The Geeky Girl

The Geeky Girl
Part 91


__ADS_3

Sesuai dengan rencana hari ini Xixi mengantar Mimi ke vila barunya, karena selama 3 sampai 4 hari Mimi akan berlibur di sana sambil menunggu semua urusan Jery selesai di kota A.


Di belakang mobil Xixi, Jery dan Leon mengikuti ke mana mobil yang dinaiki oleh Xixi dan Mimi melaju.


Sampai di depan sebuah vila, kedua mobil yang membawa 4 orang itu berhenti dan mereka semua turun dari mobil.


"Apakah ini vila Xixi yang baru?" Tanya Jery seraya menatap sebuah bangunan yang cukup bagus dan elegan.


"benar, ini vila Xixi. Cukup bagus bukan?" ucap Mimi.


"Iya, Kau benar. Sepertinya kau akan betah tinggal di vila ini, tapi apakah tidak apa-apa kau tinggal sendirian di sini?"


"Siapa bilang aku akan tinggal sendirian di sini? tentu saja Xixi juga akan ikut tinggal di sini untuk menemaniku."


"Kenapa aku juga harus tinggal di sini, jika aku tinggal di sini bagaimana dengan apartemenku?" Ucap Xixi.


"Ayolah, hanya 3 sampai 4 hari. setelah itu kau bisa kembali ke apartemenmu, aku tidak mungkin tinggal di sini sendirian sangat menakutkan bagiku."


Xixii memutar kedua bola matanya "Jika saja aku tahu, aku pasti tidak akan membolehkannya untuk tinggal di sini."


Jeempat orang itu lalu masuk ke dalam vila, Jerry yang baru pertama kali datang ke vila itu mencoba untuk melihat-lihat ke dalam vila, dan juga beberapa tempat yang ada di dalam vila itu.


"Ini cukup bagus, udara juga cukup sejuk di sini. Apakah yang mendesain vila ini kau sendiri, Xixi?" Ucap Jery.


"Iya aku mendesainnya sendiri, tetapi Leon juga ikut membantu mengoreksi desain yang aku buat." Ucap Xixi


"Sepertinya kalian akan menjadi sepasang suami istri yang harmonis, karena mempunyai sudut pandang yang sama dan mempunyai hobi yang sama juga."


"Benarkan? Kalian itu memang pasangan yang unik tetapi saling melengkapi." Ucap Mimi.


"Berhenti mengatakan itu, lebih baik kita melihat ke tempat yang lainnya." Ucap Xixi mengalihkan pembicaraan.


Jery menepuk bahu Leon yang berada di sampingnya "Kau sepertinya harus berusaha lebih keras lagi, untuk meruntuhkan dinding besar yang ada di dalam hatinya." Ucap Jery pada Leon.


"Kau benar kak, Xixi berbeda dengan wanita kebanyakan yang tanpa usaha apapun, mereka akan menempel padaku. tetapi Xixi berbeda, justru aku yang harus bekerja keras untuk menempel padanya, agar dia percaya jika aku benar-benar ingin bersama dengannya."


"Teruslah berjuang aku dan Mimi selalu mendukungmu."


"Terima kasih kak Jery."


Jery mengangguk, dia lalu menyusul Xixi dan Mimi yang pergi ke ruangan lainnya.


"Jery, bagaimana kalau malam ini kita mengadakan barbeque di sini? Pasti akan sangat menyenangkan di tambah udaranya juga sejuk." ucap Mimi.

__ADS_1


Jery mengangguk "Boleh juga, kalau begitu kita harus membeli beberapa bahan untuk barbeque malam ini." Ucap Jery menyetujui.


"Baiklah, sudah diputuskan kita akan barbeque di sini."


"Tapi sebelum kita membeli bahan-bahan, lebih baik kita ke apartemen dulu untuk menyiapkan pakaian yang akan kita bawa ke sini." Ucap Xixi.


"Baiklah, kita akan melakukan itu. sepertinya malam ini akan sangat sibuk dan menyenangkan."


"Selama kau disini, kau harus berhati- hati." Ucap Jery seraya mengusap kepala Mimi.


"Aku tahu." Ucap Mimi.


Leon dan Xixi bahagia melihat kedua pasangan di sampingnya menjadi semakin harmonis.


Leon memeluk Xixi dari samping "Xixi, tunggu sebentar lagi. aku pasti akan membuktikan padamu, jika aku benar-benar sangat ingin memilikimu."


"Baiklah, lebih baik kita pergi sekarang. Karena jarak antara pasar dari vila ini cukup jauh." Ucap Xixi.


"Pasar?" Tanya Leon dan Jery bersamaan.


"Benar, kita akan membeli daging, ikan dan sayur di pasar. Semua bahan-bahan disana lebih segar dari yang kita dapatkan di supermarket."


"Xixi benar. Ayo kita berangkat sekarang." Ucap Mimi.


...----------------...


Di rumah keluarga William, tuan dan nyonya William melihat berita yang terjadi pada perusahaan milik keluarga Davidson, yang tiba-tiba mengalami penurunan harga saham yang cukup tajam.


Kedua orang tua Xixi ini tidak mengetahui, jika yang telah membuat perusahaan itu hampir hancur adalah putri bungsu mereka.


"Perusahaan milik mereka cukup besar, dan termasuk perusahaan yang bisa mempengaruhi dunia bisnis. Tapi bagaimana bisa menjadi seperti itu?" Ucap tuan William.


"Mungkin anak tuan Davidson telah menyinggung orang besar lainnya, bukankah beberapa hari yang lalu beredar foto-foto dan video dewasa milik anak tuan Davidson itu?" Ucap nyonya William.


"Benarkah, aku tidak tahu mengenai itu."


"Anak muda zaman sekarang, ada saja yang mereka lakukan."


"Ya benar, semoga Xixi dan Mimi tidak seperti mereka."


"Ayah tenang saja, mereka adalah anak-anak yang baik dan pintar. Mereka pasti tidak akan melakukan hal-hal yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarga."


"Hmmm iya."

__ADS_1


"Ini, makanlah dan berhenti memikirkan hal yang tidak akan terjadi."


Nyonya William memberikan jeruk yang telah dia kupas pada tuan William.


"Aku percaya dengan mereka, karena jika mereka akan melakukan hal itu, pasti sudah sejak dulu. Di tambah lagi anak dari Damian dan juga Robert itu, bukanlah laki-laki sembarangan." Ucap tuan William.


"Anak dari keluarga Robert? Maksud ayah, sekarang Mimi sedang menjalin hubungan dengan penerus keluarga Robert?"


Tuan William mengangguk "Iya, aku baru tahu saat Mimi di antar ke rumah, ketika tangannya terluka beberapa minggu yang lalu."


"Tapi.... aku tidak mengetahuinya."


"Kau terlalu mencemaskan Mimi, jadi tidak memperhatikan ada laki-laki lain yang mengantar Mimi selain Leon."


Nyonya William mengangguk.


"Tapi, keluarga Robert juga bukan keluarga yang mudah di singgung oleh orang lain, benarkan?" Tanya nyonya William.


"Iya, dia sama seperti keluarga Davidson. Hanya saja keluarga Robert lebih tertutup, karena mereka tidak mau kehidupan mereka terekspos lebih luas."


"Bukankah mereka sama seperti ayah, yang menutup keluarga dari dunia luar?"


"Tetapi aku tidak membatasi kedua anak kita, aku membebaskan mereka ingin melakukan apa."


"Itu karena keluarga Robert hanya memiliki satu anak, dan dia yang akan menjadi penerus keluarga itu. Jadi mereka melakukan hal itu demi melindungi putranya kelak."


"Ya mungkin saja."


Tuan William mulai memakan jeruk yang telah di kupas oleh istrinya.


"Aku hanya berharap, jika memang mereka bersama, tidak akan ada kejadian yang Mimi alami beberapa minggu yang lalu." Ucap nyonya William.


"Menjalin hubungan dengan keluarga yang terkemuka dan menjadi pengaruh bagi dunia bisnis, pasti akan sering terjadi hal seperti itu. Bukankah kita sering melihat bagaimana Xixi mendapatkan luka?"


"Ayah benar, tetapi Mimi adalah seorang model dan dia tidak bisa berkelahi seperti Xixi, untuk melindungi dirinya."


"Kau tenang saja, anak dari Robert itu pasti tidak akan membuat Mimi terluka, dia pasti akan melindungi Mimi seperti Leon melindungi Xixi."


"Hahh, kedua anak ini. Kenapa mereka harus menjalin hubungan dengan anak-anak dari keluarga yang sangat di incar oleh keluarga lain."


"Kau tidak boleh mengeluh, kedua putri kita adalah wanita yang cantik, dan pintar. Tentu saja banyak yang suka."


Nyonya William hanya diam, dia berharap semua kejadian yang Xixi dan Mimi pernah lewati tidak akan terulang lagi. Karena dia benar-benar sangat khawatir dengan kedua putrinya.

__ADS_1


__ADS_2