
Esok harinya Xixi dan Mimi keluar dari apartemen, dan di luar pintu apartemen mereka sudah berdiri Leon yang sepertinya akan menekan bel apartemen mereka.
"Apa yang kau lakukan di sana Leon?" Tanya Xixi saat Xixi dan Mimi keluar dari apartemen.
"Oh, Aku baru saja akan menekan bel apartemenmu, tapi ternyata kalian sudah keluar terlebih dahulu sebelum aku menekannya." Ucap Leon.
"Ih, kira kau sedang apa. Kalau begitu kita berangkat sekarang saja."
"Iya."
Mereka bertiga lalu pergi bersama menuju lift apartemen.
"Kak Mimi hari ini tidak ada jadwal pemotretan?" Tanya Leon pada Mimi saat mereka berada di dalam lift.
"Iya untuk hari ini aku libur, karena besok aku akan sangat sibuk."
"Wah sayang sekali kak Jery tidak bisa datang untuk ikut hari ini bersama kita."
"Akhir-akhir ini dia sangat sibuk, jadi biarkan saja."
Leon menatap Xixi, dia bertanya pada kekasihnya itu lewat tatapan kedua matanya.
Xixi hanya menggelengkan kepalanya memberi tanda agar tidak dulu membicarakan tentang hal itu di depan Mimi.
ting
Pintu lift terbuka, mereka berjalan menuju mobil milik Leon yang terparkir tidak jauh dari lift itu.
Setelah Leon, Xixi dan Mimi naik ke dalam mobil, Leon melajukan mobilnya keluar dari gedung apartemen menuju salah satu vila milik Xixi yang telah jadi.
"Xixi apa kamu membangun vila itu dengan uang yang selama ini kau simpan?" Tanya Mimi
Xixi mengangguk "Iya kak, aku bingung harus memakai uang itu untuk apa. karena itu aku berinvestasi dengan membangun beberapa vila di kota A ini, karena aku lihat setiap musim panas sangat banyak sekali orang-orang yang berlibur di pantai yang ada di kota ini."
"Itu bagus, artinya kau bisa melihat peluang lain untuk menghasilkan uang di luar perusahaan."
"Iya, karena aku tahu tidak selamanya perusahaan kita akan selalu berjaya, dan setidaknya aku sudah menyiapkan usaha yang lainnya untuk tetap bertahan nanti."
"Jika ayah dan ibu mendengar hal ini, mereka pasti senang dan bangga padamu, karena akhirnya putri mereka yang lebih menyukai hidup bebas ini bisa berpikir dengan dewasa."
"Kakak!"
Mimi tertawa melihat reaksi Xixi atas ucapannya.
Leon yang sejak tadi menyetir diam-diam memperhatikan percakapan dua orang wanita yang ada di dalam mobilnya saat ini.
15 menit kemudian mobil Leon memasuki sebuah halaman yang tidak terlalu luas.
"Apakah ini Villa milikmu?" tanya Mimi yang melihat sebuah vila di depannya.
Sisi mengangguk "Iya kak bukankah sangat bagus."
"Iya, bangunannya cukup cantik dan pasti akan menarik banyak orang yang ingin menyewa vila mu ini."
"Ayo masuk ke dalam, aku sudah memastikan semua barang-barang telah rapi." Ucap Leon.
Xixi dan Mimi mengangguk, mereka lalu berjalan masuk ke dalam vila.
"Ini... ini sangat cantik sekali, apakah kalian yang membuat ruangan di dalam vila ini sendiri?" Tanya Mimi dengan tidak percaya.
__ADS_1
"Iya kak, aku mendesain awal vila ini. Lalu Leon yang menyemournakan desainnya, agar terlihat lebih bagus."
"Tapi kau yang memilih sendiri semua barang-barang yang ada di dalam vila ini." ucap Leon.
"Ya.. karena aku pikir semuanya akan cocok untuk vila ku yang satu ini."
"Kalian membuatku iri, benar-benar kalian pasangan yang saling melengkapi." ucap Mimi.
"Oh, ayolah kak. Kau juga sudah mempunyai seorang kekasih yang tidak kalah baiknya. Jadi kau tidak perlu iri dengan kami." Ucap Xixi.
Mereka bertiga lalu tertawa bersama.
Xixi dan Mimi berjalan lebih dalam untuk melihat bagian-bagian dari villa itu.
"Ruang tamu ini cukup luas dan nyaman, ditambah dari sini kita juga bisa melihat pemandangan pantai yang ada di luar." Ucap Mimi.
"Iya Kakak benar."
...Ruang Tamu Salah Satu Vila Milik Xixi...
Xixi dan Mimi lalu masuk ke ruangan lainnya.
"Kamar ini terlihat sangat nyaman, sepertinya aku nanti akan menjadi penyewa pertama vilamu ini." Ucap Mimi.
"Hahaha, kau tidak perlu menyewanya. kak. Jika pekerjaanmu telah selesai semua di sini, kita akan berlibur di villa ini untuk beberapa hari." Ucap Xixi.
"Benarkah? Baik sekali adikku ini."
"Memangnya kapan aku tidak baik padamu, kak?"
"Baiklah, ayo kita lihat bagian di samping vila ini." Ucap Xixi.
Mimi mengangguk. Mereka berdua lalu pergi ke bagian samping vila itu.
Sreeeek
Xixi membuka pintu geser vila di bagian samping. Angin langsung menerpa tubuh mereka berdua, dan membuat rambut kedua wanita itu berterbangan.
"Kita bisa bersantai dan membuat barbeque nanti di sini, sambil melihat matahari terbenam, bukankah itu sangat bagus?" Ucap Xixi.
"Kau benar, menurutku ini juga tempat yang cukup romantis."
Mimi berjalan dan berdiri di ujung pagar pembatas, dia menatap lautan berwarna biru yang membentang luas di depannya.
...Kamar di Dalam Vila...
...Bagian Samping Vila...
Leon berjalan menghampiri Xixi dan Mimi.
"Ternyata kalian berdua ada disini." Ucap Leon.
"Ada apa?" Tanya Xixi.
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa, tadi kepala proyek menghubungi ku tentang pembangunan vila di tempat lainnya."
"Sudah mulai membangun lagi?"
"Tentu saja, sebentar lagi akan musim panas."
Mimi melihat Xixi "Berapa banyak vila yang akan kau buat?" Tanya Mimi.
"Sekitar 6 atau 7 vila, di 3 tempat yang berbeda." Ucap Xixi.
"Banyak sekali."
"Tentu saja, kalau aku hanya membuat 1 atau 2 vila. Itu bukan berinvestasi namanya, kak."
"Hmmm, kau benar juga."
Di tempat saat ini mereka berada, ada dua vila yang di bangun oleh Leon. Selain vila yang mereka datanagi, vila satunya berada sekitar 50 meter dari vila itu.
Sementara di tempat lainnya masih dalam tahap awal pembangunan.
"Untuk membangun satu vila ini, kau menghabiskan berapa banyak dana, Xixi?" Tanya Mimi.
"Aku membangun dua vila sekaligus, tapi ini yang sudah jadi sempurna. Jika di total, satu vila aku memerlukan biaya sekitar 130 sampai 140 juta."
"Hmmm, lumayan juga."
"Iya, karena semua bahan yang aku pakai bahan yang terbaik, untuk membuat penyewa vila nyaman."
"Ya memang harus seperti itu. Percuma membangun vila dengan bahan-bahan dengan kualitas rendah. Hanya akan bertahan beberapa tahun saja."
"Iya, kakak benar."
Untuk sementara mereka menikmati waktu bersantai mereka di vila itu, angin yang berhembus membuat mereka semakin nyaman duduk di samping vila.
"Oh iya kak, kapan rencananya kak Mimi akan kembali?" Tanya Leon.
"Kalau sesuai jadwal itu kemungkinan 4 harian lagi, tapi aku tidak tahu pasti."
"Kenapa begitu?" Tanya Xixi.
"Jery ingin kembali bersama denganku, jadi aku tidak tahu kapan pulang. Apakah itu sama seperti jadwalku, atau lewat beberapa hari dari itu."
"Oh jadi seperti itu. Aku kira karena apa."
"Aku juga tidak tahu, kemarin tiba-tiba dia berkata ingin pulang bersama, setelah urusan dia disini selesai."
Leon dan Xixi saling menatap, mereka tentu tahu alasan kenapa Jery ingin pulang bersama dengan Mimi dari kota A. Tapi mereka berpura-pura tidak mengerti.
"Mungkin kak Jery tidak ingin terjadi sesuatu dengan kakak selama di perjalanan." Ucap Xixi.
"Mungkin saja, entahlah. Aku tidak ingin terlalu memikirkannya. Jika dia mau pulang bersama, aku juga tidak masalah, selagi tidak membuat pekerjaan terganggu. Karena jika mengganggu pekerjaan ku, tuan direktur itu harus menanggungnya."
"Wow, kau sangat kejam juga pada kak Jery, kak."
"Biarkan saja, dia kan ingin pulang bersama denganku. Jadi dia juga harus sedikit bertanggung jawab, jika ada yang memarahiku saat aku kembali ke perusahaan tidak sesuai jadwal."
"Ya, itu bagus. Dengan begitu kak Mimi akan tahu bagaimana kak Jery melindungi kak Mimi." Ucap Leon.
"Kau benar."Xixi membenarkan ucapan Leon.
__ADS_1
Ketiga orang itu tertawa bersama.