
Di perusahaan Xixi membaca berita tentang Monica itu, tersenyum dengan sangat puas.
"Wanita itu pantas mendapatkannya, beraninya dia membohongi banyak orang dan tidak memikirkan perasaan orang lain." Ucap Xixi yang masih menatap layar komputernya.
Saat ini Xixi yakin jika model yang bernama Monica itu tengah merasa kesal, atas apa yang sudah dia lakukan pada salah satu akun media sosialnya, tetapi itulah yang Xixi inginkan.
"Orang baik pasti akan bersama dengan orang baik, tetapi kau Monica, Kau terlalu licik untuk orang baik seperti kak Jerry, dan tentu saja kau tidak pantas untuknya." Ucap Xixi lagi.
Xixi terus melihat layar komputernya, dia merasa ingin melanjutkan melakukan banyak hal dengan menggunakan salah satu akun media sosial milik Monica.
Jari-jari Xixi mengetik keyboard komputernya dengan begitu lincah, dia ingin kembali membuat akun media sosial milik Monica menjadi bahan perbincangan.
"Ini hanya sedikit sentuhan untukmu. Kau hanyalah model baru tetapi sudah berani melakukan hal yang begitu jauh." Ucap Xixi setelah selesai masuk ke dalam akun media sosial milik Monica lagi.
tok tok tok
Sekretaris Ana Ana masuk ke dalam ruang kerja Xixi setelah mengetuk pintu ruang kerja itu.
"Direktur, ini adalah beberapa berkas yang perlu anda tanda tangani." Ucap sekretaris Ana seraya memberikan dua buah map, berisi berkas-berkas yang harus Xixi tanda tangani.
"Letakkan saja di atas meja, aku akan memeriksanya nanti, dan terima kasih."
Sekretaris Ana mengangguk, dia lalu meletakkan dua map yang dia bawa di atas meja kerja Xixi.
"Kalau begitu saya permisi direktur." Ucap sekretaris Ana.
"Iya." Ucap Xixi.
Setelah sekretaris Ana keluar dari ruang kerja Xixi, Xixi kembali mengetik keyboard komputernya.
Beberapa menit kemudian Xixi kembali membaca apa yang telah dia ketik, dan tersenyum setelah selesai membaca semuanya.
"Setelah ini aku harap dia tidak akan lagi membuat cerita palsu tentang hubungan dia dengan kak Jery." Ucap Xixi.
Xixi sangat pandai dalam hal komputer, karena itu meskipun akun milik Monica telah berganti password, Xixi tetap bisa masuk ke dalam akun media sosial itu dengan sangat mudah.
Selesai membuat status di akun media sosial Monica lagi, Xixi berdiri, dia berjalan ke arah jendela besar ruang kerjanya, lalu menatap hamparan lautan luas yang berada tepat di depan matanya saat ini.
"Mau sebanyak apa aku melihat, tetap saja lautan itu membuatku tenang."
Saat ini Xixi berharap Monica bisa menjauh dari Jery, sehingga seniornya itu bisa terus mendekati Mimi dan membuka hati Mimi untuknya, agar Mimi melupakan Josep.
__ADS_1
Meskipun awalnya Xixi ingin yang bersama dengan Mimi adalah Joseph yang tidak lain kakak dari teman dekatnya sendiri, tetapi dia juga tidak mau melihat kakaknya terluka, karena menjalin hubungan dengan laki-laki yang tidak pernah menyukainya.
"Maafkan aku Lulu, aku tidak bisa melihat kakakku terluka." Gumam Xixi.
Xixi masih menatap keluar jendela ruang kerjanya. Sebenarnya dia ingin hubungan antara dirinya dan Lulu semakin dekat lewat Mimi dan Josep, tetapi Xixi sadar itu tidak akan bisa karena perasaan seseorang tidak akan pernah bisa dipaksakan.
Xixi berbalik, ia berjalan dan kembali duduk di kursi kerjanya untuk melihat berkas-berkas yang sekertaris Ana berikan padanya tadi.
10 menit kemudian, Xixi menutup map kedua yang berisi berkas-berkas, setelah dia tanda tangani.
"Akhirnya semuanya selesai." Ucap Xixi seraya merenggangkan tubuhnya.
Xixi berjalan keluar dari ruang kerjanya.
"Aku akan keluar untuk makan siang." Ucap Xixi saat melewati meja kerja sekretaris Ana, sambil memberikan dua map tadi.
"Baik direktur." Ucap sekretaris Ana.
Xixi terus berjalan dan berdiri di depan lift yang akan membawanya ke lantai bawah.
Suasana hati Xixi sedang baik saat ini, karena itu dia ingin merayakannya dengan makan siang yang dia inginkan.
.Saat ini Leon pasti masih mengawasi para pekerja bangunan itu." Ucap Xixi seraya masuk ke dalam mobilnya.
Jalanan begitu lengang, selain di kota A masih belum banyak yang belum memakai mobil, juga saat ini belum waktunya makan siang. Karena itu semua orang masih sibuk di dalam perusahaan mereka masing-masing.
Mobil terus melaju hingga akhirnya sampai di depan sebuah restoran yang tidak begitu besar. Xixi memarkirkan mobilnya tepat di depan restoran itu.
Xixi turun dari mobil kemudian dia berjalan masuk ke dalam restoran.
Di dalam restoran sisi memilih tempat duduk yang berada di dekat jendela. Dan tidak lama salah seorang pelayan restoran datang membawa buku menu untuk Xixi.
Setelah Xixi memesan beberapa makanan dan minuman, pelayan itu berbalik dan pergi meninggalkan meja Sisi.
Sambil menunggu pesanannya datang, Xixi membuka ponselnya dan dia mendapati akun media sosial Monica kembali ramai, setelah beberapa saat yang lalu dia membuat status dengan akun media sosial itu.
"Monica sibuk-sibuklah dulu kau dengan urusan di akun media sosialmu."
Pelayan restoran datang membawa pesanan Xixi. Xixi melihat makanan yang dia pesan dengan mata berbinar.
Setelah pelayan restoran itu pergi Xixi mulai menikmati makanan pesananya yang ada di atas meja.
__ADS_1
"Ini selalu terasa sangat nikmat, entah itu dimakan saat masih hangat maupun sudah dingin." Ucap Xixi setelah memakan satu suapan salah satu makanan yang dia pesan.
Xixi kembali menikmati makan siangnya dengan tenang.
...----------------...
Di tempat pembangunan Villa, Leon pun membaca berita mengenai Monica.
"Ini pasti pekerjaan Xixi, cuma dia yang akan melakukan hal ini. Dasar anak itu." Gumam Leon.
Saat ini Leon tengah mengawasi para pekerja untuk membuat vila milik Xixi bersama dengan kepala proyek.
"Maaf tuan Leon, bagaimana dengan membuat ini?" Ucap salah satu pekerja kepada Leon, seraya memperlihatkan sebuah desain bangunan.
"Kita akan menggunakan beberapa batu besar untuk membuatnya, ini akan terlihat lebih kokoh."
"Baik kami mengerti, kami akan melakukannya. Terima kasih tuan Leon."
Leon mengangguk, pekerja itu kembali masuk ke dalam vila yang baru setengah jadi itu.
"Aku tidak menyangka pembuatan vila akan secepat ini, para pekerja ini sungguh sangat profesional dan handal. Xixi memang baik dalam mencari orang-orang ini." Ucap Leon pada dirinya sendiri.
Ya vila itu baru dibangun beberapa hari yang lalu, tetapi sudah mencapai lebih dari 50% bangunan yang telah selesai dibuat, dan itu tentu saja membuat Leon kagum pada pekerja bangunan yang dipekerjakan oleh Xixi.
Bagaimanapun membangun vila itu tidaklah mudah, tetapi entah dengan teknik apa mereka membuatnya seperti sedang membuat istana pasir di pantai.
"Aku harap vila ini akan selesai sebelum musim panas datang, agar para pengunjung pantai dapat menyewa vila-vila ini nantinya." Ucap Leon sambil melihat bangunan vila yang baru setengah jadi di depannya itu.
Leon berjalan ke arah sebuah bangunan kayu dimana biasanya para pekerja bangunan beristirahat.
Di dalam bangunan kayu itu Leon membuka laptopnya, dia melihat beberapa desain vila milik Xixi yang lainnya.
"Di sini sudah hampir selesai, sudah saatnya aku membeli beberapa bahan bangunan lagi untuk membuat vila berikutnya."
Leon melihat desain vila yang lain untuk memperkirakan berapa banyak bahan bangunan yang dia butuhkan, karena ukuran masing-masing vila berbeda, dan begitu juga dengan desainnya. Jadi bahan bangunan yang di butuhkan pun berbeda juga.
"Aku akan membicarakannya lagi dengan Xixi setelah pulang dari sini." Gumam Leon.
Setelah melihat beberapa desain vila milik Xixi yang lainnya, Leon mematikan laptop dan menutupnya kembali.
"Sudah lama aku tidak melakukan hal ini, ternyata cukup melelahkan juga. Tapi aku senang karena ini semua untuk Xixi." Leon merenggangkan tubuhnya.
__ADS_1
Leon keluar dari bangunan kayu untuk menemui kepala proyek, dia ingin membahas tentang pembangunan vila yang lainnya supaya semua vila bisa selesai dibangun sebelum musim panas datang.