The Geeky Girl

The Geeky Girl
Part 64


__ADS_3

Sore harinya di dalam apartemen Xixi, Mimi membaringkan tubuhnya di atas sofa yang ada di ruang tv.


Mimi masih memikirkan apa yang dikatakan oleh Jery, saat mereka berbicara di dalam ruang kerja Jery siang tadi.


"Aku baru saja merasakan kecewa oleh seorang laki-laki, tapi sekarang malah ada seorang laki-laki lain, yang tengah mencoba mendekatiku. Haahh ini membuatku pusing." Gumam Mimi.


Mimi berdiri lalu berjalan menuju kamarnya, dia tidak ingin larut dalam pikirannya karena itu. Dia memutuskan akan berendam untuk beberapa saat di dalam kamar mandinya.


ceklek


Saat Mimi sedang berada di kamar mandi, pintu kamar Mimi terbuka, Xixi yang membuka pintu menjulurkan kepalanya untuk melihat apakah kakaknya ada di dalam atau tidak.


"Kemana kakak? Kata Lia, dia sudah pulang." Gumam Xixi.


Xixi masuk ke dalam kamar Mimi, lalu melemparkan tubuhnya di atas ranjang.


Tak lama Mimi keluar dari kamar mandi.


"Aaaakh!" Mimi menjerit saat melihat seseorang tidur di atas ranjangnya.


Mimi juga memegangi handuk kimononya yang belum di ikat, agar tidak lepas.


Xixi yang mendengar teriakan Mimi, seketika bangun dan menatap mimi dengan bingung.


"Ada apa kak?" Tanya Xixi dengan polos.


"Xixi! Kenapa kau masuk tidak menunggu kakak selesai mandi? Membuat kakak terkejut saja." Ucap Mimi sedikit kesal pada adiknya.


"Lia bilang kakak sudah pulang, jadi aku kesini. Tapi saat aku ketuk pintu dan memanggil kakak, tak ada jawaban. Jadi aku lihat dan masuk ke dalam saja."


Mimi mendengus kesal dengan kebiasaan Xixi yang sembarangan masuk ke kamar orang lain.


"Aku sudah pulang sekitar 1 jam yang lalu." Ucap Mimi.


"Jadi kakak sudah makan?"


Mimi menggelengkan kepalanya "Aku sedang tidak ingin makan, aku mau langsung tidur saja."


"Kenapa? Tumben sekali."


"Tidak apa-apa. Oh iya, tentang berita Monica itu.... Apa kamu yang membuatnya?"


"Monica? Monica....." Xixi terlihat kebingungan.


"Sudahlah kalau kamu tidak ingat, itu juga bukan hal yang penting."


Xixi hanya mengangguk. Apa yang Xixi lakukan tentu tidak di ketahui oleh Mimi. Karena dia hanya ingin memberikan sedikit pelajaran pada model baru itu.


"Kak, besok antar aku."


"Kemana?"


"Aku ingin memotong rambutku."


Mimi yang sedang memakai serum pada wajahnya menoleh.

__ADS_1


"Kau ingin memotong rambut?"


"Iya."


"Bukankah Leon tidak suka dengan wanita berambut pendek?"


"Kakak tahu dari mana?"


"Kau ini, Leon adalah pacarmu. Tapi kau tidak tahu tentang masalah sepele seperti ini."


Mimi menggelengkan kepalanya, dia tidak mengerti apa saja yang Xixi pikirkan selama ini.


"Sudahlah, biarkan saja rambutmu itu. Lagi pula belum begitu panjang juga." Ucap Mimi.


"Benarkah? Menurutku ini sudah panjang." Xixi melihat ujung rambunya yang tergerai ke depan.


Mimi mengangguk "Iya, di bandingkan dengan rambutku, rambutmu masih pendek."


"Hmmm, baiklah."


(Disini rambut Xixi panjangnya hanya satu jengkal di bawah bahu, sementara Mimi lebih panjang lagi).


Mimi yang mendengar itu hanya mengangguk seraya menepuk-nepuk dengan pelan wajahnya.


"Kalau begitu aku akan mengikatnya saja. Rasanya benar-benar panas jika aku menggerainya."


"Ya, begitu lebih baik. Dari pada kau harus memotongnya."


"Baiklah kalau begitu."


"Kau sungguh tidak mau makan dulu kak?" Tanya Xixi.


"Tidak, aku sudah lelah dan ingin segera tidur. Kau saja yang makan dengan Lia."


"Hmm, baiklah kalau begitu."


Xixi bangun dari ranjang dan berjalan menuju pintu kamar.


"Selamat beristirahat." Ucap Xixi sebelum dia keluar dari kamar Mimi.


"Iya."


Xixi menutup pintu kamar Mimi, dia lalu berjalan ke ruang makan.


"Nona pertama tidak ikut makan?" Tanya Lia saat Xixi duduk di kursi makan.


"Tidak, katanya dia lelah dan ingin tidur lebih awal."


"Pekerjaan seorang model memang tidak mudah dan memerlukan banyak tenaga."


"Iya, kau benar."


"Kalau begitu, nona muda makanlah sebelum semuanya dingin."


"Iya, terima kasih."

__ADS_1


Xixi lalu mengambil makanan di atas meja, dan menikmati makan malamnya dengan tenang.


Selesai makan, Xixi duduk di ruang tv. Dia ingin melihat apakah ada berita yang bagus akhir-akhir ini.


Kedua mata Xixi membulat namun menunjukan kebahagiaan, saat melihat salah satu channel televisi yang tengah dia tonton.


"Keluarga Albert, hanya sentilan sedikit saja dariku, kalian sudah sangat kesusahan. Sepertinya kalian berhasil hingga saat ini karena bermain curang pada beberapa perusahaan yang telah kalian akuisisi itu." Ucap Xixi dengan nada mengejek.


Ya, di samping membantu Mimi menyingkirkan Monica dari sisi Jery. Xixi juga masih melakukan sesuatu yang lain pada perusahaan Albert.


Walaupun keluarga Albert di dukung oleh keluarga Davidson, tetapi jika keluarga itu dalam masalah besar. Keluarga besar seperti keluarga Davidson pun enggan untuk membantu, karena mereka tentu tidak mau terseret dalam masalah yang di buat oleh keluarga Albert.


Semua usaha tuan Albert dan Amie yang selalu melayani tuan muda Davidson setiap malam menjadi sia-sia.


"Amie Albert, bagaimana rasanya setelah hampir satu bulan menempel pada tuan muda Davidson tanpa hasil apapun, bukankah menyenangkan?" Ucap Xixi lagi dengan tawa puasnya.


Setelah beberapa menit melihat berita tentang keluarga Albert yang sebentar lagi akan hancur, Xixi pergi ke kamarnya.


"Semuanya berjalan dengan baik. Tinggal menunggu perkembangan hubungan kak Mimi saja dengan kak Jery di pulau pribadi milik keluarga kak Jery nanti." Ucap Xixi setelah masuk ke dalam kamarnya.


***


Di apartemen lain Jery tengah duduk di balkon kamarnya. Dia sedang termenung memikirkan sesuatu.


Hari ini dia telah mengatakan apa yang ingin dia katakan kepada Mimi, tapi dia merasa bingung karena reaksi Mimi yang seperti itu padannya.


Ada perasaan takut pada Jery, dia takut setelah mengatakan semuanya, Mimi akan menghindari dia, bahkan tidak mau lagi berbicara dengannya.


"Seharusnya aku tidak mengatakan itu padanya. Bagaimana kalau dia membenciku sekarang?" Ucap Jery pada dirinya sendiri.


Ini adalah kali kedua Jery merasakan begitu sangat ingin melindungi orang lain, setelah kepergian orang yang dia cintai dulu.


Jery yang nampak bingung dan khawatir itu pun akan menghubungi Leon, dia ingin bertemu dan membicarakan hal tersebut dengan Leon, serta meminta saran darinya.


Ting


Satu notifikasi berbunyi pada ponsel Jery, dia melihat notifikasi itu dan membaca pesan notifikasi tersebut.


Kedua mata Jery terbuka lebar setelah membaca notifikasi itu, ternyata itu adalah notifikasi tentang status terbaru salah satu akun media sosial milik Monica, salah satu model barunya.


"Wanita ini benar-benar tidak ada hentinya. Bagaimana bisa dia melakukan hal ini, dia ingin merusak nama baik perusahaan." Ucap Jery.


Jery lalu menekankan-nekan layar ponselnya dengan begitu cepat. Sepertinya dia tengah mengetik sebuah pesan untuk orang lain.


"Pertama dia menyebarkan banyak berita dan cerita tentang hubunganku dengan dia, sekarang dia menyebarkan berita-berita yang seperti ini. Benar-benar tidak bisa dibiarkan." Ucap Jery lagi.


Jery tidak tahu jika dua status baru dari salah satu akun media sosial Monica adalah perbuatan Xixi, karena itu dia begitu merasa kecewa dengan model barunya itu.


Namun meskipun dia tidak tahu, tetapi dia sudah merasa kecewa sejak awal Monica menyebarkan berita-berita tentang hubungan palsu Jery dengan dirinya.


Setelah mengirimkan pesan kepada seseorang, Jerry meletakkan ponselnya lalu dia menikmati udara sore sambil menyandarkan tubuhnya ke belakang.


"Mimi kapan aku bisa memanggil nama itu? Hahh wanita ini sulit sekali untuk di yakinkan."


Jery berdiri dan masuk ke dalam kamar sambil membawa ponselnya. Malam ini dia tidak tahu apakah dia akan bisa tidur dengan nyenyak atau tidak karena memikirkan Mimi, wanita yang begitu dia sukai.

__ADS_1


__ADS_2