
Semua orang sibuk dengan persiapan pernikahan Leon dan Xixi yang akan di lakukan beberapa hari lagi.
Mulai dari Hotel untuk acara pesta, kartu undangan, pemesanan dan pembuatan dua set baju pengantin yang akan di pakai Xixi dan Leon, tempat untuk pernikahan, dan lain sebagainya.
Tetapi sebagian besar telah mereka lakukan, dan baju pengantin pun sudah di coba oleh Leon dan Xixi.
Saat ini Leon tengah duduk bersama dengan ibunya di dalam kamar, mereka berdua duduk di sofa yang ada di dalam kamar Leon.
"Ma, ada apa Mama tiba-tiba ingin berbicara dengan Leon?" Tanya Leon.
"Tidak ada apa-apa, Mama hanya ingin memberikan ini padamu. Kau bisa memberikannya pada Xixi saat kalian menikah nanti."
Ibu Leon memberikan sebuah kotak kepada Leon.
Leon membuka kotak itu untuk melihat isinya, kedua mata Leon terkejut saat melihat sebuah kalung berlian ada di dalam kotak itu.
"Ini?"
"Itu adalah kalung berlian yang Mama dapatkan di tempat pelelangan, kalung yang di buat oleh desainer terkenal 20 tahun yang lalu, yang hanya mengeluarkan 1 model perhiasan setiap 3 tahun sekali. Dan kalung itu merupakan karynya yang terakhir sebelum dia meninggal 4 tahun ya lalu. Paman pertamamu yang membantu Mama mendapatkan kalung itu dan juga membantu Mama untuk menyimpannya."
"Tapi.. Bukankah semua perhiasan yang Mama punya ada di dalam rumah Papa?"
Ibu Leon tersenyum "Leon, laki-laki itu sudah meninggal beberapa hari yang lalu. Dan sebelum kita tahu jika dia meninggal, Mama dan dia sudah resmi bercerai. Lagi pula rumah itu memang milik kita. Kalau pun dia masih hidup, dia tidak akan bisa memiliki rumah itu. Dan juga, dia tidak pernah tahu dimana Mama menyimpan semua perhiasan yang Mama miliki di dalam rumah itu."
Leon mengangguk mendengar perkataan ibunya.
Ya, tuan Damian telah meninggal di hari dimana dia dan ibu Leon resmi bercerai. Dan mereka baru mengetahuinya tepat 5 menit setelah hakim pengadilan meresmikan perceraian mereka.
Tuan Damian tidak bisa melewati masa kritisnya setelah kecelakaan hari itu, dan akibat kebocoran pada jantungnya yang di sebabkan tulang rusuk yang menusuk bagian jantung sebelah kanan, tuan Damian tidak bisa di selamatkan setelah dia berada di antara hidup dan mati selama hampir 24 jam di dalam ruang ICU salah satu rumah sakit kota.
"Mama ingin Xixi menyimpan kalung ini sebagai hadiah pernikahan kalian berdua. Mama akan sangat bahagia jika kalian bisa hidup bersama dengan rasa cinta yang kalian miliki."
"Terima kasih Ma, Leon akan memberikan kalung ini pada Xixi nanti."
Ibu Leon mengangguk "Iya, kau simpanlah dulu."
"Iya Ma."
"Mama masih tidak menyangka jika beberapa hari lagi kau akan menikah, karena yang Mama ingat, kau masih sering meminta Mama untuk mengusap kepalamu saat kau merasa lelah dengan kuliah mu."
"Mama, waktu berjalan dengan cepat."
"Iya, kau benar."
__ADS_1
Leon menatap ibunya, lalu memeluknya dengan erat.
"Terima kasih Ma, Mama selalu ada dan selalu mendukung Leon." Ucap Leon.
"Kau adalah anak Mama satu-satunya, jika bukan pada kamu, Mama tidak akan bisa memberikan semua yang Mama miliki pada orang lain."
"Iya Ma."
Leon dan ibunya berpelukan, kini mereka sudah benar-benar terbebas dari laki-laki bernama Damian yang selalu membuat mereka kecewa dan terluka. Dan untuk perusahaan yang selama ini Damian pimpin, akan di ambil alih sementara waktu oleh paman tertua Leon. Sampai Leon mempunyai anak, dan mewariskan perusahaan itu pada anaknya.
Karena semua anak dari kakek Leon sudah mempunyai perusahaan mereka sendiri dan sudah menjadi orang yang sukses, jadi mereka tidak akan pernah merebut perusahaan yang di wariskan kepada saudara mereka sendiri. Sebab itu, kakek Leon meminta paman pertama Leon untuk membantu mengurus perusahaan itu, sementara Leon akan memajukan perusahaan yang dia pimpin saat ini.
"Baiklah, Mama masih harus melakukan sesuatu. Hanya tinggal beberapa hari lagi kau akan menikah, Mama ingin melakukan yang terbaik untuk pernikahan putra Mama ini." Ucap ibu Leon.
"Baik Ma, terima kasih."
Ibu Leon mengangguk lalu keluar dari kamar Leon.
Leon menatap kalung berlian yang ada di tangannya "Kau adalah Mama terbaik, terima kasih."
...----------------...
Saat ini di rumah keluarga William pun tidak kalah sibuk, di tambah teman-teman dari nyonya William datang untuk melihat dan memberikan selamat pada Xixi yang sebentar lagi akan menikah.
"Ternyata, yang telah meluluhkan hati putra dari keluarga Damian adalah putri bungsu anda ini. Aku mengira dulu dia akan bersama dengan putri dari keluarga Scott, tapi ternyata keluarga itu cukup kejam." Ucap salah seorang teman nyonya William.
"Iya anda benar, tetapi untungnya putri bungsu anda ini benar-benar di cintai oleh putra tuan Damian itu. Jadi meskipun putri keluarga Scott memaksakan diri, dia tidak berhasil."
Nyonya William mengangguk "Iya."
Xixi yang baru saja keluar dari kamar mendengar suara ribut-ribut di ruang tamu, dia pun lalu turun untuk melihat ada kejadian apa sampai suara mereka terdengar dari lantai atas.
"Xixi, akhirnya kamu turun sayang. Kenalkan ini teman-teman ibu, mereka kesini untuk mengucapkan selamat padamu." Ucap nyonya William saat melihat putrinya turun dari tangga.
"Selamat siang bibi." Ucap Xixi pada semua teman nyonya William yang ada disana.
"Pantaslah anak tuan Damian sangat ingin menikahi anak nyonya William. Dia sangat cantik, dan sopan." Ucap salah seorang teman nyonya William.
"Ingat, dia juga pemimpin perusahaan W. Group di kota A." Ucap yang lain.
Ya, setelah pertunangan Xixi dengan Leon. Tuan William secara resmi dan terang-terangan mengadakan jumpa pers, dan memberitahukan kepada semua orang jika putri kedua dari keluarga William yang selama ini di rahasiakan, merupakan wanita yang memimpin perusahaan W. Group yang ada di kota A, dan telah bekerja sama dengan 6 perusahaan asing di luar negeri.
Itu merupakan prestasi yang sangat luar biasa, karena tidak sampai 1 tahun Xixi memimpin cabang perusahaan keluarga William di kota A, telah menjadikan perusahaannya masuk ke dalam daftar perusahaan yang patut di jejerkan dengan beberapa perusahaan yang sudah berdiri selama bertahun-tahun dunia bisnis.
__ADS_1
Xixi yang mendengar ucapan dari teman-teman ibunya hanya tersenyum.
"Maaf bibi, saya harus melakukan sesuatu." Ucap Xixi.
"Ah iya, iya."
Xixi lalu pergi meninggalkan ruang tamu yang berisi para ibu-ibu disana, dia lebih memilih pergi ke dapur untuk mencari sesuatu yang bisa dia makan, karena saat ini perutnya sudah sangat lapar setelah dia dan Mimi mencoba berbagai gaun mikik Xixi yang di pesan oleh nyonya William satu bulan yang lalu.
"Hahh, mencoba gaun-gaun itu membuatku sangat lapar dan lelah. Dan hanya memakai sebentar saja rasanya sangat tidak nyaman." Ucap Xixi.
Xixi membuka kulkas yang ada di dapur, lalu mengambil kue dan jeruk yang ada di dalam kulkas.
"Nona Xixi." Ucap seorang pelayan di rumahnya.
"Iya, ada apa?"
"Seseorang mengirimkan paket ini. Dia berkata ini untuk anda."
Xixi mengerutkan keningnya, dia lalu menerima sebuah kotak dari pelayannya itu.
"Terima kasih."
Pelayan itu mengangguk lalu pergi meninggalkan Xixi di ruang makan.
"Kotak, dari siapa?" Gumam Xixi.
Xixi berjalan ke ruang makan dan meletakan kotak dan juga kue yang ada di tangannya ke atas meja makan.
Dengan hati-hati Xixi membuka kertas yang menutupi kotak itu, lalu melihat isi kotak yang ada di depannya.
Sebuah tas mewah yang beberapa hari kemarin di luncurkan oleh desainer terkenal dan hanya ada 50 di seluruh dunia.
Xixi juga melihat ada sebuah kertas di dalam kotak itu lalu membacanya.
..."Xixi sayang, aku sangat bahagia mendengar mu akan menikah dengan Leon si laki-laki banyak ulah itu. Tetapi meski dia seperti itu, dia selalu membuktikan setiap perkataan, jika dia akan melindungi dan membuat mu bahagia. Saat ini aku sedang berada di luar negeri dan sudah hampir 1 bulan disini, karena nenek ku memintaku untuk mengunjunginya. Jika aku bisa mendapatkan izin dari nenek untuk pulang, aku pasti akan menghadiri pernikahan mu dan Leon. Sekali lagi selamat sayang. Aku berharap semoga kau dan Leon akan selalu bahagia."...
...By : Lulu....
Xixi bergumam saat membaca surat yang dia temukan di dalam kotak bersama dengan tas mewah itu.
"Dia ini, lihat saja kalau tidak datang ke acara pernikahan ku nanti." Ucap Xixi setelah membaca surat itu.
Xixi memasukan kembali surat yang telah dia baca ke dalam kotak, lalu menutup kotak itu lagi.
__ADS_1
"Sudah lama aku tidak melihatnya, dan saat aku akan menikah pun dia tidak datang. Aku pikir dia sudah melupakan ku dan tidak mau lagi berteman denganku karena kakaknya yang telah membuat kak Mimi terluka, tapi ternyata dia sedang berada di luar negeri untuk mememani neneknya."
Xixi mulai memakan kue yang tadi dia ambil dari kulkas sambil menatap kotak berisi tas yang di berikan oleh Lulu, teman baiknya.