
Saat ini tuan Damian tengah duduk bersama dengan tuan Albert di salah satu restoran. Mereka tengah menikmati makan siang bersama dengan tenang.
"Tuan Damian, saya dengar jika putra anda sedang menjalin hubungan dengan salah satu anak seorang pengusaha. Apakah itu benar?" Ucap tuan Albert.
Tuan Damian diam sejenak, dia lalu mengangguk "Itu benar."
"Sangat di sayangkan, putriku sangat menyukai putra anda."
"Anda benar, tuan Albert."
"Tapi anda tidak perlu khawatir, kerjasama kita akan terus berjalan sesuai dengan rencana."
"Tentu, saya senang mendengar itu."
"Bagaimana pun saya dan anda memiliki tujuan yang sama, ingin menjadi pebisnis besar di negara ini dan negara-negara lainnya."
"Iya, saya yakin kerjasama kita akan berhasil dengan baik."
Tuan Albert mengangguk, dia lalu meneguk wine yang ada di depannya.
Tuan Damian tersenyum "Sepertinya tuan Albert tidak tahu, jika wanita yang tengah menjalin hubungan dengan Leon adalah putri bungsu William."
***
Di kota A, Leon yang tidur di apartemen Xixi bertemu dengan sekertaris Ana, yang akan membantunya menyewa salah satu apartemen kosong di samping apartemen yang Xixi tinggali saat ini.
"Saya memerlukan buku tabungan dan juga tanda pengenal anda, tuan muda Damian."Ucap sekertaris Ana.
Leon mengangguk, dia lalu memberikan apa yang sekertaris Ana inginkan.
"Baik, saya akan langsung mengurusnya. Kemungkinan besok atau besok lusa anda sudah bisa menempati apartemen itu."
"Terima kasih nona Ana."
Sekertaris Ana mengangguk, dia lalu keluar dari apartemen Xixi.
"Wanita itu sedikit kaku, dan sangat serius." Gumam Leon.
Saat Leon akan kembali ke kamarnya, ponselnya bergetar. Sebuah notifikasi pesan tertera di layar ponsel.
Xixi : Aku sudah mengirimkan semuanya ke alamat email mu, dan aku juga sudah meminta beberapa orang untuk mencari tempat yang strategis. Kau cobalah lihat beberapa tempat itu nanti, dan kau cocokan desain mana yang bagus dan tepat untuk membangun vila-vila itu.
Leon memasukan kembali ponselnya ke dalam saku celana setelah membaca pesan dari Xixi.
"Dia masih sama, lebih suka mengirimkan pesan singkat dari pada langsung menghubungi ku." Ucap Leon.
Leon berjalan masuk ke dalam kamarnya, dia mengambil laptop dan memeriksa email yang di kirimkan oleh Xixi padanya.
Dengan cepat jari Leon menari di atas keyboard, dia begitu serius mencari dan membaca email yang dia dapat dari Xixi.
__ADS_1
"Ini semua adalah tempat-tempat yang di katakan oleh Xixi." Gumam Leon.
Leon mencoba melihat dengan detail lokasi itu, dia mencaritahu tempat itu secara lebih detail.
Kedua mata Leon menatap layar laptop tanpa berkedip, benar-benar dia terlihat begitu serius.
Setelah hampir 30 menit, Leon mendapatkan hasil yang sangat detail dari dua tempat yang akan menjadi lokasi pembangunan vila milik Xixi.
"Kalau di sekitar sini, akan lebih bagus dengan desain yang ini. Karena cahaya matahari tidak akan terlalu masuk ke dalam dan membuat panas di dalam vila." Ucap Leon sambil menatap layar laptopnya.
Leon terus berkutat dengan laptopnya, mencocokan tempat dan desain vila yang akan di bangun disana.
Setelah hampir setengah hari Leon berada di dalam kamar dengan laptop kesayangannya, Leon di kejutkan oleh suara ketukan pintu kamar.
Leon turun dari atas ranjang, lalu berjalan untuk membukakan pintu kamar.
"Tuan muda Damian, makan siang sudah siap. Nona muda berpesan agar tuan muda Damian makan dengan baik." Ucap Lia pada Leon.
"Iya, aku mengerti. Aku akan segera kesana."
"Baik."
Leon kembali menutup pintu kamarnya setelah Lia pergi, dia kembali mengamati hasil yang sudah dia lakukan tadi, lalu menyimpannya pada sebuah folder di dalam laptopnya.
"Baiklah, semua sudah selesai. Direktut Cicilia akan sangat puas nanti." Ucap Leon sambil menutup laptopnya.
"Wah, dia benar-benar memperhatikan makananku. Calon istriku ini sangat baik sekali." Ucap Leon pada dirinya sendiri.
(Author : Jangan terlalu percaya diri, siapa juga yang mau jadi istri kamu 🙄)
Leon duduk lalu mulai menikmati makan siangnya sendirian, dia lalu mengirimkan pesan singkat pada Xixi.
Leon : Sayang, jangan lupa makan siang 😘.
Setelah mengirimkan pesan singkat itu, Leon kembali menikmati makanannya.
***
Xixi saat ini sedang bertemu dengan putri dari tuan Albert. Mereka juga tengah menikmati makan siang mereka bersama.
Dalam pekerjaan Xixi tentu harus bersikap profesional, jadi dia tidak melakukan hal apapun pada Amie Albert, meski dia sedikit merasa kesal padanya jika mengingat apa yang sudah dia dan Leon lakukan.
ddrrrrrrtttt
Ponsel Xixi bergetar di atas meja.
"Maaf mengganggu kenyamnan nona muda Albert." Ucap Xixi.
"Tidak apa-apa."
__ADS_1
Xixi lalu mengambil ponsel itu dan membaca pesan singkat yang dia dapatkan dari Leon. Setelah membaca pesan itu, Xixi tersenyum. Dia tidak membalas pesan dari Leon itu, karena dia tidak mau Leon memecah konsentrasinya pada Amie Albert.
"Apakah itu dari kekasih anda, nona Cicilia?" Tanya Amie Albert yang melihat Xixi sempat tersenyum.
"Benar."
"Sangat bahagia mempunyai seorang kekasih."
"Bukankah nona muda Albert juga mempunyai seorang kekasih?"
Amie Albert menggelengkan kepalanya "Tidak, dia menolakku begitu saja, dengan alasan jika dia sudah memiliki seseorang yang dia cintai."
Xixi hanya mengangguk menaggapi ucapan Amie Albert yang terdengar sedikit kesal itu.
"Kau belum tahu siapa kekasihnya, tapi kau sudah merasa kesal. Bagaimana jika kau tahu bahwa aku adalah kekasih dari laki-laki yang kau inginkan itu."
Selesai makan siang, Xixi dan Amie mulai membahas pekerjaan.
Amie yang begitu percaya diri karena perusahaan keluarganya telah berhasil mengakuisisi beberapa perusahaan dalam satu tahun ini, berfikir jika Xixi mau bekerjasama dengannya.
"Maaf nona Amie, ada beberapa point yang tidak bisa saya terima dalam perjanjian kerjasama disini." Ucap Xixi sambil menunjuk point ke 29 di halaman ketiga surat kontrak kerjasama.
Amie melihat point itu, dia tidak menyangka jika Xixi akan membaca semua kontrak dengan detail dan cermat. Karena selama ini, perusahaannya selalu memakai 15 point teratas untuk mengelabui orang-orang agar mau bekerjasama dengannya.
Point-point itu tentu saja point yang akan membuat mereka tertarik untuk bekerjsama, namun itu hanya point pemanis, karena point yang akan merugikan bagi mereka berada di halaman belakang kontrak, yang sangat jarang di baca.
"Nona Cicilia, saya bisa menjelaskan beberapa point di....."
"Cukup, saya adalah seorang pebisnis yang tidak menyukai kecurangan. Anda pikir saya akan tertipu seperti pengusaha lainnya, dengan point-point menguntungkan di lembar pertama dan kedua kontrak ini, nona Amie?"
"Tidak, bu... bukan seperti itu."
"Bukan? Lalu apa ini? Setelah kontrak ini di tandatangani dan berjalan lebih dari 6 bulan, maka 15% saham perusahaan akan menjadi milik perusahaan anda? Apakah ini cara kalian mengakuisisi beberapa perusahaan itu?"
Xixi melemparkan surat kontrak itu di atas meja dengan sangat keras, sehingga beberapa orang yang duduk dekat mereka terkejut.
"Ingat, jangan pernah menggunakan kontrak penuh kelicikan ini untuk bekerjasama dan menjatuhkan perusahaanku! Kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa nona Amie Albert."
Amie Albert tertegun melihat sorot mata Xixi yang begitu tajam menatapnya.
Xixi mengambil tasnya lalu berjalan keluar dari restoran itu dengan kesal.
Walaupun Xixi tahu jika mereka akan melakukan kecurangan pada kontrak kerjasama itu, tapi Xixi tetap saja tidak terima jika perusahaannya menjadi target mereka selanjutnya.
...----------------...
NB :
Tuan Albert dan Amie Albert belum tahu, kalau perusahaan yang Xixi pimpin adalah anak perusahaan milik keluarga William. Mereka juga belum tahu kalau Xixi adalah anak dari keluarga William.
__ADS_1