
Tak tak tak tak tak
Tak tak tak tak tak
Suara ketukan jari Xixi saat mengetik di atas keyboard komputernya begitu cepat dan nyaring.
Pagi-pagi Xixi mendapatkan notifikasi di ponselnya dari sistem komputer yang ada di ruang kerjanya, bahwa ada seseorang yang sedang mencoba ingin membobol sistem keamanan perusahaan yang dia pimpin.
Semua komputer yang ada di perusahaan memang sudah Xixi reset ulang dan sudah di tanami virus serta kode yang sulit buatannya sendiri, agar tidak mudah di bobol. Tapi walau begitu, Xixi yang tidak mau terjadi hal yang tidak di inginkan pada perusahaannya, kembali mengecek dan memperkuat sistem keamanan di perusahaannya.
"Beraninya mereka mencoba membobol sistem keamanan yang aku buat, setelah aku tahu siapa kalian, aku akan membuat kalian menyesal telah mengusikku." Ucap Xixi yang masih di depan layar komputernya.
Xixi terus bergelut dengan komputernya, karena setelah dia selesai memperkuat sistem keamanan komputer di perusahaan, dia langsung mencari siapa yang ingin membobol komputer di perusahaannya pagi-pagi.
Tak
Sreeeeeeeettt!
Beberapa file rahasia terbuka, setelah Xixi berhasil memecahkan kode milik orang yang mencoba membobol sistem keamanan di perusahaannya.
"Perusahaan A. Group. Itu adalah perusahaan milik keluarga Albert. Ternyata setelah kemarin tidak berhasil membuatku bekerjasama dengan mereka, mereka mencoba mencuri data dari perusahaanku."Ucap Xixi pada dirinya sendiri.
Kembali jari-jari Xixi memainkan keyboard komputernya dengan cepat setelah mengetahui, siapa pelaku di balik percobaan pembobolan komputer di perusahaannya.
"Karena kalian suka membobol dan mencuri, kalau begitu aku akan memberikan kalian sedikit hadiah." Ucap Xixi dengan senyum devilnya.
Xixi melakukan sesuatu pada sistem keamanan perusahaan A. Group yanh telah berhasil dia retas. Xixi akan membuat perusahaan mereka sedikit merasakan tekanan, dan merasa jika ada orang lain yang ingin mencuri data perusahaan mereka. Sehingga mereka akan di buat sibuk sementara waktu.
Mereka yang tidak menyadari apa yang telah Xixi lakukan pada sistem keamanan perusahaan mereka itu, mereka bahkan tidak akan mengira jika semua itu Xixi yang melakukannya.
Selain melakukan tindakan itu, Xixi juga melakukan hal yang lainnya pada perusahaan A. Group. Bukan Xixi namanya jika dia tidak membalas dengan baik perbuatan mereka.
"Baiklah, sementara waktu kalian sibuklah di perusahaan. Selamat menikmati." Ucap Xixi sebelum dia menekan tombol enter pada keyboard komputernya.
Xixi menyenderkan tubuhnya, dia merasa sedikit lelah karena setelah hampir 3 jam berkutat di depan layar komputer untuk membalas keluarga Albert.
"Keluarga yang telah mengakuisisi beberapa perusahaan dengan cara licik seperti itu, aku kira mereka mempunyai kekuatan besar seperti apa di belakang mereka. Ternyata hanya mengandalkan point tersembunyi pada surat kontrak kerjasama dan sedikit kata manis dari mulut nona Amie Albert saja." Ucap Xixi yang masih menatap layar komputernya.
tok tok tok
"Masuk." Ucap Xixi setelah mendengar suara ketukan.
"Direktur, di luar ada nona Michael William dan juga menejernya." Ucap sekertaris Ana.
"Hah, kak Mimi datang? Biarkan dia masuk."
"Baik."
Sekertaris Ana keluar dari ruang kerja Xixi, dan tak lama Mimi muncul di depan pintu kantor Xixi, dan tentu saja di belakang Mimi ada menejer Junnie.
"Kakak, kenapa kau tidak menghubungi ku dulu sebelum kesini?" Tanya Xixi dengan bingung.
"Aku hanya ingin bersantai sejenak disini."
"Benarkah? Bukankah kau kesini karena sebuah undangan pesta ulang tahunanak dari pemilik perusahaan R. Group, yang sudah berinvestasi pada kakak?"
__ADS_1
"Itu juga termasuk, kau... kau tahu pesta itu, apa kau juga mendapatkan undangannya?"
"Tentu saja, dia adalah seniorku di kampus, sebelum dia lulus satu tahun yang lalu."
"Kau di undang olehnya, kau pasti cukup dekat dengannya."
"Tidak, aku hanya pernah membantunya sekali. Lagi pula saat ini kami mempunyai hubungan kerjasama dalam pekerjaan."
"Hmm, jadi begitu."
"Iya."
"Apa Leon sudah disini? Aku memberikan alamat apartemenmu padanya beberapa hari yang lalu."
"Iya, dia juga menginap di tempatku dua hari, karena dia harus menunggu registrasi untuk menyewa apartemen tepat di samping tempatku."
"Waah, sepertinya dia benar-benar menyukaimu."
"Apa benar begitu?"
"Tentu saja, dia rela keluar dari rumahnya dan datang kesini untukmu, jika dia tidak suka dan serius denganmu dia tidak akan melakukan itu, Cicilia."
"Iya iya, kau selalu saja cerewet kak."
Mimi berdecak mendengar Xixi mengatai dia cerewet.
"Lalu, bagaimana hubungan kakak dengan kak Joseph?" Tanya Xixi memulai percakapan baru.
"Jangan tanyakan itu, sepertinya dia sedang berkencan dengan seorang wanita."
Mimi mengangguk.
Xixi hanya diam, dia tidak lagi berani bertanya apa-apa tentang Joseph pada kakaknya.
"Oh iya, besok aku akan berbelanja. Kau harus menemaniku." Ucap Mimi.
"Tidak, aku masih banyak pekerjaan. Kakak pergi saja dengan kak Junnie."
"Kak Junnie akan menemui sutradara Min besok."
Xixi diam dan menatap kakak dengan malas.
"Kau temani saja kakakmu, hanya sehari. Setelah aku bertemu dengan sutradara Min, aku akan langsung menemui kalian berdua." Ucap menejer Junnie.
"Haahhh baiklah. Ingat jangan berbelanja terlalu lama." Ucap Xixi.
"Iya aku tahu." Mimi tersenyum lebar karena Xixi mau menemaninya berbelanja besok.
***
Sementara itu di dalam apartemen barunya, Leon sedang sibuk membereskan barang-barangnya.
Di dalam apartemen itu juga ada dua orang dari pihak apartemen yang membantu Leon bersih-bersih.
"Padahal apartemen ini setidaknya di bersihkan satu minggu sekali, tapi tetap saja kotor karena tidak di tempati." Ucap Leon setelah selesai meletakkan semua pakaian di dalam lemari.
__ADS_1
Leon membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan merentangkan kedua tangamnya ke samping.
"Besok sudah akan mulai membangun vila, padahal dia sudah memimpin perusahaan disini. Tapi malah membuat vila yang jauh dari bidangnya." Ucap Leon.
Leon berdiri dan berjalan ke balkon kamar, dia berdiri disana menatap hamparan laut luas dari atas balkon itu.
"Selama ini aku hidup dengan mengandalkan kekayaan orang tua, dan besok aku akan memulai karirku sendiri disini. Aku harap saat Xixi membuat perusahaan keluarga Albert hancur, tidak menimbulkan banyak kerugian pada perusahaan Papa."
Walaupun Leon sangat kecewa pada tuan Damian yang masih memiliki sifat seraka, dan tidak memikirkan perasaan putra dan istrinya. Sebagai anak, Leon tentu tidak ingin melihat keluarganya bernasib sama seperti semua keluarga yang telah menyinggung Xixi dan keluarga William.
"Setelah semuanya selesai, aku akan berendam air hangat. Rasanya badan ini benar-benar lelah."
Leon merenggangkan tubuhnya sebelum dia keluar dari kamar untuk melihat orang-orang yang sedang bersih-bersih di apartemennya.
1 jam kemudian, semua ruangan telah di bersihkan, dan semua orang dari pihak apartemen pun sudah pergi meninggalkan apartemen yang Leon tempati.
"Aaaakh, akhirnya semuanya bersih." Leon menjatuhkan dirinya di atas sofa panjang yang ada di ruang tv.
Leon memejamkan matanya sejenak, mencoba untuk meluruskan otot tubuhnya yang kaku karena telah banyak bergerak seharian ini.
drrrrrrrttttt ddrrrrrttt
Ponsel Leon bergetar diatas meja, Leon membuka kedua matanya lalu mengambil ponsel itu.
'Xixi'
Sebuah nama yang dia rindukan tertera pada layar ponselnya. Leon lalu menggeser icon berwarna hijau dan menempelkan ponsel ke telinganya.
Leon : Iya sayang.
Xixi : (Dengan nada malas) hentikan itu.
Leon : Hahaha, aku memanggil kekasihku sendiri dengan sebutan sayang, apakah aku salah?
Xixi : Ya baiklah, terserah kau saja. Leon, besok aku akan menemani kak Mimi berbelanja, jadi aku tidak bisa ikut denganmu ke tempat pembangunan vila.
Leon : Kak Mimi disini?
Xixi : Iya, dia baru saja sampai.
Leon : Baikah, tidak masalah. Semuanya akan aku lakukan dengan baik.
Xixi : Iya aku mengerti. Bagaimana apartemenmu?
Leon : Sudah bisa di tempati, aku baru saja selesai membereskan barang-barang ku.
Xixi : Oke, beristirahatlah. Aku akan membawakanmu makanan setelah pulang nanti.
Leon : Terima kasih sayang.
Xixi : Iya.
Leon meletakkan kembali ponselnya setelah Xixi memutuskan sambungan telefon mereka berdua.
"Aku mandi dulu saja biar lebih segar, setelah itu aku baru tidur." Ucap Leon seraya berdiri.
__ADS_1
Leon berjalan masuk ke dalam kamarnya, dia mengambil handuk yang ada di dalam lemari lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.