The Geeky Girl

The Geeky Girl
Part 67


__ADS_3

Setelah sampai di pulau pribadi milik keluarga Robert, semua orang di buat takjub akan kemewahan vila yang ada di pulau itu.



...Vila Mewah di Pulau Pribadi Keluarga Robert...


Semua terpana akan keindahan vila yang akan mereka tempati beberapa hari ke depan. Di sana terdapat kolam renang, dengan area taman yang cukup luas.


"Ini benar-benar mewah." Ucap salah seorang model.


"Benar, aku bahkan tidak bisa mempunyai pulau yang kecil, tetapi direktur ini memiliki pulau yang luas dengan vila yang sangat besar." Ucap yang lainnya.


Kapal pesiar menepi, dan berhenti tepat di dermaga kayu yang berjarak lebih dari 10 meter dari pantai.


Setelah berhenti dengan baik, dan jangkar telah turun. Semua orang satu persatu keluar dari kapal dan berjalan menuju vila yang ada di depan mereka dengan bahagia dan rasa kagum.


"Ayo kak, kita juga harus kesana." Ucap Xixi pada kakaknya.


"Iya."


Xixi dan Mimi berjalan bersama menuju vila yang ada di pulau itu, pemandangan disana begitu indah. Terlebih itu adalah pulau pribadi, jadi hanya ada mereka saja yang ada di pulau itu.


"Lihatlah, disana ada perahu kecil." Ucap Xixi sambil menunjuk dua perahu yang ada di pesisir pantai pulau.


"Kalian bisa memakainya, dan berkeliling dengan perahu itu." Ucap Jery yang berjalan di belakang mereka.


"Benarkah boleh kak?" Tanya Xixi.


"Iya, tetapi hanya dalam batas tali yang terpasang itu."


Xixi melihat ada pembatas yang melentang di pantai, yang menandakan mereka tidak boleh berenang atau naik perahu melewati batas tali itu.


"Baik kak, aku akan mengingatnya."


Mereka akhirnya sampai di depan vila milik Jery.


"Ini vila yang sangat besar." Ucap Mimi pelan.


"Aku mendesain sendiri vila ini." Ucap Jery.


Mimi menoleh dan menatap Jery yang tengah menatapnya.


"Ternyata tuan Jery bisa membuat desain vila yang begitu besar dan indah seperti ini." Mimi mencoba mengalihkan pandangannya.


"Terima kasih. Ayo kita masuk ke dalam."


Xixi, Mimi dan yang lainnya masuk ke dalam vila yang besar dan indah itu.


Semua mata terkagum-kagum melihat ruangan di dalam vila, bukan hanya dari luar saja yang terlihat mewah dan megah, tapi di dalamnya juga tidak kalah membuat semua orang terpesona.



...Bagian Dalam Vila Mewah Jery...


Semua orang melihat sekeliling ruang tamu yang mereka masuki.

__ADS_1


"Ini namanya bukan vila, tapi istana. Direktur benar-benar kaya." Ucap salah seorang model.


"Benar, jika jadi istrinya pasti sangat beruntung." Ucap yang lainnya.


"Tapi sayangnya direktur tidak tertarik dengan siapapun, bahkan Monica yang cantik saja tidak di pedulikan oleh direktur."


"Tapi, jika aku lihat direktur sangat serasi dengan nona Michael itu."


"Maksudmu, dengan model kita yang terkenal itu?"


"Benar, tubuhnya tinggi dan bagus, dia juga cantik tapi tidak sombong. Bukankah sangat cocok."


Salah satu model melihat Mimi yang berdiri di depan sebuah lukisan yang berada di sudut ruangan yang begitu besar itu.


"Iya, aku lihat dia sangat cantik dan pakaian yang dia kenakan sangat modis namun elegan."


"Benarkan?"


"Tapi kita tidak tahu bagaimana pendapat direktur tentang nona Michael itu."


"Benar juga."


Jery berjalan ke tengah ruang tamu yang besar itu.


"Baiklah, aku sengaja membawa beberapa pelayan yng ada di rumahku kesini untuk membantu kita semua selama berlibur. Dan sekarang mereka akan menunjukan dimana kamar kalian selama kalian disini. Aku harap kalian bisa berlibur dengan nyaman dan santai disini." Ucap Jery dengan suara cukup keras namun tegas.


"Terima kasih direktur." Ucap semua orang serempak.


Ya, dari rumah Jery membawa 15 orang pelayan, 3 di antaranya adalah koki yang akan memasak makanan untuk mereka, 2 orang bartender untuk meracik minuman di bar mini yang ada di vila, dan yang lainnya akan membantu mereka jika di butuhkan.


Para pelayan itu lalu membawa para model, sutradara dan produser ke kamar mereka masing-masing. total semuanya ada 20 orang termasuk Xixi dan Leon.


"Baik, terima kasih." ucap Mimi.


Mereka bertiga lalu berjalan meninggalkan Leon di ruang tamu, mereka melewati sebuah lorong besar yang begitu berkelas namum elegan dengan meja di sisi kanan.



Xixi menoleh ke samping kiri, dia melihat ruang makan dengan meja yang cukup panjang.


"Wah, ini benar-benar kak Jery sendiri yang mendesain?" Tanya Xixi.


"Iya, apa kau tidak percaya jika aku yang membuat desain vila ini?"


"Tidak, bukan begitu. Ini... ini sangat luar biasa, seperti istana dalam dongeng."


"Jangan seperti itu, vila yang di miliki keluarga kalian pasti lebih besar di banding ini."


Xixi hanya tertawa menanggapi ucapan Jery.


"Baiklah, ini adalah kamar kalian berdua." Ucap Jery.


Jery lalu membukakan pintu kamar yang ada di depan mereka bertiga.


__ADS_1


Xixi melihat kamar itu dengan mulut sedikit menganga, walaupun dia anak orang kaya, tetapi tetap saja dia merasa kagum dengan kamar yang ada di depannya.


"Ini kamar yang akan kami pakai kak?" Tanya Xixi dengan tidak percaya.


"Iya, aku harap kalian suka dan nyaman tinggal disini selama liburan."


"Tentu, kita pasti nyaman. Iya kan kak Mimi?" Xixi menatap Mimi.


"Iya. Dan berhentilah bersikap seperti anak kecil, Xixi." Ucap Mimi.


Xixi menatap Mimi dengan tajam, tapi setelah itu dia masuk ke dalam kamar meninggalkan Mimi dengan Jery di depan pintu kamar.


Tentu saja Xixi harus bersikap seperti itu di depan Mimi saat bersama dengan Jery, hanya dengan begitu Xixi bisa membuat peluang kakaknya berbicara dengan Jery.


"Maaf, adikku terlalu banyak bicara dan kadang seperti anak kecil." Ucap Mimi pada Jery.


"Tidak apa-apa, dia sangat ceria."


Mimi mengangguk "Em, iya."


"Em... nona Michael..."


"Kau bisa memanggilku Mimi, seperti Xixi dan Leon memanggilku."


"...... Benarkah?"


"Iya, tapi.... jika tidak di depan mereka (yang ikut liburan dan karyawan di perusahaan)."


"Baik, tidak masalah Mi.... Mimi. Kau juga bisa memanggilku Jery."


Mimi mengangguk dan tersenyum dengan canggung. Dia mengizinkan Jery memanggilmya dengan panggilan akrab, karena dia telah memutuskan untuk mencoba membuka hatinya pada orang lain, seperti apa yang sudah Xixi katakan padanya.


"Semoga keputusanku tidak salah."


"Nona Junie akan tinggal di samping kamar kalian, agar jika kau membutuhkannya tidak kesulitan." Ucap Jery.


"Terima kasih."


"Baiklah, kalau begitu aku harus kembali. Leon sedang menungguku di depan. Kalian beristirahatlah dulu."


"Iya, terima kasih." Ucap Mimi.


Jery lalu tersenyum dan berjalan pergi meninggalkan kamar Mimi dan Xixi dengan perasaan bahagia, karena akhirnya dia bisa memanggil wanita yang dia sukai dengan panggilan akrab seperti yang selama ini dia inginkan.


Mimi menutup pintu kamar, dia melihat Xixi masuk ke dalam kamar mandi.


"Anak itu, kenapa sikapnya jadi berubah seperti anak-anak hari ini?" Gumam Mimi seraya menggelengkan kepalanya.


Mimi meletakan tasnya di atas sofa yang ada di dalam kamar, dia lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang cukup besar.


"Jika tidak mencoba, maka kita tidak akan tahu. Semoga ini yang terbaik." Ucap Mimi.


"Tentu saja, karena kak Jery adalah seorang laki-laki yang sangat baik. Dia pasti akan menjaga kakak dengan sepenuh hatinya." Ucap Xixi yang sudah berdiri tepat di depan tempat tidur.


"Kau ini, memangnya aku berkata tentang dia? Dan jangan membuatku terkejut dengan tiba-tiba muncul di depanku seperti itu."

__ADS_1


Xixi tertawa kecil "Walaupun kakak tidak mengatakan siapa yang kakak maksud, tapi aku sangat yakin orang itu adalah kak Jery."


Mimi diam, dia tidak mau menanggapi apa yang Xixi katakan, karena itu hanya akan membuatnya merasa malu dan canggung.


__ADS_2