The Geeky Girl

The Geeky Girl
Part 57


__ADS_3

Dua hari kemudian, pesta ulang tahun putra pemilik perusahaan R. Group di adakan di sebuah hotel berbintang yang cukup mewah.


Mimi sudah siap dengan memakai baju berwarna biru dengan motif bunga, dia terlihat sedikit santai dengan mini dress itu.



Sambil menunggu Xixi yang masih di dalam kamarnya, Mimi memainkan ponselnya.


"Ayo kita berangkat." Ucap Xixi yang sudah berada di depan Mimi.


"Kau cukup cantik dengan warna itu."


"Aku selalu cantik memakai apapun."


"Ya baiklah, ayo."


Xixi dan Mimi keluar dari apartemen, dan tepat saat mereka menutup pintu, Leon keluar dengan setelan jas berwarna hitam dan kemeja putihnya.



Mimi menganggukan kepalanya "Kau ternyata lebih terlihat tampan saat memakai jas, Leon."


"Terima kasih kak Mimi, kakak juga terlihat cantik."


"Apa hanya aku saja?"


"Iya, karena Xixi lebih tercantik."


Mimi mendengus kesal mendengar itu.


"Sudahlah, ayo berangkat." Ucap Mimi sambil melenggang meninggalkan dua sejoli itu.


Melihat Mimi yang seperti itu, Leon dan Xixi hanya bisa tertawa kecil.


"Kau sangat cantik memakai baju warna ini." Ucap Leon.


"Terima kasih."


Leon menggandeng tangan Xixi, mereka berjalan bersama menuju lift dimana Mimi sudah berada di dalamnya.



Mereka bertiga menaiki lift untuk turun ke lantai bawah gedung apartemen.


"Kak Mimi, apa kak Junnie tidak ikut?" Tanya Xixi.


"Kak Junnie sudah berada di bawah, dan menunggu kita."


"Oh begitu."


"Kalian akan berangkat bersama dengan ku dan kak Junnie, atau memakai mobil sendiri?"


"Kami akan memakai mobil sendiri, nanti kami akan berada di belakang mobil yang kak Mimi naiki." Ucap Leon.


"Baiklah kalau begitu."


ting


Lift terbuka, mereka keluar dari dalam lift. Mimi berjalan menuju mobilnya yang terparkir di sebelah kiri, sementara Leon dan Xixi berjalan berlawanan dengan Mimi.


Leon membukakan pintu mobil untuk Xixi "Ayo naik."


"Terima kasih."


Xixi masuk ke dalam mobil, setelah Xixi duduk dengan baik Leon menutup kembali pintu mobilnya, dan dia masuk ke dalam mobil lewat pintu sisi lainnya.


Leon menghidupkan mobilnya, lalu melajukannya keluar dari tempat parkir tepat setelah mobil Mimi melewati mobil mereka.


Kedua mobil mewah itu melaju memuju hotel dimana pesta ulang tahun putra dari pemilik perusahaan R. Group di lakukan.


"Kau tahu, aku berharap kak Mimi bertemu dengan laki-laki yang baik di pesta itu." Ucap Xixi.


"Bicara tentang laki-laki baik, bukankah senior kita itu juga baik?"


"Maksud mu kak Jery?"


"Iya, dia baik dan masih sendiri juga."

__ADS_1


"Hah, lupakan saja. Kak Mimi orang yang sibuk, begitu juga dengan dia. Kak Joseph yang seperti itu saja tidak tertarik dengan kak Mimi."


"Kita kan belum tahu, sayang. Lagian waktu itu kita juga tidak tahu kalau Joseph ternyata sedang mengincar wanita lain."


"Biarkan sajalah, aku hanya berharap yang terbaik untuk kak Mimi."


Leon mengangguk "Iya."


15 menit kemudian mobil berhenti tepat di depan gedung hotel berlantai 15, hotel itu terlihat cukup mewah dari luar.


"Pemilik R. Group memang tidak di ragukan lagi." Ucap Leon.


"Ayo keluar."


Leon mengangguk.


Xixi dan Leon keluar dari mobil, Leon memberikan kunci mobilnya pada juru parkir hotel itu.


"Ayo sayang." Leon mengulurkan lengannya.


Xixi sempat tertawa melihat Leon, namum dia tetap melingkarkan tangannya pada lengan Leon.


Di depan mereka berjalan Mimi dan kak Junnie.


Setelah mereka masuk ke dalam hotel itu, mereka berjalan menuju lift. Kak Junnie menekan tombol lantai 5, dimana pesta akan di lakukan di salah satu ruangan disana.


ting


Mereka berempat keluar dari lift, dan berjalan ke ruangan tempat pesta itu di adakan.


"Kak, kalau aku tidak merasa nyaman disana. Aku akan kembali ke apartemen lebih dulu." Ucap Xixi setengah berbisik pada Mimi.


"Iya, aku mengerti."


Pintu ruangan pesta terbuka, Xixi melihat sudah banyak tamu undangan yang datang disana. Semuanya adalah teman-teman pemilik pesta, namun tidak ada satupun orang tua yang datang di pesta itu. Karena pesta itu memang di adakan untuk teman-teman putra pemilik R. Group saja (Jery).


"Kak Jery!" Seru Leon sambil melambaikan tangannya.


Seorang laki-laki yang namanya di panggil segera menghampiri Leon.


"Mana mungkin aku tidak datang."


"Selamat ulang tahun kak Jery." Ucap Xixi.


"Terima kasih Xixi, senang kau juga ikut datang. Dan.... nona Michael? Senang sekali anda mau datang ke acara ulang tahun saya."


"Selamat ulang tahun tuan...."


"Panggil saja Jery, kita tidak sedang di kantor atau sedang membahas kerjasama."


"Baiklah kalau begitu."


Leon dan Mimi menatap kedua orang yang usianya hampir sama itu.


"Lihat, bukankah mereka sangat serasi?" Bisik Leon pada Xixi.


"Iya, tapi kita tidak tahu. Kak Mimi baru saja patah hati karena kak Joseph." Bisik Xixi.


Xixi dan Leon melihat keakraban Mimi dan Jery, yang memang sudah saling mengenal karena Jery adalah salah satu investor Mimi di perusahaan.



Jery Robert (27 tahun).


Penerus keluarga Rorbert.


Senior sekaligus rekan bisnis Xixi.


Salah satu investor Mimi.


"Baiklah, kalian nikmati pestanya." Ucap Jery pada Xixi dan Leon.


"Iya kak." Ucap Leon.


"Nona Michael, semoga anda bisa menikmati pesta ini." Ucap Jery pada Mimi.


"Terima kasih."

__ADS_1


Jery mengangguk seraya tersenyum, dia lalu pergi untuk menyapa tamu yang lainnya.


Di sudut yang lain, Amie Albert yang datang ke pesta itu dengan tuan muda Davidson merasa sangat kesal melihat Xixi berdiri bersama dengan Leon, mereka bahkan terlihat begitu dekat.


Dia tidak bisa mendapatkan laki-laki yang dia sukai, tetapi harus tidur dan melakukan hubungan itu beberapa kali, bahkan sebelum datang ke pesta itu dia masih harus m*muaskan tuan muda Davidson. Untuk membuat tuan muda Davidson mau bekerjasama dengan perusahaannya.


"Cicilia, kau yang membuat Leon menolakku. Kau juga yang sudah membuat ku malu di depan umum, aku akan membuat mu menyesal."


Pesta begitu meriah, Mimi sempat berbicara dengan beberapa tamu undangan lainnya. Namum tak di duga, dia melihat Joseph tengah memeluk pinggang seorang wanita, dan seketika mood Mimi berubah.


Mimi berjalan ke arah balkon, dia berdiri disana sendirian.


"Kenapa aku harus bertemu dengannya?" Gumam Mimi.


Mimi yang belum bisa menghilangkan perasaannya kepada Joseph merasa tidak baik-baik saja, saat ini dia ingin pergi meninggalkan pesta itu.


"Nona Michael."


Mimi terkejut saat seseorang menyentuh bahunya.


"Tu... Jery?"


Jery tersenyum "Kau... tidak menyukai pestanya?"


Mimi menggelengkan kepalanya "Tidak, bukan begitu. Aku hanya tidak terbiasa dengan pesta seperti ini."


"Hmmm, benar juga. Aku selalu melihat mu pergi lebih awal jika datang ke sebuah pesta."


"Ternyata anda melihat itu." Mimi tersenyum canggung pada Jery.


Lagi, saat Mimi berbicara dengan Jery, matanya tak sengaja melihat Joseph dan wanita itu tengah tertawa bersama.


Jery yang melihat Mimi tidak fokus padanya, melihat kemana arah pandangan Mimi, dan dia melihat laki-laki yang sedang di lihat oleh Mimi.


"Kau... menyukai tuan muda Smith?"


Mimi menoleh "Apa?"


Jery tersenyum dan menggelengkan kepalanya "Tidak, tidak apa-apa. Ayo kesana, aku akan memotong kuenya."


"Kau yang berulang tahun, jadi kau yang harus kesana."


"Kau... tidak mau ikut melihatnya?"


"Aku akan melihatnya dari sini."


Jery hanya mengangguk, dia tidak bisa memaksakan apa yang dia inginkan.


"Baiklah, tolong tunggu disini." Ucap Jery sebelum dia pergi.


Mimi memiringkan kepalanya, dia tidak mengerti kenapa Jery memintanya untuk menunggunya disana.


Suara nyanyian terdengar dari kerumunan orang-orang di tengah ruangan, Mimi melihat keramian itu dan ikut bertepuk tangan dari balkon.


Setelah nyanyian selesai, tepuk tanganpun semakin meriah. Terlihat Jery tengah meniup dan memotong kue ulang tahunnya.


"Wah, kue pertama yang special untuk siapa ini?" Tanya salah satu teman Jery.


"Ini pasti untuk Monica." Ucap yang lainnya.


Wanita bernama Monica sudah merasa malu sendiri karena ucapan temannya.


Saat sebagian orang menantikan Jery memberikan potongan pertama itu pada Monica, Jery justru berjalan keluar dari kerumunan, dan membuat semuanya bingung. Karena ternyata kue itu bukan untuk Monica, wanita yang di gosipkan dengan Jery.


Jery berjalan menghampiri Mimi yang masih berdiri di balkon, semua mata melihat kemana Jery pergi.


"Potongan kue pertama ini.... untuk mu." Ucap Jery seraya memberikan piring kecil berisi sepotong kue pada Mimi.


Mimi terlihat bingung, dia lalu menatap Xixi yang berdiri tidak jauh di belakang Jery.


Xixi mengangguk sambil tersenyum pada Mimi.


"Te.... terima kasih. Selamat ulang tahun." Ucap Mimi, dia menerima piring dengan kue itu dari Jery.


Jery tersenyum karena Mimi mau menerima potongan kue ulang tahun pertama darinya itu.


(Para readers tau dong, arti dari potongan pertama kue ulang tahun di berikan kepada siapa🤭)

__ADS_1


__ADS_2