The Geeky Girl

The Geeky Girl
Part 70


__ADS_3

"Bagaimana, kalian menemukan boat itu?" Tanya Jery saat melihat Xixi dan Leon yang telah kembali ke vila.


"Sudah kak, kami juga sudah menyembunyikan bahan bakar boat itu di suatu tempat yang aman." Ucap Xixi.


"Baguslah."


"Kak Mimi masih belum sadar?" Tanya Leon.


"Sudah, tapi dokter sedang memeriksa dan mengganti perban Mimi."


"Syukurlah kalau begitu."


Jery mengangguk.


"Kak Jery, aku ingin bicara dengan kak Jery." Ucap Xixi.


"Tentu."


Xixi lalu membawa Jery ke tempat lain yang tidak di lewati banyak orang.


"Kak Jery." Ucap Xixi.


"Iya Xixi, ada apa?"


"Sebenarnya sejak tadi aku ingin menanyakan hal yang membuatku merasa sedikit janggal."


"Katakan saja, aku akan menjawabnya jika aku bisa."


Xixi diam sejenak.


"Kenapa pada saat itu kak Jery masuk ke dalam hutan? Karena aku berasumsi jika Amelia itu tidak akan bisa mengangkat tubuh kak Jery yang cukup tinggi dan besar, dan membawanya ke dalam hutan." Ucap Xixi.


"Saat itu seseorang menghubungi ku, dan memintaku untuk pergi ke hutan belakang vila. Aku tidak tahu jika itu adalah Amelia. Karena dia memanggilku tuan muda, jadi aku mengira itu adalah salah satu pelayanku yang tersesat di hutan."


"Apa semua pelayan mempunyai nomor ponsel kak Jery?"


Jery mengangguk "Iya, tapi hanya nomor ponsel yang memang aku khususkan untuk kepala pelayan, dan semua pelayan dan penjaga rumah."


Xixi mengangguk, dia mengerti sekarang kenapa Jery masuk ke dalam hutan itu sendirian.


Leon yang ikut memperhatikan pembicaraan mereka berdua melihat dokter keluar dari kamar Xixi.


"Sepertinya dokter sudah selesai memeriksa kak Mimi." Ucap Leon yang masih melihat ke arah dokter itu.


"Kau benar." Ucap Xixi.


Mereka bertiga menyudahi pembicaraan itu, lalu berjalan ke kamar Xixi untuk menemui Mimi yang ada di dalam kamar.


ceklek


Pintu terbuka, Mimi yang sedang duduk sambil bersender pada ranjang melihat Xixi, Leon dan Jery masuk ke dalam kamar.


"Kalian sudah seperti apa saja, datang secara bersamaan." Ucap Mimi.


"Bagaimana kondisi kakak? Apa kau merasa sakit di bagian lain, selain pada luka kakak itu?" Tanya Xixi.

__ADS_1


"Tidak ada, hanya ini saja."


"Baguslah kalau memang tidak ada lagi."


Mimi mengangguk, dia lalu menatap Jery yang hanya diam saja. Mimi tahu saat ini Jery pasti masih merasa bersalah atas apa yang sudah terjadi pada dirinya saat ini.


"Kau jangan menunjukan wajah bersalah itu lagi, aku sudah berkata kalau aku tidak apa-apa, dan itu juga bukan kesalahanmu." Ucap Mimi yang masih menatap Jery.


Jery berjalan dan duduk di sisi ranjang "Tetap saja, itu adalah kesalahanku karena tidak bisa melindungimu dari dia."


Leon dan Xixi yang melihat kedekatan mereka memutuskan untuk keluar dari kamar, memberikan ruang bagi Mimi dan Jery untuk saling berbicara berdua.


"Aku harap kita bisa menangkap wanita itu." Ucap Leon saat mereka sudah berada diluar kamar.


"Kita sudah melakukan yang kita bisa, tidak ada jalan lain untuk dia pergi dari sini, selain ikut kembali dengan kap kak Jery. Kecuali....."


Leon menatap Xixi "Kecuali apa?"


"Kecuali dia mampu berenang dari pulau ini ke kota."


Leon mengangguk.


"Tapi dengan tubuhnya yang seperti itu, aku tidak yakin dia bisa melakukannya. Tapi jika sebelumnya dia menghubungi orang lain untuk membantunya, maka akan lain lagi cerita." Ucap Xixi.


Sudah banyak orang yang seperti Amelia yang Xixi temui di negara K, entah itu saat dia berpura-pura menjadi wanita culun, atau menyamar sebagai seorang hacker.


Xixi dan Leon duduk di salah satu kasebo yang ada di samping vila. Mereka melihat beberapa model dan yang lainnya tengah berenang bersama.


Mereka tentu merasa lega dan bisa kembali berlibur dengan bahagia, setelah Jery dan Mimi telah di temukan dengan selamat.


Leon duduk di samping Xixi lalu memeluknya dari samping.


"Kau adalah wanita yang kuat, kau pasti bisa melindungi kak Mimi." Ucap Leon.


"Hmmm, sepertinya aku harus memberikan sedikit pelatihan pada kak Mimi. Yaaa.. setidaknya agar dia bisa melindungi diri saat sendirian."


"Kau ingin melatih kak Mimi beladiri?"


Xixi mengangguk "Hanya latihan ringan, seperti menangkis serangan. Aku juga ingin melatih kak Mimi agar dia bisa berlari dengan cepat. Haahh... dia ini sangat payah dalam hal berlari dan olahraga."


Mimi memang jauh berbeda dengan Xixi, entah itu dari segi fisik maupun stamina. Karena sejak kecil Mimi tidak pernah mau bermain di luar seperti yang Xixi lakukan. Dan dia juga sangat jarang mengikuti pelajaran olahraga saat sekolah dulu.


Karena itu aura yang di miliki Xixi jauh lebih dominan di banding Mimi, sementara Mimi terlihat begitu anggun.


...----------------...


"Jery, aku ingin bertanya padamu." Ucap Mimi pada Jery.


"Kau ingin tahu siapa wanita yang ada di dalam hutan itu?"


Mimi mengangguk "Aku tahu ini tidak pantas, hanya saja....."


"Wanita itu bernama Amelia, dia adalah adik dari temanku, saat aku tinggal bersama dengan kakekku di luar kota ketika aku masih sekolah menengah."


Mimi mengangguk. Jery menatap Mimi, dia lalu menceritakan semua yang telah Jery ceritakan pada Xixi dan Leon sebelumnya, tentang siapa Amelia dan alasan dia melakukan itu pada Jery dan pada Mimi yang datang secara tidak terduga di hutan itu.

__ADS_1


Setelah Jery menceritakan semuanya, Mimi terdiam. Dia tidak menyangka jika wanita itu mengira dirinya adalah kekasih Jery, padahal yang sebenarnya mereka baru saja mulai dekat.


"Sepertinya wanita itu salah paham dengan hubungan kita." Ucap Mimi.


"Dia mungkin salah paham dengan hubungan kita saat ini, tapi dia tidak salah saat dia berkata jika aku menyukaimu bahkan mencintaimu, Mimi."


Deg


Mimi tertegun mendengar perkataan cinta yang Jery ucapkan padanya. Dia tidak pernah merasakan perasaan yang saat ini dia rasakan.


Mungkin Mimi pernah merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta pada seseorang, namun baru kali ini Mimi merasakan ada laki-laki yang begitu tulus mencintainya.


Melihat Mimi terdiam, Jery memberanikan diri memegang tangan Mimi.


"Aku tidak pernah berbohong dengan semua yang aku katakan padamu. Aku benar-benar ingin bersamamu dan selalu melindungimu." Ucap Jery seraya menatap kedua mata Mimi dengan lekat.


Mimi tidak tahu harus berkata apa, jantungnya berdetak begitu cepat, saat Jery mengatakan cinta padanya.


"Mimi?" Ucap Jery yang masih menatap Mimi.


".... Aku... aku tidak tahu, sebelumnya hanya aku yang menyukai seorang laki-laki, tetapi dia.... sama sekali tidak melihat ku. Dan sekarang, kau mengatakan hal yang begitu serius padaku. Aku sungguh....."


Jery mengusap pipi Mimi dengan lembut, dia tahu siapa laki-laki yang Mimi maksud. Dan dia juga tahu seperti apa cerita Mimi saat menyukai laki-laki yang telah membuat Mimi patah hati itu.


"Aku tidak akan pernah membuatmu terluka, aku sungguh sangat mencintaimu."


"Tapi wanita itu....."


"Aku dan Xixi akan melakukan sesuatu pada wanita itu. Dan sekarang Xixi sedang melakukan langkah awalnya."


Mimi mengangguk pelan.


"Michael William, will you be my sweetheart?" Ucap Jery.


Mimi kembali terpaku atas ucapan Jery yang kembali membuat jantung Mimi berdetak dengan cepat.


"Aku....."


"Yes or no?" Jery memotong ucapan Mimi.


Mimi diam, dia lalu menganggukan kepalanya dengan pelan, wajahnya merona dan tidak berani menatap Jery.


Jery tersenyum melihat Mimi yang tersipu saat mengangguk.


"Aku tidak tahu jawaban apa itu." Jery mencoba menggoda Mimi.


"Jery Robert!"


Jery yang begitu bahagia memeluk Mimi dengan pelan, karena tangan Mimi sedang terluka.


"Terima kasih sayang, aku berjanji aku akan selalu melindungimu." Ucap Jery dengan penuh kebahagiaan.


Mimi mengangguk menanggapi ucapan Jery, karena saat ini Mimi tidak tahu harus berkata apa lagi pada Jery.


"Inikah rasanya di cintai oleh seseorang dengan tulus?"

__ADS_1


Mimi mengangkat kedua tangannya, lalu membalas pelukan Jery yang membuat Jery terkejut, namun sedetik kemudian dia tersenyum dan merasa bersyukur, karena pada akhirnya wanita yang dia cintai saat ini ada dalam pelukannya.


__ADS_2