon tertegun, dia tentu merahasiakan tentang apa yang dia lakukan kemarin dari Xixi. Dan itu tidak bisa dia katakan.


Melihat Leon diam, Xixi hanya tersenyum.


"Jika kau masih mempunyai rahasia yang tidak ingin aku ketahui, maka kau harus bisa mengerti, jika aku juga tidak harus mengatakan semua yang aku lakukan padamu. Aku pulang dulu."


Xixi mengambil tasnya lalu berjalan keluar dari kantin meninggalkan Leon yang termenung sendirian.


Siapa yang menyangka jika wanita yang dulu begitu culun, bisa membuat Leon tidak bisa melakukan apapun hanya dengan sepatah dua patah kata dari bibirnya.


"Maaf Xixi, aku tidak tahu harus bagaimana." Gumam Leon sambil melihat kepergian kekasihnya itu.


Sementara di dalam mobil, Xixi memejamkan matanya sejenak. Dia mengatur semua emosi yang bergejolak pada dirinya, ada sedikit rasa kecewa yang dia rasakan saat Leon enggan untuk mengatakan apa yang telah dia lakukan kemarin di belakangnya.


Xixi menghidupkan mobil setelah dia bisa mengendalikan emosinya, dia lalu membawa mobilnya keluar dari area kampus menuju supermarket.

__ADS_1


Besok dia akan pindah ke kota A, dan tentu dia memerlukan semua kebutuhannya selama tinggal disana.


Xixi adalah orang yang malas untuk keluar setelah berpindah tempat. Dia akan berdiam di dalam apartemennya selama beberapa hari, untuk membereskan barang-barangnya atau hanya sekedar untuk tiduran.


Sampai di supermarket, Xixi membeli semua kebutuhannya. Mulai dari peralatan mandi sampai cemilan yang sering dia makan.


"Semuanya sudah disini, baiklah aku harus segera pulang." Ucap Xixi.


Xixi mendorong troli belanjanya menuju kasir, tapi saat dia mengantri, di harus melihat kekasihnya berdiri di depan supermarket bersama dengan wanita yang kemarin dia lihat waktu di restoran.


"Huuft, kenapa di saat seperti ini?" Gumam Xixi.


Ternyata setelah Xixi keluar dari kampus, Leon juga pergi untuk menjemput putri keluarga Albert itu.


Xixi meletakkan semua barang belanjanya di meja kasir dan mengeluarkan kartu kreditnya, dia tidak mau memikirkan apa yang akan Leon lakukan pada wanita itu.


"Jika cinta masih ada di dalam hati, dia tidak akan pergi walau banyak wanita yang datang menghampiri."


Kutipan kata yang pernah Xixi baca dan selalu Xixi ingat, untuk menguatkan dirinya jika mereka memang di takdirkan bersama, maka mereka pasti akan bersama.


Selesai membayar Xixi keluar dari supermarket, dan itu bertepatan dengan Leon dan wanita bernama Amie yang akan masuk ke dalam supermarket.


Xixi terus berjalan dan memasukan semua belanjaannya ke dalam bagasi mobil, sementara Leon terus melihat Xixi dengan khawatir dari dalam supermarket. Dia juga terus menghubungi Xixi namum di abaikan.


"Leon, kau kenapa?" Tanya Amie yang melihat Leon terus menatap keluar supermarket.


"Tidak apa-apa, kau pergilah untuk membeli apa yang ingin kau beli. Aku akan menunggu mu disana." Ucap Leon.


Leon langsung berjalan meninggalkan Amie, tanpa mendengar ucapan penolakan dari wanita itu.


"Xixi pasti salah paham padaku. Dia jelas-jelas melihat ku, tapi dia tidak mau menyapa. Bahkan dia tidak mau mengangkat telfon dariku." Ucap Leon yang terus menghubungi Xixi.


Sementara itu Xixi yang sedang mengendarai mobilnya, tidak berniat untuk mengangkat telfon dari Leon. Dia terlalu malas untuk berdebat dengan kekasihnya yang tidak mau jujur padanya itu.


Xixi terus melajukan mobilnya menuju rumah, dia harus segera membereskan barang-barangnya, karena dia akan pindah ke kota A untuk mengurus cabang perusahaan yang ada disana besok.


Sampai di rumah, Xixi langsung keluar dari mobil dan mengeluarkan barang-barang yang dia beli tadi.


"Nona muda, kenapa nona tidak memanggil orang untuk membantu nona muda membawa belanjaan nona?" Ucap seorang pelayan sambil mengambil alih semua belanjaan yang ada di tangan Xixi.


"Bawa semuanya ke kamar, dan nanti tolong bantu aku berkemas."

__ADS_1


"Baik nona muda."


Pelayan itu berjalan menuju kamar Xixi, sementara Xixi berjalan ke dapur untuk minum.


"Kau benar-benar akan pindah, sayang?" Ucap nyonya William yang ada di dapur.


"Iya Bu, aku ingin mencoba mengasah kemampuan disana."


"Kalau begitu, kau bawa satu pelayan untuk membantu mu disana. Ibu dengar ayahmu sudah meminta sekertaris Ana untuk mengurus apartemen yang akan kau tempati selama kau disana."


"Iya Bu, aku mengerti."


Selesai minum, Xixi berjalan ke kamarnya untuk membereskan semua barang-barang yang akan dia bawa ke kota A besok.


Di dalam kamar, pelayan yang tadi membantu membawakan barang-barang Xixi sedang mengambil koper besar milik Xixi, dan meletakkan di depan meja rias.


"Kau bantu aku melipat semua pakaian yang akan aku keluarkan dari ruang pakaian." Ucap Xixi.


"Baik, nona muda."


Xixi lalu berjalan masuk ke dalam ruang pakaian, dan tak lama dia membawa beberapa pakaian dari dalam ruangan itu, lalu meletakkannya di atas ranjang yang nantinya akan di lipat oleh pelayannya.


Setelah hampir satu jam Xixi membereskan barang-barang di bantu oleh pelayannya itu, akhirnya dua koper besar yang berisi pakaian, dan barang-barang lainnya selesai dia kemas.


"Kau akan tinggal denganku di negara A, jadi kau juga bereskan barang-barang mu, karena kita akan berangkat besok pagi." Ucap Xixi.


"Baik, nona muda. Kalau begitu saya permisi, saya mau membereskan barang-barang saya." Ucap pelayan itu.


"Iya, terima kasih sudah membantuku merapikan semuanya."


"Itu sudah tugas saya, nona muda."


Pelayan itu lalu keluar dari kamar Xixi untuk membereskan barang-barangnya di kamar pelayan.


Xixi membaringkan tubuhnya di atas ranjang, dan merentangkan kedua tangannya.


"Haahh, lelah sekali. Padahal hanya membereskan dua koper itu, tapi seperti habis berlari 200 meter." Ucap Xixi.


Xixi memejamkan matanya, dia mengingat saat dia dan Leon bertemu di supermarket tadi.


Dengan menarik nafas lalu menghembuskannya perlahan, Xixi mulai menenangkan pikirannya. Dia lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi, berniat untuk membersihkan diri setelah membereskan semua keperluan yang akan dia bawa ke kota A besok.

__ADS_1


__ADS_2