The Geeky Girl

The Geeky Girl
Part 68


__ADS_3

Esok harinya, Xixi dan Mimi berjalan-jalan di tepi pantai, dimana Xixi melihat ada dua perahu kecil sewaktu mereka baru datang di pulau itu.


"Rasanya aku ingin berenang." Ucap Xixi melihat hamparan lautan yang luas dan berwarna biru.


"Tidak perlu macam-macam, Xixi, kulitmu alergi dengan air laut. Kau tidak mau bukan kulitmu jadi merah-merah dan mengelupas, seperti terakhir kali kau berenang di pantai dengan temanmu dulu?" Ucap Mimi yang ada di belakang Xixi.


Xixi cemberut mendengar itu, dia sangat suka pantai. Tetapi dia tidak bisa menikmatinya dengan sempurna karena alerginya, dan setiap kali melihat orang berenang di pantai, dia hanya bisa melihatnya dengan iri dan sedih.


"Xixi, kak Mimi!"


Mendengar suara teriakan memanggil nama mereka, Xixi dan Mimi mencari sumber suara itu.


Leon berlari ke arah mereka, dan nafasnya terlihat seperti akan lenyap dari tubuhnya.


"Kenapa kau berteriak-teriak seperti itu?" Tanya Xixi pada Leon.


"Kak Jery... Kak Jery."


"Ada apa dengan kak Jery? Bicara yang benar."


Leon mengatur nafasnya, dia lalu berdiri dengan tegak "Kak Jery, dia.... dia menghilang."


"Menghilang?"


"Benar, dia menghilang. Kami sudah mencarinya, tetapi tidak ketemu dimanapun."


"Bagaimana bisa, ini adalah pulau pribadi milik keluarganya. Tidak mungkin dia hilang begitu saja."


"Aku juga tidak tahu."


"Kau sudah menghubungi ponselnya?"


"Sudah, tapi tidak ada yang menjawab."


Mimi yang mendengar itu merasa khawatir, dia lalu berlari ke vila untuk mencari Jery. Dan itu membuat Xixi juga Leon terkejut.


Tanpa pikir panjang, Xixi dan Leon ikut berlari menyusul Mimi di belakang.


"Xixi, kau cari dimana lokasi Jery lewat nomor ponselnya! Aku akan mencari di beberapa tempat yang lain." Seru Mimi yang masih terus berlari di depan Xixi dan Leon.


"Iya, kau harus berhati-hati kak!" Teriak Xixi.


Mimi lalu pergi ke bagian belakang vila, dia mencari di beberapa kamar yag tidak di tempati oleh yang lainnya, dia juga mencari di kasebo-kasebo yang ada di vila itu.


"Jery, kamu dimana?" Gumam Mimi dengam cemas.


Entah sejak kapan Mimi begitu peduli pada Jery, dia sangat khawatir akan keselamatan Jery, sampai dia berlari tanpa memikirkan kakinya yang terkena rumput dan pasir, karena mencari Jery.


Sementara itu Xixi dan Leon mencari dimana Jery dengan menggunakan nomor ponsel Jery. Xixi yang ahli dalam hal ini tentu saja bisa melakukannya dengan sangat muda.


Tit tit tit


"Ketemu, ponsel kak Jery ada di......"


"Dalam hutan!" Ucap Xixi dan Leon bersamaan setelah mendapatkan lokasi dimana ponsel Jery berada.


Tanpa menunggu lagi, Xixi dan Leon bergegas ke arah belakang vila, tapi saat mereka sampai di belakang. Pintu gerbang vila yang ada di belakang sudah terbuka, dan mereka menemukan anting milik Mimi ada di atas tanah tidak jauh dari gerbang itu.


"Kak Mimi." Ucap Xixi.

__ADS_1


Xixi segera membuka gerbang itu lalu berlari masuk ke dalam hutan. Leon yang tidak mau semua orang mengikuti mereka, kembali menutup pintu gerbang itu lalu menyusul Xixi ke dalam hutan.


"Kak Mimi! Kak Jery!" Teriak Xixi yang mencoba mencari Mimi dan Jery.


"Kak Jery! Kak Mimi!" Teriak Leon.


Xixi dan Leon terus masuk ke dalam hutan.


"Xixi, ini adalah potongan kain." Ucap Leon yang memperlihatkan sepotong kain di atas pohon kecil.


"Sepertinya kak Mimi tahu jika kita akan kesini, jadi dia menggunakan jaketnya untuk memberitahu kita dimana dia." Ucap Xixi.


"Kau benar, kita ikuti potongan kain ini."


Xixi mengangguk, tanpa mengambil potongan kain itu, mereka berjalan lebih dalam lagi. Menyusuri setiap pohon yang ada di depan mereka.


Tak jauh dari tempat mereka menemukan potongan terakhir kain yang di tinggalkan Mimi, mereka menemukan ponsel milik Jery yang sepertinya jatuh di atas tanah.


Xixi mengambil ponsel itu, dan menatap Leon.


"Aaaaakh!"


Xixi dan Leon mendengar suara teriakan Mimi, yang sepertinya tak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.


"Kak Mimi." Ucap Xixi.


Xixi dan Leon berlari secepat mungkin ke arah sumber suara. Saat mereka sampai disana, Xixi melihat Mimi sudah tak sadarkan diri dalam pelukan Jery di atas tanah. Dengan luka tusuk di lengan kirinya.


Dengan cepat Xixi melihat keadaan kakaknya.


"Kak Mimi!" Xixi mengangkat tubuh Mimi dan menatap wajah kakaknya yang sedikit lebam seperti habis di pukul seseorang.


"Kak Mimi dan kak Jery pingsan." Ucap Xixi.


"Benar. Sepertinya kak Jery sengaja di buat pingsan oleh seseorang." Ucap Leon seraya mengangguk.


Sraaaak sraaaak


Suara daun kering yang terinjak begitu jelas di telinga Xixi, dengan waspada Xixi menatap ke arah suara itu.


"Kau jaga kak Jery dan kak Mimi. Aku harus melakukan sesuatu."


"Kau jangan membahayakan dirimu, Xixi!"


"Tidak, aku tidak akan apa-apa. Aku akan membereskan tupai kecil ini dengan baik."


Xixi berlari mengikuti suara langkah orang yang semakin menjauh.


"Xixi!" Teriak Leon.


Leon tidak bisa menyusul Xixi karena harus menjaga Mimi dan Jery yang tidk sadarkan diri. Dia hanya bis berdoa agar Xixi baik-baik saja.


Di tempat lain, Xixi yang masih mengejar seseorang menemukan sebatang kayu cukup besar. Dia melemparkan kayu itu pada orang yang berlari di depannya.


Buuuugh!


Bruuuk!


Orang itu jatuh di atas tanah, setelah punggungnya terkena potongan kayu yang Xixi lempar.

__ADS_1


Xixi berhenti berlari tepat dua meter di depan orang yang tersungkur di atas tanah itu.


"Cukup bermain lari-larinya, kita bukan anak kecil lagi." Ucap Xixi melihat orang yang dia kejar tersungkur di atas tanah.


Orang yang jatuh di atas tanah itu melemparkan pisau kecil ke arah Xixi tanpa di duga. Xixi yang melihat itu langsung menghindar.


"Heh, ternyata kau lumayan cepat juga, bisa menghindari pisau kecilku." Ucap orang itu yang ternyata seorang wanita.


"Aku pikir kau laki-laki, karena postur tubuhmu yang cukup besar." Ucap Xixi dengan santai.


"Diam kau! Aku paling benci dengan orang yang berkata seperti itu pada ku." Ucap wanita itu.


Xixi melihat wanita itu berdiri, postur wanita yang ada di depannya memang mirip dengan laki-laki. Cukup tinggi dan juga besar.


"Kenapa kau melukai kak Jery dan kakakku?" Tanya Xixi pada wanita itu.


"Wanita lemah itu tidak pantas untuk Jery! Dan bodohnya Jery malah menyukai wanita itu."


"Kau menyukai kak Jery?"


"Itu tidak mungkin, Jery hanya pantas untuk kakakku, tidak seorang pun yang pantas untuknya selain kakakku."


Xixi memiringkan kepalanya, dia tidak mengerti apa yang ada di dalam otak wanita itu.


"Kau ingin kak Jery bersama dengan kakakmu, tetapi kau melukai kak Jery dan wanita yang kak Jery sukai. Apa kau tidak berfikir jika kak Jery pasti akan membencimu dan kakakmu setelah kejadian ini?"


Wanita itu diam.


"Benarkan?" Tanya Xixi lagi.


"Diam kau! Kau sama saja dengan wanita lemah itu, hanya menggunakan kecantikan tubuh kalian, kalian baru bisa mendapatkan laki-laki yang kalian inginkan."


"Bukankah kakakmu juga melakukan itu? Kau pasti tidak terima kakakmu di tolak oleh kak Jery, karena kak Jery merasa jika kakakmu sangat tidak layak dengannya."


"Banyak omong!"


Wanita itu berlari ke arah Xixi dengan cepat, kedua tangannya mengepal dan bersiap untuk memukul Xixi.


"Eh, gerakanmu cukup cepat. Tapi itu tidak masalah, kebetulan sudah lama aku tidk berolahraga." Ucap Xixi bersiap menerima kedatangan wanita itu.


Wanita itu mencoba memukul wajah Xixi tapi berhasil di halau oleh tangan Xixi.


Baku hantam dan saling menendang kedua wanita itu begitu sengit.


Bruuuk!


Dengan kekuatan wanita itu, Xixi baru bisa memukul dengan keras perut wanita itu hingga dia terpental dan mengenai sebuah pohon besar. Xixi mengusap ujung bibirnya yang terluka akibat pukulan wanita itu.


"Kau lumayan kuat, aku menyukainya." Ucap Xixi.


"Uhuk... uhuk... Wanita s*alan!"


Xixi tersenyum menerima pujian dari wanita yang telah terluka itu.


Sraaaaak!


Wanita itu menaburkan dedaunan kering ke arah Xixi dan membuat Xixi harus menutup kepalanya. Tapi begitu Xixi menyingkirkan tangannya, dia tidak lagi melihat wanita itu.


"Cih, dia kabur." Gumam Xixi.

__ADS_1


Xixi berbalik dan berlari ke tempat dimana Mimi dan Jery pingsan tadi. Dia dan Leon harus membawa Jery dan Mimi yang terluka.


__ADS_2