The Geeky Girl

The Geeky Girl
Part 60


__ADS_3

Seperti yang di katakan oleh Xixi sore tadi, saat ini mereka sudah berada di depan kedai daging tusuk bakar.


Xixi dan Mimi sudah memesan beberapa daging tusuk, cumi-cumi, sayap ayam dan yang lainnya. Selain itu mereka juga memesan nasi goreng di kedai yang ada di samping kedai daging tusuk bakar itu.


Kedua wanita itu duduk di kursi yang telah di sediakan oleh pemilik kedai, sambil menikmati udara malam yang cukup menyejukan serta lemon tea hangat yang mereka beli.


"Kau sering kesini?" Tanya Mimi.


"Tidak, ini adalah kali kedua aku kesini. Aku merasa makanan yang di buat disini rasanya sedikit berbeda, dan aku menyukainya."


"Aku kira kau sering kesini."


"Aku baru beberapa minggu disini kak, di tambah lagi aku juga sibuk dengan pekerjaan ku. Jadi aku tidak selalu punya waktu untuk makan di luar."


"Benar juga."


"Yang paling aku suka disini selain rasa daging tusuknya adalah udaranya yang begitu sejuk. Karena disini berada tidak jauh dari pantai, di tambah lagi di kota A ini masih jarang penduduk yang memakai mobil."


"Kau benar, populasi udara akibat pemakaian kendaraan disini sedikit, jalanan juga lengang. Udara pun masih bisa kita nikmati dengan baik."


"Iya."


Tak lama pesanan mereka datang. Kedua mata Xixi dan Mimi berbinar melihat pesanan mereka di atas meja.


"Ayo kak, kita makan." Ucap Xixi.


Mimi mengangguk, mereka pun mulai makan makanan yang ada di atas meja itu.


"Kalian jahat sekali, makan disini tidak memberitahu ku."


Xixi dan Mimi menoleh setelah mendengar seseorang berbicara.


"Leon, kak Jery?" Ucap Xixi.


"Iya ini kami." Ucap Leon lagi.


Leon dan Jery berjalan mendekati meja mereka, lalu duduk di kursi yang masih kosong di samping mereka setelah di persilahkan oleh xixi.


"Kenapa kalian kesini?" Tanya Xixi.


"Tentu saja untuk makan. Kak Mimi, apa kabar?" Leon melihat ke arah Mimi.


"Aku baik."


"Baguslah kalau baik."


Jery menatap Mimi, dia tidak menyangka jika keputusannya ikut Leon makan di kedai pinggir jalan, akan bertemu dengan Mimi yang juga sedang makan disana.


"Ternyata nona Michael juga suka makan di kedai pinggir jalan?" Tanya Jery pada Mimi.

__ADS_1


"Tidak juga, ini pertama kali saya makan di kedai seperti ini. Meskipun saya kadang makan di rumah makan kecil jika sedang keluar kota."


Jery mengangguk "Tapi sangat jarang ada seorang model terkenal, yang mau makan di warung kecil apalagi makan di kedai pinggir jalan seperti ini."


"Mungkin karena tuan Jery belum pernah melihatnya saja."


"Iya, mungkin."


Leon berdiri dan dia berjalan ke kedai setelah memakan satu tusuk daging bakar milik Xixi dan Mimi. Dia ingin memesan beberapa porsi lagi pada pemilik kedai.


"Kak Jery juga suka makan di kedai seperti ini?" Tanya Xixi yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua.


"Aku sangat jarang, tapi kalau sedang ingin aku pasti makan di kedai yang ada di pinggir jalan seperti ini."


"Hmm begitu."


"Iya, rasa makanan di kedai pinggir jalan tidak kalah dengan makanan yang ada di restoran besar. Jadi aku menyukainya."


Xixi mengangguk.


Leon yang sudah selesai memesan, kembali dan duduk di kursi semula.


"Kalian makanlah dulu yang ada di meja, makanan yang kalian pesan tidak akan langsung datang." Ucap Mimi.


"Baik, terima kasih kak Mimi." Ucap Leon.


Mimi mengangguk.


"Daging tusuk bakar ini cukup empuk dan bumbunya juga enak." Ucap Jery.


"Benarkah? Kedai yang menjadi langgananku tidak pernah salah soal rasa makanannya."


"Iya, kau adalah juru makan dan rasa terbaik." Ucap Leon.


Semuanya tertawa, Jery melihat Mimi tertawa dengan bahagia. Dia senang melihat wajah cantik itu sedikit merona saat tertawa, terlihat lebih manis.


"Oh benar, minggu depan aku akan mengadakan liburan ke sebuah pulau pribadi keluarga kami. Aku juga mengundang beberapa model, sutradara dan juga produser untuk ikut berlibur. Jika kalian mau, kalian juga boleh ikut." Ucap Jery.


"Waah, sepertinya akan sangat menyenangkan." Ucap Xixi bersemangat.


"Benar, tapi vila mu sedang dalam masa pembuatan beberapa jendela dan dinding bagian dalam, karena aku memberi sentuhan yang lain didalam vila itu." Ucap Leon.


"Tidak apa-apa, kau sudah bekerja keras. Berlibur satu atau dua hari tidak masalah. Lagi pula kepala proyek sangat bisa di percaya."


"Hmmm baiklah, jika sang direktur sudah berkata demikian, saya hanya bisa menurutinya saja."


"Hahaha kau ini."


"Nona Michael, kau juga akan ikut bukan?" Tanya Jery pada Mimi.

__ADS_1


"Aku....."


"Tentu saja kak Mimi akan ikut, dia juga salah satu model kak Jery. Aku akan disana untuk melindunginya." Ucap Xixi memotong ucapan Mimi.


"Baiklah jika seperti itu, aku akan meminta orang-orang di pulau untuk menyiapkan tempat tinggal yang sangat nyaman untuk kalian berdua."


"Terima kasih kak Jery."


Xixi menatap kakaknya dan mengangguk. Xixi tahu kakaknya akan menolak ajakan Jery, karena dia ingin menghindari wanita bernama Monica dan juga ingin menghindar dari jery.


Namun jika Mimi terus seperti itu, dia tidak akan bisa membuka hatinya untuk orang lain. Dan Xixi takut jika kakaknya hanya akan terus terpaku pada Joseph.


Setelah hampir dua jam mereka makan, akhirnya semua makanan habis tak tersisa, begitupun dengan makanan yang di pesan oleh Leon.


"Baiklah kak Jery, hari semakin larut. Aku akan membawa mobil Xixi dan kembali ke apartemen dengan mereka." Ucap Leon.


"Kau satu gedung apartemen dengan Xixi?"


"Bukan hanya satu gedung, tapi aku tinggal di samping apartemen Xixi." Leon tersenyum lebar pada Jery.


"Oh, baiklah kalau begitu. Aku mengerti."


Leon, Xixi dan Mimi masuk ke dalam mobil milik Xixi, sementara Jery masuk ke dalam mobilnya sendiri.


Mereka berpisah dan kembali ke apartemen mereka masing-masing.


Di dalan mobil, Jery memikirkan Mimi. Dia ingin sekali mendekati wanita yang dia sukai itu. Tapi sepertinya akan sulit, mengingat dia baru saja merasakan kekecewaan saat jatuh cinta pada orang lain, dan mungkin perasaan itu masih tersisa di dalam hatinya.


"Mimi... aku juga ingin memnaggil dia dengan nama itu."


Jery melajukan mobilnya menuju apartemennya yang berlawanan arah dengan apartemen Xixi dan Leon.


Di dalam mobil yang lain, Xixi yang duduk di kursi depan menatap jalanan kota A yang begitu tenang, karena tidak begitu banyak mobil yang berlalu-lalang.


"Jika saja semua kota setenang disini. Pasti sangat bagus."


"Kau ini, itu tidak mungkin. Jika semua kota seperti kota A ini, negara pasti akan sulit untuk berkembang." Ucap Mimi.


"Ya, kakak benar. Itu hanya sebatas ucapanku saja kak."


Mimi tidak menjawab ucapan Xixi lagi, dia lebih memilih melihat keluar jendela.


"Em.... kak Mimi."


"Jangan berbicara tentang tuan Jery, aku sedang tidak mood."


Xixi seketika diam, dia menatap Leon yang tengah menyetir.


"Hmmm, kakakku ini benar-benar. Tidak bisakah dia sedikit saja lebih peka? Tapi dia yang seperti ini, mirip denganku sebelum berpacaran dengan Leon."

__ADS_1


Mobil yang mereka naiki terus melaju menuju apartemen mereka.


__ADS_2