
Leon dan Xixi sedang berada di sebuah ruangan yang di penuhi dengan gaun pengantin yang ada di setiap sudut.
Ya, setelah mereka bertunangan 2 bulan yang lalu. Leon dan Xixi memutuskan untuk menikah minggu depan, dan hari ini mereka akan mencoba gaun pengantin yang telah mereka pesan.
Setelah mencoba gaun pengantin itu, mereka juga akan pergi dan melakukan pemotretan foto pre-wedding di salah satu studio milik teman baik Mimi.
"Apakah kita harus mencoba gaun pengantinnya?" Tanya Xixi pada Mimi yang ikut mengantar Xixi untuk mencoba gaun pengantin.
"Tentu saja, jika kau tidak mencobanya bagaimana kita akan tahu apakah gaun itu terlalu besar atau kecil untuk mu. Dan kita juga bisa melihat apakah gaun itu ada yang kurang atau tidak saat kau kenakan."
"Haahh, benar-benar merepotkan."
"Ayolah Xixi, ini adalah acara yang paling di nanti setiap wanita yang akan di nikahi oleh orang yang di cintai. Semua wanita akan antusias melakukannya, tapi kau malah berkata merepotkan."
"Hahaha, kak Mimi seperti tidak mengerti bagaimana Xixi saja." Ucap Leon yang berdiri di depan mereka.
"Sudahlah, ayo cepat masuk. Aku juga akan ikut masuk untuk membantu mu mencoba gaun pengantin itu. Dan kau Leon, kau juga harus mencoba jas mu." Ucap Mimi sambil mendorong tubuh adiknya masuk ke dalam sebuah ruangan untuk berganti pakaian.
Leon hanya menggelengkan kepalanya melihat Xixi yang di dorong oleh Mimi masuk ke ruang ganti.
"Apa kau juga perlu aku bantu untuk berganti pakaian, Leon?" Tanya Jery yang berdiri di samping Leon.
"Tidak kak, tidak perlu. Aku bisa memakainya sendiri."
Leon mengambil satu set pakaian yang tergantung di sampingnya, lalu masuk ke dalam ruang ganti yang lainnya.
Setelah 15 menit Leon keluar dari dalam ruang ganti, dia merapikan dasi yang sedikit miring di depan cermin besar yang ada di depannya.
"Wah, pengantin kita ini sangat tampan." Ucap Jery sambil merangkul bahu Leon dari samping.
"Kau jangan menggodaku kak, aku sangat gugup saat memakai pakaian ini."
"Tidak, kau terlihat sangat tampan. Xixi pasti akan semakin mencintaimu."
Leon dan Jery teetawa bersama.
Sraaaaaaak!
Sebuah tirai yang menutupi ruang ganti yang tadi Xixi masuki untuk berganti pakaian terbuka. Leon dan Jery yang tengah tertawa seketika diam.
Seorang wanita yang ada di balik tirai yang terbuka, berdiri membelakangi Leon dan Jery.
Perlahan wanita dengan balutan gaun berwarna putih berbalik.
Kedua mata Leon terbuka lebar, mulutnya pun sedikit terbuka melihat kecantikan calon istrinya yang saat ini tengah memakai gaun pengantin di depannya.
"Leon, bukankah calon istri mu sangat cantik?" Ucap Jery pelan.
Leon tidak menjawab, dia masih menatap Xixi tanpa berkedip.
"Tentu saja nona Cicilia sangat cantik." Ucap desainer gaun pengantin itu yang berdiri tidak jauh dari Xixi.
Jery yang tidak mendengar jawaban dari Leon, menoleh. Dan mendapati Leon sedang terpesona oleh kecantikan Xixi, yang memakai gaun pengantin di depannya.
__ADS_1
"Hey! Jangan menatapnya seperti itu, jika tidak mau kecantikan Xixi akan hilang." Ucap Jery sambil menepuk bahu Leon.
Leon yang tersadar karena tepukan Jery, tertawa malu. Leon tidak menyangka jika dia akan sangat terpesona oleh kecantikan Xixi saat ini
Sementara Xixi yang melihat itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Bagaimana, bukankah tuan Leonardo kita sangat terpesona oleh kecantikan nona muda kedua dari keluarga William ini?" Ucap Mimi sambil keluar dari balik tirai.
Leon tersenyum dan mengangguk, dia memang sangat terpesona oleh kecantikan Xixi. Dia bahkan tidak rela jika kecantikan calon istrinya itu di lihat oleh banyak orang yang akan menjadi saksi pernikahan mereka nanti.
Mimi membantu Xixi turun, dan berdiri di samping Leon.
Leon menatap Xixi dengan penuh cinta "Kau sangat cantik, sayang." Ucap Leon dengam lembut.
Xixi hanya tersenyum, dan pipinya sedikit merona.
"Baiklah, ayo kita ambil foto untuk kenang-kenangan." Ucap Mimi.
"Iya, benar."
Mimi lalu mengambil ponsel dari dalam tasnya dan meminta tolong pada pekerja yang ada di dalam butik itu untuk mengambil foto mereka berempat.
Pekerja di butik itu lalu membantu Mimi memotret mereka, dia juga memotret kedua calon pengantin yang memakai setelan baju pengantin mereka itu.
"Baiklah, aku sudah mencoba gaun ini dan mengambil beberapa foto. Bisakah sekarang aku berganti pakaian?" Ucap Xixi.
"Kau pasti sudah tidak tahan memakai gaun itu." Ucap Mimi sambil tertawa.
"Baiklah, baiklah. Kau ini."
Mimi lalu membantu Xixi pergi ke ruang ganti, untuk berganti pakaian.
Begitu juga dengan Leon yang pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya lagi.
20 menit kemudian Xixi keluar dengan pakaian yang sebelumnya dia pakai.
" Baiklah, gaun pengantinnya sudah sesuai dengan yang kita inginkan. 6 hari lagi tolong kirimkan gaunnya ke rumah keluarga William." Ucap Mimi pada desainer itu.
"Baik, aku pasti akan mengantarkan gaun pengantin itu dengan selamat." Ucap desainer itu.
"Terima kasih."
"Aku yang harus berterima kasih, karena nona Michael telah memesan salah satu desain gaun pengantin ku ini untuk adik nona Michael."
Mimi mengangguk seraya tersenyum pada desainer itu.
Setelah membayar gaun pengantin milik Xixi, mereka berempat keluar dari butik khusus gaun pengantin milik salah satu desainer terkenal itu.
"Baiklah, kita makan siang dulu sebelum kita pergi ke studio untuk melakukan foto pre-wedding kalian berdua." Ucap Mimi.
"Iya, aku juga sudah lapar setelah tadi memakai dan melepaskan gaun pengantin yang cukup sulit itu." Ucap Xixi.
Leon, Mimi dan Jery tertawa mendengar ucapan Xixi.
__ADS_1
Jery melajukan mobil yang mereka naiki menuju ke salah satu restoran untuk makan siang, sebelum mereka pergi ke studio foto.
[Acara makan siang Xia Lin skip ya 🙏😁]
Setelah makan siang, mereka pergi ke studio foto milik salah satu teman Mimi untuk melakukan pemotretan foto pre-wedding Leon dan Xixi.
Saat ini Xixi tengah berada di ruang ganti untuk menggati pakaiannya dengan gaun yang telah di siapkan oleh Mimi di studio itu sebelumnya.
"Baiklah, kau duduk disini. Kak Lin akan membantu mu untuk merias wajahmu, agar terlihat lebih cantik dan tidak pucat nantinya." Ucap Mimi seraya mendudukan Xixi di atas kursi.
Dengan menurut, Xixi pun duduk di atas kursi itu dan membiarkan wanita bernama Lin merias wajahnya.
Sementara Xixi tengah di rias, Leon di tempat lain sedang berganti pakaian.
"Baik, sudah selesai. Wajah nona Cicilia sudah putih dan tanpa noda, jadi aku mengaplikasikan make up yang ringan untuk wajahnya, jadi saat terkena flash dari kamera tidak akan terlihat pucat dan tampak bersinar." Ucap Lin setelah merias wajah Xixi.
"Iya, dia juga terlihat jauh lebih cantik dan segar dengan riasan seperti itu. Terima kasih kak Lin." Ucap Mimi.
Mimi membantu Xixi yang telah selesai di rias untuk berjalan ke tempat pemotretan dimana Leon dan yang lainnya sudah menunggu.
"Baik, calon pengantin wanita kita sudah siap." Ucap Mimi.
Semua orang melihat ke arah Xixi dan Mimi.
Mimi membantu membawa gaun bagian bawah Xixi sampai Xixi berdiri di depan Leon yang sedang menatap Xixi.
"Kau harus fokus, jangan banyak melamun menatap wajah adik ku yang cantik ini." Ucap Mimi menggoda Leon yang masih menatap wajah Xixi.
Xixi yang sangat jarang merias wajahnya, memang terlihat sangat cantik, membuat Leon terpukau dan tidak bisa berkata apa-apa.
"Tentu aku akan fokus kak. Meskipun wanita yang ada di depanku ini sudah membuat ku kehilangan setengah kesadaranku karena kecantikannya."
"Waah, calon pengantin laki-laki kita sungguh pandai dalam berbicara."
Semua orang yang ada di dalam studio tertawa, begitu pun dengan Xixi yang menggelengkan kepalanya mendengar semua ucapan manis Leon untuk dirinya.
"Baiklah, calon pengantin kita yang akan datang, kau bisa beristirahat dulu. Karena calon pengantin kita yang sekarang akan melakukan pemotretannya." Ucap teman Mimi.
Mimi hanya tertawa mendengar perkataan temannya itu.
Setelah Mimi meninggalkan Leon dan Xixi, pemotretan pun di mulai. Beberapa kali teman Mimi mengarahkan Leon dan Xixi, dia juga membantu kedua calon pengantin itu agar terlihat lebih romantis dan mesra saat melakukan pemotretan itu, karena terlihat sedikit kaku dan canggung.
Cekrek
Cekrek
"Bagus, ambil gaya yang berbeda. Nona Cicilia tolong tangan anda di letakan pada bahu tuan Leon, lalu tutup kedua mata kalian. Tapi saat itu kalian harus merasa seolah kalian seperti saling menatap dengan penuh cinta dan rasa bahagia." Ucap teman Mimi yang memotret mereka.
Leon dan Xixi melakukan apa yang teman Mimi katakan itu, meski awalnya mereka terlihat canggung, namun setelah melakukan beberapa kali percobaan dan latihan, akhirnya pemotretan berakhir dengan hasil foto yang cukup memuaskan.
...Foto Pre-wedding Leon dan Xixi...
__ADS_1