
Xixi bergulang guling kesana kemari setelah pulang dari kampus. Dia tidak tahu harus melakukan apa, karena Mimi sedang berada di luar kota, sementara kedua orang tuanya sedang pergi menemui seseorang.
"Aaah, benar-benar sangat bosan." Gerutu Xixi di dalam kamarnya.
ting
Satu notifikasi berbunyi, Xixi menatap layar ponselnya lalu menekan icon pesan yang ada di layar ponselnya.
Leon : Kau sedang apa, sudah makan siang?
Xixi menggerakan jarinya menekan-nekan layar ponselnya dengan cepat.
Xixi : Belum, aku sangat bosan di rumah.
Leon : Kau mau ke sini?
Xixi : Kemana, ke perusahaan mu?
Leon : Iya.
Xixi : Tidak perlu, aku tidak mau mengganggu mu.
Leon : Tidak, pekerjaan ku hanya tinggal sedikit lagi. Jika mau aku akan memesankan makanan untukmu, kau bisa memakannya setelah sampai disini.
Xixi : ......Baiklah kalau begitu.
Leon : Aku tunggu, jika kau sudah sampai, beritahu aku. Aku akan meminta sekertaris ku datang untuk membawamu naik.
Xixi : Aku mengerti.
Setelah membalas pesan terakhir dari Leon, Xixi pergi ke ruang baju untuk mengganti pakaian santainya dengan pakaian kasual.
Xixi akan pergi le perusahaan Leon, dia tidak ingin di bilang wanita ini dan itu jika dia memakai pakaian yang terlalu santai, bagaimana pun perusahaan yang Leon pimpin juga merupakan perusahaan yang cukup besar di kota.
Setelah berganti pakaian, Xixi keluar dan berdiri di depan cermin.
"Hmmm pakai ini saja, ini cukup rapi dan elegan."
Xixi lalu mengambil tas hitamnya dan keluar dari kamar.
"Xixi, kau mau kemana lagi sayang?" Ucap nyonya William pada Xixi.
"Aku mau keluar dulu ibu, mungkin sore baru kembali."
"Baiklah, hati-hati."
"Baik bu."
Xixi lalu keluar dari rumah dan berjalan menuju garasi mobil, dia melihat beberapa koleksi mobilnya.
"Pakai yang mana, aku tidak mau terlihat begitu menyolok di depan orang-orang."
Xixi berjalan melihat semua mobil yang ada di dalam garasi mobil dengan bingung.
"Okelah, aku pakai yang ini saja."
Setelah memilih mobil mana yang akan Xixi pakai untuk pergi ke perusahaan Leon, dia lalu masuk ke dalam mobil itu dan melajukan mobil keluar dari halaman rumahnya yang luas.
Di perjalanan, Xixi mneyalakan radio yang ada di dalam mobil. Dia mendengar berita tentang sebuah perusahaan yang cukup besar tengah menjadi berita panas akhir-akhir ini, karena telah berhasil mengakuisisi beberapa perusahaan hanya dalam waktu kurang dari satu tahun.
"Wah, cukup hebat juga. Dulu aku dan ayah bisa mengakuisisi 5 perusahaan. Kali ini ada perusahaan yang bisa mengakuisisi 3 perusahaan." Ucap Xixi sambil terus mengemudikan mobilnya.
Lebih dari 30 menit, dia sampai di depan sebuah gedung yang cukup tinggi. Xixi lalu memarkirkan mobilnya di depan gedung itu.
__ADS_1
Meski dia memakai mobil yang paling biasa, tapi pada kenyataannya mobil itu masih termasuk mobil mewah, dan membuat orang-orang yang melihatnya menjadi bertanya-tanya.
Xixi membuka pintu mobil, lalu keluar. Dia melihat sekeliling gedung yang tidak begitu ramai.
Setelah itu Xixi berjalan menuju pintu perusahaan dan masuk ke dalam lobi.
Xixi mengirimkan pesan singkat pada Leon, memberitahu jika dia sudah sampai di perusahaannya.
"Permisi nona, apakah anda ingin bertemu dengan seseorang?" Ucap resepsionis pada Xixi.
"Iya, saya sudah mengirim pesan padanya. Dia berkata akan kesini."
"Baik, silahkan anda menunggu disana, nona." Resepsionis itu menunjuk ke arah kursi yang ada di sebuah ruangan yang tidak begitu besar.
"Terima kasih."
Xixi berjalan menuju ruangan itu, namun belum sempat Xixi duduk, dia melihat Leon dan sekertarisnya berjalan dengan terburu-buru keluar dari perusahaan.
"Leon, dia mau kemana buru-buru begitu?" Gumam Xixi.
Xixi melihat Leon masuk ke dalam mobil, di susul dengan sekertarisnya.
"Lebih baik aku mengikutinya."
Xixi lalu bergegas keluar dari gedung perusahaan Leon, dan berjalan ke arah mobilnya.
Mobil yang Leon naiki belum pergi terlalu jauh, dan Xixi masih bisa mengejarnya.
Xixi terus mengikuti dan mengamati mobil Leon yang berada tidak jauh di depannya, hingga pada akhirnya dia melihat mobil yang Leon naiki berhenti di sebuah restoran keluarga.
"Untuk apa dia kesini?" Gumam Xixi.
Setelah melihat Leon masuk ke dalam restoran itu, Xixi turun dari mobil dan ikut masuk ke dalam restoran.
Di dalam restoran Xixi melihat Leon duduk di sebuah kursi, disana juga ada tuan Damian, seorang pria paruh baya dan seorang wanita yang cukup cantik.
Xixi berjalan dan duduk tepat di belakang kursi yang Leon dan tuan Damian duduki. Dia ingin tahu apa yang membuat Leon terburu-buru meninggalkan perusahaan dan datang kesini, dia bahkan tidak membalas pesan yang Xixi kirimkan padanya.
"Benar, ini putra saya."
"Wah, benar-benar sangat tampan. Benarkan Amie?"
"Papa benar, dia seperti paman Damian."
Leon menatap wanita yang ada di depannya juga pria paruh baya yang ada di depan ayahnya. Dia tidak tahu apa yang sedang mereka rencanakan, yang membuat dirinya harus segera datang ke restoran itu setelah ayahnya menghubunginya di perusahaan.
"Kalian adalah pasangan yang cocok, aku yakin perusahaan kita akan bisa melampaui perusahaan keluarga William di negara ini, jika kita bersatu." Ucap pria paruh baya yang bernama tuan Albert itu.
Leon mengepalkan tangannya di bawah meja, dia menatap ayahnya penuh tanya.
"Tentu saja, tuan Albert. Leon besok kau temani Amie untuk berkeliling kota ini."
"Aku takut itu tidak bisa, aku...."
"Leon, Amie tidak begitu familiar dengan kota ini." Ucap tuan Damian lagi.
Leon dengan kesal mengiyakan permintaan ayahnya untuk menemani anak dari keluarga Albert itu.
Xixi yang mendengar itu hanya tersenyum sinis, dia tidak menyangka jika ayah Leon masih saja bersikap naif dan memiliki sifat yang selalu kurang puas dengan apa yang dia miliki saat ini.
Setelah mendengarkan semua pembicaraan mereka, Xixi berdiri dan berjalan keluar dari restoran itu.
"Keluarga Albert, bukankah itu keluarga yang berhasil mengakuisisi beberapa perusahaan akhir-akhir ini?" Ucap Xixi seraya membuka pintu mobil.
Xixi mengambil ponselnya, lalu mencoba menghubungi Leon, tapi seperti yang dia duga, Leon tidak mengangkat panggilannya. Pesan yang sebelumnya juga masih belum di balas oleh Leon.
Xixi memasukan lagi ponselnya ke dalam tas, lalu melajukan mobilnya dengan santai menyusuri jalanan kota, dia sama sekali tidak terpengaruh dan emosi oleh percakapan yang dia dengar tadi.
__ADS_1
"Ingin bersaing dengan keluarga kami? Aku akan melayani kalian dengan baik. Termasuk dengan mu Leon Damian."
Xixi terus mengemudikan mobilnya menuju perusahaan milik ayahnya. Selama ini Xixi tidak pernah pergi ke perusahaan ayahnya, kecuali jika ayahnya meminta dia untuk kesana.
Sampai di depan gedung perusahaan, Xixi langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam perusahaan itu.
"Selamat siang nona muda." Sapa dua orang resepsionis yang ada di lobi.
"Siang juga." Ucap Xixi sambil tersenyum.
Xixi melewati mereka, dan berjalan menuju lift yang akan membawanya naik ke lantai atas dimana kantor ayahnya berada.
Ting
Sampai di lantai yang dia tuju, Xixi keluar dari lift dan berjalan ke arah ruang kantor direktur utama.
Beberapa karyawan perusahaan yang melihat Xixi menyapanya, dan di balas dengan senyuman manis oleh Xixi.
"Nona muda, apa yang membuat anda kesini?" Ucap sekertaris tuan William yang terkejut melihat Xixi berdiri di depan mejanya.
"Apa ayah ada di dalam?"
"Ada, silahkan nona masuk ke dalam."
"Baik, terima kasih."
Xixi lalu berjalan menuju sebuah pintu berwarna coklat yang cukup besar, dan membuka pintu itu.
"Sayang, tumben sekali kau kesini?" Ucap tuan William pada Xixi yang sedang menutup pintu.
"Ayah, apa posisi direktur di perusahaan yang ada di kota A sudah terisi?"
Tuan William mengerutkan kening mendengar pertanyaan putri bungsunya itu.
"Ayah, kenapa ayah tidak menjawab?" Tanya Xixi lagi.
"Ada apa kamu menanyakan hal itu? Setahu ayah, kau tidak tertarik menjadi seorang direktur."
"Aku berubah pikiran."
"Hmm, kenapa? Katakan pada ayah apa yang membuatmu berubah pikiran."
"Ayah tahu tentang perusahaan yang baru-baru ini telah mengakuisisi beberapa perusahaan di kota?"
"Iya, ayah tahu. Itu perusahaan milik keluarga Albert, kenapa?"
"Tadi aku mendengar jika keluarga Albert dan keluarga Damian akan bekerja sama untuk bersaing dengan perusahaan keluarga kita. Aku merasa ini sangat menarik."
"Xixi, bisnis itu bukanlah permainan."
"Aku tahu ayah, tapi seseorang ingin merebut laki-laki yang sudah menjadi miliku. Aku ingin menunjukan padanya, tidak akan semudah itu merebut apa yang sudah menjadi milikku, seperti merebut sebuah perusahaan."
Tuan William tidak pernah melihat Xixi yang seperti itu sejak dia berubah menjadi wanita culun, rasanya itu sudah lama sekali.
"Baiklah, ayah akan memberitahu kepada sekertaris Ana untuk mempersiapkan semuanya."
"Sekertaris Ana, maksud ayah sekertaris yang waktu itu membantuku?"
"Benar."
"Itu bagus, aku menyukainya."
"Baiklah, pimpin perusahaan dengan baik."
"Tentu saja ayah, aku juga akan memperlakukan mereka dengan baik juga."
"Dasar anak ini."
__ADS_1
Xixi hanya tersenyum lebar mendengar ayahnya bicara.
"Maaf Leon, aku harus melakukan ini. Kau merahasiakan hal sepenting itu dariku, jadi jangan salahkan aku jika aku juga merahasiakan sesuatu darimu."