The Geeky Girl

The Geeky Girl
Eps 42


__ADS_3

Leon benar-benar melakukan apa yang dia rencanakan mengenai keseriusan hubungannya dengan Xixi. Dengan bantuan dari Lulu, Joseph dan keluarga Xixi. Leon ingin memberikan kejutan yang spesial padanya.


Dan hari ini, dia sudah sibuk sejak pagi untuk mengurus semua pakerjaannya di perusahaan, karena dia harus meluangkan banyak waktu untuk melakukan sesuatu yang lainnya.


Sementara Xixi yang tidak tahu apa yang di rencanakan oleh Leon, pergi ke kampus seperti biasanya, dia bahkan membantu ayahnya mengurus beberapa komputer di perusahaan yang terkena masalah.


"Bukankah bulan kemarin baru aku bereskan, kenapa bisa terjadi hal seperti ini lagi?" Ucap Xixi melihat ada sedikit kekacauan di dalam sistem komputer di perusahaan ayahnya.


Xixi mencari penyebab terjadinya masalah itu dengan sangat serius, bahkan pegawai IT di perusahaan tidak ada yang berani menganggu Xixi.


Selama kurang lebih dua jam, akhirnya Xixi berhasil menangani masalah komputer di perusahaan ayahnya. Tapi sebelum dia pergi, dia memasang beberapa jebakan di dalam beberapa komputer yang mengalami masalah itu, karena dia merasa ada kejanggalan disana.


Setelah selesai, Xixi keluar dari ruang sistem keamanan perusahaan, dan membiarkan para ahli IT itu untuk kembali bekerja.


"Apakah sudah selesai, sayang?" Ucap tuan William pada Xixi yang baru masuk ke dalam kantor.


"Sudah ayah, aku juga memasang beberapa jebakan pada komputer-komputer itu."


"Jebakan?"


Xixi melemparkan tubuhnya di atas sofa yang ada di dalam ruang kantor ayahnya.


"Benar, baru beberapa bulan yang lalu aku mengecek komputer-komputer itu. Dan sekarang terjadi masalah dalam sistem pada komputer yang sama, aku merasa ada seseorang yang sedang mencoba untuk meretas komputer perusahaan, namum gagal. Akibatnya sistem pada komputer terjadi masalah."


"Padahal mereka bekerja disini dengan gaji yang cukup banyak, di bandingkan dengan perusahaan-perusahaan lainnya."


"Ayah, orang yang mempunyai sifat serakah itu tidak akan pernah merasa cukup."


"Kau benar."


"Kita tunggu saja, mungkin dalam beberapa hari akan terjadi sesuatu pada salah satu perusahaan yang mencoba untuk mendapatkan data-data perusahaan ayah."


"Apa kau menjebak mereka dengan file palsu?"


Xixi mengangguk sambil tersenyum lebar pada ayahnya.


"Hanya hadiah kecil yang aku siapkan untuk penghianat, ayah. Ini juga demi perusahaan."


"Kau ini. Baiklah, lebih baik sekarang kau pulang. Udara juga sudah mulai hangat, karena musim semi akan datang."


"Baik ayah. Ayah cepatlah pulang jika sudah selesai, jangan terlalu banyak lembur."


"Iya, ayah tahu."


"Em, kalau begitu aku pulang dulu ayah."

__ADS_1


"Iya hati-hati sayang."


"Baik."


Xixi lalu berjalan keluar dari ruang kantor ayahnya.


"Nona muda kedua, apakah anda sudah selesai?" Ucap sekertaris tuan William.


"Sudah, jika paman ingin menemui ayah, paman bisa kesana."


"Baik kalau begitu."


"Iya."


Xixi kembali berjalan menyusuri ruang karyawan ayahnya yang sedang bekerja.


Setelah keluar dari gedung 36 lantai itu, Xixi berjalan ke arah mobilnya yang sengaja dia parkirkan di depan gedung perusahaan itu.


"Ke supermarket dulu sebentar, sepertinya makan mie cup setelah sampai di rumah sangat enak." Ucap Xixi yang sudah berada di dalam mobil.


Xixi mengendarai mobilnya menuju supermarket untuk membeli beberapa mie cup dan juga cemilan.


***


Di sisi lain, Mimi sedang berada di dalam ruang gym pribadi milik Xixi. Dia sudah menggunakan beberapa alat olahraga disana, sampai keringat bercucuran.


Mimi merasa sangat kesal dan marah ketika tidak sengaja melihat Joseph sedang berbicara dengan seorang wanita sambil tersenyum lembut.


Dia tidak pernah melihat senyuman itu di wajah Joseph setiap kali mereka bertemu tanpa sengaja di suatu tempat. Mereka bahkan terlihat seperti dua orang yang tidak saling kenal.


Karena alasan itulah ketika sampai di rumah, Mimi langsung berganti pakaian dan pergi ke ruang gym yang tidak pernah dia datangi untuk melampiaskan kemarahannya.


"Baiklah, setelah ini aku akan melupakan laki-laki bernama Joseph itu. Aku bisa mendapatkan laki-laki yang jauh lebih baik darinya." Ucap Mimi lagi.


Mini yang sudah tidak kuat lagi membaringkan tubuhnya di atas karpet mantras. Nafasnya memburu setelah melakukan olahraga selama lebih dari satu jam.


Setelah berbaring selama 10 menit, Mimi bangun dan mengelap keringatnya yang keluar cukup banyak.


Mimi lalu berdiri dan berjalan keluar dari ruang gym dengan tubuh basah, dan handuk kecil menggantung di atas bahu kanannya serta botol minuman di tangan kirinya.


Para pelayan yang melihat Mimi keluar dari ruang gym terkejut, pasalnya selama ini Mimi tidak pernah mau masuk ke dalam sana dan melakukan olahraga yang akan membuatnya berotot.


Dengan tubuh lelah Mimi berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Di dalam kamar dia meletakan botol minumannya di atas meja, dan melemparkan handuk kecil ke dalam ranjang baju kotor yang ada di samping pintu kamar mandinya.

__ADS_1


"Ternyata cukup melelahkan, bagaimana bisa Xixi tidak terlihat kelelahan setiap keluar dari tempat gym dengan keringat sebanyak itu?" Ucap Mimi yang saat ini berada di dalam kamar mandi.


25 menit kemudian Mimi keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kimono kesukaannya yang berwarna pink.


Mimi berjalan menuju meja riasnya untuk memakai serum wajah yang biasa dia pakai. Setelah itu dia mengeringkan rambutnya yang masih basah.


Mimi melemparkan tubuhnya di atas tempat tidur empuknya "Aakh, aku ingin tidur sekali. Badanku terasa sangat lelah."


Mimi menatap langit-langit kamar sejenak, sebelum akhirnya dia pergi ke ruang pakaian untuk mengganti handuk kimononya dengan pakaian santai.


Selesai mengganti pakaian, Mimi dengan asal mengikat rambutnya karena malas. Dia lalu berjalan keluar dari kamar dan munuju ke dapur untuk mengambil air.


Mimi menuruni tangga dan tanpa dia tahu ternyata di lantai bawah ternyata ada Joseph dan Lulu yanh sedang menunggu Xixi pulang.


"Kalian kapan datang?" Ucap Mimi sambil menatap Lulu.


"Sekitar 5 menit yang lalu kak. Kak Mimi tidak ada pemotretan?"


"Tidak, minggu ini jadwalku adalah bermalas-malasan."


"Wah bagus kalau begitu, besok lusa kita akan ke vila milik Leon, apa kakak...."


"Tidak, kalian pergi saja bersama. Aku ingin menikmati waktu istirahatku."


Mimi lalu berjalan ke dapur tanpa melirik ke arah Joseph sama sekali.


Melihat sikap Mimi yang tidak seperti biasa, membuat Lulu merasa aneh dan dia menjadi sedikit canggung. Sementara Joseph yang tidak begitu peduli pada Mimi, diam saja. Karena merasa itu tidak ada hubungannya dengan dia.


Di dapur, Mimi mengambil air untuk minum, dia juga meminta salah seorang pelayan untuk memberikan teh hangat pada Lulu dan Joseph.


Setelah minum, Mimi berjalan kembali ke kamarnya sambil membawa gelas yang berisi air putih.


"Kak Mimi, kakak mau ke kamar?" Ucap Lulu yang melihat Mimi akan naik ke tangga.


"Iya, aku sangat lelah."


"Baiklah kalau begitu."


Mimi hanya mengangguk, dia lalu berjalan menaiki tangga dan melangkah menuju kamarnya.


"Kak, apa kau berasa ada yang aneh dengan kak Mimi?" Tanya Lulu pada Joseph yang tengah bermain dengan ponselnya.


"Aku tidak tahu, aku juga tidak dekat dengannya."


"Ayolah kak, kak Mimi adalah orang yang baik. Dia juga seorang model yang profesional yang cantik dan anggun, apa kakak benar-benar tidak menyukainya?"

__ADS_1


"Berhenti bicara omong kosong Lulu, dan jangan pernah mendekatkan kakak dengan wanita yang tidak kakak sukai." Ucap Joseph.


Perkataan Joseph yang cukup keras ternyata terdengar oleh Mimi yang belum masuk ke dalam kamarnya, dan itu membuat Mimi semakin yakin untuk melupakan dan tidak ingin lagi berharap pada laki-laki egois seperti dia.


__ADS_2