The Geeky Girl

The Geeky Girl
Part 86


__ADS_3

Di perusahaan R. Group. Jery dan Mimi yang sedang membahas perihal rencana mereka yang akan pulang beberapa hari lagi, di kejutkan oleh berita tentang penerus keluarga Davidson.


Foto-foto tak senonoh tuan muda Davidson dan beberapa wanita tersebar luas di beberapa media. Wanita itu adalah beberapa artis, dan ada juga yang memakai pakaian formal, yang sepertinya wanira kantoran. Mungkin klien atau karyawan di perusahaannya.


"Ini....."


Jery segera menutup kedua mata Mimi, agar dia tidak melihat sesuatu milik tuan muda Davidson yang terekspos itu.


"Laki-laki menjijikan." Gumam Jery.


Jery segera menutup laptopnya, agar mereka tidak lagi melihat berita yang tak senonoh penerus keluarga Davidson itu.


"Kenapa berita-berita seperti itu bisa tersebar luas?" Tanya Mimi yang matanya sudah tidak di tutupi oleh tangan Jery lagi.


"Aku juga tidak tahu, sepertinya ada orang yang tidak menyukai keluarga Davidson, dan menggunakan foto-foto itu untuk menjatuhkan mereka."


"Tapi jika seperti itu, keluarga Davidson yang cukup hebat pasti bisa menekan dan menghapusnya dengan mudah, sebelum itu tersebar lebih lama."


"Kau benar, berita itu setidaknya sudah tersebar hampir dua jam. Tapi mereka belum juga menghapusnya, tidak mungkin jika orang-orang dari keluarga Davidson tidak mengetahuinya. Kecuali....."


"Xixi!" Ucap Mimi seraya menatap Jery.


"Xixi?"


"Benar, kemarin Xixi bilang padaku kalau keluarga Davidson sedang mencari tahu tentang direktur perusahaan W. Group, dan perusahaan itu adalah perusahaan di mana Xixi yang memimpin. Ini pasti perbuatan Xixi yang ingin menunjukan pada tuan muda Davidson, jika tidak akan mudah mencari tahu siapa dia."


"Jika memang itu perbuatan Xixi, maka mereka hanya tinggal menunggu kapan Xixi akan menghapus berita itu saja."


"Benar."


"Tapi yang aku lihat tadi adalah, postingan dari akun resmi sosial media milik perusahaan D. Group."


"Xixi pasti masuk ke dalam akun itu, dan menyebarkan foto-foto itu dari akun mereka."


"Sangat mengerikan."


"Karena itu, jangan sekali-kali berurusan dengan Xixi. Dia akan menghukum mu dengan tidak terduga."


"Kau benar."


Jery menatap laptopnya yang sudah tidak menyala, dia membayangkan bagaimana nasib tuan muda Davidson saat ini.

__ADS_1


"Aku pastikan tidak akan menyinggung keluarga William ini. Terutama aku tidak akan menyakiti Mimi."


"Jadi kapan kita akan kembali? Besok adalah hari terakhir ku melakukan pemotretan, dan malamnya produser akan mengadakan makam malam bersama." Ucap Mimi menyadarkan lamunan Jery.


"Ah, iya. Mungkin urusanku disini akan selesai sekitar 3 atau 4 hari lagi."


"Baiklah, kalau begitu aku bisa bersantai beberapa hari di vila baru milik Xixi."


"Xixi punya vila baru disini?"


"Iya, dia bilang dia ingin berinvestasi. Jadi dia membuat beberapa vila di kota A ini."


"Hmmm, cukup pintar juga."


"Iya, dia selalu melakukan sesuatu untuk jangka panjang, dan pastinya menguntungkan."


"Aku harap vila yang di buat Xixi akan membuat para pengunjung yang datang ke kota ini tertarik."


"Tentu saja, vila yang dia dan Leon desain sangat nyaman. Begitu juga dengan furniture yang mereka pakai, sangat bagus dan membuat ruangan di dalam vila terlihat elegan."


"Sepertinya sangat bagus, aku akan melihatnya nanti dengan mu."


Mimi mengangguk "Iya."


...----------------...


Plak!


"Dasar bodoh! Kau bisa saja bermain dengan banyak wanita, tapi kenapa kau begitu bodoh sampai semua foto menjijikan itu tersebar di media!" Seru tuan besar Davidson pada anaknya.


Tuan muda Davidson mengusap pipi kanannya yang di tampar oleh ayahnya begitu keras.


"Aku tidak tahu, ada orang yang diam-diam mengambil foto-foto itu, Pa."


"Omong kosong! Kau melakukannya di beberapa tempat. Dan dua di antara foto-foto itu kau lakukan di dalam kantormu. Jika bukan kau yang menyebarkan foto-foto itu. lalu siapa? Anak kurang ajar!"


Tuan Davidson benar-benar marah pada anaknya yang sudah sangat ceroboh dan bodoh itu.


Tuan muda Davidson mengepalkan tangannya, dia tidak tahu jika seseorang telah menyebarkan foto-fotonya di media sosial. Padahal semua foto itu dia simpan dengan baik di dalam komputer perusahaan, agar tidak hilang.


"S*al! Siapa sebenarnya yang sudah melakukan ini padaku. Beraninya dia!"

__ADS_1


"Sekarang kau bereskan masalah ini secepatnya, dan cari orang yang sudah menyebarkan foto-fotomu itu. Kau sudah membuat harga saham perusahaan anjlok!" Ucap tuan besar Davidson dengan geram.


"Baik Pa, aku pasti akan segera menemukan orang itu."


Tuan muda Davidson berjalan pergi meninggalkan tuan besar Davidson dengan marah, karena orang yang sudah menyebarkan foto-foto vulgarnya bersama beberapa wanita membuatnya di marahi, bahkan di tampar oleh tuan besar Davidson di depan para pelayan di rumahnya.


"Awas saja, jika aku menemukn siapa orang yang sudah menyebarkan foto-foto itu, aku pastikan dia akan hidup mengenaskan!" Gumam tuan muda Davidson kesal.


Dia mengusap pipinya yang masih berdenyut karena tamparan keras ayahnya tadi.


"S*al! Pak tua itu menamparku dengan keras sekali."


Tuan muda Davidson masuk ke dalam mobil, dan melajukan mobinya dengan cepat. Dia akan ke suatau tempat untuk menemui seseorang yang akan membantunya melacak orang yang sudah membuatnya geram hari ini.


Di rumah, tuan besar Davidson meminta kepala pengawal rumahnya, untuk membantunya menyelidiki orang di balik berita di berbagai media tentang putranya saat ini.


Dia juga meminta untuk menghapus postingan itu dari media sosial, agar berita itu tidak lagi membuat harga saham di perusahaannya semakin merosot.


"Dasar, anak tidak berguna itu. Hanya mengerti tentang bersenang-senang dengan banyak wanita saja."Ucap tuan besar Davidson.


"Bukankah dia sama seperti mu, sayang?" Ucap seorang wanita yang tak lain adalah istri tuan besar Davidson.


"Diam kau! Ini adalah urusan laki-laki. Kau tidak tahu apa-apa."


Nyonya Davidson tersenyum, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar perkataan suaminya itu.


"Kau bahkan tidak akan pernah bisa memiliki perusahaan dan kekayaan ini, jika bukan karena aku disini." Ucap nyonya Davidson sebelum dia melangkah pergi meninggalkan tuan besar Davidson.


"Wanita itu! Jika bukan karena dia masih berguna untuk kejayaanku, aku pasti sudah menendangnya keluar dari keluarga ini." Ucap tuan besar Davidson melihat istrinya melenggang pergi.


Semua kekayaan dan kejayaan yang keluarga Davidson dapatkan memang tidak bisa lepas dari nyonya Davidson, yang merupakan anak dari salah satu keluarga terkaya di negara K itu.


Bahkan perusahaan yang saat ini tuan besar Davidson miliki pun, hadiah pernikahan dari keluarga nyonya Davidson. Bukan dari hasil kerja keras tuan besar Davidson sendiri.


Nyonya Davidson yang sudah berada di dalam kamar tersenyum sendirian.


"Akhirnya ada juga orang yang bisa membuat perusahaan Davidson terpuruk, sudah lama aku menunggu ada orang yang bisa menghancurkan perusahaan itu." Ucap nyonya Davidson.


Meskipun itu adalah perusahaan yang di berikan oleh keluarganya sebagai hadiah pernikahan, tapi nyonya Davidson ingin perusahaan itu hancur. Itu karena dia sudah merasa sakit hati pada suaminya, saat melihat tuan besar Davidson melakukan hal itu dengan sekertarisnya di perusahaan.


Dan tentu saja, apa yang sudah di lakukan oleh tuan besar Davidson juga turut di lakukan oleh anaknya, yang juga suka bermain dengan banyak wanita di luar sana.

__ADS_1


Memang, buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Itulah peribahasa yang pantas untuk sepasang anak dan ayah keluarga Davidson itu. Yang sama-sama suka bermain dengan banyak wanita liar.


__ADS_2