The Geeky Girl

The Geeky Girl
Part 93


__ADS_3

Malam ini setelah barbeque Leon dan Jery juga menginap di vila, karena tiba-tiba hujan turun dengan deras.


"Apa tanganmu masih sakit sayang?" Tanya Leon pada Xixi.


Xixi yang sedang duduk di bawah sofa menggelengkan kepalanya.


Kedua mata Xixi fokus pada layar laptopnya, sementara handuk masih bertengger di atas bahu karena Xixi baru saja selesai mandi.


Leon melihat rambut Xixi yang masih basah, dia lalu memgambil handuk yang ada di atas bahu Xixi.


"Ah, ada apa?" Tanya Xixi dengan terkejut.


"Tidak ada, aku akan membantumu mnegeringkan rambut. Kau bisa masuk angin jika rambutmu basah seperti ini."


Xixi hanya mengangguk sambil tertawa kecil.


"Malam ini tidurlah lebih awal." Ucap Leon.


"Iya aku mengerti."


Leon yang semula duduk di atas sofa, ikut duduk di bawah dengan Xixi.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Xixi yang bergeser maju, karena Leon duduk tepat di belakangnya.


Leon tidak menjawab, dia justru memeluk tubuh Xixi.


"Leon, kau kenapa?" Tanya Xixi.


Leon menggelengkan kepalanya "Tidak apa-apa."


"Kau ada masalah?"


"Tidak sayang, aku hanya ingin memelukmu."


"Kau bukan tipe orang yang seperti itu, katakan ada apa?"


"Xixi, jika ini yang terakhir aku tanyakan padamu, apakah kau akan menjawabnya?"


Xixi mengerutkan keningnya, dia tidak tahu apa yang Leon katakan.


"Katakan dengan jelas."


"Xixi, jika aku bertanya apakah kau mau hidup bersamaku untuk yang terakhir kali, apa kau akan menjawabnya?"


Xixi diam, kedua tangannya mengepal.


"Aku belum bisa, masih ada satu hal ingin aku dapatkan."


Leon yang tidak mendapatkan jawaban apapun dari Xixi melepaskan pelukannya.


"Ini sudah malam, aku akan tidur duluan. Kau jangan tidur terlalu malam." Ucap Leon seraya berdiri dan berjalan pergi.


Xixi melihat Leon yang berjalan semakin menjauh, dia tahu jika dia telah membuat Leon kecewa. Tetapi dia juga tidak mungkin semudah itu melepaskan keinginan yang selama ini dia impikan.

__ADS_1


Mimi dan Jery yang melihat apa yang terjadi pada Xixi dan Leon merasa khawatir dengan hubungan kedua orang itu.


****


Esok harinya, Xixi tidak melihat Leon di vila. Dan Jery berkata jika Leon sudah pergi pagi-pagi sekali dengan sekertarisnya.


Xixi hanya mengangguk, dia tidak ingin banyak bertanya kenapa sekertaris Leon datang ke kota A dan menjemput Leon.


"Leon bilang, kalau hari ini dia akan kembali ke kota." Ucap Mimi.


"Aku tahu, CEO kita akhirnya kembali. Itu bagus." Ucap Xixi.


Mimi dan Jery menatap Xixi dengan khawatir, karena Xixi terlihat tidak bersemangat hari ini.


"Aku ke perusahaan dulu, kalian nikmatilah sarapannya." Ucap Xixi seraya berdiri.


Xixi berjalan keluar dari vila, dia masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju perusahaan.


"Dia bahkan tidak mengatakan apapun tentang hal ini, tetapi masih bertanya tentang kehidupan bersama."


30 menit kemudian, Xixi sampai di perusahaannya. Dia segera turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam gedung perusahaan yang dia pimpin.


"Baiklah, aku hanya mempunyai waktu dua minggu untuk mengurus semuanga. Lupakan semua masalah lainnya untuk sementara waktu." Gumam Xixi setelah masuk ke dalam ruang kerjanya.


Ya, demi meraih apa yang dia impikan, Xixi terus bekerja dengan keras. Bahkan membuat perusahaan yang telah mengusiknya hancur adalah salah satu cara untuk keberhasilannya.


Xixi dengan fokus menatap layar komputer, jarinya juga mengetik dengan cepat di atas keyboardnya.


...----------------...


Di perusahaan lainnya, Leon yang telah mengadalan konfrensi pers berdiri di depan jendela besar yang ada di dalam ruang kerjanya.


Leon menatap lurus ke luar jendela, seolah telah menembus semua yang ada di depannya.


"Xixi, jika saja kau tahu aku melakukan ini untukmu. Apakah kau akan memaafkanku karena pergi tanpa memberitahumu lebih dulu?" Gumam Leon.


tok tok tok


"Masuk." Ucap Leon.


"Tuan, ada beberapa file yang harus anda lihat dan anda tandatangani." Ucap sekertarisnya.


"Letakan saja di atas meja, aku akan memeriksanya nanti."


"Baik tuan."


Sekertaris itu lalu meletakkan beberapa file di atas meja, dan kemudian dia keluar dari ruang kerja Leon.


"Baiklah sayang, aku harap saat kita bertemu lagi aku bisa membuatmu mau hidup bersama dengan ku." Ucap Leon.


Leon berbalik lalu berjalan ke meja kerjanya. Dia mulai melihat file yang di bawa oleh sekertarisnya tadi.


Berita kembalinya Leon sangat cepat menyebar, dan mendapatkan banyak sambutan dari para pebisnis lainnya.

__ADS_1


"Ternyata dia diam-diam sudah kembali memimpin perusahaan itu. Baiklah aku akan meminta bantuannya, tidak mungkin jika dia tidak mau membantuku, ayahnya sendiri." Ucap tuan Damian dengan percaya diri.


Dengan cepat tuan Damian pergi ke perusahaan yang Leon pimpin saat ini, dia tentu ingin meminta bantuan suntikan dana dari Leon.


Melihat tuan Damian keluar dengan tergesa-gesa setelah melihat berita konfrensi pers yang Leon lakukan, nyonya Damian yakin, jika suaminya kaan pergi ke perusahaan Leon.


Nyonya Damian segera mengambil ponselnya dan memberitahu Leon, tentang tuan Damian yang sedang menuju ke perusahaannya itu.


"Kau ingin membuat anak ku menjadi penanggung jawab atas kesalahan yang kau buat sendiri? Itu tidak akan aku biarkan, Damian." Ucap nyonya Damian setelah mengirimkan pesan singkat pada Leon.


Setelah mengimrimkan pesan apda Leon, nyonya Damian menghubungi kepala pelayan keluarganya untuk menjemputnya. Karena nyonya Damian berfikir, jika suaminya akan menggunakan dirinya sebagai alat untuk mengancam Leon.


Di rumah besar keluarga Damian mungkin ada beberapa penjaga, namun mereka tentu bukan tandingan kepala pelayan dari keluarga nyonya Damian disana. Jadi akan sangat mudah bagi nyonya Damian untuk pergi dari rumah yang selama ini mengukungnya.


15 menit kemudian, dua mobil berwarna hitam datang.


"Buka gerbangnya, mereka semua tamuku." Ucap nyonya Damian saat melihat mobil milik keluarganya datang.


Dua penjaga pintu membuka gerbang, dan membiarkan kedua mobil itu memasuki halaman rumah keluarga Damian.


Kepala pelayan dari keluarga besar nyonya Damian turun, dan segera menyapa nyonya Damian.


"Nona muda." Ucap kepala pelayan itu.


"Kita pergi sekarang, sebelum salah satu dari mereka menghubungi Damian." Ucap nyonya Damian.


"Baik nona, silahkan anda masuk. Kami akan membereskan mereka, jika mereka tidak membiarkan kami pergi."


"Iya."


Kedua mobil berjalan menuju pintu gerbang, dan benar saja kedua pengawal yang berjaga di depan pintu itu menghadang mereka, setelah tahu bahwa nyonya Damian ada di dalam mobil.


"Kalian bisa pergi, tetapi nyonya tidak. Tuan berpesan agar tidak membiarkan nyonya keluar dari rumah." Ucap salah seorang pengawal yang berdiei di depan pintu gerbang.


Kepala pelayan ngangguk, lalu 4 orang dari dalam mobil turun dan berjalan mendekati kedua pengawal itu.


"Dia adalah nona besar kami, jika kalian masih ingin memiliki tangan. Lebih baik kalian tidak menghalangi kami." Ucap salah seorang penjaga dari keluarga besar nyonya Damian.


"Kami sudah katakan, jika... Aaaaaakh!"


Salah seorang pengawal yang masih berbicara mendapatkan tendangan yang cukup keras pada perunya, dan seketika tersungkur di atas tanah.


"Aku sudah memperingatkan kalian untuk tidak menghalangi kami." Ucap penjaga yang menendang tadi.


"Kau....."


"Cukup! Kalian buka pintu gerbangnya sekarang. Atau aku akan membunuh kalian semua." Ucap kepala pelayan yang duduk di mobil depan, seraya menodongkan pistol lewat jendela mobil.


Melihat hal itu, kedua pengawal pun membukakan pintu gerbang rumah keluarga Damian.


Semua penjaga masuk kedalam mobil, dan kedua mobil itu melaju dengan cepat keluar dari halaman rumah keluarga Damian.


Nyonya Damian sebenarnya anak orang kaya. Dia jatuh cinta pada tuan Damian karena pernah menolongnya dulu. Tapi tak di sangka jika sifat serakah tuan Damian membuatnya terkurung di dalam rumah besar itu. Dengan alasan karena tuan Damian sangat khawatir jika nyonya Damian keluar rumah tanpa dirinya.

__ADS_1


__ADS_2