
Esok harinya, tepat pukul 8 pagi Leon sudah berada di depan rumah keluarga William untuk menjemput Xixi.
Xixi yang tidak tahu kedatangan Leon ke rumahnya pagi itu terkejut. Dia bahkan beberapa kali mengusap-usap kedua matanya, karena mungkin dia salah lihat.
Leon yang melihat Xixi begitu terkejut keluar dari mobilnya dan berjalan menghampiri Xixi.
"Selamat pagi sayang." Ucap Leon dengan senyum manisnya.
"Kau.... Apa yang kau lakukan pagi-pagi disini?"
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin menjemput kekasihku untuk berangkat ke kampus bersama."
Kedua mata Xixi membulat, dia benar-benar tidak menyangka jika Leon ternyata punya sisi yang suka merayu seperti itu.
"Leon, apa kau salah minum obat? Pagi ini ucapanmu...."
"Kenapa, apa aku tidak boleh berkata seperti itu pada kekasihku sendiri?"
Xixi diam, dia lalu menganggukan kepalanya beberapa kali dan mengalah pada Leon. Dia lupa, jika Leon adalah orang yang paling suka berdebat, dan itu hal yang paling malas bagi Xixi.
"Baiklah kita berangkat sekarang, aku hampir membeku di luar." Ucap Xixi.
Leon mengangguk, dia lalu segera membukakan pintu mobil untuk Xixi.
"Leon, jaga adikku dengan baik." Ucap Mimi dari balkon di lantai dua.
Leon mengacungkan jempol pada Mimi sambil tersenyum lebar.
Xixi yang sudah berada di dalam mobil Leon hanya berdecih melihat tingkah kakaknya dan Leon.
Leon masuk ke dalam mobil dan menatap Xixi sejenak sebelum dia melesatkan mobilnya menuju kampus.
"Leon."
"Hmm, iya?"
"Nanti antar aku ke apotek lebih dulu."
"Kenapa, kau sakit?"
"Tidak, aku kehabisan obat yang dokter berikan. Kemarin aku menghubunginya, tapi dokter bilang kalau sekarang dia berada di luar kota, dan baru kembali beberapa hari lagi. Jadi dia menyuruhku membeli obatnya di apotek."
"Apa masih sakit?"
Xixi menggelengkan kepalanya "Tidak terlalu."
Leon meraih tangan Xixi lalu mengecup telapak tangan Xixi yang terluka.
"Jika kau memerlukan sesuatu, katakan padaku. Aku akan melakukannya untukmu."
"Aku bukan anak kecil, selagi aku masih bisa aku akan melakukannya sendiri."
Leon sudah tahu pasti Xixi akan menjawab seperti itu, tapi setelah dia menjadi kekasih Xixi, Leon tentu akan mendengarkan apa yang Xixi katakan, karena tidak mau membuat Xixi kecewa padanya.
"Iya, kekasihku memang wanita kuat." Leon kembali mengecup telapak tangan Xixi.
Xixi tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat sikap Leon pagi ini. Sementara Leon mengemudikan mobilnya dengan penuh bahagia.
__ADS_1
Setelah berhenti sejanak di apotek, akhirnya mereka sampai di kampus. Leon dan Xixi turun dari mobil, mereka berdua berjalan ke kelas bersama-sama. Bahkan tas milik Xixi di bawa oleh Leon, dengan alasan tangan Xixi yang sakit.
Semua mahasiswa yang mereka lewati menatap Xixi dan Leon dengan terkejut, juga saling bertanya-tanya apa telah yang terjadi dengan mereka berdua. Bahkan sampai mahasiswa di dalam kelas pun sama terkjutnya melihat mereka berdua.
"Ayo duduk disini." Leon meletakan tas Xixi di atas meja.
"Terima kasih."
Leon mengangguk dan tersenyum pada Xixi.
"Apa ini, drama pertengkaran sepasang kekasih sudah selesai kah? Pagi-pagi sudah buat ribut dan bikin banyak orang-orang bertanya-tanya." Ucap Lulu yang baru sampai dan melihat mereka berdua saling tersenyum.
"Tentu saja, kalau sepasang kekasih pasti tidak boleh terlalu lama saling marah." Ucap Leon.
"Eh, kalian benar-benar sudah....."
Xixi mengangguk dengan malu, mengiyakan apa yang Lulu pikirkan.
"Waaaahh! akhirnya kau sadar juga dengan perasaan mu Xixi." Lulu memeluk Xixi senang.
"Leon, kau dan Xixi berpacaran?" Tanya satu mahasiswa yang ada di depan Leon.
"Iya, jadi mulai sekarang siapa yang berani mengganggu Xixi, akan berurusan denganku."
Para mahasiswa yang ada di dalam kelas mengangguk mengerti. Mereka pasti tidak ingin berurusan dengan orang kaya macam Leon, walau mereka belum tahu seberapa kaya Leon itu.
Xixi yang melihat itu menggelengkan kepalanya "Aku seperti mempunyai penjaga di kampus sekarang, Lulu."
"Iya, penjaga hati dan cintamu. Biar tidak di rebut orang."
"Lulu."
"Kak Leon!"
Semua orang menoleh ke arah pintu setelah mendengar sebuah teriakan keras dari seorang wanita.
"Nah, wanita berbisa muncul." Ucap Lulu.
Rachel berjalan dengan cepat ke arah Leon dan langsung memeluknya dengan erat.
"Kak Leon, katakan kalau apa yang aku dengar dari mereka tidak benar. Kakak hanya akan bersama denganku." Ucap Rachel.
Leon dengan kuat melepaskan pelukan Rachel dari tubuhnya.
"Yang mereka katakan benar, jadi mulai sekarang kau jangan lagi mendekati ku dan jangan mengganggu Xixi."
"Tidak, aku sangat menyukai kakak. Wanita s*alan ini tidak pantas untuk kakak!"
Plak!
Leon menampar pipi Rachel dengan keras, dan itu membuat semua yang melihat drama pagi Rachel terkejut, begitu juga dengan Xixi dan Lulu.
"Rachel Scott dengar! Aku belum memberikan hukuman apapun padamu atas apa yang telah kau lakukan pada Xixi selama ini, aku sudah pernah mengingatkan mu. Jika kau terus berulah, kau dan keluarga Scott lebih baik tidak lagi ada di dunia bisnis! Kau tahu apa maksudku." Seru Leon yang sudah tidak tahan pada Rachel.
Rachel menggelengkan kepalanya, dia tidak percaya jika Leon akan berkata seperti itu.
"Tidak, hanya aku yang pantas untuk kakak.. Aku melakukan itu karena aku tidak ingin kakak tergoda oleh wanita itu, aku membutuhkan kakak, begitu juga dengan kakak."
__ADS_1
"Keluarga Damian tidak pernah membutuhkan menantu yang kejam sepertimu! Yang memukuli orang lain demi mencapai apa yang di inginkan. Kau terlalu kejam menjadi seorang wanita Rachel!"
Kelas menjadi riuh, apalagi setelah Leon berkata tentang keluarga Damian itu.
"Demi wanita penggoda itu, kakak yang selama ini menutupi siapa diri kakak yang seorang penerus keluarga Damian, rela membukanya." Rachel mundur beberapa langkah.
"Nona Rachel Scott, jika kau berkata aku adalah wanita penggoda. Lalu kau apa? Kau sudah menempel tanpa henti dan tanpa malu pada Leon selama ini, tapi tidak pernah di lihat olehnya." Ucap Xixi.
"Diam kamu wanita s*alan!"
"Oh ya benar aku ini wanita s*alan, apa kau tahu apa yang telah terjadi pada keluarga Gabriel yang sering mengatakan hal itu, akhir-akhir ini?"
"A... Apa maksudmu?"
Xixi berdiri "Jika kau masih menginginkan kehidupanmu yang sekarang, maka berhenti menargetkanku. Lagi pula Leon dan aku sudah berpacaran, jadi jangan buang tenagamu dan juga jangan sia-siakan kerja keras orang tuamu selama ini."
"Kau.... Kau yang telah membuat keluarga Gabriel...."
Xixi mengangguk dan tersenyum dengan dingin " Jadi, kau sudah tahu apa yang harus kau lakukan bukan?"
"Tidak! Aku tidak percaya! Sejak awal kak Leon adalah milikku, kau hanya wanita murahan yang sudah menggoda kak Leon. Keluarga ku tidak akan membiarkan calon suamiku di rebut oleh wanita rendahan seperti mu!"
"Rachel!" Teriak Leon yang tidak tahan mendengar Rachel memanggil Xixi dengan wanita murahan.
Xixi menyentuh lengan Leon untuk menenangkannya. Dia tidak mau Leon terus emosi karena Rachel.
"Hanya keluarga Scott bukan? Aku dengar tuan Scott kemarin pergi ke beberapa perusahaan termasuk ke perusahaan keluarga William, untuk bekerjasama dengan perusahaan ayahmu itu. Aku ingin tahu apa yang akan ayahku lakukan pada perusahaan ayahmu, jika aku berkata pada ayahku yang telah nona muda Scott ini lakukan pada putri bungsunya."
Xixi berjalan mendekati Rachel yang gemetar "Ayahku lebih kejam dariku jika itu tentang kedua putrinya, kau tahu bagaimana nasib kedua anak Gabriel yang gila sekarang. Ayahku bisa membuatmu lebih dari itu." Bisik Xixi pada Rachel.
Rachel menggelengkan kepalanya dan mundur beberapa langkah, dia tidak percaya dan tidak ingin membayangkan jika dia dan keluarganya akan merasakan yang keluarga Gabriel alami.
"Iblis, kau dan keluarga mu iblis yang kejam. Keluarga William mu benar-benar kejam!"
"Kejam? Di bandingkan dirimu dan teman-teman mu yang sudah membuatku hampir mati di atas atap kampus, kau yang paling kejam Rachel Scott, dan kau adalah ratu iblis di kampus ini!"
Leon dan semua orang tercengang melihat Xixi yang selama ini pendiam dan terlihat lemah, ternyara bisa berkata begitu tegas dan memiliki aura yang begitu kuat, sehingga mereka merasa ikut tertekan oleh aura Xixi itu.
"Tidak, tidak! Kau yang membuatku melakukan itu semua."
"Jika kau memang tidak menyayangi keluarga mu, lakukan saja apa yang kau ingin lakukan padaku. Tapi aku ingatkan lagi apa yang telah kau lihat pada beberapa orang yang telah kau bayar dulu untuk melukaiku, dan belajarlah dari keluarga Gabriel."
Xixi yang sudah tidak mood untuk belajar, mengambil tas dengan tangan kirinya dan berjalan keluar dari kelas. Begitu pun dengan Lulu yang mengikuti Xixi.
"Kau dan keluarga mu akan tamat, jika terus membuat masalah dengan Xixi dan keluarga William." Ucap Leon pada Rachel.
Leon mengambil tasnya dan bersiap untuk pergi.
"Ah satu lagi, perusahaanku sudah memutuskan kerjasama dengan perusahaan milik ayahmu. Begitu juga dengan perusahaan yang ayahku pimpin, jadi berhenti datang ke rumahku untuk mengganggu." Ucap Leon lagi sebelum dia keluar untuk menyusul kekasihnya.
Rachel mengepalkan tangannya, dia tidak percaya jika pada akhirnya dia tidak bisa mendapatkan Leon dan harus kalah dari Xixi.
"Tidak, jangan harap kalian akan bahagia. Aku tidak akan membiarkan itu. Kak Leon adalah jodoh untukku."
Rachel keluar dari kelas dengan langkah cepat, dia akan mencari beberapa orang preman hebat untuk menghabisi Xixi. Dia tidak percaya jika dia tidak bisa membuat Xixi lenyap dari dunia ini.
Para mahasiswa yang ada di kelas saling berbicara setelah semuanya pergi. Mereka saat ini sudah mengetahui siapa Leon dan Xixi yang sebenarnya, dan tahu orang di balik kehancuran keluarga Gabriel adalah Xixi.
__ADS_1
Dengan aura Xixi yang sangat kuat dan latar belakang Xixi yang tidak bisa di singgung, mereka pasti tidak akan berani mengusik putri bungsu keluarga William yang ternama itu.