
Hari kepulangan mereka dari pulau pribadi keluarga Robert tiba, saat ini semua orang berkumpul dan bersiap untuk naik ke dalam kapal.
Xixi yang melihat sekeliling, tidak ingin wanita yang sudah melukai kakaknya lolos begitu saja.
Tatapan mata Xixi terkunci pada seorang pelayan yang bertugas di bartender mini, di vila Jery, dari postur tubuh yang Xixi lihat sangat cocok dengan orang yang berkelahi dengannya di dalam hutan.
"Jadi itu kau, baiklah aku akan lihat, keputusan apa yang kau pilih saatbkita sampai di tengah laut nanti." Gumam Xixi yang masih menatap Amelia.
Xixi berjalan seperti biasa, dia pura-pura tidak tahu siapa wanita itu. Tapi saat mereka sudah naik di atas kapal, Xixi memberitahu Jery dan Leon. Dia membisikan sebuah rencana untuk menangkap Amelia, yang ikut naik ke atas kapal pesiar Jery.
"Baiklah, nanti aku akan memberitahu kapten kapal untuk melakukannya." Ucap Jery dengan pelan pada Leon dan Xixi.
Xixi mengangguk, mereka lalu duduk di kursi. Jery duduk di samping Mimi, dan Xixi duduk di kursi tunggal. Begitu juga dengan Leon. Mereka semua menikmati perjalanan pulang ke kota.
Amelia yang melihat ke empat orang itu merasa kesal, karena dia tidak berhasil membawa Jery. Di tambah dia juga tidak bisa kabur dari pulau karena boatnya telah di rusak oleh Xixi dan Leon.
"Kalian, aku tidak akan melepaskan kalian semua."
Kapal mulai bergerak ke tengah laut, meninggalkan pulau itu menuju kota.
Jery yang melihat kapal akan tiba di tengah lautan, pergi ke ruang kemudi dimana kapten kapal berada.
Sementara itu Xixi pergi ke ruang bawah kapal, dimana para pelayan Jery berada disana. Xixi melihat para pelayan itu, mencari dimana Amelia yang menyamar sebagai pelayan Jery.
"Dia tidak disini, yang artinya dia ada di....."
Braaaak!
Xixi menendang pintu gudang yang ada di bagian kapal paling belakang dengan kakinya.
Amelia yang sedang bersembunyi di gudang kapal itu tersentak, kedua matanya membulat saat melihat Xixi menemukan dimana dirinya berada.
"Ck, ternyata kau bersembunyi disini. Aku pikir kau tidak akan naik dan tinggal di pulau itu selamanya." Ucap Xixi yang masuk ke dalam gudang itu.
Amelia berdiri dan menatap Xixi dengan tajam.
"Aku tidak akan memukul wanita yang terluka, karena itu tidak akan menyenangkan." Ucap Xixi.
__ADS_1
"Apa mau mu?" Ucap Amelia dengan nada tidak suka.
Xixi duduk di sebuah kursi kayu yang ada di dalam gudang itu.
"Mau ku? Aku mau kau ikut aku untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah kau lakukan pada kak Jery dan kakak ku." Ucap Xixi dengan santai.
"Heh, tanggung jawab? Jery bahkan tidak bertanggung jawab pada kakak ku, apa kau pi....."
"Kakakmu di perkosa oleh orang lain! Dan selain itu kakakmu tidak pernah berkata pada kak Jery kalau dia menyukai kak Jery! Kau sendiri tahu itu, tapi kau yang tidak bisa membalas perbuatan mereka yang sudah melecehkan kakak mu, hanya bisa menyalahkan semuanya pada kak Jery!" Seru Xixi, hingga beberapa pelayan yang ada di ruang bawah mendengar suara Xixi.
Amelia terdiam, dia memang tahu apa yang di katakan oleh Xixi adalah benar. Namun dia yang tidak terima jika Jery hidup bahagia, sedangkan kakaknya harus hidup menderita, ini membuat Amelia merasa tidak adil. Dan ingin membuat Jery juga hidup menderita.
"Kapalnya......" Ucap Amelia saat dia menyadari jika kapal tidak lagi bergerak.
"Benar, kak Jery meminta kapten untuk menghentikan kapal di tengah lautan. Kau terluka parah, dan kakakmu sangat membutuhkanmu disana. Kau hanya mempunyai satu pilihan saat ini, kecuali kau sanggup kembali ke kota dengan berenang."
Amelia mengepalkan tangannya mendengar apa yang Xixi katakan, ternyata mereka memang membiarkan dia ikut ke dalam kapal karena mereka ingin menangkapnya, dengan cara menjebaknya seperti saat ini.
"Bagaimana nona Amelia?" Ucap Xixi.
"Baik, aku akan ikut denganmu." Ucap Amelia.
Xixi tersenyum, dia tahu jika Amelia tidak akan memilih pilihan lainnya selain menyerah. Karena itu Xixi memojokan dirinya dengan mengungkit kakak Amelia itu.
"Pilihan yang bagus, kalau begitu keluar lah. Kak Jery dan yang lain sudah menunggumu di atas." Ucap Xixi.
Amelia lalu berjalan keluar dari gudang kapal, dia melewati beberpa pelayan yang menatapnya dengan penuh tanda tanya. Di susul oleh Xixi di belakangnya.
Sampai di lantai dua kapal, Amelia melihat Mimi dan Leon duduk di sofa. Amelia juga melihat para model, sutradara dan produser di sana.
Tak lama kapal kembali bergerak.
Jerry berjalan dari ruang kendali kapal, dia melihat ke arah Amelia yang berdiri di samping Xixi.
"Amelia, aku tahu bagaimana keluarga mu disana. Jadi aku tidak akan memasukanmu kedalam penjara, tapi kau harus minta maaf pada nona Michael, karena kau telah melukai tangannya." Ucap Jery pada Amelia.
"Apa? Jadi pelayan itu yang sudah melukai nona Michael?" Bisik salah satu model dengan terkejut.
__ADS_1
"Cih, hanya seorang pelayan tapi berani melakukan hal itu." Ucap yang lain.
"Harusnya dia bersyukur karena hanya meminta maaf pada nona Michael , direktur akan melepaskannya."
"Itu benar."
Amelia mendengar bisikan dari para model itu, dia tidak terima jika dia harus meminta maaf pada Mimi, wanita yang sangat lemah itu.
"Jika kau tidak mau melakukannya, maka aku terpaksa akan membawu ke kantor polisi dan menghubungi keluargamu. Kau pasti tahu bagaimana keluarga mu akan menghukummu." Ucap Jery.
Amelia tidak percaya jika Jery akan mengancamnya seperti itu, hanya untuk wanita lemah seperti Mimi.
"Lakukan saja, jika kau tidak mau menyesal nantinya." Ucap Xixi.
Amelia mengeratkan giginya, dan dengan terpaksa dia menuruti keinginan Jery.
"Ma... Maafkan saya nona Michael, karena sudah melukai anda." Ucap Amelia dengan terpaksa, sambil membungkukan badannya.
Mimi tahu pasti sangat sulit bagi amelia, namum dia telah melakukan kesalahan dan sudah sepatutnya meminta maaf.
"Aku akan memaafkanmu dan melupakan semuanya, tapi dengan syarat."
Amelia menatap Mimi.
"Apa syaratnya?" Ucap Amelia dengan datar.
"Kau... tidak akan lagi mengganggu kehidupan tuan muda Robert, dan tidak akan menyalahkan dia lagi, atas apa yang sudah terjadi pada kakakmu. Karena itu bukanlah kesalahan tuan muda Robert."
Jery tertegun mendengar persyaratan yang di ucapkan oleh Mimi pada Amelia.
Saat ini Amelia benar-benar ingin menampar Mimi, tetapi dia tidak mungkin melakukannya. Jadi dengan terpaksa dia menyanggupi syarat yang Mimi katakan.
"Jika kau melakukannya lagi dan membuat ku terluka kembali, aku pastikan keluarga William tidak akan pernah melepaskan keluarga mu, nona Amelia." Ucap Mimi.
Ini adalah pertama kalinya Mimi menggunakan nama keluarga William, sebagai perisai bagi dirinya dalam menghadapi orang-orang yang ingin berurusan dengannya.
Amelia yang sangat tahu bagaimana keluarga William itu hanya bisa mengangguk. Dia tentu tahu akibatnya jika berurusan dengan keluarga William, menghadapi Xixi saja dia tidak bisa, apalagi dengan keluarganya.
__ADS_1