
Sore itu setelah pulang dari perusahaan Xixi, Leon membawa Xixi makan malam di sebuah rumah makan.
"Kenapa kau membawaku kesini?" Tanya Xixi.
"Bubur disini sangat enak, kau harus lebih banyak makan bubur saat ini. Jangan selalu makan mie."
Leon menatap Xixi dengan tajam, Xixi menelan ludahnya melihat tatapan Leon yang cukup menyeramkan itu.
"Kau tahu perutmu tidak bisa memakan mie terlalu banyak, katakan padaku. Selama aku tidak di kota A, sudah berapa kau makan mie?"
"Aku....."
"Jangan berbohong, karena Lia berkata jika sudah 3 hari kau tidak makan di apartemen."
Xixi menghela nafas "Baiklah, aku sudah makan mie 2 kali."
"Shhhh, kau sungguh berani."
"Aku hanya sesekali makan mie."
"Dan akan sesekali juga kau pergi ke dokter karena perutmu."
Xixi mengerucutkan bibirnya.
Seorang pelayan datang membawa dua mangkuk bubur yang telah Leon pesan, saat mereka masuk ke dalam rumah makan itu.
"Kau tidak boleh makan mie lagi dalam satu bulan ini." Ucap Leon.
"Kau seperti ayahku saja."
"Bukan ayah, tetapi suami."
Xixi mengambil sendok dan memakan bubur yang ada di depannya.
Leon tersenyum melihat sikap Xixi yang seperti itu, dia tahu jika dirinya terlalu keras pada Xixi. Tetapi meskipun tubuh Xixi kuat dan terlihat baik-baik saja, namum tidak bisa di pungkiri, jika dia akan mendapatkan hal yang membuat orang lain terkejut, saat dia memakan makanan yang harus dia jauhi.
"Besok aku akan kembali." Ucap Leon di sela-sela makannya.
Xixi menatap Leon, Leon melihat ada kuah bubur yang menempel di sudut bibir Xixi.
"Kau ini, tidak bisakah jika makan makanan yang berkuah tidak seperti ini?" Ucap Leon seraya membersihkan kuah bubur itu dengan tangannya.
"Aku bukannya sengaja melakukan itu." Ucap Xixi.
"Aku tahu sayang, tidak apa-apa jika kau seperti itu di depan ku. Tapi jika di depan orang lain, kau harus lebih berhati-hati saat makan makanan berkuah."
"Iya aku mengerti, tuan muda Damian."
Mereka lalu melanjutkan makan malam mereka.
Setelah Xixi dan Leon selesai, mereka pun pulang ke apartemen Xixi.
"Kau akan menginap disini lagi? Sepertinya kau sudah mempersiapkan semuanya." Ucap Xixi saat mereka berada di dalam mobil.
Leon tersenyum lebar mendengar ucapan kekasihnya itu.
Xixi hanya memutar kedua matanya melihat itu, benar-benar ciri khas Leon sekali jika apa yang dia katakan benar.
"Setelah beberapa hari, aku akan kesini lagi. Dan kita akan menginap di vila."
"Untuk apa kita menginap di vila?"
"Tentu saja berlibur sayang."
Xixi menatap Leon dengan heran.
__ADS_1
"Apa kau tidak merasa bosan berlibur di vila lagi?" Tanya Xixi.
"Tidak, yang kemarin tidak aku anggap liburan. Karena terjadi suatu hal yang kurang menyenangkan."
Xixi diam seketika, setelah mendengar Leon berbicara mengenai apa yang telah terjadi di vila itu beberapa hari kemarin.
Leon meraih tangan Xixi dan menciumnya.
"Kali ini, aku akan membuat liburan kita menjadi liburan paling bermakna dan paling bahagia." Ucap Leon.
"Apa yang akan kau lakukan?"
"Aku tidak bisa mengatakannya, karena ini adalah sebuah kejutan untukmu."
"Kau benar-benar sangat pandai menyembunyikan sesuatu tuan muda Damian."
"Calon istriku ini juga sama, benarkan?"
Xixi menghela nafas, malam ini dia tidak ingin berdebat lagi dengan Leon. Dia memilih untuk diam dan menatap keluar jendela mobil.
Leon hanya tersenyum melihat Xixi seperti itu. Dia lalu menatap ke depan, kembali fokus mengemudikan mobilnya.
Mobil berbelok masuk ke dalam tempat parkir bawah tanah gedung apartemen.
"Ayo tu....." Leon berhenti berbicara saat melihat Xixi tertidur di kursi mobil yang ada di sampingnya
Leon membelai pipi Xixi dengan lembut "Kau pasti sangat lelah setelah hampir seharian bekerja." Ucap leon setengah berbisik.
Dengan pelan Leon keluar dari mobilnya, dia berjalan memutari mobil itu dan membuka pintu mobil yang ada di sisi lain.
Dengan sangat hati-hati Leon membuka seatbelt yang Xixi pakai, kemudian menggendong tubuh Xixi keluar dari mobil.
Leon berjalan menuju lift apartemen untuk naik ke lantai atas.
"Eung..." Xixi perlahan membuka kedua matanya.
"Dimana ini?" Tanya Xixi dengan suara seperti orang mengigau.
"Di dalam lift, kau tertidur di dalam mobil tadi."
Xixi menatap Leon, tiba-tiba dia merasa jika posisinya saat ini seperti orang yang sedang berbaring di atas udara.
"Eh, Leon. Tu... Turunkan aku sekarang."
"Tidak apa-apa, sebentar lagi kita sampai."
"Tidak, turunkan aku sekarang."
Xixi memukul bahu Leon pelan.
"Baiklah, baiklah, aku akan menurunkanmu." Ucap Leon yang gemas melihat Xixi.
Leon dengan hati-hati menurunkan Xixi di atas lantai lift.
"Kenapa kau tidak membangunkanku saja?" Tanya Xixi setelah dia berdiri dengan baik.
"Aku tidak tega melihat mu yang begitu nyenyak tadi."
Xixi hanya diam, saat ini dia merasa begitu canggung di depan Leon.
Ting
Setelah lift terbuka, Xixi langsung keluar dari lift dan dengan cepat berjalan mendahului Leon.
Leon yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Tidak di sangka, di balik tubuh yang kuat dan otak yang begitu pintar, dia adalah seorang wanita yang pemalu."
Setelah menekan sandi apartemennya, Xixi segera masuk ke dalam meninggalkan Leon yang masih ada di luar apartemennya.
Di dalam apartemen, Lia yang melihat Xixi berjalan dengan cepat ke kamarnya merasa bingung.
"Tuan Leon, apa yang terjadi pada nona muda?" Tanya Lia pada Leon yang baru masuk ke dalam apartemen Xixi.
"Tidak ada apa-apa, dia hanya ingat ada sesuatu yang harus dia lakukan."
"Oh, seperti itu."
"Iya. Jika sudah selesai kau Istirahatlah."
"Iya tuan Leon."
Leon mengangguk, dia lalu pergi ke kamar tamu untuk beristirahat juga.
...----------------...
Di tempat lain, Mimi sedang menikmati cemilannya setelah seharian ini dia membuat video untuk iklan sebuah pakaian musim panas. Bukan hanya itu, dia juga melakukan pemotretan dengan pakaian itu, dan pemotretan untuk salah satu perusahaan tas ternama.
"Aku tidak menyangka, setelah pakaian yang aku bintangi terakhir kali, jadi begitu banyak peminat. Beberapa perusahaan ingin menjadikanku model pakaian dan barang-barang dari perusahaan mereka." Ucap Mimi dengan nada sedikit lelah.
"Bukankah itu bagus sayang, kau tidak perlu sibuk lagi mencari perusahaan yang ingin menjadikanmu model mereka. Di tambah lagi, kau sudah menjadi model terkenal dan profesional yang di kenal banyak orang." Ucap nyonya William yang duduk di samping Mimi.
"Hmm, ibu benar."
"Bagaimana kabar anak laki-laki dari keluarga Robert itu?" Tanya nyonya William.
"Dia baik, dan dia..... Ibu, kenapa ibu....." Ucap Mimi seraya bangun dari senderannya.
Nyonya William tersenyum karena pitri sulungnya baru menyadari apa yang dia tanyakan tadi.
"Ibu tentu saja tahu, dan ibu dengar dia dan keluarganya sangat baik."
"Dia.... Memang laki-laki yang baik, tapi Mimi masih tidak tahu apa yang akan terjadi dengan hubungan kami di masa depan, Bu."
"Sayang, kita memang tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dengan diri kita di masa depan. Jika memang kalian saling mencintai, maka kalian harus saling yakin, jika kelak kalian bisa bersama."
Mimi mengangguk "Iya Bu, tapi saat ini aku dan dia sedang melihat perkembangan hubungan Xixi dan Leon."
"Ada apa dengan mereka?"
"Mimi tidak tahu, karena saat Mimi kembali dengan Jery beberapa hari yang lalu, hubungan Xixi dengan Leon seperti sedang tidak baik."
"Kau sudah menghubungi Xixi untuk menanyakannya?"
Mimi menggelengkan kepalanya "Tidak, aku tidak berani. Dia sangat menakutkan kalau ada orang yang ikut campur dengan urusannya. Bukankah ibu tahu itu?"
"Sejak dia mulai masuk kuliah, dia memang sudah banyak berubah. Bahkan ibu sempat terkejut melihatnya."
"Haahhh, dia sangat sulit di pahami Bu." Ucap Mimi seraya kembali menyenderkan tubuhnya ke belakang.
"Ya sudah, biarkan saja. Jika Xixi dan Leon memang berjodoh, mereka juga akan bersama. Hanya saja....."
Mimi menoleh "Hanya saja apa Bu?"
"Kau pasti sudah tahu tentang paman Damian, yang memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan ayahmu."
"Oh itu, jika itu masalahnya ibu tidak perlu khawatir. Hubungan mereka tidak terganggu sama sekali. Mereka tidak peduli dengan urusan orang tua disini."
"Baguslah jika begitu, ibu hanya takut jika mereka bersama, Damian akan menolak dan tidak menyetujuinya."
"Bu, ibu tenang saja. Aku yakin Xixi dan Leon akan bersama."
__ADS_1
"Iya sayang, ibu juga berharap seperti itu."
Mimi mengangguk dan tersenyum pada ibunya.