The Geeky Girl

The Geeky Girl
Part 88


__ADS_3

Leon berhenti di salah satu rumah makan yang terletak tidak jauh dari apartemennya. Dia turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah makan itu.


Leon berdiri di depan meja yang ada di samping kasir, karena dia akan mmesan makanan yang akan dia bawa pulang.


"Tolong 1 porsi spaghetti seafood dengan sedikit keju, dan dua 1 porsi cumi-cumi goreng, juga salad." Ucap Leon pada pelayan rumah makan yang mencatat pesanan Leon di seberang meja itu.


"Baik tuan, mohon untuk menunggu disana." Pelayan rumah makan itu menunjuk ke sebuah ruangan khusus, untuk pengunjung yang menunggu makanan mereka siap.


Leon berjalan menuju ruangan itu.


"Bukankah ini tuan muda Damian?" Ucap seseorang.


Leon berbalik dan menatap laki-laki yang berbicara padanya tadi.


"Anda.....?"


"Saya adalah Brian, Brian Davidson."


Leon diam, dia menatap laki-laki yang ada di depannya.


"Jadi dia tuan muda Davidson, yang beberapa waktu lalu mencari tahu siapa Xixi."


Leon tersenyum "Oh, ternyata anda. Maaf saya tidak mengenali anda." Ucap Leon.


"Tidak apa-apa, saya juga baru beberapa minggu di kota ini."


"Baiklah, jika begitu saya permisi tuan muda Davidson."


"Iya, silahkan."


Leon berjalan melewati tuan muda Davidson, dia tentu tidak mau terseret dalam berita menjijikan Brian Davidson itu jika terlalu lama bersama dengannya.


Tuan muda Davidson berjalan lebih ke dalam rumah makan itu, dia tidak peduli pada Leon yang dia sapa tadi.


"Hanya anak dari pemilik perusahaan yang hampir hancur. Seharusnya dia senang aku menyapanya."


Leon yang sudah mendapatkan pesanannya keluar dari rumah makan itu, dan masuk ke dalam mobilnya.


Dengan cepat Leon kembali ke apartemennya, karena dia tidak ingin berlama-lama di rumah makan itu.


...----------------...


Di rumah keluarga Davidson, kembali tuan besar Davidson marah setelah mlihat video-video vulgar Brian Davidson menyebar di media sosial.

__ADS_1


"Anak s*alan! Kemarin aku baru saja memarahinya, dan sekarang berani sekali dia menyebarkan videonya dengan para wanita itu!" Seru tuan besar Davidson.


Nyonya Davidson hanya diam, sambil menikmati tehnya dia menonton acara televisi. Dia sama sekali tidak menghiraukan apa yang suaminya katakan.


Tuan besar Davidson menatap istrinya yang sedang duduk santai tidak jauh dari tempatnumya berdiri.


"Kau! Kau adalah ibunya, bagaimana caramu mengajari anak itu!" Seru tuan besar Davidson pada istrinya.


"Maaf, aku mengajarkan semua kebaikan padanya. Tapi dia melihat secara langsung bagaimana ayahnya memperlakukan semua wanita yang ada di samping ayahnya. Jadi jangan menyalahkan ku, jika dia mengikuti jejakmu." Ucap nyonya Davidson dengan santai.


"Kau.... Dasar wanita tidak pecus!"


Nyonya Davidson berdiri "Jika kau merasa dirimu becus, tidak mungkin orang tuaku akan selalu menyuntikan dana pada perusahaan yang kau pimpin itu, bahkan jika satu bulan saja mereka tidak membantumu, aku yakin perusahaan itu akan lenyap dalam satu malam."


"Kau..."


"Ingatlah tuan Davidson, semua yang kau dapat adalah dari orang tuaku. Jika kau berani melakukan sesuatu padaku, aku pastikan kau hanya akan tinggal nama saja."


Nyonya Davidson pergi meninggalkan ruang keluarga, dimana tuan besar Davidson tengah menahan kemarahannya pada istrinya itu.


"Dasar wanita s*alan!" Teriak tuan besar Davidson.


Tuan besar Davidson mengepalkan tangannya.


"Kenapa dia jadi semakin berani padaku, dulu di begitu penurut."


"Kalian, seret tuan muda pulang! Aku harus memberinya pelajaran, karena dia sudah melakukan hal yang akan membuat perusahaan hancur." Ucap tuan besar Davidson pada beberapa pengawalnya itu.


"Baik tuan."


4 pengawal itu pergi untuk mencari dan membawa tuan muda mereka pulang ke rumah.


Saat ini hampir semua media sosial baik itu di dalam maupun di luar negeri, sedang sangat panas beredar video dan foto hot penerus keluarga Davidson.


Entah apa yang di pikirkan oleh tuan muda Davidson itu, sehingga menyimpan semua foto dan video vulgarnya di komputer perusahaan, yang memudahkan Xixi untuk membantunya menyebarkan video dan foto itu.


Harga saham perusahaan keluarga Davidson pun menurut drastis, karena foto-foto dan video vulgar tuan muda Davidson telah menyebar hampir di seluruh negara.


Bahkan bukan hanya tuan muda Davidson saja yang dianggap menjijikan, oleh para komentator yang melihat foto dan video itu. Mereka juga mengecam dan menghina wanita-wanita yang ada di dalam video tersebut.


20 menit kemudian 4 pengawal tadi berhasil membawa tuan muda Davidson, yang tengah menikmati makan malamnya bersama dengan wanita cantik di rumah makan.


Setelah sampai di depan tuan besar Davidson, keempat pengawal yang membawa tuan muda Davidson melepaskan tangan tuan mudanya.

__ADS_1


"Papa, apa yang sudah Papa lakukan? Kenapa Papa meminta empat pengawal ini untuk menyeretku dengan cara seperti ini? Membuatku malu di depan wanita cantik." Ucap tuan muda Davidson.


"Diam kau anak tidak tahu untung! Kau masih saja belum sadar dengan apa yang sudah kau lakukan di luar sana!"


"Apa maksud Papa? Aku tidak melakukan apapun. Aku sedang mencari tahu siapa orang yang sudah menyebarkan foto-foto ku di media sosial, seperti yang Papa katakan."


"Omong kosong! Coba lihat berita terpanas yang ada di akun media sosialmu saat ini. Kau benar-benar sudah membuat malu dan akan membuat perusahaan kita hancur sepenuhnya!"


Tuan muda Davidson yang mendengar itu segera mengambil ponselnya lalu membuka akun media sosial miliknya.


Kedua mata tuan muda Davidson terbuka lebar, setelah melihat berita yang menghebohkan tentang dirinya saat ini.


"Apa ini, ini adalah video yang aku..."


Plak!


Tanpa diduga satu tamparan yang begitu keras singgah di pipi kiri tuan muda Davidso, dan yang melakukan itu adalah tuan besar Davidson, ayahnya sendiri.


Tuan muda Davidson menyentuh dan mengusap pipi kirinya yang ditampar oleh tuan besar Davidson.


"Dasar anak tidur diri! Jika tahu akan seperti ini, aku tidak akan pernah membiarkanmu untuk mengurus perusahaan ini. Kau benar-benar telah merusak semuanya!" Seru tuan besar Davidson.


"Aku benar-benar tidak tahu apa yang sudah terjadi. ini bukan aku yang melakukannya, Pa."


"Diam kau!"


Tuan besar melihat pengawal yang tadi membawa anaknya "Kalian, bahwa tahun muda ke dalam ruang bawah tanah, biarkan dia di sana beberapa hari. Agar dia tidak lagi membuat masalah."


"Tidak, Papa tidak bisa melakukan ini padaku, aku adalah anak papa,dan aku adalah satu-satunya penerus keluarga ini. Papa tidak bisa mengurung ku begitu saja." Ucap tuan muda Davidson yang memberontak saat dua orang pengawal membawanya ke ruang bawah tanah.


Tuan besar Davidson tidak peduli dengan teriakan anaknya itu, dia lebih memilih untuk mengembalikan keadaan perusahaannya agar kembali seperti semula.


"Aku harus berbicara dengan ayah mertuaku sekarang, hanya dia yang bisa menolongku saat ini." Gumam tuan besar Davidson.


Tuan besar Davidson tidak tahu, jika istrinya telah memberitahu segalanya, tentang bagaimana perlakuan tuan besar Davidson terhadapnya selama ini kepada keluarganya, yang selalu membantu tuan besar Davidson itu.


Dan tentu saja keluarga nyonya Davidson, yang sudah mengetahui bagaimana tuan besar Davidson memperlakukan istrinya dengan begitu jahat, tidak akan lagi mau membantu tuan besar Davidson dalam menyelesaikan masalahnya.


Bagi mereka nyonya Davidson adalah wanita yang harus di jaga dengan baik, karena dia satu-satu putri yang as di keluarga itu.


Apa lagi saat ini masalah yang terjadi begitu besar, kemungkinan tuan besar Davidson hanya akan menunggu hari kejatuhan dirinya saja dari dunia bisnis.


Di lantai atas, nyonya Davidson yang melihat perlakuan tuan besar Davidson pada anaknya, hanya diam. Dia juga tidak peduli dengan anaknya itu, karena Brian Davidson ternyata lebih buruk dari tuan besar Davidson, yang ingin menjamah ibunya sendiri.

__ADS_1


"Keluarga ini, aku yakin tidak lama lagi pasti akan hancur. Dan semua karena perbuatan kalian sendiri."


Nyonya Davidson menatap suaminya dengan tajam dari lantai atas, sebelum dia berbalik dan berjalan membiarkan tuan besar Davidson yang masih berdiri di ruang keluarga.


__ADS_2