The Geeky Girl

The Geeky Girl
Part 58


__ADS_3

Setelah malam di pesta ulang tahun Jery dua hari yang lalu, hubungan Jery dan Mimi semakin dekat.


Banyak teman-teman Jery mengira jika Mimi adalah wanita yang selama ini Jery sukai dan sengaja di rahasiakan olehnya. Karena itu Jery tidak pernah mau menjalin hubungan dengan wanita manapun.


Kedekatan Mimi dan Jery membuat sebagian orang senang, dan sebagian lagi merasa tidak suka. Misalnya saja wanita bernama Monica, yang hampir semua teman-teman Jery dan dirinya tahu, jika Monica ini sudah lama manyukai Jery. Dia bahkan sering membuat gosip tentang dirinya dan Jery di sosial medianya.


Tapi sayangnya Jery tidak pernah menanggapi itu, dan malam saat Jery memberikan potongan pertama kue ulang tahunnya pada wanita lain, membuat Monica seolah di tampar dan di permalukan di depan semua teman-temannya.


"Nona Michael, apakah siang ini nona ada waktu?" Tanya Jery yang datang ke perusahaan tempat Mimi bekerja.


"Siang ini, ada tuan Jery, kenapa?"


"Ah, tidak. Aku hanya ingin mnegajak nona Michael makan siang bersama, apakah bisa?"


"Itu...."


"Jika anda tidak bisa, tidak apa-apa. Mungkin lain waktu."


"Tidak bukan seperti itu, hanya saja.... saya merasa tidak enak. Karena saat ini banyak orang yang sedang membicarakan saya dan tuan Jery."


Jery tersenyum.


"Maf, karena tindakan saya saat di pesta ulang tahun saya, telah membuat nona Michael terganggu."


"Tidak, tidak. Itu bukan salah tuan Jery."


"Jika begitu, saya boleh mengajak anda makan siang hari ini?"


"...... Baiklah jika memang tidak membuat tuan Jery mempunyai masalah."


"Baik, kalau begitu kita akan bertemu lagi pada jam makan siang."


"Iya."


Jery meninggalkan Mimi setelah mendapatkan jawaban atas ajakannya.


"Mimi, aku lihat kau semakin dekat dengan tuan muda Robert. Apa kalian...."


"Kak Junnie, berhenti bergosip."


"Hahahaha baiklah."


"Bagaimana dengan persiapan pemotretan di atas kapal pesiar, apakah semua sudah siap?"


"Iya, tapi apa nanti kau benar-benar tidak akan mendapatkan kesulitan?"


"Kenapa?"


"Di pemotretan kali ini, rekan kerja mu adalah Monica. Wanita yang sangat menyukai tuan muda Robert itu."


"Jika dia menyukai tuan Jery, lalu apa hubungannya denganku kak Junnie?"


"Astaga Mimi, saat ini tuan muda Robert terlihat seperti sedang mengejarmu, dan Monica itu wanita yang menyukai tuan muda Robert. Hampir semua orang mengetahui itu. Kau masih tidak mengerti juga?"


"Kak, jika dia adalah model yang perofesional. Maka dia tidak akan melakukan apapun selama bekerja, kecuali dia masih seperti anak-anak."


Meneger Junnie hanya bisa diam menanggapi ucapan Mimi. Dia masih tidak mengerti jalan pikiran Mimi tentang hal seperti ini.


***


Sistem keamanan di perusahaan milik tuan Albert bermasalah, sebagian file yang seharusnya di rahasiakan bocor ke media sosial, sehingga membuat perusahaan mereka kalang kabut mengurusi semuanya.


"Bagaimana kerja kalian semua! Kenapa file yang sangat penting ini bisa bocor keluar?" Seru tuan Albert dengan geram.

__ADS_1


Tuan Albert menatap semua karyawan yang bekerja di dalam ruang kendali sistem keamanan perusahaan.


"Sekarang cari tahu siapa orang yang sudah berani membocorkannya! Aku tidak akan melepaskan orang itu." Ucap tuan Albert lagi.


Tuan Albert keluar dari ruang kendali itu dengan emosi yang meluap-luap, dia tidak menyangka jika hanya dalam satu hari file yang sudah dia simpan dengan rapi bisa bocor keluar, dan itu membuat beberapa perusahaan mendapatkan keuntungan dari file tersebut, dan tentu saja membuat perusahaan miliknya rugi.


"S*alan! Siapa yang sudah berani melakukan ini padaku? File itu sangat aku lindungi, bahkan tidak ada yang tahu kode untuk membuka file itu, kecuali aku sendiri."


Tuan Albert masuk ke dalam ruang kantornya, kepalanya benar-benar sangat pusing dengan masalah yang tiba-tiba terjadi itu.


Braaak!


Tuan Albert menggebrak meja kerjanya "Siapapun dia, aku tidak akan melepaskannya." Gumam tuan Albert dengan geram.


ceklek


"Papa, apa yang terjadi? Kenapa bisa file perusahaan kita tersebar di media sosial pagi ini?" Tanya Amie, yang baru saja masuk ke dalam ruang kerja ayahnya.


"Papa juga tidak tahu, semua sistem keamanan tidak ada yang rusak maupun tidak ada tanda-tanda telah di bobol oleh orang lain."


Amie Albert mengerutkan keningnya "Jika begitu, hanya orang-orang yang bekerja di perusahaan ini yang bisa melakukannya."


Tuan Albert menggelengkan kepalanya.


"Tidak, disana ada cctv, dan selama beberapa hari setelah semua orang pulang, tidak ada yang masuk ke dalam ruang sitem kendali itu."


"Jadi siapa yang sudah membocorkannya?"


"Sepertinya ini adalah perbuatan orang yang sangat ahli, dan ingin perusahaan kita hancur."


"Orang yang ingin perusahaan kita hancur?"


"Benar."


Tuan Albert menggelengkan kepalanya lagi "Papa rasa bukan, kita belum melakukan apapun pada mereka, dan mereka tidak akan menyerang sebelum mereka merasa terusik."


"Kalau begitu, artinya seorang hacker handal dari perusahaan lain yang melakukan ini."


"Kau benar."


Amie duduk di sofa yang ada di dalam ruang krrja ayahnya, dia terlihat sedang berfikir.


"Biarkan dulu, bagaimana hubunganmu dengan tuan muda Davidson itu?"


"Hubungan kami cukup baik, aku hanya tidak suka saat dia diam-diam memeluk wanita lain di belakangku."


"Itu wajar, kau tidak perlu memikirkannya. Kita hanya memerlukan kekuatan keluarga mereka saja untuk membuat kita semakin naik."


"Iya Pa."


Sementara tuan Albert tengah mencari orang yang sudah membocorkan file perusahaannya, Xixi di ruang kerjanya sedang menikmati teh hangat sambil membaca berita di media sosial tentang file yang telah dia bocorkan itu.


Ya, hal lain yang Xixi lakukan saat berhasil masuk ke dalam sistem keamanan komputer perusahaan tuan Albert adalah, meletakan suatu perintah semacam virus untuk menyebarkan file penting yang Xixi temukan, sesuai waktu yang telah Xixi atur di dalam komputer perusahaan tuan Albert.


File itu akan menyebar di media sosial dengan alamat email perusahaan tuan Albert, sesuai waktu yang telah di atur.


Dengan cara seperti itu, tuan Albert yang memang belum melakukan sesuatu pada perusahaan milik ayahnya, dan belum tahu bahwa dirinya adalah anak dari tuan William, akan menganggap orang lain yang melakukan hal tersebut.


"Tuan Albert dan nona muda Albert, ini sedikit hadiah dariku. Jika kalian masih berfikir untuk menyerang perusahaan ayahku lagi, maka aku akan memberikan hadiah yang lebih besar lagi." Ucap Xixi yang masih melihat berita itu.


tok tok tok


"Iya."

__ADS_1


Sekertaris Ana masuk ke dalam ruang kerja Xixi.


"Ada apa?" Tanya Xixi seraya meletakan cangkir berisi teh.


"Direktur, di bawah ada seorang laki-laki bernama Leon. Dia berkata ingin bertemu dengan anda."


"Tolong kau ke bawah, dan bawa dia kesini."


"Baik direktur."


Sekertaris Ana keluar, dan turun ke lantai bawah untuk menjemput Leon.


"Dia ini, kenapa tidak memberitahuku kalau mau kesini?" Ucap Xixi.


Xixi berdiri dan membawa cangkir yang sudah kosong ke pentri yang ada di dalam ruang kerjanya.


ceklek


Pintu ruang kerja Xixi terbuka, Leon yang membuka pintu itu masuk ke dalam. Dia melihat sekeliling ruang kerja Xixi yang cukup besar.


"Kenapa kau tidak menghubungi ku lebih dulu sebelum kesini?" Tanya Xixi yang keluar dari ruang pentri.


Leon tersenyum melihat Xixi "Tentu saja karena aku ingin memberimu kejutan."


"Lain kali kau harus memberitahu lebih dulu, untung saja hari ini aku membatalkan jadwal pertemuanku dengan klienku."


"Baiklah direktur Cicilia yang cantik."


"Apa kau dari tempat pembangunan vila?"


Leon mengangguk, dia lalu duduk di salah satu sofa di dalam ruang kerja Xixi.


"Ada dua bahan yang belum datang, karena kehabisan stok. Jadi kita akan memulainya lagi besok setelah semua bahan lengkap."


"Lalu bagaimana perkembangannya?"


"Kita sudah mulai membangun pondasi bawah dengan batu-batuan besar, agar vila lebih kuat. Karena kau ingin membuat vila dengan dua lantai. Setelah itu, kita baru akan membuat bangunan dinding dan yang lainnya"


Xixi yang tidak tahu masalah pembangunan itu hanya mengangguk.


"Sebelum kesini aku melihat berita di media sosial, apakah itu perbuatanmu sayang?" Ucap Leon.


"Iya, itu hanya sedikit hadiah dariku untuk mereka."


"Kau berkata sedikit, tapi bagi mereka adalah sebuah kerugian besar."


"Mereka memiliki dukungan di belakang mereka, yang akan membuat mereka tidak akan jatuh hanya karena itu."


"Kau tahu?"


Xixi mengangguk "Tentu saja, di pesta ulang tahun kak Jery, aku melihat nona muda Albert duduk di samping tuan muda Davidson, dan aku menebak jika mereka memiliki hubungan kerjasama."


"Tuan muda Davidson?"


"Benar."


"Tuan Albert cukup berani juga melemparkan putrinya pada tuan muda Davidson itu."


"Mereka tidak bisa melakukan hal lain lagi untuk bisa bersaing dengan perusahaan ayahku, jadi mau tidak mau tuan Albert harus melakukan itu."


"Kau benar, lagi pula dia adalah seorang ayah yang tidak peduli dengan kebahagiaan putrinya."


"Dia pebisnis yang sangat ambisius dan haus akan kekayaan."

__ADS_1


Leon mengangguk, dia tahu di dalam dunia bisnis hal seperti itu sangat wajar dan banyak yang melakukannya hanya demi di pandang oleh pengusaha yang lainnya.


__ADS_2