
Di perusahaan R. Group, Monica dan manajernya berdiri di depan meja wakil direktur, mereka dipanggil oleh wakil direktur karena setelah melakukan jumpa pers kemarin sore, Monica kembali membuat status di salah satu media sosialnya yang membuat perusahaan menjadi bahan perbincangan.
Wakil direktur menatap Monica dan manajernya dengan tajam, selama ini dia tidak pernah menghadapi model seperti Monica. Terlebih dia adalah model baru di perusahaan.
"Monica, aku tidak tahu apa yang ada dalam pikiran mu. Setelah melakukan jumpa pers, aku pikir kamu akan berubah dan tidak melakukan hal yang membuat perusahaan lebih malu lagi, tapi kau...."
"Wa... Wakil direktur, tolong dengarkan penjelasanku. Akun media sosial ku telah diambil alih oleh orang lain,dan aku tidak tahu siapa dia." Ucap Monica.
"Bagaimana bisa akun media sosialmu diambil oleh orang lain? Kamu pikir aku bodoh dan percaya apa yang kamu katakan?"
"Aku benar-benar mengatakan yang sesungguhnya, jika wakil direktur tidak percaya aku bisa membuktikannya, aku tidak bisa masuk ke dalam akun media sosial ku itu sejak kemarin."
"Baik lakukan itu, aku ingin melihatnya. Jika sampai kamu bisa membuka akun media sosialmu itu, maka bersiap-siaplah untuk pergi dari sini."
"Ba.... Bagaimana bisa anda mengatakan hal itu wakil direktur?"
"Kenapa aku tidak bisa melakukannya, kamu sudah merugikan perusahaan ini dan juga membuat malu direktur, dengan semua cerita-cerita yang kamu buat sendiri."
Monica terdiam dia tidak menyangka cerita-cerita tentang kebohongan hubungan dia dan Jerry akan menjadi bumerang baginya.
"Cepat tunjukkan padaku, jika memang kau tidak bisa membuka akun media sosialmu itu." Ucap wakil direktur lagi.
Monica mengambil ponselnya yang ada di dalam saku celananya, dia lalu membuka salah satu akun medianya dengan alamat dan password yang telah diubah sebelumnya.
ting
Sesaat setelah Monica memasukkan alamat dan password akun media sosialnya, sebuah notifikasi dari akun media sosial miliknya itu berbunyi, dan itu membuat Monica dan manajernya terkejut.
"Ini... ini tidak mungkin, tadi malam aku masih tidak bisa membuka akun media sosial ku ini, tetapi kenapa sekarang...."
Wakil direktur yang melihat itu menatap Monica dengan dingin dan tajam.
"Berapa lama lagi kamu akan membohongiku dan menganggapku sebagai orang yang bodoh, Monica?"
Monica menggelengkan kepalanya "Tidak, tidak wakil direktur, bukan maksudku seperti itu. Aku sungguh-sungguh tidak bisa membuka akun ini tadi malam,aku...."
Braaaak!
"Cukup Monica!" Seru wakil direktur.
Monica terkejut dengan suara gebrakan meja yang wakil direktur lakukan, hingga dia mundur beberapa langkah ke belakang.
__ADS_1
"Aku tidak mau lagi mendengar alasanmu, sekarang lebih baik bereskan semua barang-barangmu dan pergi dari perusahaan ini."
"Tidak, kau tidak berhak untuk mengusirku. Aku telah menandatangani kontrak selama 3 tahun dan aku baru saja bekerja di sini selama dua tahun. Aku masih bisa bekerja di sini selama 1 tahun lagi, dan kau tidak bisa mengusirku begitu saja." Ucap Monica dengan lantang.
ceklek
"Oh, kalau begitu biar saya saja yang mengusirmu dari perusahaan ini, Nona Monica." Ucap Jery yang baru saja masuk ke dalam ruang kerja wakil direktur.
Monica dan manajernya terkejut saat melihat Jery datang ke ruang wakil direktur.
"Di... direktur." ucap Monica dan manajernya serempak.
Jery berjalan masuk ke dalam ruang kerja wakil direkturnya, dia menatap Monica dan manajernya dengan tajam.
"Nona Monica, saya telah mengirimkan sejumlah uang untuk ganti rugi kontrak yang telah anda tanda tangani dengan perusahaan saya, jadi anda tinggal mengemasi barang-barang anda dan segera pergi dari perusahaan ini." Ucap Jery lagi.
Monika menggelengkan kepalanya karena tidak percaya apa yang telah dikatakan oleh Jery padanya, selama ini dia begitu mengagumi Jery, dan dia tahu Jery adalah laki-laki yang lembut dan juga tidak akan melakukan hal yang membuat seorang wanita bersedih.
"Tidak direktur, anda tidak bisa melakukan itu padaku. Aku begitu mengagumi anda, bagaimana bisa anda melakukan itu kepadaku?" ucap Monica yang tengah menahan air matanya.
"Kenapa saya tidak bisa melakukan itu kepada anda? Anda sudah banyak merugikan perusahaan, dan juga membuat banyak karyawan serta klien saya bertanya-tanya, tentang hubungan saya dengan anda. Tidakkah anda tahu itu, nona Monica?
"Berhentilah membuat keributan, saya diam karena saya malas berurusan dengan model baru seperti anda, karena saya sudah sangat sering menjumpai wanita seperti anda."
Air mata Monica mengalir, dia tidak menyangka jika Jery akan mengatakan hal yang membuatnya merasa terluka.
Jery menatap manajer Monica yang sejak tadi berdiri di samping Monica.
"Kau juga, kau beraskan bareng-barengmu dan keluar dari perusahaan ini." Ucap Jery pada manajer Monica.
"Tidak direktur, saya mohon jangan lakukan itu. Saya sudah sering mengatakan dan menasehati Monika agar tidak melakukan banyak kebohongan yang akan merugikan perusahaan ini, tetapi dia tidak mau mendengarkan saya. Saya mohon, tolong jangan keluarkan saya dari perusahaan ini." Ucap Manager Monica.
"Satu tahun yang lalu, perusahaan memintamu untuk mengajari nona Monica menjadi model profesional agar bisa mengikuti acara fashion show di di negara P, tetapi yang anda lakukan adalah memberi seorang pelatih kelas C untuk nona Monica, dan 5 bulan yang lalu perusahaan meminta anda untuk merias nona Monica agar tampil lebih elegan di sebuah pesta, namun gaun pesta yang kau berikan kepada nona Monica adalah gaun pesta yang berbahan dengan harga kurang dari 5 juta."
Manajer Monica sangat terkejut mendengar semua perkataan direkturnya, dia tidak menyangka jika Jery tahu akan hal itu.
"Aku juga masih memiliki banyak keluhan kepadamu, karena sebagai manajer kamu bukan hanya lalai, tapi kamu juga mengambil keuntungan untuk urusan pribadimu sendiri. Bukankah gaji yang diberikan oleh perusahaan sudah cukup besar, tapi kenapa kau masih melakukan itu?
"Ma... Maafkan saya direktur, saya tidak bermaksud demikian saya....."
"Aku tidak membutuhkan alasan apapun lagi, kalian berdua segera bereskan barang-barang kalian dan keluar dari perusahaan ini!"
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Jery keluar dari ruang wakil direktur, dia sudah malas berurusan dengan kedua orang itu.
"Mereka berdua ini menganggap perusahaanku sebagai perusahaan milik mereka sendiri, dan mereka pikir aku tidak bisa berbuat apa-apa kepada mereka."
Tak berselang lama setelah Jery secara pribadi mengeluarkan Monica dan manajernya dari perusahaan, berita tentang pemecatan Monica dan manajernya menyebar di seluruh ruang kerja karyawan di Perusahaan R. Group itu.
Monica yang selalu dianggap seperti dewi bagi mereka, karena bisa berdiri di samping direktur. Sekarang hanya menjadi bahan olokan oleh para karyawan itu.
Monica sendiri tidak pernah menyangka jika hari ini akan terjadi pada kehidupannya, karena sudah lama dia memimpikan menjadi seorang model profesional yang hebat, yang akan memikat hati Jery.
"Ini semua karena orang yang telah mengambil alih akun media sosialku. Jika aku tahu siapa dia, aku akan membuatnya menyesal hidup di dunia ini." Gumam Monica di ruang pribadinya.
"Berhentilah bicara omong kosong! cepat kau kemasi barang-barangmu, aku juga ikut dikeluarkan semua karenamu, benar-benar pembawa bencana." Ucap Manager Monica dengan kesal.
Monica menatap manajernya "Jika kau tidak melakukan apa yang direktur katakan tadi, tentunya kau juga tidak akan ikut dikeluarkan denganku."
"Ini juga karenamu. Kau hanyalah orang dari desa, mana mungkin aku memberikan gaun yang mewah untukmu benar-benar sangat tidak layak."
Monica mengepalkan tangannya ketika mendengar ucapan manajernya yang begitu menusuk, tetapi dia tidak bisa melakukan apapun, dan dia hanya bisa menahannya.
Setelah kedua wanita itu selesai membereskan barang-barang mereka, dengan kepala tertunduk mereka keluar dari perusahaan.
Tatapan menghina dan bisikan mengejek dari para karyawan yang melihat Monica juga manajernya keluar dari perusahaan, terdengar samar-samar di telinga Monica, dan itu membuatnya sangat kesal.
Jery melihat Monica dan manajernya yang sudah keluar dari perusahaan, dia menatap kedua wanita itu dari jendela yang ada di dalam ruang kerjanya.
"Wanita itu benar-benar sangat berbahaya, aku menerima dia sebagai model baruku di sini, tapi tidak ada yang menyangka jika dia akan melakukan hal yang memalukan seperti itu." Ucap Jerry pada dirinya sendiri.
Jery menatap lurus ke depan kaca jendela besar yang berada di dalam ruang kerjanya. Menatap hamparan lautan luas yang berada jauh di depannya.
Nama baik perusahaannya hampir saja di buat rusak oleh salah satu model barunya, dan itu cukup membuat Jery pusing.
Rasanya ingin sekali dia menceritakan semua yang dia rasakan pada Mimi, namum itu tidak mungkin dia lakukan untuk saat ini.
"Saat ini Leon pasti sedang sibuk dengan vila milik Xixi yang dalam pembangunan."
Kemarin Jery telah menghubungi Leon, namun Leon tidak bisa bertemu dengannya karena dia harus mengurus dan memantau perkembngan pembuatan vila milik Xixi.
Jery berjalan kembali ke kursi kerjanya, dia menyenderkan tubuhnya ke belakang.
Jery merasa sangat lelah, meskipun satu masalah telah di selesaikan.
__ADS_1