The Geeky Girl

The Geeky Girl
Part 114


__ADS_3

Praaaaaaang!


Suara gelas yang dipecahkan oleh Andrea begitu nyaring di telinga, dia merasa sangat kesal dan marah setelah melihat 4 orang laki-laki yang dia bayar untuk mencelakai Xixi, ternyata bisa dikalahkan oleh Xixi, bahkan tangan salah satu di antara mereka dipatahkan olehnya.


"Dasar wanita s*alan! Aku akan membunuhmu." Ucap Andrea dengan kesal.


"Ada apa sayang? Kenapa kau terlihat begitu marah?" Tanya kekasih Andrea


"Wanita sialan yang bernama Cicilia itu telah berhasil mengalahkan 4 orang yang aku bayar."


Kekasih Andrea sedikit terkejut mendengar hal itu, pasalnya yang dia tahu jika cicilia itu berbadan kecil, dan tidak mungkin dia bisa mengalahkan empat orang laki-laki yang bertubuh besar dan juga pandai berkelahi


" Apa kau yakin jika dia yang telah mengalahkan mereka, sayang?" Tanya kekasih Andrea.


"Iya, mereka sendiri yang mengatakannya, bahkan salah satu tangan di antara mereka telah dipatahkan oleh wanita s*alan itu."


"Itu artinya dia adalah wanita yang cukup kuat, karena bisa mengalahkan 4 orang laki-laki itu dengan mudah."


"Iya kau benar, dan itu membuatku semakin membencinya."


Kekasih Andrea memeluk tubuh Andre dengan erat "Kau tenang saja, kita pasti bisa membunuh wanita itu dan melanjutkan rencana yang telah kita susun bersama."


Andrea mengangguk "Iya."


Kekasih Andrea tersenyum diam-diam, dia mempunyai rencana sendiri yang ingin dia lakukan di belakang Andrea terhadap Xixi.


"Aku belum pernah merasakan wanita yang begitu tangguh seperti dia, dan sebelum aku membunuhnya nanti, sepertinya aku akan mencicipi tubuhnya terlebih dahulu. Pasti suara yang dia keluarkan saat merasakan kehebatanku akan sangat merdu."


...----------------...


Setelah tadi malam Leon menghubungi Jery untuk segera melakukan rencana yang telah dia susun, hari ini tepat tamggal 28 Leon akan kembali ke kota A untuk mempersiapkan bunga yang akan menjadi hiasan terakhir di vila mikik Xixi, dan juga tentunya bunga tang lain untuk Xixi.


Sementara itu Leon juga telah menghubungi sekretaris Ana yang ada di kota A jika saat ini dia berada di perjalanan, dan melarang dia untuk memberitahu kepada xixi terlebih dulu.


"Semoga a semuanya berjalan dengan lancar, aku benar-benar sangat takut jika semuanya akan berantakan." Ucap Leon yang saat ini sedang berada di dalam mobil untuk kembali ke kota A


Sementara ara itu Xixi yang tidak tahu apa-apa masih berada di dalam kamarnya, menikmati cemilan sambil menonton televisi.


Tuan dan nyonya William sendiri telah keluar dari rumah sejak pagi bersama dengan ibu Leon, karena mereka ingin sampai di kota A lebih dulu sebelum Xixi tiba di sana.


2 jam setelah Leon dan kedua orang tua Xixi juga ibunya telah sampai di kota A, Leon memberitahukan kepada sekretaris Ana untuk menghubungi Xixi saat itu, agar Xixi segera berangkat ke kota A.


"Leon, Apakah ini semua kamu yang telah membuatnya?" Tanya Nyonya William sambil melihat hasil pekerjaan Leon.


"Iya Bibi, beberapa teman-temanku juga ikut membantu merias vila ini, dan mereka sedang menuju kemari untuk ikut menyaksikan apa yang akan saya lakukan hari ini pada Xixi."


Nyonya William mengangguk lalu berjalan menghampiri Leon "Bibi berharap semuanya akan berjalan dengan lancar, bibi tahu kalian berdua saling mencintai, jadi pasti kalian akan bersama."


"Terima kasih bibi, saya juga berharap seperti itu dan semoga saja akan terjadi."


Nyonya William tersenyum "Iya."


Di rumah keluarga William, Xixi yang telah mendapatkan kabar dari sekretaris Ana segera membereskan semua barang-barang yang akan dia bawa ke kota A, dan dengan koper berukuran sedang Xixi keluar dari kamarnya.


"Xixi, Kamu ke mana?" Tanya Mimi yang berada di ruang tamu bersama dengan Jery.


"Aku harus ke kota A sekarang, kak."


"Sekarang, kenapa?"


"Sekretaris Ana tadi menghubungiku, dia berkata telah terjadi sesuatu di perusahaan, jadi aku harus segera ke sana."


"Kalau begitu kita pergi bersama."


Xixi mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Mimi.


"Pergi bersama, maksud kakak?"


"Jasi Xixi, di perusahaanku yang ada di kota A juga memiliki sedikit masalah dan kebetulan aku datang ke sini untuk mengajak Mimi ke sana, kita bisa berangkat bersama-sama ke kota A, bagaimana?" Ucap Jery.


Xixi diam sejenak, lalu dia menganggukan kepalanya" Baiklah."


"Kalau begitu kalian tunggulah sebentar di sini, aku akan membereskan beberapa pakaian yang akan aku bawa ke kota A. Ucap Mimi.


"Iya, cepatlah." Ucap Xixi.


Mimi mengangguk, lalu segera bergegas ke kamarnya untuk mengambil beberapa pakaian yang akan dia bawa.


15 menit kemudian Mimi datang dengan membawa koper kecil di tangannya.


"Apa a kau sudah siap?" Tanya Jery pada Mimi.


"Iya, aku hanya membawa beberapa pakaian saja."

__ADS_1


Jery mengangguk "Baiklah, kalau begitu kita berangkat sekarang."


Mereka bertiga lalu keluar dari rumah keluarga William dan meletakkan dua koper yang mereka bawa ke dalam bagasi mobil Jery.


setelah itu mereka masuk ke dalam mobil dan Jery melajukan mobilnya dengan cepat meninggalkan rumah keluarga William menuju kota A.


Di dalam mobil Xixi terlihat sangat cemas, karena selama ini dia tidak pernah mengalami masalah apapun di dalam perusahaan.


sementara itu Mimi dan Jerry diam-diam tersenyum, karena apa yang telah Leon susun berhasil dan membawa Xixi kembali ke kota A Sesuai dengan rencana.


Setelah melakukan setengah perjalanan Xixi membuka ponselnya, dia baru saja mengingat sesuatu.


Saat melihat perkembangan perusahaannya dan membuka sebuah folder lewat ponselnya, Xixi baru menyadari jika tidak mungkin akan terjadi masalah di dalam perusahaan, seperti apa yang sekretaris Ana katakan padanya.


"Kenapa enapa aku sampai melupakan hal ini? Apakah sekretaris Ana sedang berbohong padaku?"


Xixi masih mengamati layar ponselnya dia mengerutkan kening beberapa kali, saat kembali melihat perkembangan perusahaan yang dia Pimpin


"Zemuanya akan baik-baik, saja kau tenanglah." Ucap Mimi yang duduk di kursi depan.


"Tidak Kak, aku tidak apa-apa. Aku baru saja mengingat, jika masalah yang dikatakan oleh sekretaris Ana di perusahaan itu tidak mungkin terjadi, karena aku telah menyelipkan sesuatu pada sistem keamanan di perusahaan."


Mimi dan Jery saling menatap, mereka mulai khawatir jika Xixi telah mencurigai sesuatu.


"Masalah bisa terjadi kapanpun dan dengan cara apapun Xixi, mungkin saja ada salah satu karyawan yang diam-diam melakukan hal itu kepada perusahaanmu, kita juga tidak tahu apa yang terjadi di dalam perusahaan mu selama kau berada di rumah." Ucap Jerry mencoba membuat Xixi tidak merasa curiga


Xixi hanya dia mendengar apa yang Jery katakan.


Jery yang melihat Xixi dari kaca mobil yang ada di depan merasa sedikit khawatir, karena Xixi memiliki karakter yang sulit ditebak dan juga sangat sensitif terhadap suatu hal


"Semoga saja dia tidak menyadari jika ini hanya sebuah rencana yang Leon susun."


Jery mempercepat laju mobilnya karena dia tidak mau Xixi yang sedang memikirkan sesuatu, menyadari jika ada yang janggal.


"Kau bisa memakai laptopku jika kau ingin memeriksa file-file perusahaanmu, Xixi." Ucap Jery.


"Tidak kak, tidak perlu. Aku sudah melihatnya dan lagi pula aku juga membawa laptop sendiri dari rumah."°


Jery hanya mengangguk, dan tidak berkata apa-apa lagi. Kerana dia merasa takut jika Xixi akan semakin curiga.


Xixi terus menatap ponselnya, hingga dia tidak menyadari jika mobil yang Jery kemudikan tidak berjalan ke arah perusahaannya, melainkan ke arah Vila yang ada di tepi pantai.


Jery menghentikan mobilnya tepat di depan Vila milik Xixi.


Saat at mendengar itu Xixi menoleh dan melihat keluar jendela, kedua mata Xixi erbuka dengan lebar saat dia tahu jika sekarang dia tengah berada di depan Vila miliknya yang ada di kota A.


"Kak Jerry, kenapa kakak membawaku ke Vila?" Tanya Xixi dengan bingung.


"Karena ena tujuan kita memang ke sini, Xixi." Ucap Mimi.


"Ayolah kak, perusahaanku sedang berada dalam masalah. Kenapa kalian malah membawa aku ke sini?"


Pintu vila terbuka dan beberapa orang yang ada di dalam vila keluar, untuk menyambut Xixi.


Xixi yang tidak menyadari adanya perubahan pada vilanya terkejut, saat dia melihat kedua orang tuanya berdiri di depan Vila dan di sampingnya ada ibu Leon.


Xixi membuka pintu mobil dan turun dari mobil dengan bingung.


"Ayah, ibu kenapa kalian ada di sini? Lalu ada apa ini?" Tanya Xixi yang bingung.


Nyonya William berjalan menghampiri anak bungsunya "Masuklah dulu ke dalam vila."


"Katakan ada apa dulu, bu. Kenapa semua orang berkumpul di sini dan ada apa dengan vila ku?"


"Kau akan tahu nanti sayang, sekarang kita masuk dulu ke dalam vila."


Nyonya William membawa putri bungsunya masuk ke dalam vila, sementara Leon berada di salah satu kamar untuk mempersiapkan diri.


Kembali Xixi di buat bingung dengan apa yang terjadi pada vilanya, begitu banyak hiasan dan bunga menghiasi setiap sudut vilanya.


"Ibu, katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Xixi pada ibunya.


"Leon akan menjelaskan semuanya nanti, sekarang kau harus berganti pakaian lebih dulu."


"Tidak, aku tidak mau melakukannya. Dimana Leon, aku ingin bertemu dengan dia."


Nyonya William yang melihat Xixi seperti sedang marah menjadi sedikit khawatir.


Xixi keluar dari kamar itu lalu mencari di mana Lwon berada, dia mencari di beberapa kamar yang ada di dalam vila, tetapi tidak bisa menemukannya.


Saat Xixi sedang mencari Leon, tiba suara musik terdengar. Xixi berjalan ke arah sumber musik yang mengalun itu.


Xixi menghentikan langkahnya saat melihat hiasan yang begitu cantik di samping Vila, dan juga ada seseorang yang berdiri di depannya dengan membawa satu ikat besar bunga mawar.

__ADS_1


Dengan pelan Xixi berjalan ke arah orang yang membawa bunga itu, dia ingin tahu siapa orang dibalik satu ikat besar bunga itu.


Ketika Xixi berada tidak jauh dari orang yang membawa bunga itu, orang-orang yang bersembunyi mulai berjaln dan mengerumuni Xixi fan krang orang itu.


Xixi terkejut saat tiba-tiba orang yang sedang memegang satu ikat bunga berlutut di depannya, dan kedua mata Xixi terbuka lebar saat melihat siapa orang dibalik satu ikat besar bunga yang dia bawa.


"......Leon." Ucap Xixi dengan tidak percaya.


Leon yang tengah berlutut di depan Xixi tersenyum, dan menatap Xixi penuh dengan kelembutan.


"Apa yang kau lakukan Leon?" Tqnya Xixi.


"Apa kau ingat, aku pernah berkata padamu akan melakukan yang terbaik untuk dirimu, dan juga akan membuatmu bahagia bersama denganku, dan ini adalah salah satu caraku untuk membahagiakanmu."


"Tapi ini....."


Leon mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah lalu membuka kotak itu di depan Xixi, sebuah cincin berlian berada di dalam kotak itu.


"Cicilia William, maukah kau menikah dan hidup bahagia bersama denganku?"


Xuxi tertegun melihat dan mendengar apa yang Leon lakukan padanya saat ini, di depan begitu banyak orang dan keluarga mereka.


Perasaan Xixi saat ini bercampur aduk dia sangat terkejut, terharu dan juga bahagia.


" Sayang, aku menginginkan jawabannya saat ini." Ucap Leon yang masih berlutut di depan Xixi.


Entah apa yang dirasakan oleh Xixi sekarang, karena tiba-tiba saja air matanya menetes melihat Leon yang berlutut di depannya, sambil memegang satu ikat besar bunga mawar dan kotak berisi cincin berlian.


Menandakan betapa serius dan cintanya Leon pada Xixi.


"Leon, kau benar-benar keterlaluan. Kau membuatku....."


Tanpa bisa melanjutkan ucapannya lagi, Xixi segera berlari dan memeluk Leon dengan erat.


"Dasar bodoh! Kenapa kau lakukan ini di depan banyak orang? Jika seperti ini aku tidak akan pernah bisa untuk menolakmu." Ucap Xixi.


Leon tersenyum bahagia mendengar apa yang Xixi katakan, yang mengartikan jika Xixi telah menerima lamarannya.


Leon membalas pelukan Xixi dengan erat dan mengecup bahunya.


" Aku sangat mencintaimu, karena itu aku melakukan hal ini untukmu sayang."


Xixi hanya bisa mengangguk karena dia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.


Semua orang yang melihat itu menjadi bingung, karena mereka tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Xixi kepada Leon tadi


Namun mereka bersorak bahagia saat Leon memasangkan cincin berlian pada jari Xixi.


"Selamat atas pertunangan kalian, sayang. Ibu berdoa agar kalian selalu bahagia." Ucap nyonya William seraya memeluk putri bungsunya.


"Terima kasih ibu."


"Selamat Xixi, akhirnya semua rencana yang sudah Leon susun berhasil dengan sempurna." Ucap Mimi.


"Apakah kakak dan kak Jery sengaja datang ke sini untuk membantu Leon membawaku ke vila ini?" Tqnya Xixi dengan penuh intimidasi.


"Jika tidak seperti itu, maka sudah dipastikan kamu tidak akan datang ke vila, karena kamu pasti akan langsung pergi ke perusahaanmu."


"Jadi apa yang sekretaris Ana katakan itu....."


"Maafkan saya direktur, saya hanya membantu tuan Leon untuk menyempurnakan rencana yang telah dia susun untuk anda." Ucap sekretaris Ana.


"Kalian ini benar-benar keterlaluan, aku sudah sangat khawatir akan terjadi sesuatu pada perusahaan, tapi kalian malah...."


"Tidak apa-apa, ini juga untuk kebahagiaanmu." Ucap Mimi


semua orang yang ada di vila merasakan kebahagiaan yang sedang dirasakan oleh Leon dan Xixi saat ini.


Meskipun acara pertunangan yang dilakukan oleh Leon untuk Xixi terbilang sangat sederhana, namun itu sudah menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bagi kedua sepasang kekasih itu.


Dan tentu saja itu akan memiliki kenangan tersendiri, karena mereka melakukannya di vila yang mereka desain dan buat sendiri.


"Terima kasih sayang, aku tidak akan pernah membuat mu kecewa." Ucap Leon sambil memeluk Xixi.


Xixi mengangguk "Iya."


Leon menatap Xixi dengan lekat, dan mencium bibir Xixi dengan sangat lembut, memberikan lum4ta*n kecil pada bibir tipis itu dengan penuh rasa cinta.


Mimi dan Jery yang melihat kebahagiaan Leon dan Xixi, ikit merasa bahagia. Mereka tahu bagaimana perjalanan hubungan mereka, yang bahkan Xixi pernah terluka akibat para wanita yang ingin memiliki Leon.


"Semoga mereka selali bahagia." Ucap Mimi.


"Iya, dan setelah mereka menikah. Aku juga akan menikahimu."

__ADS_1


Mimi tertawa mendengar apa yang Jery katakan padanya.


__ADS_2