
"Aaaakh, ini adalah hari terbaik. Karena makan malam kali ini sangat nikmat, dan aku makan dengan kenyang." Ucap Xixi sambil melemparkan tubuhnya di atas ranjang.
Matanya menatap langit-langit kamar, dia memikirkan cara untuk membuat wanita bernama Monica itu menjauh dari Jery, agar hubungan Mimi dan Jery bisa berlanjut.
Xixi tahu, selain kakaknya masih belum bisa melupakan Joseph, Mimi juga tidak mau memperbutkan laki-laki dengan wanita lain.
"Haahhh, Monica, Monica. Lebih baik aku cari tahu siapa dia sekarang, sebelum kita berlibur nanti. Agar aku bisa sedikit menekannya."
Xixi bangun dari ranjang lalu berjalan ke arah sofa.
"Baiklah, saatnya bersenang-senang." Ucap Xixi sambil membuka laptopnya.
Dengan lincah jari Xixi bergerak di atas keyboard laptopnya, dia mencari iformasi tentang model baru bernama Monica itu di media sosial.
Setelah mengetahui nama akun salah satu media sosial milik Monica, Xixi mengerutkan keningnya sesaat setelah dia membaca beberapa status di media sosial Monica itu.
"Apa ini? Dia pernah pergi makan malam dengan kak Jery, berdua saja? Dia ini sedang berhayal atau sedang bermimpi?" Ucap Xixi yang masih menatap layar laptopnya.
Xixi lalu kembali mengetik keyboard laptopnya dengan cepat. Dia ingin melakukan sesuatu pada akun media sosial milik model bernama Monica itu.
Setelah selesai, Xixi tersenyum puas melihat hasil yang dia lakukan.
"Setelah ini, kita akan lihat apa yang akan dia lakukan. Berita di media sosialnya akan menjadi trending yang sangat bagus." Ucap Xixi.
Xixi berjalan ke kamar mandi untuk mencuci wajah dan menggosok giginya, seperti apa yang biasa dia lakukan sebelum tidur.
Di kamar lain, Mimi tengah duduk di atas ranjang di dalam kamar tamu apartemen Xixi.
Saat ini, Mimi sedang melihat aneka model pakaian terkini, yang di perlihatkan oleh beberapa desain ternama di media sosial mereka.
"Ternyata aku tetap tidak akan bisa memakai gaun yang di rancang oleh salah satu dari mereka." Gumam Mimi.
Beberapa baju dan desainer yang Mimi lihat adalah desainer yang sudah sangat terkenal di dunia, mereka bahkan hanya menerima dua pesanan saja setiap tahun, dan itu akan menjadi satu-satu gaun yang ada di dunia. Sebab mereka tidak akan membuat pakaian dengan desain yang sama.
Mimi melihat salah satu gaun yang begitu indah dan cantik.
"Gaun ini terlihat sangat mewah namun elegan, tidak norak meski di hiasai beberapa hiasan permata di beberapa bagian." Ucap Mimi yang masih menatap layar tab nya.
Mimi menatap gaun ini, dia sangat ingin memiliki gaun yang indah itu. Namun seperti yang dia duga, harga gaun yang begitu indah sangat fansastis.
Walaupun Mimi bisa membeli gaun itu dengan menggunakan uang yang di berikan oleh ayahnya setiap bulan, namun dia tidak melakukan itu.
__ADS_1
Mimi ingin mendapatkan semua yang dia inginkan menggunakan uang hasil dari kerja kerasnya sendiri. Karena itu akan membuatnya sedikit lebih baik.
"Haahh, sepertinya aku harus bekerja sedikit lebih keras lagi. Agar aku bisa mempunyai salah satu dari gaun-gaun yang indah itu." Mimi membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
Mimi memejamkan matanya sejenak, namun tiba-tiba wajah Jery melintas. Seketika Mimi membuka kedua matanya.
"Kenapa dia muncul dalam pikiranku? Apa yang salah denganku?"
Mimi duduk dia lalu menggelengkan kepalanya beberapa kali.
"Minggu depan aku terpaksa harus ikut liburan dengan tuan Jery di pulau pribadi milik keluarganya. Ini sangat membuatku malas."
Mimi kembali membaringkan tubuhnya "Ini semua karena Xixi yang mengiyakan ajakan tuan Jery agar aku ikut."
Dia tidak pernah menginginkan hubungan yang terlalu dekat dengan salah satu investornya, terlebih jika investor itu mempunyai banyak wanita yang menyukainya. Bahkan sampai berhayal menjadi istrinya.
"Jika mereka tahu, kalau aku agak dekat dengan tuan Jery karena tuan Jery adalah senior Xixi dan Leon, pasti akan banyak orang yang tidak suka padaku. Terutama Monica. Meskipun aku tidak takut dengan mereka, tapi aku sangat malas berurusan dengan para wanita itu."Ucap Mimi sambil memeluk gulingnya.
Mimi terlalu malas berurusan dengan para wanita yang menyukai Jery di tempat dia bekeja, selain dia bukan wanita yang kuat seperti Mimi dalam menghadapi keluarga Gabriel dan Scott, Mimi juga bukan tipikal wanita yang menyukai kekerasan.
Sambil memeluk guling, Mimi membayangkan reaksi para wanita yang menyukai Jery, saat mereka tahu kedekat apa dirinya dengan Jery sekarang. Hingga akhirnya Mimi tertidur.
...----------------...
Leon menggeser icon berwana hijau untuk menjawab panggilan itu.
Leon : Iya Ma.
Nyonya Damian : Leon, bagaimana kabarmu?
Leon : Leon baik, Mama tidak perlu khawatir.
Nyonya Damian : Syukurlah kalau begitu.
Leon : Ada apa Ma? Sudah jam segini, kenapa Mama belum tidur.
Nyonya Damian : Tidak ada apa-apa.
Leon : Ma, katakan saja. Apa sudah terjadi sesuatu dengan perusahaan Papa?"
Nyonya Damian : ........
__ADS_1
Leon : Ma, jika Mama tidak mengatakannya, Leon tidak akan melakukan apapun untuk membantu Papa.
Nyonya Damian : Leon, saat ini perusahaan Papa mu sedang tidak baik-baik saja.
Leon : Katakan lebih detail, Ma."
Nyonya Damian : Setelah perusahaan tuan Albert, yang bekerjasama dengan perusahaan Papa mu mendapatkan serangan dari perusahaan orang lain, perusahaan Papa mu juga ikut terkena imbasnya. Saham Papa mu turun 3 poin dalam waktu kurang dari setengah hari.
Leon : Apa Papa marah dan memukuli Mama?
Nyonya Damian : Tidak, Papa mu tidak melakukan itu.
Leon :...... Leon mengerti. Ma?"
Nyonya Damian : Iya.
Leon : Jika Leon berkata, Leon akan membawa Mama pergi dari rumah itu, apa Mama mau?
Nyonya Damian : Itu sangat sulit, kau tahu bagaimana Papa mu.
Leon : (Mengangguk) Leon tahu, karena itu Leon tidak akan melakukan apapun untuk membantu Papa.
Nyonya Damian : Leon, kau tidak boleh seperti itu. Bagaimana pun dia adalah Papa mu.
Leon : Papa yang hanya mementingkan dirinya sendiri? Papa yang tidak pernah peduli apa yang selama ini kita rasakan? Bahkan dia mendorong Leon pada keluarga Albert itu, untuk kepentingan bisnisnya.
Nyonya Damian : Mama tahu, kau sangat sulit menjalani semua itu, tapi Leon......
Leon : Ma, suatu saat Leon pasti akan membawa Mama pergi, tepat setelah Papa kehilangan perusahaannya. Agar Papa tahu bagaimana rasanya menjadi Leon dan Mama.
Nyonya Damian : Leon.
Leon : Sudah larut, Mama istirahatlah. Leon akan menghubungi Mama nanti. Selamat malam Ma.
Nyonya Damian : Iya, selamat malam.
Leon meletakan ponselnya di atas nakas, dia membaringkan tubuhnya lalu memejamkan matanya sejenak.
"Kenapa aku harus mempunyai seorang ayah yang hanya peduli pada dirinya sendiri?"
Leon menghembuskan nafasnya dengan kasar, dia lalu berdiri dan membuka bajunya serta celana jinsnya.
__ADS_1
"Aku sudah berkata pada Xixi, agar menghancurkan perusahaan Papa juga ketika dia menghancurkan perusahaan keluarga Albert itu. Jadi aku hanya tinggal berusaha lebih keras lagi supaya aku bisa hidup dengan Mama nanti."
Bukan hanya tubuhnya, namun pikiran Leon sudah sangat lelah, dia sungguh ingin segera melewati ini semua.