
Sudah beberapa hari Xixi tidak bertemu dan berkomunikasi dengan Leon, entah apa yang mereka lakukan tidak ada yang tahu satu sama lain.
Dan setelah perginya Leon dari kota A, pembangunan vila Xixi di ambil alih sepenuhnya oleh kepala proyek yang sebelumnya bekerja dengan Leon.
Xixi merenggangkan tubuhnya setelah hampir seharian dia berkutat dengan berbagai file dan masalah yang ada di dalam perusahaannya, di tambah lagi beberapa klien baru datang dan ingin Xixi langsung yang menangani urusan kerjasama mereka.
"Sudah beberapa hari ini aku tidak mendengar kabar keadaan perusahaan Davidson itu." Gumam Xixi.
Xixi lalu membuka media sosialnya untuk melihat bagaimana perkembangan perusahaan yang sudah hampir dia hancurkan itu.
Kedua mata Xixi terbuka lebar, saat melihat sebuah berita lain tak terduga yang dia lihat pada layar komputernya.
"Ternyata dia buru-buru kembali kesana untuk menemui seorang wanita."
Xixi mengetik dengan cepat , menyebarkan kembali postingan orang itu di salah satu akun media sosialnya yang di ikuti oleh Leon.
Setelah selesai, Xixi mematikan komputernya dan berdiri. Dia bersiap akan pulang ke ke apartemennya, karena Mimi dan Jery sudah kembali sehari lebih cepat dari hari yang mereka rencanakan.
"Aku akan mampir ke kedai mie saja, malam ini aku tidak akan makan di apartemen." Ucap Xixi berjalan keliar dari perusahaannya.
Ini sudah hari ke 3 Xixi tidak makan malam di apartemen dengan Lia, dia lebih memilih makan di luar. Seperti makan daging tusuk bakar, mie, dan lain sebagainya.
Itu tidak seperti yang biasa Xixi lakukan, bahkan dulu saat dia tinggal sendirian pun pola makan Xixi tidak berantakan. Xixi memfokuskan dirinya untuk meraih apa yang dia inginkan, dan perlahan semua impiannya akan dia dapatkan.
Perusahaan yang dia pimpin, di lirik dua perusahaan dari luar negeri untuk melakukan kerjasama jangka panjang. Dan itu merupakan hasil yang sangat memuaskan bagi Xixi.
"Sekertaris Ana, apa kau sudah akan pulang?" Tanya Xixi saat dia melewati meja kerja sekertarisnya.
"Iya direktur, karyawan yang lain sudah pulang semua."
"Baiklah, apa kau tahu kedai mie yang paling enak di kota A ini, selain kedai mie yang kau katakan padaku sebelumnya?"
"Ada satu kedai yang menurut saya paling enak, tetapi tempatnya masuk ke dalam gang. Dan mobil tidak bisa masuk ke dalam."
Xixi mengangguk "Kalau begitu ayo kita kesana, aku akan mentraktir sekertaris Ana makan malam disana."
"Baik kalau begitu, terima kasih direktur."
Xixi mengangguk, mereka lalu keluar dari perusahaan dan pergi ke kedai mie yang sekertaris Ana katakan tadi.
...----------------...
Di dalam apartemen lain, Leon mendapatkan satu notifikasi pada ponselnya.
"Satu berita baru dari Xixi." Gumam Leon.
__ADS_1
Leon lalu membuka berita yang Xixi bagikan di salah satu akun media sosialnya. Kedua mata Leon terbuka lebar melihat apa yang Xixi bagikan itu.
"Ini....."
Leon ingat pertemuannya pagi tadi dengan seorang wanita yang menjadi perwakilan daru salah satu perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaannya. Tetapi dia tidak menyangka jika ada seseorang yang mengambil fotonya dengan wanita itu.
Itu adalah pesan terusan yang Xixi bagikan di akun media sosialnya, Leon membuka akun yang menyebarkan fotonya itu. Di sana banyak yang berkata jika Leon dan wanita di dalam foto sangat serasi.
"Xixi pasti salah paham padaku." Gumam Leon.
Leon membaca komentar para orang-orang di kolom komentar orang yang menyebarkan fotnya dengan wanita itu, semua seolah menyerukan hubungannya dengan wanita itu, di tambah wanita yang ada di dalam foto berkomentar seakan-akan mereka memang sedang dekat.
"Wanita ini, beraninya melakukan hal menjijikan di belakang ku." Ucap Leon geram.
Dia lalu memposting ulang foto yang di bagian oleh akun media sosial orang itu tentangnya itu.
Di bawah postingan itu Leon memberikan caption "Hanya seorang perwakilan saja berani melakukan hal seperti itu padaku. Sepertinya kerjasama dengan R. Group akan saya batalkan. Sungguh perbuatan yang mengecewakan."
Selain caption itu, Leon juga menandai nama perusahaan, pemimpin perusahaan R. Group yang dia maksud. Agar mereka tahu apa yang telah sekertaris kepercayaan mereka lakukan secara diam-diam pada Leon.
"Aku lebih baik tidak bekerjasama dengan kalian dari pada aku harus membuat wanitaku salah paham dan marah padaku." Ucap Leon setelah selesai membagikan postingan salah satu akun media sosial yang telah menyebarkan foto-fotonya itu.
Tak berselang lama setelah Leon membagikan postingan itu, pemimpin dari perusahaan R. Group menghubungi Leon.
"Urus semua surat pemutusan hubungan kerjasama kita dengan perusahaan R. Group. Dan jika mereka menginginkan uang pinalti, maka mereka harus membayar ganti rugi atas apa yang telah sekertaris mereka lakukan padaku." Ucap Leon pada sekertarisnya.
"Baik tuan, akan saya lakukan."
"Terima kasih."
Leon berjalan menuju lift, hari ini pekerjaan sangat menumpuk. Dan dia ingin sedikit melonggarkan otot tubuhnya yang sudah sangat kaku akibat bekerja seharian.
"Sedang apa Xixi sekarang?" Gumam Leon yang sudah berada di dalam lift.
Leon menekan-nekan layar ponselnya.
Leon : Sayang, kau sedang apa? Apa kau sudah makan malam?
Leon mengirimkam satu pean aingkat pada Xixi. Lalu memasukan ponselnya ke dalam saku jasnya.
ting
Lift terbuka, Leon segera keluar dari dalam lift dan berjalan menuju mobil yang tidak jauh dia parkirkan.
Leon masuk ke dalam mobil laku melajukan mobilnya keluar dari gedung perusahaan miliknya.
__ADS_1
Dengan sesekali Leon menatap sekeliling jalanan ibu kota, Leon juga menatap ponselnya yang dia letakan di laci mobil yang berada di samping kemudi mobil.
"Kenapa dia tidak menjawabnya?"
Leon memasang earphone pada salah satu telinganya, dan menyambungkan earphone itu pada ponselnya.
Saat lampu merah menyala, Leon mencari nomor Xixi dan menghubungi nomor kekasihnya itu.
Tuuut tuut... tuuut tuuut
Xixi : Iya.
Leon : Sayang, kau sedang apa?
Xixi : Aku sedang makan malam dengan seseorang.
Leon : Seseorang, siapa?
Xixi : Bukan siapa-siapa, ada apa? Apakah tuan muda Damian tidak menemani nona cantik di restoran lagi?
Leon : Sayang, dia hanyalah klien di perusahaan. Aku juga tidak tahu kalau ada seseorang yang mengambil foto itu dan menyebarkannya.
Xixi : (Terdengar suara Xixi yang sedang minum).
Leon : Sayang.
Xixi : Aku akan menghubungi mu lagi nanti.
Leon : Tidak. Aku.....
Xixi : uhuk uhuk... Direktur anda baik-baik saja? Apakah mie yang anda makan terlalu pedas? (suara orang lain).
Leon : Xixi, apa kau makan mie pedas?
Tuut tuut tuut
Xixi memutuskan sambungan telefon mereka, Leon belum sempat mendengar suara Xixi lagi setelah suara batuk itu yang kemudian Xixi mematikan sambungan telefonnya.
"Apa dia makan mie lagi, sudah berapa kali dia makan mie disana?" Ucap Leon pada dirinya sendiri.
Leon mungkin tidak khawatir jika Xixi makan apapun yang dia suka, kecuali mie. Karena perut Xixi tidak akan tahan jika terus-terusan makan mie, itu juga Leon ketahui dari Lulu.
"Wanita ini, aku benar-benar harus ke kota A untuk bertemu dengan dia." Ucap Leon lagi.
Mobil Leon melaju semakin cepat membelah jalanan kota sore itu.
__ADS_1