
Malam pesta pembukaan perusahaan cabang D. Group di lakukan. Pesta itu di adakan di sebuah hotel mewah yang ada di kota A.
Tidak sedikit pengusaha dan juga artis yang datang untuk memenuhi undangan dari tuan muda Davidson itu.
"Tuan muda, disini ada sekertaris Ana dari W. Group." Ucap sekertaris pribadi tuan muda Davidson.
"Selamat malam tuan muda Davidson, saya adalah perwakilan dari W. Group." Ucap sekertaris Ana.
"Apakah direktur W. Group sedang sibuk, sehingga tidak bisa datang ke pesta ku?" Ucap tuan muda Davidson.
"Benar, karena itu saya atas nama direktur meminta maaf kepada tuan muda Davidson."
"Ya baiklah, aku juga tidak bisa memaksa jika dia sibuk."
"Terima kasih atas pengertian tuan, saya telah meletakan hadiahnya disana bersama dengan hadiah lainnya."
"Iya, terima kasih. Semoga nona Ana menikmati pestanya."
"Terima kasih."
Sekertaris Ana lalu pergi meninggalkan tuan muda Davidson itu.
"Cari tahu seperti apa direktur W, Group itu. Aku tidak percaya jika aku tidak bisa menemukan informasi lain dari direktur itu." Ucap tuan muda Davidson pada sekertaris pribadinya.
"Baik tuan muda." Ucap sekertarisnya itu.
"Dia bahkan tidak meletakan fotonya sendiri di informasi yang mereka dapatkan."
Tuan muda Davidson yang selalu menyukai wanita cantik, tentu ingin sekali berkenalan dan dekat dengan satu-satu direktur wanita yang ada di kota A itu. Karena semua direktur yang memimpin perusahaan di kota A itu adalah laki-laki, jadi dia sangat penasaran seperti apa satu-satunya direktur wanita yang memimpin perusahaan W. Group.
"Jika mereka tetap tidak mendapatkan informasi bagaimana direktu itu, maka dengan terpaksa aku akan pergi ke perusahaan itu, untuk menemuinya dna melihat seperti apa direktur W. Group yang banyak di perbincangkan itu." Gumam tuan muda Davidson.
...----------------...
Di tempat lain, Xixi, Mimi, Leon dan Jery tengah makan malam bersama.
Setelah membuat Mimi salah paham pada Jery, malam ini Jery mengajak Mimi, Xixi dan Leon untuk makan malam bersama.
Meski awalnya dia hanya ingin makan malam berdua saja dengan Mimi, tapi karena Mimi takut ada model lain yang akan melihat mereka, jadi Jery terpaksa mengajak Xixi dan Leon. Seperti apa yang Mimi inginkan.
"Aku tidak tahu jika ada restoran yang bernuansa klasik di kota ini." Ucap Xixi.
"Bukankah aku pernah mengajakmu ke kafe yang tidak juh berbeda dengan ini?" Ucap Leon pada Xixi.
"Itu sebuah kafe, dan ini adalah restoran."
"Ya, baiklah."
Mimi menggelengkan kepalanya melihat tingkah dua sepasang kekasih di depannya itu.
Pesanan yang telah mereka pesan datang.
Jery memotong steak yang ada di atas piringnya, lalu menukar piring itu dengan piring milik Mimi.
"Makanlah." Ucap Jery dengan lembut pada Mimi.
"Terima kasih."
__ADS_1
Melihat kakaknya dan Jery telah kembali seperti sebelumnya, Xixi merasa senang.
"Sepertinya permasalahan di antara mereka sudah selesai." Bisik Xixi pada Leon.
Leon mengangguk, dia menusukan satu potong steak dari piringnya lalu menyodorkannya pada Xixi.
"Buka mulut mu." Ucap Leon pelan.
Xixi memicingkan matanya, menatap Leon dengan curiga.
"Buka mulut mu sayang." Ucap Leon lagi.
Xixi menghela nafas dengan pelan, dia lalu membuka mulutnya. Satu potong steak dari tangan Leon masuk ke dalam mulutnya.
Leon yang melihat Xixi makan dari suapannya tersenyum.
"Kau harus makan yang banyak, pekerjaan sebagai direktur tidaklah mudah." Ucap Leon.
"Iya, Leon benar. Aku bahkan sering melihat lampu kamar mu masih menyala saat tengah malam." Ucap Mimi.
"Itu karena beberapa hari yang lalu aku harus menghadapi para kepala direksi yang tidak cukup kompeten." Ucap Xixi.
"Karena itu kau harus mendengarkan Leon, makan lebih banyak. Agar kau memiliki tenaga yang cukup."
Xixi mengerucutkan bibirnya.
"Kau bisa menekan para kepala direksi di perusahaan mu, dan memberikan sedikit bonus pada mereka. Mereka yang merasa tertekan namun masih di beri bonus dari mu, akan berfikir ulang dalam setiap tindakan mereka. Itu bisa membuat kinerja mereka lebih baik." Ucap Jery yang sudah menjadi direktur lebih dari 4 tahun itu.
Walaupun Jery masih kuliah saat dia menjabat sebagai direktur di perusahaannya, tetapi cara kerja Jery tidak bisa di remehkan oleh para direktur dari perusahaan lainnya. Bahkan Jery termasuk dalam direktur yang di takuti oleh beberapa perusahaan.
"Benar kata kak Jery, kau coba cara yang kak Jery katakan." Ucap Leon.
"Iya, nanti akan aku coba." Ucap Xixi.
Jery dan Leon mengangguk, mereka lalu menikmati kembali makan malam mereka dengan tenang.
ddrrrrrrrrrttt
Ponsel Xixi bergetar di atas meja, dia mengambil ponselnya dan melihat notifikasi yang dia dapat.
"Sepertinya ada yang penasaran denganku, sampai ingin membobol informasi tentang identitasku sebagai direktur W. Group ini." Ucap Xixi.
"Benarkah, siapa itu?" Tanya Leon.
"Aku belum tahu siapa dia, setelah kembali aku akan melihatnya."
"Aku juga ingin melihatnya."
"Kau ingin melihatnya juga?"
"Tentu saja, ada seseorang yang ingin tahu sekali tentang kekasihku, aku harus tahu siapa dia."
"Haahh kau ini."
"Aku hanya tidak mau ada laki-laki lain yang mencoba mendekati mu."
"Iya, baik. Kau bisa ikut ke apartemen ku nanti untuk melihat siapa orang itu. Benar-benar sangat posesif."
__ADS_1
"Tentu saja, wanita yang cantik, pintar, baik seperti mu harus aku lindungi dengan baik. Apalagi kau adalah satu-satunya eummmm....."
Xixi menutup bibir Leon yang terus berbicara, akan sangat memalukan jika Leon terus menerus memuji dirinya di depan banyak orang seperti tadi.
"Lanjutkan saja makanmu, agar kita bisa cepat kembali ke apartemen, dan melihat siapa orang yang mencoba membobol informasi tentang ku yang aku kunci."
"Iya." Ucap Leon yang mulutnya telah kembali di buka.
Melihat interaksi Xixi dan Leon yang berbeda dari pasangan kebanyakan, Jery dan Mimi hanya bisa tertawa sambil menggelengkan kepala mereka.
Setelah selesai menikmati makan malam bersama, mereka berempat kembali ke apartemen. Jery dan Leon iku bersama Xixi dan Mimi ke apartemen Xixi.
Leon yang ingin tahu tentang si pembobol itu tentu harus ikut ke apartemen Xixi. Sedangkan Jery, dia ingin bersama dengan Mimi lebih lama.
Di apartemen, Xixi dan Leon duduk di ruang tv. Mereka berdua menatap layar laptop bersama, mencoba mencari tahu siapa sebenarnya orang yang sedang berusaha membobol informasi tentang Xixi.
Jari Xixi mengetik dengan cepat keyboard laptopnya, dan Leon menatap layar laptop dengan cermat.
"Tunggu, tunggu. Kode apa ini?" Ucap Leon sambil menunjuk sebuah kode di pojok atas layar laptop.
"Ck, mereka pintar juga. Mengecoh kita dengan meletakan sebuah kode di sana. Biarkan aku lihat siapa kalian ini." Ucap Xixi.
Xixi dengan cepat kembali mengetik keyboard, masuk ke salah satu sistem keamanan rahasia yang dia buat. Dan....
Ting
Semua data yang ingin Xixi lihat terbuka semua. Leon dan Xixi melihat semua data itu dengan mata berbinar.
"Akhirnya." Ucap Xixi.
Leon dan Xixi membaca informasi yang ada di dalam data yang telah berhasil mereka buka, dengan sistem rahasia milik Xixi.
"Perusahaan keluarga Davidson." Ucap Leon dan Xixi saat membaca nama perusahaan yang tertera pada layar laptop Xixi.
"Ternyata tuan muda Davidson ini begitu penasaran padaku, karena aku tidak datang ke pesta pembukaan cabang perusahaan yang dia adakan, dan meminta sekertaris Ana mewakiliku pergi ke pesta pembukaan cabang perusahaan mereka yang baru di kota ini."
"..... Apa yang akan kau lakukan, aku dengar keluarga itu cukup sulit di tangani."
"Dia menyukai wanita cantik dan sexy. Haahhh, sepertinya aku harus berpura-pura menjadi wanita culun lagi saat bertemu dengan tuan muda Davidson ini nanti."
"Itu tidak akan mudah, dia tidak akan begitu saja percaya pada penampilan culun mu itu."
"Jadi?"
"Aku punya cara sendiri, agar dia tidak bisa berbuat macam-macam pada kekasihku ini."
"Leon, seriuslah."
"Aku serius sayang."
"Jadi apa rencanamu itu?"
"Kau akan tahu nanti."
Xixi berdecak mendengar ucapan Leon yang rahasia itu.
Sementara Xixi dan Leon sibuk dengan laptop dan urusan mereka. Jery dan Mimi justru menikmati keindahan malam di atas balkon apartemen.
__ADS_1