The Geeky Girl

The Geeky Girl
Eps 48


__ADS_3

Tap tap tap


Suara alunan sepatu yang melangkah begitu nyaring terdengar, semua para karyawan yang sudah berkumpul di lobi perusahaan menatap seorang wanita yang baru saja masuk ke dalam gedung 30 lantai itu.



Semua mata menatapnya tanpa berkedip karena terpesona oleh kecantikan dan aura yang begitu berwibawa dari seorang wanita cantik yang akan menjadi direktur baru mereka di perusahaan.


"Perkenalkan, ini adalah nona Cicilia William, putri bungsu dari tuan William, yang akan menjadi direktur baru kita di perusahaan." Ucap sekertaris Ana kepada semua para karyawan yang berkumpul di depan lobi.


"Selamat datang direktur Cicilia." Ucap semua karyawan disana.


"Terima kasih atas sambutan kalian , mohon kerjasamanya." Ucap Cicilia.


Setelah sambutan dan perkenalan yang singkat itu, semua orang kembali pada ruang kerja mereka masing-masing. Begitu juga dengan Xixi, yang langsung naik ke lantai 29, dimana kantor kerjanya berada.


"Sekertaris Ana, apa saja yang harus aku tangani lebih dulu setelah memeriksa semua pekerjaan yang perlu aku lihat?" Tanya Xixi saat mereka berjalan menuju ruang kerja Xixi.


"Untuk hari ini anda hanya perlu memeriksa hasil pekerjan dan memandatangani beberapa berkas. Untuk rapat dan pertemun dengan klien, akan di jadwalkan ulang."


"Baiklah aku mengerti."


Xixi membuka pintu ruang kerjanya lalu masuk ke dalam.


"Ruangan ini hampir sama besarnya dengan kamarku di apartemen. Menjadi seorang direktur memang sangat bagus, masih ada ruang istirahat dan pantri kecil sendiri juga." Ucap Xixi sambil melihat-lihat ruang kerjanya yang begitu besar.



...Ruang kerja Xixi...


Xixi berjalan ke arah jendela dan menatap hamparan lautan luas dari jendela. Dia lalu menyentuh kaca jendela itu.


"Keluarga Albert, aku semakin tertarik dengan kalian. Beraninya kalian mengusik ku, dan paman Damian. Kau adalah teman baik ayahku, bagaimana bisa bersikap seperti itu?" Ucap Xixi.


Sejenak Xixi termenung di depan kaca jendela itu, entah apa yang sedang dia pikirkan disana.


Xixi berbalik dan berjalan menuju kursi kerjanya yang terlihat begitu nyaman, dia lalu duduk di kursi itu dan menyenderkan tubuhnya.


"Aku harap, aku tidak menemukan hal yang tidak aku inginkan dari para karyawan disini." Ucap Xixi sambil menghidupkan komputernya.


Setelah komputer menyala, jari Xixi langsung menari dengan lincah di atas keyboard seolah jari-jari itu sudah sangat hafal dimana letak tombol huruf yang akan dia tekan.


Dengan cekatan dan teliti, Xixi memeriksa semua file yang akan menjadi pusat penilaiannya terhadap keadaan perusahaan yang akan mulai dia pimpin itu.


Hampir 2 jam Xixi memeriksa semua file yang perlu dia periksa di komputernya.


"Akhirnya selesai juga, baguslah mereka semua bekerja dengan baik selama beberapa tahun ini." Ucap Xixi sambil merenggangkan tubuhnya.


Xixi berdiri dan berjalan menuju pantri kecil yang ada di dalam ruang kerjanya untuk membuat kopi.


"Ada banyak sekali varian kopi disini." Gumam Xixi seraya mengambil satu bungkus kopi yang ingin dia minum.


Dengan pengalamannya dulu sebagai pekerja paruh waktu di sebuah kafe, Xixi terbiasa membuat kopi sendiri. Dan tidak sedikit pekerja di kafe itu menyukai kopi buatan Xixi yang bisa di bilang unik.


Xixi membawa cangkir berisi kopi buatannya dan meletakan kopi itu di atas meja, dia sendiri duduk di sofa panjang yang ada di depan meja itu.

__ADS_1


"Setelah selesai memeriksa semuanya, aku harus memperkuat sistem keamanan perusahaan ini. Dan juga aku akan memasang beberapa cctv dan alat di ruang utama sistem." Ucap Xixi.


drrrrtttt ddrrrrtttt


Ponsel Xixi bergetar di atas meja kerjanya beberapa kali, Xixi yang mendengar getaran itu berdiri dan berjalan ke arah meja kerja, lalu melihat ponselnya.


'Leon'


Itulah nama yang tertera di layar ponselnya saat ini, Xixi menggeser icon berwarna hijau itu sebelum menempelkan ponsel pada telinganya.


Leon : Halo, Xixi.


Xixi : Iya, ini aku.


Leon : Kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau cuti dari kampus, dan tinggal di luar kota?


Xixi : .......


Leon : Xixi, kenapa kamu tidak memberitahu ku?


Xixi : Bukankah aku sudah berkata, jika kau sendiri masih menyembunyikan banyak hal dariku, maka aku tidak berhak mengatakan semua yang ingin aku lakukan padamu.


Leon : Tapi Xixi....


Xixi : Kau ingin aku selalu mengatakan semuanya, dengan alasan bahwa kau adalah kekasihku. Tapi bagaimana denganmu sendiri?


Leon : ...... Xixi, bukan maksudku seperti itu, aku....


Xixi : Amie Albert, dia wanita yang cantik dan cukup populer akhir-akhir ini, bahkan kekasihku saja sampai membatalkan makan siangnya dengan ku untuk menemaninya berkeliling.


Xixi : Selesaikan masalahmu, dan untuk perusahaan paman Damian, akan aku usahakan tidak akan sampai seperti perusahaan milik keluarga Gabriel. Karena aku tidak mau orang tuaku kecewa padaku.


Setelah mengatakan itu, Xixi memutuskan sambungan telfonnya.


Dia berjalan ke arah sofa dan menghempaskan tubuhnya disana. Sejenak Xixi memejamkan matanya.


"Ini adalah kali peratama aku mempunyai seorang kekasih, aku hanya ingin hubungan ingin berjalan manis. Tapi sayangnya selalu ada kerikil kecil yang mengganggu di tengah jalan." Ucap Xixi.


Xixi meneguk kopi yang ada di atas meja, kemudian dia berdiri dan berjalan keluar dari ruang kerjanya.


"Direktur, apa anda akan keluar?" Tanya sekertaris Ana yang melihat Xixi keluar dari ruang kerjanya.


"Iya, aku akan keluar. Setelah makan siang aku akan kembali."


"Baik kalau begitu. Saya akan membawakan beberapa berkas yang harus anda lihat dan anda tandatangani nanti."


"Iya, terima kasih."


Xixi lalu berjalan menuju lift, setelah melewati beberapa meja kerja karyawannya.


Dalam satu minggu ini, Xixi ingin agar perusahaan yang dia pimpin tidak lagi seperti sebelumnya. Karena pasti sudah banyak orang yang mengira jika dirinya hanyalah anak perempuan yang manja, jadi mereka akan dengan mudah melakukan hal-hal yang bisa merugikan perusahaan di belakang Xixi.


Lift langsung menuju ke tempat parkir dimana mobil Xixi berada.


Sampai di tempat parkir khusus direktur, Xixi berjalan menuju mobilnya yang tidak jauh dari lift perusahaan.

__ADS_1


Xixi masuk ke dalam mobil dan mengemudikan mobil itu keluar dari area perusahaan.


Menyusuri jalanan kota A yang tidak begitu familiar, setelah kemarin di bawa berkeliling oleh sekertaris Ana. Xixi pergi ke sebuah toko besar dimana toko itu menjual semua peralatan canggih, seperri cctv yang paling kecil, alat penyadap rahasia, dan yang lainnya.


Semua barang-barang itu akan dia letakan pada tempat tertentu di perusahaannya. Karena untuk berurusan dengan perusahaan yang sudah mengakuisisi beberapa perusahaan lain dalam waktu satu tahun, dia harus mempersiapkan semuanya dengan matang.


Xixi membelokan mobilnya ke sebuah toko yang dia tuju. Setelah memarkirkan mobilnya di depan toko itu, Xixi turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam toko itu.


"Selamat siang nona, bisa saya tahu anda ingin mencari apa?" Ucap penjaga toko.


"Saya ingin 5 set cctv terkecil, dengan model terbaru yang bisa menangkap gambar dan suara yang jelas."


"Anda ingin yang 180 atau 360?"


"Tentu yang 360. Aku tidak ingin ada yang terlewat."


"Baik, ada lagi?"


"Aku juga ingin 10 set alat penyadap rahasia."


Penjaga toko sempat terkejut mendengar semua keinginan Xixi. Itu karena dia melihat jika Xixi masih sangat muda, tapi tahu begitu banyak alat-alat seperti itu.


"Kenapa diam saja, apakah semua itu tidak ada?" Tanya Xixi yang melihat penjaga toko itu terdiam.


"Ah, maaf. Semuanya ada, saya akan mengambilkannya."


"Iya."


Sambil menunggu penjaga toko itu memgambil apa yang dia nginkan, Xixi melihat-lihat barang yang di jual di dalam toko itu.


10 menit kemudian, penjaga toko datang membawa troli kecil dengan iso semua barang-barang yang Xixi inginkan.


"Maaf nona, ini adalah semua barang-barang yang nona inginkan."


Xixi melihat dan menghitung semua jumlah cctv dan alat penyadap yang dia inginkan, dia juga melihat merk dari barang-barang itu.


"Baiklah, aku akan membawa semuanya."


Xixi mengeluarkan kartu kreditnya lalu memberikan kartu itu pada penjaga toko.


"Setelah ini, aku hanya tinggal memasangnya saja saat semua karyawan sudah pulang. Tapi, aku membutuhkan seseorang yang bisa memasang semuanya dengan cepat dan benar."


Xixi melihat penjaga toko kembali.


"Nona, ini kartu kredit anda. Dan ini bukti pembayarannya. Terima kasih."


"Baik, terima kasih."


Xixi mengambil kartu kreditnya, lalu berjalan keluar bersama dengan troli yang berisi semua barang-barang yang telah dia beli dari toko itu yang sudah di kemas dengan baik.


Setelah meletakan semuanya di dalam mobil, Xixi pun masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan tempat parkir toko itu.


"Aku akan meminta sekertaris Ana, untuk mencari orang yang bisa membantuku memasang itu semua dengan cepat dan bagus." Ucap Xixi.


Xixi adalah orang baru di kota A, jadi dia tidak tahu dan tidak mengenal orang-orang yang ada di sana. Karena itu dia sangat terbantu dengan adanya sekertaris Ana di sampingnya.

__ADS_1


__ADS_2